
Keesokan paginya diKeluarga William mereka semua bangun dengan keadaan yang sangat bahagia sekali, karena mereka sebentar lagi akan mempunyai anggota Keluarga baru didalam Keluarga mereka.
Tadi malam setelah memberitahukan kepada semua Keluarga tentang kehamilannya Ana, Alex langsung saja berpamitan ingin tidur karena capek sekali, akan tetapi sebelum masuk kedalam kamar Alex pergi dahulu kedapur untuk mengambil minum.
Sedangkan Mommy Dania, Tuan Fredo mereka melanjutkan lagi tidur mereka sambil membayangkan wajah dari calon cucu mereka yang mereka bayangkan pastilah sangat lucu, dan semakin membuat mereka menjadi tidak sabar ingin cepat-cepat melihatnya. DanTara juga ikutan masuk kedalam kamar untuk tidur. Karena waktu juga sudah malam sekali, sekitar jam sebelas malam lewat dua puluh menit.
Ana yang seperti biasanya ketika dipagi hari selalu merasakan morning sickness, dia ketika bangun langsung saja berlari menuju kedalam kamar mandi, dan hanya memuntahkan cairan air liur seperti biasanya.
Alex yang mendengar suara Ana yang sedang muntah didalam kamar mandi, dia langsung saja bangun dan berjalan mendekati Ana yang sedang berada didalam kamar mandi.
"Sudah enakan sayang?? ", tanya Alex kepada Ana sambil memijat lembut tengkuknya Ana.
"Sudah mendingan Kak, dan Ana sekarang malah lapar sekali rasanya", jawab Ana kepada Alex.
"Ya sudah kita keluar yuk cari makan didapur, mungkin para Bibi sudah pada masak, kan ini juga sudah jam enam pagi", jawab Alex kepada Ana.
Dan Ana hanya mengangguk saja kepada Alex. Alex lalu menuntun Ana keluar kamar dan turun kebawah menuju kedapur.
Belum sampai didapur, ketika baru melewati ruang Keluarga, Ana dan Alex berpas-pasan dengan Mommy Dania yang juga ingin kedapur.
"Ana anak Mommy sudah bangun, bagaimana Nak keadaanmu, apa Ana menginginkan sesuatu untuk calon cucu Oma ini?? ", kata Mommy Dania kepada Ana dengan tersenyum sangat lebar sekali sambil mengusap lembut perutnya Ana.
"Mommy sudah tahu, jika didalam perutnya Ana ada dedek bayi?? ", tanya Ana dengan wajah imutnya. Dan Mommy Dania mengangguk dengan semangat sambil tersenyum merekah seindah pagi hari itu.
"Sudah sayang, ini Ana mau kemana sama suami kamu?? ", tanya Mommy Dania lagi kepada Ana dan juga Alex.
"Katanya Ana mau makan Momm, makanya Xander ajak saja kedapur", jawab Alex kepada Mommy Dania.
"Ya sudah yuk kita kedapur, Mommy juga mau kedapur, nanti biar Mommy yang menyiapkan makanannya untuk kalian", kata Mommy Dania kepada Alex dan juga Ana.
Mommy Dania langsung saja ikut-ikutan berjalan sambil memegangi Ana, setelah sampai diruang makan, Mommy Dania langsung melihat kedapur, ternyata para Bibi sudah ada pada selesai memasak menu masakan untuk pagi itu.
"Yang jadi baru beberapa menu ini sayang, makan seadanya dulu ya, jika nanti Ana mau yang lain biar Mommy masakain atau belikan", kata Mommy Dania kepada Ana ketika sudah menghidangkan tiga menu masakan diatas meja makan.
"Ini saja tidak apa-apa Momm, yang penting Ana makan sekarang", jawab Ana dan dia langsung ingin mengambil nasi dipiringnya.
Akan tetapi sebelum sampai menyendok nasi, Mommy Dania dia sudah mencegah terlebih dahulu karena dia yang ingin mengambilkan nasinya untuk Ana.
__ADS_1
"Terimakasih Mommy", kata Ana kepada Mommy Dania.
"Sama-sama sayang", kata Mommy Dania kepada Ana sambil tersenyum manis.
"Oh ya Nak Xander mau makan sekalian menemani Ana, biar Mommy ambilkan juga", kata Mommy Dania kepada Alex.
"Tidak perlu Momm, Xander akan mengambil sendiri makanannya", jawab Alex kepada ibu mertuanya itu.
"Baiklah, Mommy akan tinggal dulu kedapur kalau begitu", kata Mommy Dania kepada Alex dan juga Ana.
Setelah itu Mommy Dania berlalu masuk kedalam dapur lagi yang tempatnya tidak jauh dari ruang makan, hanya berbatasan dengan tembok saja.
"Ana mau makan yang mana, biar Kakak yang ambilkan?? ", tanya Alex kepada Ana ketika Mommy Dania sudah pergi dari ruang makan.
"Tidak perlu Kak, Ana mau mengambil sendiri", jawab Ana dan Ana langsung mengambil salah satu menu masakan yang ada didepannya dan dia langsung dekatkan didekat piring nasinya.
Alex yang melihat Ana makan dengan begitu lahap dan banyaknya membuat Alex tidak jadi makan malah melihat kearahnya Ana terus.
"Kakak tidak makan??, kenapa melihat kearah Ana terus, Kakak mau?? ", kata Ana kepada Alex sambil menawarkan makanannya ketika Ana melihat Alex belum mengisi lauk dipiringnya dan malah melihat kearahnya terus.
