
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, berbagai macam persiapan pernikahan sudah beres dan lengkap. Para pengiring pengantin dari bocah sampai orang dewasa sudah siap dengan kostum seragam yang sangat cantik dan nampak mewah. Kebaya untuk perempuan dan setelan jas berwarna senada untuk para pria.
Dua pihak pengantin pria dan wanita akan bertemu di Masjid Istiqlal sebagai tempat dilaksanakannya pernikahan tersebut. Kemudian setelah itu barulah mereka menuju hotel TGR untuk melaksanakan resepsi.
Gala Putra Raditya telah menyerahkan perwaliannya kepada imam besar Masjid Istiqlal yakni bapak Prof, KH.Nasarudin Umar untuk menikahkan putri keduanya itu dengan putra pertama dari sepupu dan juga sahabatnya Deka Roland.
Setelah membacakan khutbah nikah, Bapak Imam Prof.H. Nasaruddin Umar memulai acara inti yaitu prosesi ijab kabul.
Tetapi sebelumnya beliau mengajak seluruh undangan yang hadir untuk sama-sama beristighfar dan mengucap dua kalimat syahadat. Asyhadu Anlaailaha illallah Wa asyhadu Anna Muhammad Arosulullah.
"Saudara Adam, Saya nikahkan Sarah Putri Raditya binti Gala Putra Raditya dengan engkau yang mana walinya telah mewakilkan kepada saya dan engkau membayar mahar uang 1 Milyar Rupiah dibayar tunai karena Allah,"
"Saya terima nikahnya Sarah Putri Raditya binti Gala Putra Raditya dengan mahar tersebut dibayar tunai karena Allah!"
Semua orang yang hadir menahan nafas dan tak bisa berkata-kata, mereka larut dan hikmat dalam prosesi ijab kabul yang dilakukan oleh Adam sang pengantin pria.
"Bagaimana para saksi?" tanya Prof KH. Nasaruddin Umar meminta suara dari Rama Putra Raditya dan juga Kombes Supirman yang didaulat sebagai saksi pada acara sakral itu.
"Sah!" ujar keduanya dengan lantang. Semua orang yang hadir terutama pengantin pria menarik nafas lega, resmilah sudah ia menjadi imam dari Sarah Putri Raditya Dimata hukum dan agama.
"Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khayrin" doa bapak imam setelah Awad selesai yang artinya, “Semoga Allah memberikan keberkahan padamu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Daud no. 2130, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
"Alhamdulillah, ya Allah," ujar Vita dengan mata berkaca-kaca, ia memeluk Risma Yanti sang sahabat sekaligus besannya kini.
"Gak nyangka ya Ris anak-anak kita sudah sah menjadi suami istri," ujarnya dengan rasa bahagia yang tak terkira. Vita segera menghapus air matanya kemudian ia melanjutkan.
"Ingat gak, waktu kita tahu kalau kita berdua hamil mereka?"
"Ingat, Vit, Ya Allah maha besar kuasaMu, kita hamil bareng dan para suami kita juga ngidam bareng, lahirannya juga bareng, Ya Allah semoga ini semua pertanda baik dariMu," ujar Risma Yanti tak kalah haru. Mereka berdua saling berpelukan dan saling mengenang masa-masa mereka mengandung Sarah dan Adam.
"Mari kita antar Adam untuk menemui istrinya di ruangan itu," ajak Vita kepada Risma sang besan. Mereka pun menuntun pengantin pria untuk menemui pengantin wanita di sebuah ruangan khusus.
"Assalamu'alaikum pengantin cantik," sapa Vita Maharani pada sang putri yang sedang duduk diatas sofa putih dengan wajah yang menunduk. Rupanya ia sedang didampingi oleh Rara dan juga Sovia sang kakak.
"Udah bisa masuk gak nih?" tanya Vita lagi bercanda pada sang putri yang sudah berubah status menjadi nyonya Adam Roland.
"Bisa Ma," jawab Mereka bertiga kompak. Adam hanya bisa diam terpana. Ia bahkan tak bisa berkedip dengan debaran jantung yang menggila. Sosok perempuan cantik dihadapannya begitu mempesona dan juga menarik.
"Ayo Adam jangan cuma ditatap aja, datangi istrimu sayang, dan bacakan doa untuknya." bisik Risma Yanti pada putra pertamanya yang cuma bisa berdiri dengan kaku memandang Sarah yang sedang duduk menunduk.
"Iya Ma," ujar Adam dengan perlahan melangkahkan kakinya menuju Sarah berada. Ia meraih dan memegang ubun-ubun Sarah dan membaca Basmalah kemudian mengucapkan do'a,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya”.
