Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 125 Hadiah Untuk Ibu Hamil


__ADS_3

Setelah menghubungi istrinya, Gala kembali berbaring di dalam ruang pribadinya. Ia betul-betul sangat lelah setelah sibuk mengurusi kontrak kerjasama dengan para investor asing itu, apalagi hari ini ia banyak diuji kesabaran dan kesetiaan.


Setelah penolakannya pada seorang investor dari Meksiko Brenda Guelermo, ia dihadapkan lagi pada suatu kejadian tak mengenakkan beberapa jam yang lalu. Seorang perempuan muda yang kebetulan juga mengaku sedang hamil muda berharap sekali agar Gala mau meraba perut perempuan itu dan berharap janin yang ada dalam kandungannya mirip dengan Gala Putra Raditya sang pengusaha muda.


Perempuan muda yang mengaku sedang mengandung itu sudah lama mengidamkan Gala menyentuhnya karena terlalu mengidolakannya. Gala tentu saja menolak. Ia sampai mengaku kalau tangannya sedang terkena alergi parah jadi takut memindahkan penyakitnya kepada perempuan hamil itu. Tapi sayangnya perempuan muda itu tidak percaya akan penyakit yang diderita sang idola. Ia merengek pada suaminya yang kebetulan adalah kolega dari perusahaan TGR sendiri.


Dengan garang Gala membentak mereka berdua. Ia tak peduli kalau hubungan bisnis mereka juga mungkin akan rusak setelah ini.


"Istri aku juga lagi hamil dan sedang ngidam. Tapi aku tak akan mau menuruti keinginannya kalau itu berhubungan dengan hal-hal yang tidak wajar bersama laki-laki lain." ujar Gala sedikit emosi. Ia tak akan mau menyentuh perempuan lain apapun alasannya, begitupun Vita tak boleh disentuh oleh laki-laki lain meskipun itu alasan ngidam sekalipun.


"Kamu rela aku menyentuh istrimu di depan matamu seperti itu?" tanya Gala pada suami perempuan itu. Pria itu langsung merasa tertohok. Ia membenarkan kata-kata Gala. Ia langsung meraih istrinya yang sedang merajuk.


"Sayang, kamu mau gak kalo ada perempuan lain mengajakku melakukan sesuatu yang melanggar norma dengan alasan ngidam?" istrinya menggeleng tidak rela.


"Nah, aku juga begitu. Kalau kamu menginginkan sesuatu, aku kan ada disini, halal 24 jam untukmu." mereka pun saling berpelukan dengan sayang. Hingga membuat Gala jadi cemburu dan tiba-tiba menginginkan istri cantiknya, si Vita Maharani.


"Oh ya ampun, godaan hari ini betul-betul menguji kesabaranku." ujar Gala sembari menutup matanya. Ia merindukan istrinya kini.


"Sayang," panggil Vita dengan lembut. Ia duduk dengan pelan disamping suaminya yang sedang berbaring itu. Jari-jarinya mulai menari di perut kotak-kotak sang suami.


"Hem, " gumam Gala pelan karena menikmati sentuhan istrinya itu.


"Mas, butuh servis apa nih?" tanya Vita lembut di kuping Gala. Vita menatap wajah tampan dihadapannya yang sedang menutup mata. Ada gurat lelah di wajah tampan suaminya itu. Sepanjang hari bekerja dan memikirkan ribuan karyawan TGR membuat tubuhnya tegang dan kaku. Karena ia tahu betul kalau suaminya memanggilnya diwaktu yang tak biasa begini, berarti ia butuh pelayanan khusus.


Vita mulai mendekatkan wajahnya dan me nge cup lembut bibir tebal yang seakan memanggilnya beradu.


Gala menyambutnya dengan antusias, kali ini ia yang memimpin meng hisap bibir atas Vita hingga perempuan itu menjerit nikmat kemudian menggantinya ke bawah sampai Vita merasa bibirnya kebas dan menebal. Gala melepaskan dengan tak rela ketika istrinya itu kehabisan nafas.


"Mas," suara Vita bergetar hebat. Ia menginginkan lebih dari suaminya itu. Niatnya yang ingin memberi servis kini berubah total.


Sementara itu di luar sana, Deka Roland sedang panik karena kolega yang tadinya berhalangan hadir untuk menandatangani kontrak MOU dengan Perusahaan TGR kini sudah berada di ruangan sang General Manager. Ia datang ingin bertemu langsung dengan Gala Putra Raditya sebelum berangkat ke negaranya dengan penerbangan 1 jam ke depan.

