Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 45 Impian Menjadi Nyata


__ADS_3

Baru kali ini Deka Roland merasa kedinginan bahkan hampir membeku dalam ruang kerjanya bersama General Manager Gala Putra Raditya.


Aura permusuhan antara Vita dan Sang Bos begitu terasa sampai ke permukaan.


Setiap Vita Maharani ingin menyampaikan sesuatu kepada Gala, Deka lah yang harus jadi penyambung lidahnya. Berbanding terbalik dengan Gala. Ia akan langsung menghampiri Vita jika sekiranya ada yang ingin ia sampaikan.


Deka merasa pusing sendiri. Ia kadang mendapatkan pelototan tajam dari dua orang yang sedang terlibat perang dingin itu. Yang satu ingin agar ia menyampaikan apa keinginannya dan yang satunya lagi menyuruhnya diam. Seperti yang terjadi hari ini.


"Maaf, Pak Deka bisakah bapak sampaikan kepada Pak GM kalau dokumen dari CV. Maju Mundur ini kurang lengkap?" Vita sengaja memperbesar suaranya karena jaraknya dengan Deka lumayan jauh.


Deka mendengus. Suara bisa sebesar itu ngapain juga ia di suruh menyampaikan ulang. Ia pun berdiri kemudian menuju ke meja Pak GM dan mengulangi perkataan Vita di telinga Gala.


"Diam kamu!" bentak Gala sengit. Ia tak suka keadaan seperti ini. Matanya seakan ingin menelan Deka hidup-hidup.


"Aku ingin Vita sendiri yang ngomong langsung ke aku" Suaranya ia tujukan ke Vita. Ia ingin gadis itu sendiri yang datang padanya tetapi ternyata itu tak terjadi. Vita tetap mendiamkannya. Bahkan menatap pun ia tak mau. Apalagi berdekatan dengannya.


"Kurang lengkapnya dibagian mana?" tanya Gala sembari menghampiri meja Vita untuk melihat langsung dokumen yang dimaksud tetapi ia diabaikan.


"Maaf, Pak Deka silahkan ini ditunjukkan kepada pak GM dokumen yang masih kurang" Vita bukannya menyerahkan dokumen itu langsung ke Gala tetapi berputar dulu ke Deka. kemudian barulah Deka membawanya ke Pak GM.


"Sungguh perbuatan yang tidak efektif dan sia-sia" gumam Deka sampai terdengar ke telinga dua orang di sampingnya. Tubuh Deka bagai terkena sinar laser dari pelototan tajam Gala dan Vita.


"Emak..." teriak Deka frustasi. Ia menjambak rambutnya sendiri.


"Aku tidak kuat" sembari menggelengkan kepalanya dramatis.


"Aku ingin pulang kampung saja" Deka kabur dan lari terbirit-birit ke luar ruangan.


Vita kembali memasang aura permusuhan. Ia kali ini lebih memilih permainan Snake and ladder yang ada di handphonenya daripada mengerjakan dokumen yang tadi. Ia malas bicara dengan GM.


Gala hanya berdiri mematung di tempatnya. Tidak tahu harus melakukan apa. Ia hanya bisa meremas tengkuknya kasar. Ia sekarang salah tingkah di daerah kekuasaannya sendiri.


Akhirnya ia kembali ke kursi kebesarannya dan mulai membuka beberapa laporan penting. sesekali ia melirik ke arah meja Vita memantau apa yang dikerjakannya di sana tetapi ternyata gadis itu bertahan tidak bergeming dari tempatnya.


Lain halnya dengan Gala ia bagaikan cacing kepanasan yang duduk dengan gelisah. Ia tidak kuat didiamkan oleh Vita. Ini sudah hampir seminggu terjadi dan ini rasanya lebih sakit daripada dipukuli.


Melangkahkan kakinya pelan ia menghampiri Vita dan duduk di sampingnya. "Maafkan aku Vit, tapi tolong bicaralah" bujuk Gala menghiba. Vita hanya diam tak merespon sedikitpun. Tatapannya terfokus pada game di layar handphonenya.

__ADS_1


"Marahlah dan pukul aku tapi jangan diamkan aku Vit, kumohon" Gala mengambil tangan Vita kemudian memukulkannya pada wajahnya sendiri. Gadis itu tetap bungkam. bibirnya ia katup dengan rapat.


"Aaaakh aku bisa mati kalau begini" Kini giliran Gala yang berteriak frustasi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Kesibukan Edwin mempersiapkan acara pesta besar "TGR" betul-betul patut diacungi jempol. Semua pengusaha muda ia undang sebagai bagian dari trik marketingnya. Tak lupa juga artis ibukota ternama ia daulat sebagai MC.


Semua karyawan menyambut antusias acara yang bertemakan Meet and Greet Party itu. bukan cuma karyawan senior dan Junior tetapi semua jajaran sampai OB dan security turut diundang.


Yang berbeda dari acara ini selain kemewahannya adalah semua tamu harus menggunakan topeng. itu adalah rancangan yang tercetus di kepala Gala Putra Raditya sang General Manager.


