Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 66 Halal Lebih Nikmat


__ADS_3

Malam korongtigi atau mappaccing pukul 19.00


Satu malam sebelum acara pernikahan. Rumah Vita Maharani sudah sangat ramai oleh kedatangan sanak keluarga dari pihak almarhum ayah dan ibu. Mereka datang untuk memberikan doa dan merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh calon pengantin.


Rumah yang biasanya sepi dan sunyi kini berubah menjadi hingar bingar. Keluarga dan teman lama berdatangan meskipun tidak mendapatkan undangan. Mereka bahagia sekaligus penasaran akan sosok Vita Maharani yang sekarang.


Ingatan mereka tentang Vita Maharani putri dari seorang sopir angkot adalah seorang gadis miskin dan bertubuh besar bak raksasa. Mereka ingin melihat pesona Vita Maharani yang sudah viral di medsos karena dilamar oleh seorang pengusaha muda nan kaya raya dan sangat tampan.


Kota tempat tinggalnya bukanlah kota besar. Jadi berita kecil akan gampang tertiup angin dan akan cepat tersebar. Ia kembali ke kampung bak seorang Dewi. Apa pun kegiatannya akan jadi hiburan dan santapan pencari berita.


Malam ini acara korongtigi di hadiri oleh para tetua adat dan juga pemuka agama serta aparat pemerintahan yang sudah di buntuli atau diundang secara khusus untuk mendoakan dan memberikan restu kepada calon pengantin yang sudah sangat cantik malam itu.


Kedua telapak tangannya diberikan bubuk hena sebagai lambang pengharapan akan kebahagiaan dalam membina keluarga ke depannya.Jari-jarinya juga sudah sangat cantik oleh lukisan Henna dari Syakila Henna Art.


Ada rasa sepi yang Vita rasakan dari keramaian acara yang begitu spektakuler itu yang diatur oleh Event Organizer ternama dari ibu kota. Senyum bahagia dari semua tamu tak juga membuat hatinya ikut merasakan hal yang sama.


Ia rindu ibu dan ayah serta kakaknya Gita Prameswari. Air matanya terus menetes membasahi pipinya. Mimpinya bersuamikan pangeran impiannya hampir terwujud dalam beberapa jam ke depan. Tetapi keluarga terdekatnya justru tidak ada di sini bersamanya dan mendampinginya.


"Jangan menangis sayang" bisik Intan sahabat ibunya yang juga ikut merasakan kesedihan sang calon pengantin.


"Make up mu bisa luntur" bisikmya lagi sembari memberikan tissue kepada Vita.


Sungguh Vita ingin menghentikan tangisnya dengan menarik nafas berkali-kali tetapi ia tetap tak bisa apalagi iringan gendang khas korongtigi semakin membuat hatinya bagai di iris-iris.


"Ibu, Ayah, Kak Gita, Mas Tama ...andai kalian ada disini menyaksikan kebahagiaanku...hiks" gumamnya pelan.


"Semoga kalian juga bahagia di sana ..." Ia semakin sesenggukan dan membuat para tamu ikut meneteskan air mata. Tak ada yang lebih sakit dari segala luka kecuali saat kita ditinggalkan oleh orang tua karena kematian.


Acara selesai dengan tangis haru biru. Vita Maharani segera ke kamarnya yang sudah di dekor dengan sangat indah khas kamar pengantin. Ia butuh istirahat untuk mempersiapkan acara inti keesokan paginya.


Drrrrt


Drrrrt


Handphonenya bergetar menandakan ada panggilan masuk. Vita membukanya dan melihat nama GM penagih hutang sedang memanggil. Ia mengabaikannya. Ia ingin istirahat yang cukup untuk acara akad besok.


Tring

__ADS_1


Kali ini bukan panggilan yang masuk tetapi pesan WhatsApp. Vita membukanya dengan malas.


Jawab panggilanku atau aku kesana malam ini juga


Drrrt


Vita akhirnya menjawab panggilan itu dengan terpaksa. Ia tahu sifat Gala Putra Raditya yang terhormat. Ia akan selalu membuktikan ancamannya.


"Haloo..." ujar Vita menyapa terlebih dahulu.


"Vit..." Jawab Gala dari seberang sana dengan suara riang. Ia sedari tadi gelisah dan tidak tahu mau melakukan apa. Setelah berlatih terus tanpa henti menghafalkan akad nikah untuk besok. Rasanya ia ingin mendengar suara calon istrinya sebelum tidur agar bisa nyenyak malam ini.


Sejak selesai mengiikuti kursus calon pengantin di Kantor Kementerian agama dua hari yang lalu. Mereka putus kontak. Tidak ada yang saling menghubungi. Tetapi sekarang Gala sudah sangat rindu. Ia hanya ingin mendengar suara Vita saja.


"Hem" jawab Vita singkat.


Tut


Gala mematikan sepihak panggilan itu sampai membuat Vita jadi khawatir takut terjadi sesuatu pada calon suaminya. Akhirnya ia yang menghubungi balik.