"Tidak apa sayang nanti saja, Kakak hanya senang saja melihatmu makan dengan lahap seperti itu dan tidak muntah sama sekali", jawab Alex kepada Ana dengan tersenyum manis.
"Ya sudah habiskan saja jika Ana masih kuat ya, jika dirasa tidak kuat jangan dipaksakan", jawab Alex kepada Ana sambil mengusap lembut kepalanya Ana.
Dan Ana hanya mengangguk sambil mengunyah makanan yang ada dimulutnya.
Alex lalu mengambil sayuran dan lauk yang ada diatas meja, dan memulai memakannya. Ketika Ana dan Alex sedang asik makan, Mommy Dania dia masuk lagi kedalam ruang makan, sambil membawa satu buah menu masakan lagi yang baru matang.
"Astaga Ana, are you ok?? ", kata Mommy Dania yang terkejut melihat Ana makan begitu banyaknya, hingga lauknya tinggal sedikit dan mau habis.
"Ok Mommy", jawab Ana kepada Mommy Dania sambil membuat tanda Ok dengan jarinya.
"Tidak mualkah?? ", tanya Mommy Dania lagi dengan heran kepada Ana. Sedang Alex yang ada disebelahnya Ana dia hanya mendengarkan saja percakapan antara Mertua dan istrinya.
"Tidak Momm, dan tidak tahu kenapa Ana tidak merasakan mual ketika makan ini", jawab Ana lagi kepada Mommy Dania.
"Iya Momm, Xander juga heran, karena kemarin saja padahal jika Ana makan sedikit dia sudah mual-mual", kata Alex juga ikut-ikutan berbicara kepada Mommy Dania.
__ADS_1
Mommy Dania sambil melihat kearahnya Ana, dia langsung saja duduk dikursi seberangnya Ana.
Dan ketika Mommy Dania ikut duduk bergabung dimeja makan, mereka bertiga dikejutkan dengan kedatangannya Tuan Fredo dan juga Tara yang sudah pada siap dengan baju kerjanya.
Tuan Fredo dan Tara mereka juga ikut langsung bergabung dengan Ana, Alex, Mommy Dania dimeja makan, sama seperti Mommy Dania, Tuan Fredo dan juga Tara mereka berdua terkejut melihat Ana makan lebih banyak dari biasanya.
"Sepertinya cucu Opa suka makan nantinya tuh", goda Tuan Fredo kepada Ana sambil meminum tehnya yang sudah disediakan tadi oleh pembantunya dengan senyum yang merekah juga sama seperti Mommy Dania.
"Iya Daddy, lihat saja, satu mangkuk besar lauk dan sayurnya Ana sendiri yang menghabiskan", goda Tara juga kepada Ana.
"Biarkan sajalah Dadd, Tara, janganlah menggodanya, nanti jika tidak bisa makan seperti disana kemarin, nanti kalian juga yang akan repot dan khawatir", kata Alex kepada mertuanya dan Kakak Iparnya ketika sudah selesai menghabiskan makanannya.
Sedang Ana yang lagi menjadi bahan pembicaraan dia tidak memperdulikan, dan masih asik mengunyah makanan yang tinggal beberapa suap lagi itu.
Dan Tuan Fredo serta Tara yang mendengar perkataannya Alex, mereka hanya tertawa geli melihat Ana makan dengan begitu lahapnya.
"Oh ya Tara, nanti kamu antarkan Mommy ya belanja untuk kebutuhan adik kamu Ana, seperti susu hamil, sayur, buah-buahan dan lain-lainnya", kata Mommy Dania kepada Tara.
"Tara ajak Bella juga ya Momm, dia juga meminta Tara untuk mengantarkannya belanja bulanan yang sudah pada habis diapartemennya, sekalian Bella kan Dokter Spesialis Kandungan Momm, jadi dia akan tahu mana yang baik dikonsumsi sama Ibu hamil seperti Ana", jawab Tara kepada Mommy Dania.
"Boleh juga ide kamu Tara, iya ajak saja Bella", jawab Mommy Dania yang setuju dengan perkataannya Tara.
"Nanti pakai kartunya Xander saja ya Mommy, masih didalam kamar, nanti Xander ambilkan", kata Alex kepada Mommy Dania.
Belum sempat menjawab mereka semua dikejutkan dengan suaranya Ana yang sedang bersendawa dengan cukup keras, membuat semua orang yang ada dimeja makan pada tertawa semua.
"Oops sorry", kata Ana sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.
"Tidak perlu Nak, Mommy ada ko uangnya", jawab Mommy Dania kepada Alex dengan masih ada sisa-sisa tawanya.
"Tidak apa-apa Momm, Mommy juga membeli itu untuk kebutuhan asupan istri dan calon anaknya Xander", jawab Alex kepada Mommy Dania dengan tersenyum.
"Iya baiklah Nak", jawab Mommy Dania sambil tersenyum juga kepada Alex.
Dan Tuan Fredo serta Tara mereka hanya mendengarkan saja percakapan antara Mommy Dania dan juga Alex sambil memakan makanan mereka masing-masing. Sedang Ana yang ada disitu, dia seperti biasa diam saja sambil mendengarkan yang lain mengobrol.
Pagi itu mereka sarapan seperti dengan suasana baru, karena semalam baru saja mendengar kabar berita tentang kehamilannya Ana.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***