Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 33 Status Masih Meragukan


__ADS_3

"Hallo, Bisa Kakak jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Kapsari Prayanti dari ujung telpon. Nyonya Mawar baru mengangkat sambungan telepon itu setelah lama berbunyi. Ia malas membahas kejadian makan malam yang berakhir kacau.


"Ini pasti berita-berita yang sudah tersebar yang justru berbanding terbalik dari yang aku harapkan" pikir Nyonya Mawar dalam hati.


"Halooo, Kak Mawar? apa kakak masih di situ?" masih terdengar suara Kapsari dengan nada cemas. Ia ingin mendengar langsung tentang berita tentang putrinya semalam.


Tut


Nyonya Mawar menutup sepihak sambungan teleponnya. Ia belum mempunyai jawaban atas apa yang sudah terjadi. Miska atau Gala yang harus menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


Nyonya Mawar Raditya memijat pelipisnya yang sedikit pusing. Rencana yang sudah diaturnya sedemikian rupa gagal total disaat-saat terakhir.


Tadinya ia sangat senang dengan laporan dari tangan kanannya bahwa makan malam itu sungguh berhasil menarik perhatian banyak orang. Beberapa bukti berupa gambar-gambar Miska dan Gala yang terlihat sangat romantis berhasil terkirim ke handphone nya.


"Hhhhhh" Nyonya Mawar menggeram kesal. Diminumnya segera obat pereda nyeri untuk jantungnya. Ia belum mau mati sekarang. Ia masih mau hidup untuk melihat anak-anaknya bahagia.


Kemudian segera ia berdiri dari duduknya. Tanpa sadar kakinya melangkah menuju lift dan menekan angka 03. Tempat Daycare perusahaan berada. Betul, ia rindu bermain bersama dengan balita mungil dan lucu itu yaitu Rama.


🍁🍁🍁🍁🍁


Miska Todler yang semalam sangat menikmati makan malam istimewa yang berakhir dengan berdansa dengan Reno, kini menunjukkan wajah yang tak bersahabat. bibirnya ditekuk kesal.


Kapasari Prayanti, mamanya mencecarnya dengan begitu banyak pertanyaan,


"Ada apa dengan mu sayang?" tanya sang mama lembut


"Kenapa kamu tidak bisa menjaga sikapmu semalam?"


"Kamu, sudah lihat kan trending topic di Twitter sampai pagi ini?"


"Katanya seorang Miska Todler meninggalkan tunangannya demi merebut kekasih orang lain"


"Ya ampun Miska sayang, apa betul berita itu nak?"


Miska belum mau membuka mulutnya. Ini memang salahnya yang tiba-tiba secara impulsif menggantikan Vita berdansa dengan Reno. Ia cuma, ingin Reno mengerti perasaan nya.


"Sudahlah ma, Miska capek" jawab Miska pada akhirnya.


"Miska, coba kamu jujur sama mama" bujuk Kapsari lembut, ia berharap putrinya ini mau mengeluarkan isi hatinya. mau berbagi masalah dengan nya.


"Terus terang Miska lebih suka Reno daripada kak Gala , ma" ujar Miska pelan.


"Reno cinta pertama Miska, dan Miska maunya menikah sama Reno" Ia memeluk erat mamanya menumpahkan segala beban di hatinya.


"Mama tolong bujuk papa supaya membatalkan perjodohan ini ma" ujar Miska di sela-sela tangisnya.


"Nanti mama akan bujuk papamu nak, tapi kamu harus tenang dulu" Kapsari mengusap kepala Miska dengan lembut. Ia bisa mengerti perasaan putrinya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara itu, Gala tak hentinya menebar senyum aneh di depan Deka Roland sang asisten plus sekretarisnya. Kegiatan indah setelah makan malam terbayang-bayang terus di otaknya yang mulai bergeser ke tingkat mesum akut.


Matanya terus memandangi gambarnya bersama Vita Maharani hasil jepretan si agen Blacky.


"Hmmm, sepertinya Blacky sangat cocok jadi fotografer daripada jadi agen mata-mata" gumamnya pelan. Ia sangat puas dengan hasil jepretan Blacky kali ini.


Deka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Gala yang semakin aneh dari hari ke hari. kemarin ia mengeluhkan cara kerja Blacky yang katanya tidak bisa mengambil gambar dengan baik. sekarang malah ia puji setinggi langit.


"Kupikir Blacky akan jadi fotografer pre wedding ku nanti" ujarnya lagi dengan pandangan menerawang.


"Uhuuuuk" Deka tersedak dengan air liurnya sendiri.


