Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 65 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Gala Putra Raditya merasa sudah mendapat lampu hijau untuk selangkah lagi menuju halal. Cuma ia sedikit bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya dan secepatnya agar keinginannya cepat terlaksana.


Hari ini ia berniat menemui Ibu RT di rumahnya setelah mengantar Vita ke studio tempat pemotretan produk kecantikan itu berlangsung. Ia ingin meminta bantuan perempuan paru baya itu dalam memecahkan masalahnya setelah bingung sendiri mencari tahu bagaimana cara melamar yang baik menurut Versi Vita.


"Kamu tak bisa diharapkan!" geram Gala saat bertanya pada Deka bagaimana cara melamar Vita dengan benar. Ia hanya tertawa garing.


"Kenapa tanya sama saya pak, saya kan belum pernah melamar anak gadis orang" jawab Deka di seberang sana sambil mendengus.


"Sorry Dek, aku lupa kalau cintamu saja belum berbalas apalagi langsung melamar" Ujar Gala berniat mengejek sepupunya itu.


"Jangan sombong ya Pak. Selama janur kuning belum melengkung Gadis itu masih ada kesempatan untuk kabur lagi dari bapak"


"Hei, berani ya kamu berpikir seperti itu, tunggu saya ada di sana. Dan kupastikan THR mu tidak akan cair"


"Ngancam lagi. Kembali secepatnya kemari. Ada banyak investor di sini yang mencari bapak"


"Hei, ngomong mu seperti bos saja. Main perintah-perintah begitu"


"Maaf, pak. 2 hari anda di sana saya sudah hampir semaput" Deka menggerutu karena banyaknya pekerjaan yang harus ia handel karena kepergian sang General Manager.


Gala terdiam. Ia juga ingin secepatnya pulang tetapi Vita saja masih belum mau kembali.


Ia sudah searching di gugel cara melamar kekasih hati dan rata-rata jawabannya sama. Melamar perempuan itu dengan cara romantis. Memberikan setangkai bunga dan cincin kemudian berlutut memohon , atau mungkin memberikan paket liburan yang menarik dan kejutan-kejutan lainnya. Semuanya sudah ia coba tetapi semuanya ditolak oleh Vita.


Dan sekarang disinilah ia di rumah Ibu RT seorang perempuan yang berusia kira-kira seumuran mamanya. Menurut ceritanya ketika baru bertemu. Ia adalah sahabat almarhumah ibunya Vita. Ia yang diberi kepercayaan menjaga dan merawat rumah peninggalan almarhum bila sewaktu-waktu Vita kembali dan ingin menempatinya lagi.


"Mungkin Vita mau nak Gala melamarnya dengan cara adat istiadat budaya kita di sini" ujar Ibu RT yang ia ketahui namanya adalah Intan.


"Impian semua gadis adalah dilamar dengan cara yang baik dan dinikahi juga dengan cara baik pula" tambah Intan sembari tersenyum.


"Mohon bantuannya Bu bagaimana caranya, saya ada pekerjaan di Kota dan tidak punya banyak waktu berlama-lama di sini"


"Vita pasti berharap orang tua nak Gala sendiri yang datang melamarnya secara resmi Agar ia yakin bahwa ia bisa diterima nantinya menjadi menantu di keluarga besar nak Gala"


"Bukan hanya nak Gala sendiri yang menginginkannya. Tidak seperti Kakaknya yang hanya diinginkan sepihak" ujar Intan sendu. Ia juga tahu kisah pernikahan Gita karena sempat menjadi saksi pada saat itu. Tama datang melamar sendiri tanpa ada yang tahu latar belakang keluarganya. Ia yakin Vita tidak ingin mengulang kejadian menyedihkan itu lagi apalagi pihak pria masih dari keluarga yang sama.


"Baik Bu, mohon bantuannya. Saya akan meminta mama dan keluarga yang lain untuk datang secara resmi melamar Vita Maharani" jawab Gala mantap.


Ia langsung menghubungi mamanya agar bisa segera datang bersama Deka dan keluarga yang lainnya.

__ADS_1


"Apa lagi yang perlu saya persiapkan Bu?" tanya Gala lagi. Ia tahu betul dimana langit di junjung di situlah bumi di pijak. Ia harus menghormati adat istiadat di mana mereka berada sekarang.


"Tahapan pernikahan di suku kami dimulai dari, a'jangang-jangang atau dinamakan melihat-lihat perempuan dan mulai meminta pada orang tuanya agar di simpankan untuk pria yang akan datang nantinya"


"Kita lewati yang itu, Vita sudah menerima nak Gala dan minta dilamar artinya ia sudah setuju" Gala mengangguk paham.


"Tahapan berikutnya assuro atau lamaran. Datanglah bersama orang tua atau keluarga yang dituakan untuk meminang putri kami meminta pada keluarganya untuk nak Gala peristri"


"Berikutnya adalah appa'nassa..." Intan menarik nafas kemudian melanjutkan.


