
Risma terbangun di tengah malam itu dengan tubuh yang terasa remuk akibat dirinya yang tak tahu malu memancing suaminya terlebih dahulu. Akibatnya adalah ia dihajar habis-habisan oleh calon papa dari janin yang sedang tumbuh di dalam kandungannya kini.
Ia sampai heran pada dirinya sendiri kenapa bisa seagresif itu. Pernah suatu waktu Vita Maharani teman sekaligus mentornya dalam hal yang berbau fanas dan ganas memberitahunya kalau ibu hamil akan merasakan tingkat emosi yang tidak stabil termasuk jika berurusan dengan pemenuhan hasrat. Terkadang ada keinginan menggebu-gebu dan ingin cepat menyalurkannya tetapi tidak menutup kemungkinan suatu waktu malah tidak ada keinginan sama sekali.
"Kak, bangun." ujarnya sambil berbisik ditelinga Deka suaminya.
"Hem, "
"Kak, bangun." ulang Risma dengan menambah volume suaranya. Perutnya sangat lapar dan rasanya ingin makan yang hangat-hangat.
"Ada apa?" tanya Deka sambil menguap. Ia menatap istrinya itu yang tampak gelisah.
"Jam berapa sekarang?" lanjutnya sambil meregangkan otot-ototnya. Matanya mencari jam weker yang ada di atas nakas samping headboar ranjangnya.
"Jam 12." ia menatap Risma yang masih diam saja tetapi terlihat gelisah.
"Aku lapar." jawab Risma pelan. Ia berharap perutnya tidak berbunyi dan membuatnya merasa malu pada suaminya itu. Tadi sehabis sholat isya ia yang tak tahan melihat tubuh suaminya yang sedang berganti pakaian santai di depannya. Dan akhirnya ia menjadi lupa akan dirinya sendiri yang sangat pemalu dan tiba-tiba menjadi sangat agresif menggoda suaminya itu hingga terjadilah yang harus terjadi dengan mengabaikan panggilan makan malam bersama oleh pelayan di rumah itu.
Sekarang perasaan lapar itu baru terasa setelah tidur sejenak karena kelelahan.
"Kak, aku lapar." ulangnya lagi karena Deka hanya menatapnya dengan senyum samar.
"Mau makan apa sayangku?" tanya Deka lagi sambil bangun dari tempat tidur. Ia merapikan anak-anak rambut di wajah istrinya yang sangat cantik itu.
"Yang anget-anget." jawab Risma pelan. Ia yang sudah menikah dengan Deka lebih dari dua tahun itu belum pernah meminta bahkan memerintah suaminya itu. Ia masih merasa malu dan segan.
"Aku ke kamar mandi dulu ya, masih lengket sisa yang tadi." ujar Deka mengerling ke arah Risma yang justru membuat istrinya itu semakin malu.
"Hem." Risma menjawab singkat. Ia memperhatikan suaminya itu masuk ke kamar mandi dengan tampilan yang cukup menggodanya lagi tapi berusaha ia tahan. Keinginan perutnya sepertinya lebih mendesak daripada kebutuhan yang itu.
__ADS_1
"Nah, sayangku, ayok ke dapur. Aku ada resep baru untukmu dijamin bikin kamu bisa kembali fit." ucap Deka setelah membersihkan diri dan sekarang sudah berpakaian dengan santai.
"Kakak bisa masak ya?" tanya Risma sambil mengikuti langkah suaminya menuju dapur yang berjarak cukup jauh dari kamarnya itu.
"Kuat gak jalannya?" tanya Deka lagi memastikan. Ia tahu istrinya selain hamil muda, ia juga baru saja memberikan layanan yang sangat memuaskannya tadi sampai kelelahan.
"Iyya kak. Masak sih jalan ke dapur aja harus pake grab, hehehe." Risma menutup mulutnya tertawa. Ia merasa lucu dengan kekhawatiran suaminya yang sangat berlebihan.
"Gak pake grab sayang, aku kan ada disini. Mau gendong depan atau belakang, hayukk. Mumpung rumah lagi sepi." tawa Risma semakin menjadi-jadi ketika ia langsung berjongkok di depannya dan memintanya untuk naik dipunggungnya. Risma menurut dengan pelan ia menggendong dibelakang suaminya itu dan memeluknya dengan kencang takut terjatuh.
Deka membawanya ke dapur dan mendudukkannya di atas meja dapur. Kemudian Deka mulai memilih bahan-bahan yang ada di lemari pendingin. Ia mengambil wortel, brokoli, kentang, dan juga potongan daging yang sudah siap di dalam sana. Risma hanya memperhatikan bagaimana suaminya itu dengan cekatan memasak sup daging yang rasanya pasti sangat nikmat dicium dari aromanya yang cukup harum dan menggugah selera. Tanpa sadar air liurnya menetes.