Setelah membaca do'a itu, Adam mencium kening istrinya lembut kemudian turun kepipi kiri dan kanannya. Sarah merasakan hatinya menghangat, ia menatap mata Adam dengan pandangan berkaca-kaca. Mereka berdua larut dalam bahagia dan haru, Adam memajukan wajahnya ingin mengecup bibir istrinya yang terbuka sedikit tetapi langsung tersentak karena mendengar suara dibelakangnya berdehem.
"Sabar ya Dam, kita masih akan resepsi di Hotel." tegur Vita dengan menyembunyikan senyumnya.
"Sweet banget sih kalian," ujar Sovia dengan suara dibuat dramatis. Kedua mempelai langsung menunduk malu. Sarah rasanya ingin kabur dari tempat itu karena ia dengan tak tahu malu mengharapkan hal yang sama dari suaminya. Adam langsung menggenggam tangannya lembut menghantarkan rasa cinta yang meluap-luap.
"Ayok segera keluar, kita akan berangkat sekarang juga." ujar Vita Maharani yang menjadi pemimpin para perempuan cantik itu yang ditambah oleh satu pria tampan yang tidak bujang lagi itu.
__ADS_1
🍁
"Kamu cantik sekali, Sarah," bisik Adam di kuping perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu. Ia berpura-pura memperbaiki letak kembang melati putih di atas hijab yang dikenakan pengantinnya itu. Sarah hanya tersenyum kemudian mengucapkan terima kasih dalam gerakan bibir saja.
"Selamat ya Dam, Sarah." ujar Adi Nugroho yang datang bersama Rangga. Mereka berdua menyalami kedua pengantin dengan membawa doa tulus agar sang mempelai bahagia, sakinah, mawaddah, dan warahmah.
"Terimakasih Di, Rangga, doa yang sama untukmu sahabat." ujar Adam sembari menepuk bahu Adi Nugroho.
"Silahkan nikmati pestanya." lanjut Adam mempersilahkan tamu-tamunya itu untuk mencari tempat yang nyaman dalam ballroom hotel mewah itu.
Beberapa menit berikutnya, perhatian para tamu dan juga tuan rumah tertuju pada panggung hiburan yang ada di bagian barat ballroom. Disana musik Bollywood diputar sebagai musik kesukaan pengantin perempuan kemudian setelah itu, Hito sang sahabat dari mempelai wanita, berdiri dengan gagah memberikan persembahan untuk Sarah.
"Lagu ini khusus saya nyanyikan untuk sahabat saya, Sarah Putri Raditya, semoga kamu bahagia..."
"Sampai Jumpa" by Endank Soekamti,
Datang akan pergi
Lewat 'kan berlalu
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah
Awal 'kan berakhir
Terbit 'kan tenggelam
Pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hey, sampai jumpa di lain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun ku tak siap untuk merindu
Kuharap terbaik untukmu
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Datang akan pergi
Lewat 'kan berlalu
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah
Awal 'kan berakhir
Terbit 'kan tenggelam
__ADS_1
Pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hey, sampai jumpa di lain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun ku tak siap untuk merindu
Kuharap terbaik untukmu
Hey, sampai jumpa di lain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun ku tak siap untuk merindu
Kuharap terbaik untukmu
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
Du-du-du-du
(SFR)
Adam menatap Sarah dan Hito bergantian, sebuah prasangka tak mengenakkan menyeruak dalam hatinya.
"Dam, aku milikmu dari dulu sampai berjuta-juta tahun yang akan datang," ujar Sarah dengan suara pelan, ia tersenyum lembut pada sang suami tercinta.
Sedangkan dibawah sana, Antika dan Andira berteriak histeris karena begitu kagum akan penampilan dari seorang Hito artis baru yang sangat tampan di blantika musik Indonesia.
Di tempat lain masih dalam Ballroom hotel itu, Adi menghampiri seorang gadis cantik yang sedang duduk menyendiri dengan wajah ditekuk tak bersahabat.
"Kamu alumni Cambridge kan?" tanya Adi memulai basa-basinya. Gadis cantik itu mendongak dan menatap pria tampan di depannya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya gadis yang ternyata adalah Eci Karin itu.
"Aku dulu sering melihatmu tapi tidak pernah punya waktu menyapamu, Perkenalkan Aku Adi Nugroho alumni Harvard University." ujar Adi memperkenalkan dirinya.
"Hai, aku Eci Karin, semoga kita bisa menjalin hubungan yang baik kedepannya." Adi Nugroho tersenyum. Ia juga berharap seperti itu.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
·
__ADS_1