
Hai readers tersayang, jangan lupa like dan komen yah
selamat menikmati π
πππππ
Pandu mengemudikan mobilnya dengan tenang. Bertemu dengan Vita Maharani merupakan kebetulan yang menyenangkan.
"Selamat yah!, Kak Ira bilang kamu berhasil bikin aplikasi M&G" Pandu berujar tanpa mengalihkan pandangan nya ke jalan raya yang cukup macet siang itu.
" Ah, biasa aja kok" Jawab Vita sedikit tersanjung.
"Kamu juga hebat, berhasil buka usaha sendiri"
"Yang pastinya langsung jadi big bos" Vita memandang wajah Pandu dari samping. Ia hanya tersenyum samar mendengar Vita memujinya.
"Kamu pintar muji, saya tidak ada apa-apanya dibanding kamu yang berjuang sendiri" Pandu mengelak karena ia tahu dirinya bisa seperti sekarang adalah bukan usahanya sendiri semata tetapi bantuan papa dan kak Ira yang tidak bisa dinafikan.
Vita menarik ujung bibirnya membentuk senyum samar. Pandu Gemilang sahabatnya sewaktu SMA adalah tipe pekerja keras, tidak gampang menyerah kalau sudah menargetkan sesuatu dan kelebihan lainnya adalah rendah hati dan suka menolong.
"Jadi, kapan kamu memperkenalkan pujaan hatimu?" tanya Vita mengalihkan pembicaraan. Pandu langsung tersedak air liurnya sendiri mendengar pertanyaan Vita.
"Apa perlu kita bicarakan hal menyeramkan itu ditengah kemacetan seperti sekarang?" tanya Pandu mengulum senyumnya. Ia berniat menggoda Vita.
"lalu?, kita harus membicarakan itu pada malam Jumat Kliwon supaya lebih mengerikan begitu?" Vita mendelik kesal. Sejak dulu Pandu paling anti membahas yang namanya lawan jenis. Sampe Vita pernah berpikir kalau Pandu itu hombreng.
"Saya belum pernah kepikiran soal itu" jawab Pandu pada akhirnya.
"Atau kamu mau merekomendasikan seseorang?" Pandu mengerling kan matanya lucu.
"Gak, saya tak punya teman yang mungkin masuk tipe mu"
"Coba deh kamu install M&G" Vita pun menjelaskan kelebihan aplikasi yang dia buat. Pandu hanya mengangguk faham. Faham akan jiwa marketing sahabatnya iniπ€
"Kayaknya saya maunya langsung aja deh gak usah pake aplikasi" Pandu memutar kemudi mencari jalanan alternatif agar tidak terjebak macet yang semakin menggila.
"wiiih, gak boleh gitu...Saya sudah pake jurus marketing berbusa-busa malah gak jadi,hhh" Vita menunjukkan wajah lelahnya. Pandu tertawa terbahak-bahak.
"Saya maunya yang seperti kamu" ujar Pandu disela-sela tawanya. Vita hanya mencebikkan bibirnya.
"Udah ah, capek udah promo juga" ujar Vita sambil melempar pandangan nya keluar jendela mobil.
Pandu menghentikan mobilnya pas di depan kost-kostan Vita.
__ADS_1
"Makasih yah" ujar Vita kemudian menutup pintu mobil.
"Saya gak diajak mampir nih?"
"Gak, ah. saya lagi tidak ingin menerima tamu" jawab Vita sambil tertawa.
"Kamu terlalu jujur, Vit. hatiku sakit" Pandu berpura-pura mere* mas dadanya dengan ekpresi menyedihkan.
"Sudah, ayo cepat pergi dari sini. sebelum saya berubah pikiran" Vita masih berdiri di depan pintu mobil meladeni candaan Pandu.
"Hmmm, tidak tau terima kasih" gerutu Pandu lucu.
"Ya udah bye" Vita akhirnya meninggalkan Pandu yang menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.
Vita berlari kecil menuju rumah ibu Dewi. Ia rindu sekali sama Rama.
"Rama sayang...Mama pulang" teriak Vita dengan riang. Rumah ibu Dewi bagaikan rumah keduanya. kakinya terus melangkah menuju ruang tamu dimana Rama biasa bermain.
Vita menghentikan langkahnya melihat seseorang sedang memangku Rama. Orang yang tidak ia kenal sebelumnya. Dengan berdehem semua pandangan beralih menatapnya yang masih berdiri di ambang pintu.
"Ma ma ma ma" Ujar Rama senang. ia langsung melompat dari pangkuan orang itu dan lari menuju Vita. Vita menciumi seluruh wajah nya dengan penuh kasih.