Secara tiba-tiba dress code acara malam ini berubah. semua orang ribut di grup-grup chat perusahaan. belum lagi para undangan lain yang harus dihubungi secara pribadi bahwa mereka harus datang menggunakan topeng.


Edwin sebagai Event Organizer dadakan hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Titah sang bos harus dilaksanakan kalau tidak Bos tidak akan mau datang dan membuka acara spektakuler ini.


🍁🍁🍁🍁🍁


.Ballroom Hotel X 19.00


Rambutnya ia sanggul tinggi hingga memperlihatkan lehernya yang jenjang. Dengan sedikit rambut yang menjuntai di kiri kanan sebagai pemanis. Ia sangat suka dengan Ide pak GM yang mengganti dress code malam ini.


"Kamu juga cantik banget, Hany sayang" puji Vita dengan mata berbinar melihat penampilan Hany yang tampil sempurna malam ini.


"Aku keluar duluan ya" Hany segera keluar dari toilet sembari memasang topeng di wajahnya kemudian menuju ballroom hotel X tempat diselenggarakannya acara spektakuler ini.


Vita Maharani melangkah dengan anggun di atas panggung acara untuk menerima penghargaan atas prestasinya memberikan keuntungan besar kepada Perusahaan "TGR" Global Company lewat aplikasi M&G.


"Selamat sekali lagi" ujar Presiden direktur Nyonya Mawar Raditya sembari menjabat tangan Vita Maharani dengan lembut.


"Terima kasih Bu" jawab Vita membalas jabat tangannya dengan senyum yang tak lepas dari balik topengnya.


"Berikutnya, penyerahan hadiah istimewa kepada Nona Vita Maharani oleh the most wanted General Manager Gala Putra Raditya" suara tepuk tangan menggema memenuhi seluruh ruangan ball room hotel itu.


Bisik-bisik dan ucapan bahagia terdengar dari mulut semua orang. Mereka bangga akan prestasi seorang Vita Maharani seorang karyawan baru yang sangat berbakat.


Kecuali Miska Todler, Ia tampak sangat geram dan kesal. Rasa iri dan dengki memenuhi hatinya. Seharusnya ia juga berada di sana untuk menerima penghargaan ini.

__ADS_1


Gala Putra Raditya maju memberikan sebuah kunci rumah dan mobil mewah. Vita menerimanya dengan perasaan haru. Ia tak pernah menyangka karirnya akan sebaik ini. Mimpinya menjadi kenyataan. Ucapan syukur tak pernah lepas dari bibirnya.


"Kumohon ganti pakaianmu itu" Gala berbisik pas disamping Vita ditengah keriuhan candaan MC. Vita menoleh sedikit mengernyit heran dengan kata-kata GM.


"Aku tidak suka orang melihatmu seperti itu" bisik Gala lagi. Matanya tidak kuat melihat penampilan Vita yang cukup seksi malam ini. Ia tak rela kecantikan Vita dinikmati oleh banyak orang itulah sebabnya ia meminta orang memakai topeng agar wajah Vita tertutupi.


"Kalau aku tidak mau?" tantang Vita kesal. Ia sudah tidak mau diatur oleh bos menjengkelkan seperti ini.


"Coba saja, maka aku pastikan kamu tidak pulang malam ini" geram Gala kesal.


Setelah Vita Maharani menerima hadiah dan memberikan pidato singkat.


Ia pun turun dan melangkah cepat ke arah ruang ganti yang ditunjukkan oleh asisten Gala. walaupun ia sangat jengkel pada Gala tetapi entah kenapa hatinya mau mengikuti perkataannya untuk mengganti gaunnya dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Gala di ruangan itu.


"Tidak buruk" ujarnya pelan sembari mematut dirinya di cermin. Dress yang ia pakai sekarang kelihatan sederhana dan juga bagian-bagian sensitifnya tertutup dengan aman.Tetapi ketika Vita melihat merk-nya. Matanya melongo sempurna. Ia yakin harganya pasti setara dengan gajinya setahun.


"Kamu harus pastikan GM meminum obat ini" bisik seseorang dari belakang lemari tempatnya mematut diri. Vita langsung membekap mulutnya karena kaget sekaligus takut.


"Baik Bos"


"Ingat, kita harus berhasil atau nyawamu melayang" ancam orang itu lagi. Vita merasa badannya berubah kaku. Ia tak sanggup bergerak. Ia tak menyangka Gala dalam bahaya malam ini.


Ia menajamkan pendengarannya. Mencoba mencari tahu apalagi yang mereka bicarakan.


Hening


Kupingnya menangkap langkah kaki menjauh. Kemudian hening lagi. Sepertinya orang-orang itu sudah pergi.


---Bersambung---


🍁🍁🍁🍁🍁


Kira-kira apakah yang akan terjadi???


Ikutin terus Kisah Vita si gadis pemimpi. jangan lupa like, komen, and kasih hadiah ya..


Happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2