
Tara yang lagi mendapatkan penanganan oleh para Dokter karena luka tusuknya yang cukup dalam dan sudah banyak mengeluarkan banyak darah, membuat Dokter harus ekstra hati-hati untuk menjahit dan mengobati lukanya Tara.
Sedangkan Alex yang sedang diluar menunggui Tara yang sedang ditangani Dokter, dia mencoba menghubungi Tuan Fredo Daddynya Tara.
"Halo Tuan Alex, apakah ada yang bisa saya bantu?? ", kata Tuan Fredo yang sudah mengangkat sambungan telefonnya Alex.
"Tuan ada yang ingin saya sampaikan, apakah disampingnya Tuan Fredo ada Mommy Dania atau Ana", kata Alex kepada Tuan Fredo.
"Kebetulah saya lagi diruang kerja saya Tuan Alex", jawab Tuan Fredo.
"Bagus, Tuan saat ini Tara sedang berada dirumah sakit, dia mengalami luka tusukan didaerah pinggangnya", kata Alex yang langsung mengejutkan Tuan Fredo.
"Apaaaaaaa!!!! ", teriak Tuan Fredo sambil berdiri dari duduknya.
Untung saja ruang kerjanya Tuan Fredo kedap suara, jika tidak mungkin orang-orang satu rumah sudah pada masuk keruang kerjanya Tuan Fredo karena mendengar teriakannya Tuan Fredo.
"Bagaimana ceritanya Tuan Alex anak saya Tara bisa sampai dirumah sakit?? ", tanya Tuan Fredo kepada Alex dengan sangat penasaran.
"Nanti saya ceritakan Tuan, anda segera datang kesini, karena Tara sedang ditangani oleh Simon", kata Alex kepada Tuan Fredo.
"Baik-baik saya akan segera kesana sekarang Tuan Alex", jawab Tuan Fredo kepada Alex.
"Tuan ada satu lagi, tolong jangan beritahu dahulu kepada Ana ataupun Mommy Dania", kata Alex lagi kepada Tuan Fredo.
"Baik Tuan Alex", jawab Tuan Fredo dan sambungan telefonnya langsung terputus.
Tuan Fredo langsung menetralkan mimik mukanya, agar istrinya tidak curiga jika dia sedang khawatir kepada Tara.
Setelah bisa membuat wajah biasa, Tuan Fredo langsung saja keluar dari ruang kerja untuk mencari Mommy Dania yang sedang menonton televisi bersama Ana.
"Momm, Daddy keluar sebentar mau ambil berkas dikantor, ada hal sangat penting sekali soalnya berkas itu saat ini Daddy butuhkan", kata Tuan Fredo mencari alasan kepada istrinya.
"Apa malam ini juga Daddy??, ini kan sudah jam delapan malam?? ", tanya Mommy Dania kepada Tuan Fredo.
"Mau bagaimana lagi Momm, berkas itu sangat Daddy butuhkan, dan berkasnya ada didalam brankas didalam ruangan Daddy", jawab Tuan Fredo lagi kepada Mommy Dania.
"Dan nanti sepertinya Daddy akan pulang sedikit terlambat Momm, Mommy tidur saja dulu tidak perlu nungguin Daddy", kata Tuan Fredo lagi kepada istrinya.
Sedangkan Ana yang sedang duduk disamping Mommynya dia tidak memperdulikan pembicaraan dari kedua orang tuanya, dan tetap asik sedang menonton acara televisi kesukaannya.
"Princess, Daddy pergi dulu ya", kata Tuan Fredo sambil mencium pucuk kepalanya Ana. Dan Ana hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Dah Momm", kata Tuan Fredo sambil mencium kening istrinya.
__ADS_1
"Hati-hati Daddy dijalan", jawab Mommy Dania kepada Tuan Fredo dan Tuan Fredo hanya mengangguk saja menanggapinya.
Dan setelah itu Tuan Fredo langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari rumah, namun sebelum Tuan Fredo pergi, Tuan Fredo mengumpulkan hampir semua bodyguard yang ada dirumahnya dihalaman rumah.
"Kalian berlima ikut saya pergi, sedangkan kalian semua yang ada disini, perketat lagi penjagaannya jangan sampai lengah atau sampai musuh saya masuk, karena Tara anak saya dia sedang berada dirumah sakit sebab diserang oleh musuh saya, faham kalian!! ", perintah Tuan Fredo kepada para anak buah dan bodyguardnya.
"Faham Tuan", jawab serempak semua anak buah dan bodyguardnya Tuan Fredo.
"Ead, kamu nanti hubungi anak buah saya yang ada dimarkas untuk kesini menjaga rumah ini, sepuluh orang saja", perintah Tuan Fredo lagi kepada bodyguardnya yang bernama Ead.
"Siap Tuan", jawab Ead dengan lantang.
"Baiklah, kalian semua bubar dan kerjakan perintah saya", kata Tuan Fredo kepada para anak buah dan bodyguardnya.
"Ayo kita pergi", kata Tuan Fredo kepada kelima anak buahnya yang dia ajak kerumah sakit.
