Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 209 Yang Penting Kualitasnya


__ADS_3

Adam bertepuk tangan paling heboh ketika flash mob yang diiringi oleh lagu-lagu terpopuler Bollywood secara medley itu selesai ditampilkan oleh Sarah dan kawan-kawannya.


Ia cukup terpukau oleh penampilan Sarah yang sangat cantik dan sangat menikmati setiap gerakan dalam tarian itu.


"Sar, kamu ternyata hebat ya, gak nyangka aku." ujar Adam dengan wajah yang tampak sangat gembira.


"Makasih Dam. Baru tahu ya kalo aku itu sebenarnya hebat?" Sarah memandang Adam dengan senyum angkuh alisnya ia naik turunkan dengan gaya lucu.


"Sudah tahu kok dari dulu. Cuma malam ini kamu benar-benar bikin aku tak bisa berkata-kata."


"Ah, gak gitu juga kali. Santai Dam. Kamu kayak baru ketemu Karena Kapoor aja. Terpukau gitu." ujar Sarah menahan tawanya. Pasalnya wajah Adam lucu sekali.


"Tapi cowok lawan kamu tadi nari itu siapa? kok luwes banget sih narinya."


"Itu tuh pelatih tari aku, tampan kan? kayak Aryan Khan gitu."


"Ih apaan tampan. lebih tampan aku lah." sungut Adam tak terima kalau Sarah memuji orang lain lebih tampan darinya.

__ADS_1


"Ya emang iya. Kak Hito itu emang oke punya kok. Udah jago nari dan ternyata satu jurusan sama aku tapi tak pernah bilang-bilang, kan sebel tuh."


Adam tersenyum kecut mendengar gadis itu semakin memuji-muji cowok yang bernama Hito itu. Dan apalagi dari ekor matanya semua tim pagar ayu dari keluarga besar Raditya malah sibuk mengambil gambar bersama cowok sok keren itu. Ia jadi menyesal memuji-muji penampilan Sarah tadi.


🍁


"Balqis kok cantik banget sih, pengen nyium terus nih." ujar Rara sembari menciumi pipi tembem putri kecilnya Tante Risma Yanti itu dengan gemas. Bayi berusia 1 tahun itu sampai tertawa kegelian.


"Mam mmamma." celoteh Balqis sembari menggerak-gerakkan tangannya lucu. Rara semakin bersemangat mencium kemudian mengayunnya dalam gendongannya.


"Udah pengen punya bayi ya?" tanya Risma Yanti dengan senyum menggoda.


"Dulu, Tante juga lama lho baru punya bayi. Jadi sabar aja yah yang penting tetap berusaha." ujar Risma memberi semangat.


"Kalau usaha sih jangan ditanya tante, Udah rutin kayak minum obat 3 kali sehari." jawab Rama yang baru muncul di ruangan itu.


"Ih, mas Rama. Gak usah buka kartu juga kali sama tante Risma kan malu." ujar Rara kemudian meletakkan Balqis ke dalam baby bounchernya.

__ADS_1


"Lho harus sayang. Nanti orang kira kita cuma main petak umpet di kamar dan gak usaha-usaha." jawab Rama santai. Ia sudah gerah ditanya oleh orang-orang kapan punya bayi dan semacamnya.


"Ram. jangan diporsir juga sampai 3 kali sehari kayak gitu nanti malah gak berkualitas dan gak dapet-dapet." nasehat Deka pada Rama yang sudah dianggap seperti putranya sendiri. Ia ternyata ikut mendengarkan percakapan ketiga orang itu.


"Ih kok ngomongin yang vulgar gini sih gak enak tahu nanti di dengar oleh orang lain. Tuh tamunya masih banyak." ujar Risma sembari memandang berkeliling suasana meriah di ballroom hotel itu.


"Ini tuh bukan pembicaraan vulgar sayang, ini namanya se*x Education agar Rama itu nyetaknya tokcer dan cepat dapat momongan. Dan itu kan pengalaman kita sayang." jelas Deka sembari menatap istrinya lembut.


"Yang penting kualitas Ram bukan cuma kuantitas." lanjut Deka tanpa memperdulikan cubitan mesra dari istrinya agar ia menghentikan pembicaraan itu dulu dan menggantinya dengan ke topik yang lain. Istrinya itu masih suka merasa tabu membicarakan hal-hal vulgar di depan umum.


Sedangkan Rama dan Rara hanya tersenyum mendengarkan kuliah gratis dari om nya itu.


---Bersambung--


Maaf ya, kalau singkat banget...Besok dilanjutkan dengan semangat baru...


Dukung terus karya receh ini dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya, okey???

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍 😍😍


__ADS_2