
"Maaf ya Ris, aku tidak mampir. Sampaikan salamku pada bang Ridwan." ujar Deka saat mengantar Risma kembali ke rumahnya setelah mengunjungi toko perhiasan langganan keluarga Raditya. Mereka berdua baru saja memesan cincin untuk acara pernikahan yang akan diadakan beberapa hari lagi.
"Iyya Kak." jawab Risma singkat. Ia langsung ingin turun dari mobil tetapi tangannya ditahan oleh Deka.
"Eh?" Risma menatap jari-jarinya yang sedang diremas oleh Deka lembut.
"Apa tidak ada ucapan good bye gitu?" tanya Deka dengan tatapan mata yang menurut Risma lain dari yang lain.
"Good bye, see you." jawab Risma polos tak mengerti apa yang dimaksud oleh pria yang sebentar lagi menjadi suaminya itu. Deka tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Risma. Rupanya ia sudah tertular kebucinan Gala. Selama ini ia banyak menonton live streaming dari sepupunya itu. Sebuah pembelajaran sesat dari Gala untuk pria dewasa seperti dirinya. Risma langsung memundurkan wajahnya ke arah jendela mobil yang tertutup dan berwarna gelap itu agar menjaga jarak. Instingnya mengatakan Deka ingin mengambil sesuatu darinya.
"Maaf kak, aku..." ujar Risma pelan tak tahu harus ngomong apa disituasi terdesak seperti ini. Hawa panas di tempat yang cukup sempit ini membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia tak ingin membuat Deka kecewa tetapi ia juga tidak mau memberikan sesuatu kepada yang belum berhak atas dirinya.
"Aku yang minta maaf, Ris." ujar Deka setelah menyadari kalau calon istrinya ini merasa tidak nyaman dengan keinginannya yang tiba-tiba. Ia meraih tengkuknya sendiri dan meremasnya.
"Lupakan, okey?" Deka melepaskan genggaman tangannya pada jari-jari gadis itu yang tiba-tiba terasa dingin. Ia merasa tidak enak hati karena telah membuat Risma Yanti resah dan takut padanya.
"Hati-hati ya Kak..." ujar Risma Yanti yang berusaha menahan malu dalam hatinya karena sempat berpikir Deka akan menciumnya.
"Hem," jawab Deka singkat. Ia menunggu Risma Yanti sampai di depan pintu rumahnya baru ia melajukan mobilnya.
πππππ
Vita Maharani terlihat begitu panik dan cemas. Nyonya Mawar tiba-tiba mengalami sesak nafas dan hampir tidak sadarkan diri. Ia mencari bantuan sopir pribadi keluarga untuk segera mengantar mama mertuanya itu ke rumah sakit. Kondisi tubuhnya dengan kandungan sisa tinggal menunggu hari membuatnya kewalahan dan tidak lincah lagi bergerak. Ia duduk saja di ruang tunggu pemeriksaan dengan nafas putus-putus.
Vita baru menyadari kalau tidak sempat membawa handphonenya. Ia ingin menghubungi Gala suaminya kalau mama terkena serangan jantung lagi.
Bunyi brangkar yang didorong dengan tergesa-gesa dari arah ujung lorong membuat Vita mau tak mau mengarahkan netranya ke sana. Tanpa sadar ia berdiri dari duduknya melihat Pandu sedang berlari kecil mengikuti arah brangkar itu di dorong dengan cepat.
"Pandu!" panggilnya cepat. Pria yang bernama Pandu itu menoleh dan berhenti sejenak.
"Siapa yang sakit?"
"Zahwa putrinya kak Ira." jawab Pandu dengan wajah pucat.
"Kamu di sini, sudah mau lahiran?" tanya Pandu kemudian baru menyadari kalau perut Vita sudah sangat jelas kelihatan bentuknya.
"Mama mertua masih di ruang ICU, aku nunggu di sini. Eh, aku pinjam handphone bisa?"
"Iya, tentu," Pandu menyerahkan handphonenya kepada Vita yang berniat menghubungi suaminya itu. Vita terus menghubungi nomor Gala tapi tidak bisa tersambung akhirnya ia hanya mengirimkan pesan WhatsApp saja. Setelah itu ia menyerahkan handphone itu kepada pemiliknya.
__ADS_1
"Aku ikut nengok Zahwa, ayok," ujar Vita cepat. Toh kalau ia di sini pada akhirnya hanya akan menunggu saja sendiri.
"Ayok," Pandu menyesuaikan langkahnya dengan langkah Vita yang agak lambat karena membawa beban berat di tubuhnya. Mereka menuju ruang pemeriksaan untuk pasien anak. Dengan izin seorang perawat yang berjaga di depan pintu mereka pun masuk untuk melihat dan mendengar penjelasan dokter tentang keadaan Zahwa.
"Pandu!" ujar dokter muda itu kaget akan kedatangan teman lamanya. Ia juga tak menyangka akan bertemu Vita Maharani di sini.
"Ningsih!, wah ternyata jadi dokter ya..." jawab Vita senang. Ternyata dokter muda ini adalah teman mereka sewaktu SMA.
"Gimana keadaan Zahwa?" tanya Pandu berusaha memotong basa-basi mereka. Keadaan Zahwa lebih penting daripada acara reuni ini menurutnya.