"Kak, masih lama gak. Lapar banget nih." ujar Risma sembari mengelus perutnya yang sudah mulai menonjol. Kehamilannya sekarang sudah masuk trimester kedua.
"Sabar sayang dikit lagi." jawab Deka sambil mengaduk dan sedikit mencicipi rasa dari masakannya sendiri. Ia berlagak seperti chef Juna yang super keren itu.
"Woow harumnya." ujar suara dari arah pintu dapur yang mengarah ke ruang keluarga. Rupanya Vita dan Gala sedang melangkah mendekati aroma harum yang memancing ususnya mengembang lebih cepat. Pasangan itu juga kelaparan di tengah malam setelah saling bertukar peluh di malam yang dingin itu.
"Deka jago masak ya, pasti Risma seneng sekali." puji Vita setelah mencicipi sup daging buatan Deka yang memang sangat nikmat.
"Bukan cuma Risma yang senang sayang, aku dan kamu juga senang bisa makan gratis seperti ini. Hahaha." jawab Gala dengan tawa menyebalkan.
"Hush, mas basa-basi dikit Napa?" bisik Vita tapi dengan suara besar yang bisa didengar oleh semua yang ada di sana.
"Ngapain basa-basi." jawab Gala dengan lucu. Ia sibuk menyuap sup hangat itu ke dalam mulutnya seolah tidak pernah menemukan makanan sebelumya.
"Lapar apa doyan?" sindir Deka dengan senyum tertahan.
"Ya lapar plus doyan lah." jawab Gala kemudian minta tambah karena dalam sekilas ia sudah menghabiskan isi mangkuk itu.
__ADS_1
"Habis ngapain sih sampe lapar benget." Deka mulai menuangkan kuah sup terakhir ke mangkuk Gala setelah memastikan anggota yang lain sudah tidak mau nambah.
"Habis berkeliling-keliling nirwana, iya kan sayang?" Gala mengedipkan sebelah matanya ke arah Vita istrinya. Risma yang melihat langsung adegan unyu-unyu itu tersedak dengan kuah sup yang baru masuk ke mulutnya.
"Uhuukk." Deka langsung menepuk pelan tengkuk istrinya. " Nih, minum dulu." ia segera menyerahkan segelas air ke arah Risma yang tiba-tiba merasa kikuk karena ditatap oleh sepasang suami istri gesrek di hadapannya.
"Minum aja Ris." ujar Vita kemudian melanjutkan, "Abaikan kami ya, anggap kami ini tidak ada, iyyakan mas?" senyum Vita kearah suaminya yang menyeringai Senang.
"Abaikan apanya orang supnya udah habis berapa mangkuk itu." ujar Deka sambil menunjuk mangkuk kosong dengan ujung matanya. Vita dan Gala langsung ngakak melihat mangkuk mereka yang sudah kosong untuk yang kesekian kalinya.
"Maaf ya Risma, kami jadi mengganggu acara makan malam romantis kalian." ujar Vita dengan wajah dibuat merasa bersalah.
"Baru sadar ya sayang." jawab Gala yang langsung merengkuh pinggang istrinya dan mencium pelipisnya lembut. Vita mengangguk lucu.
"Oh ya ampun, kalian ya..." ujar Deka sambil tepuk jidat. Ia tahu istrinya sedang merasa risih jika melihat sepasang suami istri gesrek ini bertingkah seperti itu.
"Gak dengar Sovia lagi nangis tuh." ujar Deka berniat mengusir dua orang itu agar segera kembali ke kamarnya dan meninggalkannya berdua saja dengan istrinya.
"Waduh mas, ayok Sovia mencari kita. Makasih supnya yah." ujar Vita dan langsung menarik tangan Gala meninggalkan tempat itu.
"Mereka lucu kak," ucap Risma setelah sepasang suami istri itu pergi dari sana.
"Cinta yang membuat mereka seperti itu sayang, yuk kita tidur lagi. Besok kita check up baby junior di dokter." ajak Deka pada istrinya. Mereka berdua juga meninggalkan dapur dan bersikap melanjutkan istirahat malamnya.
---Bersambung---
🍁🍁🍁🍁🍁
Mana nih dukungannya, aku udah update lagi nih...
__ADS_1
Like dan komentar ya gaess kalo ada hadiah bolehlah dikirim. Ngarep 🙄😅
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍 😍😍😍