"Ada tamu rupanya" Tegur Vita berbasa-basi. Ia sebenarnya ingin langsung kembali ke kamar bersama Rama untuk bermain dan beristirahat.
"Kenalkan ini Vita Maharani, mama dari anak laki-laki ini" Bu Dewi memperkenalkan Vita sambil mengelus kepala Rama lembut. Orang itu menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis ke arah Vita.
"Ini orang yang menemukan Rama nak, di jalan depan kost-kostan" masih suara Bu Dewi yang berbicara. Vita mengernyit bingung maksud ibu kost nya ini.
"Apa maksudnya Bu?" tanya Vita penasaran.
"Iyya, untung ada orang baik yang lihat Rama keluar dan berjalan sendiri"
"Kebetulan pagar depan lagi terbuka, entah siapa yang keluar dan tidak menutupnya kembali, hingga Rama bisa lolos main keluar"
"Maafin Ibu ya, Vit karena tidak menjaga Rama dengan baik" Ujar Bu Dewi lagi menjelaskan dengan gamblang.
"Ndak Papa Bu, jangan salahkan diri sendiri. Rama memang sudah mulai sangat aktif"
"Vita yang seharusnya minta maaf sama Ibu, karena merepotkan" Ujar Vita mengelus tangan keriput Ibu Dewi. Ia merasa bersalah menitipkan Rama kepada Ibu Dewi yang sudah paruh baya.
"Eh, maaf. kami jadi mengabaikan ibu ini" Bu Dewi menoleh dan memandang orang asing di depannya dengan pandangan merasa bersalah.
"Tidak apa-apa lanjutkan saja" Sahut perempuan paruh baya itu dengan menampilkan senyum manis nya.
__ADS_1
"Terima kasih ya Bu, " ujar Vita sambil menundukkan kepalanya.
"Saya panggilnya Tante atau ibu siapa, maaf?" tanya Vita sopan.
"Panggil saja Tante Ninik, gak usah sungkan" jawab perempuan yang bernama Ninik itu.
"Tante suka anakmu, dia anak yang manis, dan saya pikir saya harus memaksa putra saya untuk segera menikah supaya segera dapat cucu yang lucu kayak Rama" jawabnya dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.
Setelah menceritakan kronologis kejadian bagaimana bisa Rama ditemukan oleh perempuan baik hati itu. Akhirnya mereka semua berpisah di ruang tamu ibu Dewi.
Vita bersenandung sambil membawa Rama dalam gendongannya. Hatinya sedikit resah akan kejadian tadi. Bagaimana kalau besok - besok Rama seperti ini lagi dan justru ditemukan oleh penculik bayi yang konon katanya lagi ramai.
hatinya bergidik ngeri, ia tak sanggup kalau hal itu terjadi apalagi Bu Dewi sudah sering mengeluhkan sakit rematiknya. Ia merasa dilema.
"Han, cari tahu deh di Perusahaan ada day care gak?" Vita langsung menghubungi Hany via telpon ditengah pikirannya yang berkecamuk.
"Iyya, pastilah. Ini perusahaan besar. Sudah seharusnya menyediakan fasilitas semacam itu" jawab Hany semangat.
"Ada apa sih?" tanya nya penasaran dari ujung telpon.
"Aku mau ngajak Rama kerja, and nanti di titip di Day Care supaya dia tidak menggangu" Jawab Vita.
"Lho, emangnya Ibu Kost mu sudah tidak mau menjaganya?"
"Gak sih, cuma aku kasihan aja, Bu Dewi sudah tua begitu. masak masih di suruh jaga anak balita aktif macam Rama, kan malah menambah sakit rematiknya tuh"
"Oh, gitu?"
"Tapi bagus juga sih biar kamu gak usah bolos-bolos terus kalau lagi rindu sama Rama, hehehe" terdengar suara kekehan Hany dari balik telpon.
"Sana, kamu daftarkan Rama hari ini juga" ujar Vita memerintah Hany.
"Bentar ah, ini aku ada kerjaan dari asistennya Pak Gala"
"Ya, udah selesai kan cepat dan daftarkan Rama, jangan lupa!"
"Assyiap mamud!" jawab Hany
"Apa itu mamud?"
"Mama muda seyeng" Vita hanya tertawa mendengar Hany menekankan kata Mamud berkali-kali. Ia menarik nafas lega, sangat senang mempunyai sahabat yang baik sepertinya.
Sungguh nikmat yang luar biasa adalah mempunyai orang-orang baik di sekeliling kita.
__ADS_1