βDia sudah melewati masa kritisnya," jawab Hasriani Ningsih sang dokter anak itu.
"Zahwa ini anak kalian?" tanyanya kearah Pandu dan Vita bergantian. Mereka berdua menggeleng.
"Dan ini lagi hamil anak kedua ya?" kembali dua orang ini menggeleng.
"Trus hubungan kalian itu apa?" tanya Ningsih takut-takut.
"Teman tapi mesra," jawab Pandu singkat yang langsung dapat tabokan dari Vita.
"Aku udah menikah tapi bukan Pandu suamiku," jawab Vita dengan tersenyum. kemudian ia melanjutkan, "Zahwa ini putrinya Bu Ira Zerni kakaknya Pandu, faham bu dokter?"
"Dokter gimana kabar Putri saya!" tanya Ira Zerni yang tiba-tiba muncul di didepan pintu. Pandangan mata Pandu dan Ningsih terputus kemudian teralihkan ke sumber suara.
"Alhamdulillah sudah baik Bu, ia tadi cuma kaget aja jadi sempat pingsan."
"Mama," panggil Zahwa kepada mamanya yang baru datang. Anak itu langsung memeluk mamanya lega.
"Pandu, bisa kamu ceritakan apa yang terjadi sama Zahwa?" tanya Ira dengan mata siap membunuh karena panik.
"Zahwa jatuh kak, dan aku lalai maaf kak." ujar Pandu menunduk karena kena marah kakaknya di depan semua orang. dokter Hasriani Ningsih tersenyum lucu dengan ekspresi Pandu yang menggemaskan. ia seperti anak kucing manis. Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang.
"Kalau gitu aku permisi ke ruang ICU dulu Bu Ira, Bu Dokter,"
"Hei, siapa yang masuk ICU?" tanya Ira dengan wajah khawatir.
" Ibu Presdir Bu, mama mertua," senyum Vita.
"Innalilahi. Pandu kamu temani Vita di sana. Zahwa biar saya yang jaga." perintah Ira kepada adiknya.
__ADS_1
"Aku ikut, " ujar dokter Ningsih cepat, ia masih ingin dekat dengan Pandu yang sudah cukup jauh berbeda penampilannya sewaktu masih SMA. Sekarang lebih dewasa dan menarik.
"Aku sudah tidak ada pasien sekarang," Ningsih memberi alasan dengan cepat karena semua mata memandangnya penasaran.
Akhirnya mereka bertiga menuju ruang ICU.
Sesampainya mereka di ruang tunggu. Vita langsung menghampiri Gala yang ternyata sudah ada di sana bersama Deka. Vita langsung bergelayut manja di lengan suaminya takut ia cemburu lagi pada Pandu.
"Mas, udah lama?"
"Baru saja." jawab Gala singkat. Ia masih mengarahkan pandangannya pada Pandu. Ningsih yang melihat ada aura membunuh dari pria yang ia kenal sebagai penyumbang beasiswanya sewaktu kuliah dulu langsung secara impulsif meraih lengan Pandu dan mengikuti gaya Vita bergelayut di tangan pria itu seolah-olah ia adalah kekasih Pandu agar pandangan mata elang bagai laser itu segera teralihkan. Dan ternyata berhasil Gala sudah mengalihkan pandangannya ke istrinya dengan tatapan lembut.
"Dokter bilang mama akan segera dipasangi ring pada jantungnya. Setelah ia sadar 1 atau 2 hari ini."
"Oh iya mas, yang penting mama sehat dan panjang umur, lakukan saja apa kata dokter.
"Maaf pak," dokter Hasriani Ningsih berusaha mengajak bicara Gala Putra Raditya yang sibuk memandang dan memeluk istrinya posesif di depan semua orang.
"Hem, " jawab Gala tanpa mengalihkan pandangannya.
"Saya mau berterima kasih pak, sudah memberikan beasiswa pada waktu itu hingga bisa jadi dokter seperti sekarang,"
"Hem," jawab Gala singkat.
"Mas," Vita mencubit pinggang suaminya karena merasa Gala tidak sopan sama temannya.
"Berusahalah menarik perhatian Pandu, itu sudah bagian dari ucapan terima kasih," ucap Gala yang langsung membuat Pandu dan Ningsih melotot.
"Mas,..." sekali lagi Vita mencubit pinggang suaminya yang ternyata sangat keras itu.
"Kenapa? kamu mau aku menghukummu di depan mereka Hem?" tanya Gala dengan senyum khasnya. Dokter Hasriani Ningsih langsung menarik tangan Pandu menjauh dari tempat itu, tidak tahan dengan adegan uwu-uwu dua pasangan bucin yang tidak tahu tempat itu. Bikin iri saja.
Kayaknya jodoh Pandu udah kelihatan juga nih, yang tidak kenal Hasriani Ningsih yuks kepoin bab Rencana Gagal.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungan untuk karya ini yah dengan cara klik like dan komen, kirim hadiah yang sangat banyak hehehe maksa.
πππππ
Sambil menunggu update berikutnya mampir dong ke karya baru aku, dijamin panas dingin hehehe
__ADS_1