"Bapak sudah mau menikah?" tanya Deka penasaran. Ia pikir acara makan malam semalam pasti berhasil. hingga sang bos langsung membicarakan pernikahan.


"Tentu saja, aku sudah tidak tahan" jawab Gala sekenanya. Deka jadi meringis dibuatnya. tidak tahan apa coba?


"Sama Miska?" Mata Deka mendelik.


"Tentu saja sama Vita Maharani sang ratu pemilik hatiku" jawab Gala dengan ekspresi sok romantis.


"Uwekkk" Deka pura-pura ingin muntah. tiba-tiba sebuah buku dengan ketebalan 10 cm sudah mendarat cantik di kepalanya.


"Aawwww" teriak Deka melengking.


"Tapi Vita kan sudah berkeluarga pak"


"Itulah tugas mu, cari tahu nama suaminya trus berikan apa yang ia mau. yang penting mau menceraikan Vita" ujar Gala sedikit kejam. Vita sekarang sudah menjadi candu baginya, terutama bibirnya itu, hmmm.


"Eh" perlahan ia menggelengkan kepalanya agar bayangan Vita segera menjauh untuk sementara.


Deka hanya bisa tersenyum kecut. Tak menyangka sepupunya berubah jadi sangat jahat karena cinta buta, ingin memisahkan tali perkawinan orang lain.


"Kau harus mandi wajib Pak, pikiran mu dari tadi ngeres melulu kan?" ujar Deka yang langsung dipelototi tajam sama Gala.


"Okey, baik-baik" Deka mengangkat tangannya menyerah.


"Ahay,.I got it" teriak Deka tiba-tiba yang membuat Gala berjingkat kaget. ada sebuah lampu menyala terang di Kepala Deka artinya ia sudah menemukan jawabannya.


Dengan cepat jari-jarinya menekan nomor dan menghubungi Risma Yanti kepala bagian HRD


"Selamat siang" jawab Risma Yanti dari ujung sana.


"Cepat kemari dan bawa CV atas nama Vita Maharani!, tidak pakai lama"


Tut

__ADS_1


Deka tersenyum puas, " Sebentar lagi kita akan pecahkan teka-teki nya"


tok


tok


tok


"masuk!" ujar Deka dan Gala kompak. Risma Yanti masuk dengan wajah tegang. 5 menit ia gunakan untuk sampai di ruangan ini. lantai tertinggi di gedung perusahaan. Untung saja ada lift.


"Ini Pak" Risma Yanti menyerahkan data yang diminta oleh sang asisten. Gala hanya menatap mereka berdua dengan pandangan tak terbaca.


"Kamu sudah periksa dengan teliti kan biodata Vita Maharani sewaktu melamar untuk pertama kalinya ke sini?" ujar Deka.


"Tentu saja pak, saya juga mengirimkan CV nya lewat email waktu itu ke bapak" jawab Risma Yanti mantap. Ia hanya bingung untuk apa dua orang ini baru mencari CV Vita Maharani setelah gadis itu bekerja selama berbulan-bulan di sini.


"Apa Vita ada kesalahan, Pak?" tanya Risma penasaran.


"Statusnya di sini masih sendiri atau belum menikah" Deka mengabaikan rasa penasaran Risma Yanti. Ia sibuk membaca CV Vita Maharani dengan teliti.


"Apa kamu pernah bertanya secara pribadi mengenai keluarganya?" Deka balik bertanya kepada Risma Yanti.


"Tidak Pak. Saya rasa itu urusan pribadi seseorang. Saya tidak berani bertanya terlalu jauh"


Deka dan Gala berpandangan.


" Terima kasih, kamu bisa kembali ke ruangan mu" Kali ini Gala yang mengambil alih.


"Baik pak, saya permisi" Risma pamit sembari membungkukkan badannya sopan. ia keluar dengan sejuta tanya di kepalanya.


Sementara itu Gala dan Deka punya pikiran yang sama. mereka berdua berpandangan dan berdialog lewat telepati.


"Apa mungkin Vita mempunyai anak di luar nikah?"


"Trus laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab dan akhirnya pergi meninggalkannya sendiri?"


"Atau?"


"Ooh, sungguh kasian Vita Maharani menjadi single parent untuk bayinya"


Tak ada kata yang keluar dari mulut keduanya. mereka berdua sibuk dengan spekulasi masing-masing.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hai, readers tersayang nya Bhebz. Jangan suka mikir sendiri yah seperti Gala dan Deka. Biasanya hal itu tidak menyelesaikan masalah.


Cukup tekan like dan komentar. Bunga, kopi, vote juga boleh untuk menyemangati othor receh ini.

__ADS_1


Happy reading 😍😍😍😍


__ADS_2