"Haloo...' Ujar Gala dari seberang sembari tersenyum senang. Ternyata ia berhasil memancing kekhawatiran Vita.


Tut


🍁🍁🍁🍁🍁


Kamis, 24 Maret 2022


Iring-iringan pengantin pria begitu ramai memasuki kediaman sang pengantin perempuan, Vita Maharani.


Semua pengantar adalah dari karyawan TGR Global Company dari ibu kota yang sengaja diterjunkan langsung untuk merayakan acara yang sangat dinantikan oleh sang GM.


Mereka disambut oleh seorang anak laki-laki yang membacakan Pakkio Bunting Atau istilah lainnya adalah sebuah syair yang diucapkan untuk memanggil pengantin pria memasuki kediaman pengantin perempuan.


"Ia dendek, ia dendek.Niak tojengmi daeng bunting. Bunting salloa kutayang. Salloa kiantalai. Nampaki RI ujung borik. Ricappak Pa'rasangang ku. Nakupanragiangki berasa. Ri Mangkok kebok. Kupammueangko rappo ri palakko. Ku paroangki pole. Kalomping RI talang bulaeng. Kutongko intang. Kubelo-belo jammarak. Bunting manaik maki mae. Di ballakna matoangnu. Matoang kamase-mase. Iparak kasi-asi. Sarikbattang matunanu. Sikatutuiki tope daeng bunting. Numassa-sassa mole-mole. Tenamo antu parekanna maloloa. Naik Aseng maki mae"


Dengan diiringi gendang tradisional khas Makassar Pengantin pria memasuki ruang resepsi yang sudah disulap menjadi sangat mewah dan elegan.

__ADS_1


Di sana penghulu dan para saksi sudah duduk menunggu dirinya.


Nyonya Mawar Raditya dan Rama Putra Tama duduk di samping Gala sang pengantin. Reno Sebastian, Miska, Kapsari Prayanti, Ninick dan suaminya, dan masih banyak lagi keluarga dan sahabat mendampinginya untuk mengucap janji suci pernikahan.


"Saya terima nikahnya Vita Maharani binti Muhammad Irwan dengan mas kawin 1 Milyar rupiah dibayar tunai karena Allah"


Sah


Sah


Semua orang menarik nafas lega. Resmilah Gala Putra Raditya menjadi suami Vita Maharani Dimata agama dan negara.


"Barakallahu laka wa barakallahu wa jama'a bainakumaa fi khoir..." Penghulu memanjatkan doa terbaik yang kemudian diaminkan oleh semua orang.


Menit berikutnya Gala Putra Raditya diantar masuk ke kamar pengantin perempuan untuk appadongko nikkah. Ia terpana melihat Vita Maharani yang sangat cantik dalam balutan pakaian tradisionalnya.


Gala Putra Raditya terpana melihat penampilan Vita Maharani istrinya yang sangat cantik dengan balutan pakaian tradisionalnya. Ia sampai tidak bisa mengucapkan apapun. Ia hanya menatap gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu yang sedang duduk di atas ranjang diam menunduk.


Seorang perempuan paru baya menuntunnya untuk naik ke ranjang itu dan menyuruhnya duduk berhadapan dengan istrinya dalam keadaan duduk tasyahud tetapi lututnya dirapatkan ke lutut Vita Maharani. Mereka duduk berhadapan dengan sangat dekat.


Dengan membaca dua kalimat syahadat Ia mencium kening istrinya dengan penuh perasaan. menghirupnya dalam-dalam dan menyimpannya dalam dadanya. Gala merasa ini sungguh nikmat. Halal lebih nikmat rasanya ketika ia menyentuhkan bibirnya ke kulit istrinya yang lembut. Mereka bertatapan dengan penuh rasa bahagia. Hingga ia tidak sadar pandangannya turun kebawah ke bibir Vita yang cukup menggoda imannya. Rasanya ingin sekali meraup bibir Vita yang merekah indah itu dengan bibirnya.


"Ekhem, maaf Nak Gala. Masih ada acara selanjutnya ya...Nanti dilanjutkan setelah semua tamu pulang" celetuk salah satu pengantar pengantin yang masih berada dalam kamar itu yang langsung membuat semua orang tertawa cekikikan. Gala langsung salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Kemudian ia diminta meletakkan tangannya di bahu istrinya dengan harapan, mereka berdua akan baju membahu dalam mengarungi bahtera keluarga kedepannya.


Mereka saling menyentuh dada masing-masing dengan harapan akan selalu menyimpan nama pasangan dalam dada mereka.


Setelah selesai rangkaian acara nikah. Mereka berdua diajak keluar untuk duduk di pelaminan menyapa para tamu dan keluarga untuk menerima do'a dan restu terbaik agar menjadi pasangan yang bahagia, sakinah, mawaddah warahmah.


Mereka berdua tak pernah berhenti tersenyum. Menampilkan kebahagiaan yang tak terkira dari dalam hatinya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Selamat berbahagia Gala dan Vita. Semoga segera dapat momongan ya...


Ada yang mau kasih saran, malam pertamanya nanti di mana ya bagusnya???

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan hadiah.


Happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2