Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 62 Hari Bahagiamu Dan Dia


__ADS_3

Kediaman Robby Todler



Ruang tamu di kediaman Robby Todler sudah dihias dan didekorasi dengan sangat indah. Ruangan yang sangat luas itu ditata sedemikian rupa agar bisa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan indoor. Nuansa putih yang mendominasi dekorasi pelaminan menambah kesan mewah dan elegan walaupun kelihatan sangat sederhana.


Perjamuan ini sengaja dilaksanakan di dalam rumah mengingat tamu yang diundang juga tidak banyak dan hanya dari sanak keluarga terdekat saja.


Begitu banyak suguhan makanan dan minuman mewah sebagai pelengkap acara ini selain lantunan musik yang turut memeriahkan acara sederhana dan sakral ini.


Sejak sejam yang lalu rombongan keluarga mempelai pria sudah tiba dengan membawa berbagai macam hantaran sebagai bagian dari adat istiadat budaya setempat.


Reno Sebastian sebagai raja sehari pada saat ini tampil dengan sangat tampan. Ia mengenakan kemeja putih yang dibalut dengan setelan jas berwarna krem dengan kopiah berwarna senada. Ia bersama penghulu dan para saksi sedang menunggu kedatangan calon mempelai wanita yang juga akan menjadi ratu sehari bersamanya.


Miska Todler tiba dengan penampilan yang sangat cantik dan anggun. Reno sampai tak berkedip menatapnya. Ia melangkah dengan sangat pelan diiringi oleh Kapsari Prayanti sang mama dibawah balutan kebaya berwarna senada dengan calon suaminya.


"Pengantin perempuan cantik sekali ya..." bisik-bisik para tamu sampai di kuping Reno hingga ia memberanikan diri untuk melirik Miska yang sedang duduk manis di sampingnya. Dalam hati ia memuji kecantikan gadis ini walaupun kadang terlihat menyebalkan jika sedang memasang wajah angkuhnya.


"Mereka tampak serasi, yang satu ganteng dan yang satu cantik" terdengar lagi bisikan dari para emak-emak salah satu anggota keluarga dari dua belah pihak.


"Nanti kalau punya anak pasti cantik dan ganteng juga" Reno sempat tersedak salivanya sendiri. Tiba-tiba ia ingat kalau ia sudah menjadi calon ayah. Colekan dibahunya membuatnya segera tersadar kalau pak penghulu menyuruhnya menandatangi dokumen pernikahan.


Setelah calon pengantin pria dan wanita serta para saksi menandatangani berkas-berkas pernikahan. penghulu pun membacakan khutbah nikah. Kemudian ia menuntun Reno untuk mengucapkan akad.


Dengan sekali tarikan nafas Reno Sebastian mengucapkan akad nikah dan resmi menjadi suami dari Miska binti Robby Todler yang disahkan oleh para saksi. Untaian rasa syukur dan lantunan doa' kebaikan mengiringi langkah mereka untuk duduk di pelaminan.


Ninick dan Kapsari Prayanti saling berpelukan sembari menangis bahagia. Mereka tidak menyangka kejadian naas yang menimpa putra dan putri mereka telah berlabuh pada titik terindah dalam fase kehidupan keduanya.


"Terima kasih jeung" mereka berdua mengucapkan kalimat itu secara bersamaan sampai mereka kembali tertawa karena bahagia.


Musibah yang telah menguras banyak emosi dan air mata itu sudah menemukan hikmahnya.

__ADS_1


Meskipun tanpa kehadiran sang wali dari pengantin perempuan yakni Robby Todler, acara sakral itu tetap berjalan dengan hikmad dan dipenuhi oleh kebahagiaan.


Semua tamu menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah sembari saling melempar candaan. Mereka kelihatan sangat bahagia akan pernikahan ini. Nasehat pernikahan dari ustadz Mohammad Fauzil Adhim terdengar dari pembesar suara. Semua tamu tampak menyimak dengan baik.


"Seperti halnya mata kita yang sering tidak sanggup melihat sebenarnya di balik yang tampak, anggapan kita terhadap mereka, yang kita anggap "tidak sepadan",boleh jadi juga sepenuhnya salah"


"Kita mempertanyakan mengapa ada wanita baik-baik mendapatkan suami yang keji, padahal Allah menjanjikan wanita yang baik bagi laki-laki yang baik"


"Kita juga mempertanyakan mengapa ada lelaki yang baik dan lurus agamanya, justru mendapatkan istri yang judesnya setengah mati" Semua tamu menarik nafas mendengarkan petuah pak Ustadz, yang merasa judes langsung tersedak dan terbatuk dan pura-pura mengalihkan pandangannya ke segala arah.


