GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 109


__ADS_3

Berbeda dengan Tara dan Dokter Bella yang sedang memadu kasih diawal pernikahannya mereka, berbeda lagi dengan Alex dan juga Ana, mereka saat ini sedang berkunjung kemansionnya Tuan Gavi tadi selepas menghadiri acara pesta pernikahannya Tara dan juga Dokter Bella.


"Sayang kamu nanti menginap disini ya??", tanya Nyonya Gia kepada Ana sambil duduk dishofa ruang tamu mansionnya Tuan Gavi.


"Tidak tahu Mi, terserah Kak Xander saja", jawab Ana kepada Nyonya Gia Ibu mertuanya.


Nyonya Gia dia langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Alex yang sedang duduk dishofa seberangnya.


"Menginap disini saja dulu ya Xander, kan kalian setelah menikah belum pernah menginap dirumah ini", kata Nyonya Gia kepada Alexander.


"Sudah turuti saja apa kata Mami kamu Alex, dan benar juga apa kata Mami kamu, jika kalian belum pernah menginap disini ketika sesudah menikah", kata Tuan Gavi kepada Alex yang duduk disampingnya itu.


"Ok, Pi, Mi, Ana dan Kak Xander akan menginap disini, sudah ya jangan sedih lagi, itu nanti maskaranya bisa luntur, Mami jadi jelek seperti hantu", bukan Alex yang menjawab melainkan Ana dengan begitu lucunya hingga membuat Tuan Gavi dia tertawa mendengarnya.


Sedangkan Alex dia hanya tertawa kecil mendengar perkataannya Ana, begitupun dengan Nyonya Gia.


"Baiklah, itu Ana sudah menjawab Mi, Pi permintaannya Mami", kata Alex akhirnya kepada kedua orang tuanya.


"Yeay akhirnya rumah ini ramai lagi, semakin tidak sabar saja menunggu kelahirannya sibaby", jawab Nyonya Gia kapada Ana dan juga Alex sambil memeluk Ana yang duduk disampingnya.


Mereka semua langsung saja mengobrol ringal dan sambil membahas kehamilannya Ana dan sambil menebak-nebak jenis kelamin baby yang sedang dikandung oleh Ana.


Dan ketika dirasa cukup lama mengobrolnya serta Ana juga sudah merasakan capek, Alex dan juga Ana mereka berdua berpamitan kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia untuk masuk kedalam kamar dan beristirahat untuk sejenak melepaskan penat mereka.


..........>>>>><<<<<...........


Dibeda tempat tepatnya diapartemennya Dokter Simon, Dokter Simon saat ini dia sedang bersiap-siap meninggalkan negaranya karena Dokter Simon ingin berlibur sejenak untuk meluapkan rasa sedih dan rasa tidak bisa move onnya dari Dokter Bella.


Ternyata tadi Dokter Simon ketika baru saja meninggalkan gereja tempat pernikahannya Tara dan juga Dokter Bella, Dokter Simon duduk sebentar dibangku taman dekat diadakannya pesta resepsinya Tara dan juga Dokter Bella.


Sambil terus memandangi dekorasi pesta resepsinya Tara dan juga Dokter Bella, Dokter Simon memantapkan niatnya untuk pergi berlibur dan dia langsung saja memesan tiket melalui ponselnya, dan negara yang dituju oleh Dokter Simon adalah Negara Hawai.

__ADS_1


Dan tanpa terasa Dokter Simon sudah naik pesawat saja. Dia memesan tiket VIP, duduk dengan bangku yang sengaja sedikit diturunkan oleh Dokter Simon, karena Dokter Simon ingin tiduran sambil menikmati awan-awan melalui jendela kaca pesawat yang ditumpanginya dan melupakan semua rasa sedihnya kepada Dokter Bella.


Tanpa Dokter Simon sadari ternyata dikursi sebelahnya duduklah seorang wanita cantik dengan tujuan sama dengan Dokter Simon yaitu Hawai.


"Jika lagi patah hati, jangan cuma melihat dari jendela saja, terjun langsung keluar, nanti saya jamin rasa patah hatimu akan hilang", sindir wanita cantik itu kepada Dokter Simon tanpa melihat kearahnya Doker Simon dan sambil menutupi mukanya menggunakan topi pantainya.


Wanita cantik itu bisa tiba-tiba berbicara seperti itu karena tadi sebelum dia duduk dikursi sampingnya Dokter Simon, wanita cantik itu melihat wajah sedihnya Dokter Simon yang selalu melihat kearah jendela pesawat, hingga sampai pesawat itu sudah berada diatas awan pun Dokter Simon tidak merubah posisi duduknya, dan itulah yang menyebabkan wanita cantik itu berani menyindir Dokter Simon yang tidak dikenalnya.