"Untuk mempersingkat waktu dua hal diatas bisa disatukan saja. Appanassa adalah proses membicarakan kesepakatan-kesepakatan yang berhubungan dengan acara pernikahan nantinya"


"Bukan cuma waktu baik yang akan dibicarakan di sini tetapi mahar, uang panaik (uang belanja), serta data-data penting calon mempelai laki-laki dan perempuan juga akan diputuskan di sini" Gala manggut-manggut paham. Demi mendapatkan Vita ia akan melakukan semua ini.


"Uang panaik itu apa ya Bu?"


"Uang panaik itu adalah uang belanja yang diberikan oleh pihak keluarga mempelai pria untuk membantu biaya-biaya selama proses pernikahan" jawab Intan gamblang.


"Kalau 500 juta itu sudah cukup Bu?" tanya Gala menatap Bu Intan yang langsung membuatnya sesak nafas.


"Kenapa Bu?" tanya Gala panik saat melihat ibu RT itu megap-megap mencari bantuan pasokan udara di paru-parunya.


"Tidak apa Bu. Terima kasih banyak waktunya" Gala pamit dan segera meminta Deka mengirim data-datanya untuk dilaporkan ke KUA setempat agar proses pendaftaran lebih cepat selesai. Ia sudah tidak sabar menanti hari itu tiba.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara itu di studio tempat pemotretan berlangsung.


"Ini Kok konsepnya berubah gini sih" gerutu Vita Melihat beberapa hal sangat berbeda dengan kontrak yang ia tanda tangani sebelumnya.


"Tidak ada yang berubah kak" jawab Sisil percaya diri.


"Katanya kita cuma akan mengambil gambar di dalam studio saja tetapi kenapa kita malah keluar sih. Pokoknya saya tidak mau" ujar Vita lagi tegas.


"Tenang kak, ini permintaan dari bos besar. Dan harus dilaksanakan hari ini juga" Sisil berusaha membujuk sembari memeriksa kesiapan kostum yang akan digunakan Vita nantinya.


"Aku bisa menuntut kalian ya" ujar Vita masih kekeh dengan ketidaksetujuannya.


"Jangan dong kak" Sisil meraih tangannya berusaha membujuk.

__ADS_1


"Hei, lepaskan tanganmu!" ujar seseorang dari arah belakang Vita. Pria gemulai itu langsung melepaskan tangannya karena kaget dan takut.


"Big Bos" ujar Sisil takut-takut. Vita langsung berbalik karena tahu dan kenal sekali dengan suara berat itu.


"Pak GM" ujar Vita berusaha menebak ada hubungan apa studio dan produk kecantikan ini dengan pria ini.


Gala langsung meraih pinggang Vita agar merapat kepadanya. Ia menatap Sisil dengan tajam.


"Jangan berani-berani menyentuh sedikit pun dari tubuh gadis ini, mengerti?"


"Mengerti Big bos" ujar Sisil sembari menunduk.


"Hei, apa kalian saling kenal, dan apa tadi big bos?" tanya Vita sembari menatap dua orang ini bergantian. Sisil tidak menjawab ia tetap bertahan menunduk takut.


"Kita akan foto prewed dulu sayang hari ini" Gala hanya meremas tengkuknya tak mau menatap mata Vita yang menuntut jawaban.


"What? prewed? apa lagi ini!" Vita berang bukan main. Ia tak tahu menahu akan rencana Gala yang terkesan dadakan ini.


"Jangan-jangan pemotretan ini sudah lama ya bapak atur" mata Vita memicing sempurna. Gala akhirnya mengangguk ia yang mengatur semua ini.


Ia ingin memberikan Vita sedikit kesibukan agar tidak bosan di kampungnya sendiri sebelum ia datang menjemputnya. Ia mengirim fotografer profesional dari ibu kota kemari dan hasilnya nanti akan jadi koleksi pribadinya saja dan tidak akan dipublikasikan.


Vita memukul dada Gala kesal. Ia telah dikerjain lagi sama pria tampan ini. Sisil segera menghindar dan melipir entah kemana. Ia tak mau melihat adegan uwu-uwu yang akan live sebentar lagi.


"Ish" Vita menghentakkan kakinya semakin kesal. Gala meraihnya semakin rapat. Ia mengungkung gadis itu dalam kekuasaannya.


"Foto-foto itu hanya aku yang akan menikmatinya. Hanya aku sayang..." bisik Gala dengan suara berat tepat di kupingnya hingga membuatnya meremang. Ia terbuai dan menengadahkan wajahnya ke atas sehingga lehernya yang jenjang terpampang sempurna.


cekrek


"Angel yang bagus bos" ujar fotografer dari arah samping sembari mengangkat ibu jari dan telunjuk membentuk huruf nol.


"Aaaaaa" teriak Vita malu dan segera berlalu dari ruangan itu. Gala hanya menampilkan senyum khasnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hai, hai, readers tersayang nya othor jangan lupa like komen dan kirim hadiahnya juga yah.


Happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2