__ADS_1


"Oh, ya ampun. Bisa-bisanya sih enak-enakan di dalam kamar sama Nyonya bos, sedangkan aku di sini sedang tegang." Deka melirik pintu ruangan pribadi Gala yang baru saja tertutup rapat. Ia melihat sendiri Nyonya GM masuk ke kamar itu dan ia tahu apa yang akan terjadi di sana setelah itu.


"Bagaimana Pak Roland, kalau saya tidak bertemu dengan Tuan Raditya sekarang juga kemungkinannya kontrak kita akan saya batalkan." ujar Mr. Takeshi tegas.


"Akan saya pastikan Pak General Manager menemui anda 5 menit ke depan." janji Deka dengan hati ketar-ketir.


"Lima menit cukup gak ya bagi mereka? tapi kan kalau belum sampai rasanya pasti tidak enak." ia bermonolog dengan dirinya sendiri membayangkan bagaimana frustasinya ia jika diganggu pada saat-saat yang sangat rawan.


Tok


Tok


Tok


Deka mengetuk pintu itu pelan tetapi beruntun. Ia berharap Bosnya sedang tidak berada di atas.


Eh di atas mana maksudnya


Ceklek


Pintu terbuka dan menampilkan Gala yang rapih dan segar. Tak nampak kalau ia habis bergulat seperti yang ia bayangkan beberapa menit yang lalu.


"Pak, Mr. Takeshi menunggu anda sekarang." ujar Deka dengan hati riang, itu berarti ia tidak sedang mengganggu kegiatan sang GM.


"Terima kasih Dek." jawab Gala kemudian beranjak menemui Mr.Takeshi investor baru dari negeri Sakura itu. Deka Roland yang mengekor di belakangnya berkali-kali menghembuskan nafas lega.


"Ada apa kamu?" tanya Gala penasaran dengan tingkah Deka yang semakin aneh.


"Ah, tidak. Aku cuma mau ketemu Risma." jawab Deka santai.


"Kamu nguping ya? sampai tiba-tiba mau begitu." jawab Gala dengan senyum khasnya.

__ADS_1


"Kalo Iyya kenapa? Aku kan juga manusia normal. Selalu diberi contoh sama bos omes kayak gitu tentu saja aku tertular." Deka membalas Gala dengan wajah kesal.


"Oh jadi kesal nih." goda Gala lagi. Mereka tidak sadar kalau sudah sampai dihadapan Mr.Takeshi yang sudah lama menunggunya.


"Mohon maaf Mr. Takeshi, tadi istri saya minta dipijat karena lelah." ujar Gala dengan membungkukkan badannya hormat.


"Untuk itu saya terlambat menemui Mr."


"Oh, tidak apa. Aku dengar istri Mr.Raditya sedang hamil ya?" tanya Mr.Takeshi dengan wajah riangnya.


"Iyya Mr. istri saya sedang hamil dan ia ikut ke Perusahaan ini untuk menemaniku."


"Manis sekali. Aku berharap istriku juga akan segera hamil dan akan aku bawa kemana saja aku pergi." ujar Mr. Takeshi dengan mata.berbinar bahagia.


"Saya harap Mr. segera mendapatkan bayi dari istri anda." sekali lagi Gala menunduk hormat.


"Karena aku sedang terburu-buru. Aku anggap kontrak kerjasama kita segera terlaksana. Dan ...mana berkas MOU itu, aku akan menandatanganinya sekarang juga." Deka segera menyerahkan kertas-kertas perjanjian itu agar segera ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Mereka bertiga menghembuskan nafas lega.


"Ini hadiah untuk istri-istri anda yang sedang hamil. Sampaikan salam istriku pada Nyonya Vita dan Nyonya Risma." Mr.Takeshi mengerahkan dua buah kotak kepada Gala dan Deka.


"Kami minta doanya supaya istri saya cepat menyusul."


"Aamiin." jawab Deka dan Gala bersamaan.


Deka mengantar Mr.Takeshi keluar dari ruangan. Sedangkan Gala masuk ke kamar pribadinya untuk melanjutkan acara pijat plus-plus nya.


---Bersambung---


🍁🍁🍁🍁🍁


Mohon dukungannya terus ya gaess, Like dan Komen sangat aku harapkan untuk membuatku semangat.

__ADS_1


Nikmati Alurnya dan Happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2