"Kita mempertanyakan kebenaran janji Alah, tetapi lupa barangkali mata wadag kita yang tidak sanggup melihat dibalik yang tampak. Yang kelihatannya tidak sebanding, boleh jadi sesungguhnya benar-benar setara nilainya di hadapan Allah, sehingga tidak ada yang meleset dari janji Allah"


"Syukuri apa yang diberikan oleh Allah, karena Ia tahu yang terbaik untuk kita, Apa masih ada diantara hadirin di sini yang masih belum menemukan jodohnya?" tanya pak ustadz sembari mengarahkan pandangannya kesemua penjuru.


"Ada ustadz, tuh orangnya" jawab seseorang yang entah siapa namanya sembari menunjuk Gala dan Deka dengan telunjuknya. Semua orang mencari dengan matanya. Tampaklah dua orang yang dimaksud itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kemudian sang ustadz melanjutkan,


"jadi, jika anda sudah merasa gelisah pada malam-malam yang sepi mencekam tidak ada teman yang mendampingi, inilah saatnya bagi anda untuk menikah"


"Jika anda sudah begitu resah saat melihat gadis itu saat berjumpa, itulah saatnya anda menguatkan hati untuk datang meminang"


"Hanya dua kalimat saja yang perlu anda persiapkan untuk meminang yaitu Alhamdulillah bila diterima dan Allahu Akbar bila ditolak" Seluruh ruangan bergema karena tawa para tamu dan juga tuan rumah. Kecuali Gala dan Deka yang malah sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Gala menebak kalimat apa yang akan ia ucapkan saat bertemu dengan Vita nantinya. Alhamdulillah kah atau Allahu Akbar?


Sedangkan Deka ia tidak memikirkan kedua kalimat itu. Ia hanya mau Risma Yanti tidak bermuka datar jika bertemu dengannya. Setidaknya ia merasa masih dianggap sebagai makhluk hidup jika gadis itu mau bertegur sapa dengannya seperti biasa sebelum pernyataan cintanya yang sangat garing.


🍁🍁🍁🍁🍁


Suhu tubuh Rama sudah kembali normal. Ia sudah kembali ceria seperti biasanya. Kali ini ia bermain dengan cucu Bu RT yang seumuran dengannya. Vita hanya duduk mengawasinya sembari membuka katalog produk kecantikan yang baru saja ia peroleh. Pemilik Perusahaan itu menawarinya sebagai brand ambassador produk kecantikan mereka.


Ia sebenarnya kurang berminat menerima tawaran itu. Ia ingin menikmati hari-harinya bersama Rama saja sembari melihat tumbuh kembang anak itu.

__ADS_1


Setelah cukup lelah membolak-balik katalog itu ia meraih handphonenya. Ia sudah lama tidak membuka akun sosial medianya. Terkadang ada rasa rindu juga melihat perubahan atau hiburan dari dunia Maya.


Jarinya dengan lincah membuka beberapa aplikasi dan kemudian berakhir dengan membuka akun instagramnya. Ia sempat tercekat saat melihat ig story Miska ET yang baru saja ia unggah dan yang ia tahu pemilik akun itu adalah Miska Todler rivalnya dalam segala hal.



"Akhirnya mereka berdua menikah" bisiknya dalam hati dengan perasaan pilu. Ada rasa perih seperti tersayat sembilu. Sakit tapi tidak berdarah. Ia kemudian berlari ke kamarnya. Ia ingin menangisi nasib percintaannya yang begitu buruk.


Ia jadi teringat cerita masa lalu kakaknya yang sempat ditolak dan dipaksa untuk dipecat dari tempat kerjanya oleh mamanya mas Tama.


"Untunglah aku tidak mencintaimu baaajingaan!" umpatnya sembari menghapus air matanya yang tak mau berkompromi dengan mulutnya.


"Aaaa Bisanya mempermainkan perasaan orang dasar bos mesum!"


" Aaaa aku membencimu Ge Pe ER siaaalaan!" teriaknya lagi untuk meringankan sakit hatinya.


"Maaa.. mama dimana..."Rama berteriak mencarinya. karena tidak menemukannya di manapun. Ia cepat menghapus air matanya dan segera menemui Rama.


"Ada tamu ma..." ujar Rama lagi di depan pintu kamar.


"Tamu? siapa?" tanya Vita penasaran.


🍁🍁🍁🍁🍁


Eng ing eng...


Siapakah gerangan tamu itu?


Jangan lupa like, komen, and kirim hadiah...


gitu aja

__ADS_1


happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2