Tuan Fredo lalu masuk kedalam mobilnya yang disopiri salah satu bodyguardnya dan mengendarainya menuju kerumah sakit. Sedangkan keempat para anak buahnya mereka mengendarai mobil sendiri.
Dirumah sakit Alex sudah sangat gelisah menunggu Dokter atau Simon keluar dari dalam ruang perawatannya Tara.
Sekitar satu jam akhirnya Simon keluar juga dari ruang perawatannya Tara. Dan Alex yang melihat Simon dia langsung berdiri dan segera mendekati Simon yang sedang berjalan kearahnya.
"Bagaimana Simon?? ", tanya Tara dengan rasa khawatirnya, karena Alex merasa berhutang nyawa dengan Tara karena dia sudah menyelamatkannya.
"Syukurlah Xander, kamu cepat membawanya kesini, dia sudah cukup kehilangan banyak darah, dan untungnya lagi walau luka tusuknya cukup dalam, akan tetapi tidak sampai mengenai organ vitalnya", jawab Simon kepada Alex.
"Bagaimana ceritanya Xander hingga Tuan Tara bisa begitu, dan ini semua kenapa pakaian kamu terkena darah semua seperti ini?? ", tanya Simon kepada Tara.
Simon dan Alex mereka langsung duduk dikursi tunggu depan ruangannya Tara. Setelah duduk dengan tenang Alex menceritakan semua kejadian yang tadi sedang terjadi kepadanya. Tentang Aaron dan juga Delwyn. Sedangkan Simon yang mendengarnya dia sedikit terkejut dan juga rasanya ingin ikut menghajar mereka semua.
Ketika Alex dan Simon sedang berbincang mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Tuan Fredo yang berlari-lari diikuti kelima bodyguardnya yang berbadan besar dan berpakaian serba hitam itu.
"Tuan Alex", panggil Tuan Fredo kepada Alex.
Alex yang mendengar dia langsung menoleh kearah sumber suara dan ketika Alex melihat Tuan Fredo dia langsung bediri diikuti oleh Simon juga.
Sedangkan Tuan Fredo yang melihat pakaian mahalnya Alex yang berlumuran darah, dia semakin penasaran dan bingung saja.
"Tuan Alex apa yang sebenarnya terjadi dengan Tara?? ", kata Tuan Fredo yang tidak bisa menyembunyikan rasa kbawatirnya.
"Silahkan duduk dahulu Tuan Fredo", jawab Alex kepada Tuan Fredo dan Tuan Fredo langsung menurutinya.
Alex lalu menceritakan semuanya kepada Tuan Fredo, tanpa dia tutupi. Dan tentang Aaron serta Delwyn juga. Tuan Fredo sungguh sangat terkejut sekali mendengarnya, dan dugaannya tadi sangat tepat sekali.
__ADS_1
"Akan saya beri pelajaran kepada Aaron dan juga Delwyn itu", kata Tuan Fredo ketika sudah selesai mendengarkan cerita dari Alex.
"Akan saya bantu Tuan, kita main cantikn saja Tyan Fredo", jawab Alex dengan santai, karena dia sudah mempunyai rencana untuk membuat Aaron dan Delwyn hancur.
"Terus bagaimana keadaanya Tara Dokter Simon", tanya Tuan Fredo lalu mengalihkan pandangannya kearah Dokter Simon.
Dan Dokter Simon lalu menjelaskan kepada Tuan Fredo seperti apa yang dia jelaskan tadi kepada Alex.
"Syukurlah, berikan ruangan yang terbaik untuk Tara Dokter", kata Tuan Fredo kepada Dokter Simon.
"Anda tenang saja Tuan Fredo, semua sudah saya atur", bukan Dokter Simon yang menjawab, melainkan Alex.
"Terimakasih banyak Tuan Alex", jawab Tuan Fredo kepada Alex.
Berbeda tempat, tepatnya diruangannya Dokter Bella, dia yang sudah uring-uringan daritadi karena mantan tunangannya yang tidak berhenti menerornya.
Seharusnya Dokter Bella jam kerjanya sudah habis sekitar jam enam tadi, karena berhubung mantan tunangannya itu menunggunya sejak tadi didepan ruangannya membuat Dokter Bella malas keluar dari ruang kerjanya.
"Suspam itu Edbert masih didepan ruanganku tidak?? ", tanya Dokter Bella melalui sambungan telefon kepada suster sekaligus sahabatnya sejak SMA yang meja kerjanya ada didepan ruangannya.
"Kamu ini kebiasaan deh, Suster Pamela Bella namaku, si upil kambing sudah pulang dari sepuluh menit yang lalu", jawab Suster Pamela kepada Dokter Bella dengan sedikit cemberut.
Tanpa berkata lagi, Dokter Bella langsung mematikan sambungan telefonnya kepada Suster Pamela itu. Dan dia langsung terburu-buru keluar dari ruangannya untuk pulang kerumahnya.
ππππππππππππ
Cepat sembuh Mas Taraπ
Itu Mas Tara versi sedikit gondrongβ, ini juga Mas Tara yang sudah potong rambut sama cukur bewoknyaππ
Kalau ini mah Abang Dokter Ganteng kita ππ
Yang ini Abang Alexander dongsππππ
Kumpulan tiga cowok tampan π πππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***