Dokter Simon yang mendengar perkataan dari wanita itu, dia langsung mengalihkan pandangannya dari awan-awan yang dilihatnya, sambil memperhatikan sekitar, karena takutnya wanita cantik itu tidak berbicara dengannya.


"Maaf Nona, apakah Nona berbicara dengan saya", kata Dokter Simon kepada wanita cantik itu.


Wanita cantik itu dia langsung saja membuka topi pantainya yang untuk menutupi wajahnya ketika mendengar perkataannya Tara.


"Bukan, saya sedang berbicara dengan orang yang sedang patah hati", jawab wanita cantik itu kepada Dokter Simon.


"Apa terlihat sekali diwajahku ini??", kata Dokter Simon kepada wanita itu dengan mentertawakan dirinya sendiri.


Dokter Simon ketika dicuekin oleh wanita cantik tadi, dia lalu melihat kearah jendela lagi sambil tersenyum miris sekali.


"Bahkan orang lain saja yang tidak mengenalku dia tahu kalau aku sedang patah hati, sungguh memalukan", kata Dokter Simon dengan suara lirih dan pelan untuk dirinya sendiri.


Dan wanita yang duduk disampingnya Dokter Simon, dia masih bisa mendengar perkataannya Dokter Simon, dan wanita itu tersenyum ketika mendengarnya dengan wajah yang masih ditutupi oleh topi pantainya.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Kembali lagi keTara dan Dokter Bella yang membuat kita semua panas dingin ketika membacanya.


"Sungguh aku sangat puas sekali hari ini sayang", kata Tara kepada Dokter Bella yang sedang dipeluknya itu, dengan keadaan yang belum memakai pakaian sama sekali.


"Aku juga puas My Griy, tapi rasanya milikku masih ingin dipuaskan dengan menggunakan ini sayang", kata Dokter Bella kepada Tara sambil memainkan bibirnya Tara.

__ADS_1


"Akan aku lakukan sesuai dengan permintaanmu sayang", kata Tara kepada Dokter Bella dengan tersenyum senang sekali.


Setelah berkata seperti itu, Tara langsung membuka selimut yang menutupi tubuh mereka berdua, dan Tara juga langsung saja beranjak dari atas ranjang dan dia lalu menggendong Dokter Bella menuju keshofa yang ada didalam kamarnya.


Dengan keadaan yang belum berpakaian, Tara langsung saja membuka kakinya Dokter Bella dengan sangat lebar sekali, dan Dokter Bella yang mengetahui tujuannya Tara dia langsung saja memberi akses yang mudah untuk Tara.


"Beginikah yang kamu mau sayang??", kata Tara sambil menggoda Dokter Bella dengan menciumin kulit kecil diliang surgawinya Dokter Bella.


"Aaaah, jangan menggodaku sayang, ayo lakukan", kata Dokter Bella kepada Tara, sambil menahan gejolaknya yang sedang dipermainkan oleh Tara.


"Beginikah", kata Tara lagi sambil menj***t-j***t miliknya Dokter Bella.


"Aaaaah Tara", kata Dokter Bella kepada Tara, karena Tara terus menggodanya.


"Baiklah-baiklah sayang", kata Tara kepada Dokter Bella sambil tersenyum puas menggoda Dokter Bella yang sudah tidak tahan lagi.


"Ayo Tara, jangan menggodaku terus", kata Dokter Bella lagi kepada Tara, karena Tara dia masih terus menggoda Dokter Bella dengan menghisap-hisap bukit kecil ditengah liang surgawinya Dokter Bella.


Tara yang melihat sang istri yang sudah tidak tahan dengan godaannya, dia reflek tertawa cukup puas sekali, karena sudah bisa menggoda Dokter Bella.


Setelah puas tertawa Tara langsung saja memuaskan Dokter Bella dengan permainan lidahnya diarea liang surgawinya Dokter Bella.


"Aaaaaah terus sayang", racau Dokter Bella kepada Tara.


Dan Tara semakin menggebu memainkan liang surgawinya Dokter Bella hingga akhirnya Dokter Bella sampai juga dipuncak kenikmatan yang entah sudah keberapa kali dia rasakan hari itu.


...❀‍❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀...


Setiap kebagian Tara dan Dokter Bella pusing kepalanya Author 🀣🀣🀣


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2