
Kelas ibu hamil yang baru pertama kali diikuti oleh Vita Maharani berlangsung sangat menyenangkan, ia begitu antusias mengikuti pelajaran dan penjelasan yang di berikan oleh instruktur.
Awalnya ia enggan untuk ikut kegiatan seperti ini tetapi suaminya yang begitu posesif dan terlewat khawatir menyarankannya agar mengikuti kegiatan ini atas rekomendasi dari istri rekan bisnisnya yang baru kemarin bertemu dalam sebuah acara makan malam.
Setelah mengucapkan salam dan memperkenalkan dirinya, instruktur yang bernama mama Reni itu mulai menjelaskan materi pembelajaran pertama pada kelas pertama ini.
"Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu s/d 32 minggu dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Di kelas ini ibu hamil akan belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh dan sistematis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan,"
"Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran."
"Suami atau keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lain."
Vita mulai melirik keadaan ruangan kelas yang ternyata memang bukan hanya bumil yang meramaikan tetapi ternyata ada juga para suami mereka yang ikut dalam kelas ini. Seketika ia merasa sendiri karena Gala tidak sempat menemaninya hari ini.
"Eh, mama... suaminya gak ikut ya?" bisik salah satu bumil yang sangat cantik dengan gaun baby dollnya, Vita mengangguk sembari tersenyum.
"Lagi sibuk mam," jawab Vita singkat.
"Ih, tega ya lebih mengutamakan kerjaan dari pada istrinya," ujarnya lagi dengan bibir mencebik lalu melanjutkan,
"Eh, kalau suami aku tuh di pojok sana ngumpul sama para suami siaga. mereka pada ikut kesini artinya dia tuh cinta banget sama kita calon mama dari anaknya," ujar mama muda itu lagi sembari mengarahkan pandangannya ke arah pojok ruangan. Vita hanya melirik dari ujung matanya dan tak lagi mau menjawab kata-kata lawan bicaranya, ia mulai menyimak lagi penjelasan dari instruktur itu.
"Perubahan Tubuh Selama Kehamilan adalah masa dimana terdapat janin di dalam rahim seorang perempuan. Masa kehamilan didahului oleh terjadinya pembuahan yaitu bertemunya sel ****** laki-laki dengan sel telur yang dihasilkan oleh indung telur."
" Bagaimana para calon mama di sini ada gak yang merasa ada perubahan di tubuh mama selama hamil?"
"Aku mam," jawab seorang calon mama yang sedang duduk paling depan sembari mengacungkan tangannya.
"Perubahan payu dara ma!" jawab calon mama yang lain. Mama Reni tersenyum kemudian mengambil alih penjelasan, ia kemudian menambahkan,
"Payu dara dan pu ting jadi lebih lembut sekitar tiga minggu setelah pembuahan terjadi, kadang-kadang payu dara terasa membengkak, mirip yang ibu rasakan menjelang haid. Membesarnya bukit kembar ini karena kelenjar-kelenjar air susu membesar dan menyimpan lemak sebagai persiapan menyusui. Pu ting payu dara dan daerah sekitar berwarna gelap." Semua calon mama tiba-tiba payu daranya masing-masing dan bersamaan menjawab, "Oooh begitu?" Vita malah berpikir ini karena ulah tangan suaminya yang cukup nackal.
"Perubahan selanjutnya adalah peningkatan berat badan. Pada akhir trimester pertama ibu akan kesulitan untuk memasang kancing rok atau celana panjang. Hal itu bukan berarti adanya peningkatan berat badan yang banyak, tapi karena rahim berkembang dan memerlukan ruang dan ini semua karena pengaruh dari hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormon progesteron yang menyebabkan tubuh akan menahan air."
"Kram di perut, ngidam, mual dan muntah, sembelit saat ingin buang air, dan intensitas kencing yang cukup tinggi serta nyeri pada pinggang juga adalah bagian dari perubahan yang dialami oleh ibu hamil."
__ADS_1
Penjelasan demi penjelasan dari instruktur itu membuat Vita semakin faham akan kondisi yang ia alami selama kehamilannya ini tetapi ditengah mama Reni masih berbicara di depan para calon mama, terdengar ketukan di pintu kelas yang membuat semua mata memandang ke arah sana yang kemudian saat pintu terbuka tampaklah Gala Putra Raditya disana berdiri menjulang di ambang pintu dengan tersenyum samar meminta izin agar dibolehkan juga bergabung karena sudah cukup terlambat mendampingi istrinya.
Seketika ruangan jadi berisik dengan suara bisik-bisik kagum. Semua calon mama menatap tak berkedip calon papa yang sedang melangkah masuk ke dalam ruangan. Ada yang mengelap air liurnya. Ada yang mengelus perut besarnya ada yang hanya diam ternganga melihat ketampanan Gala yang cukup menghipnotis para calon mama. Vita Maharani yang melihat Gala datang untuk mendampinginya merasa hatinya menghangat. walaupun sedikit jengkel dan kesal karena suara-suara yang sampai di telinganya adalah semua tentang suaminya yang tampan.
" Suaminya siapa sih bikin kita tidak konsentrasi," ujar salah satu mama yang agak centil.
" Duhh semoga anakku tampannya kayak dia"
" Ih boleh gak sih tukeran gitu,"
" Bikin ileran tau gak,"
" hmmm...Mama Mia lezatos pastinya tuh,"
Dan begitu banyak lagi pujian-pujian yang mampir ke telinga Vita. Suaminya serasa jadi minuman dingin yang menyegarkan dahaga para mama.
"Apa mereka tidak takut sama suami mereka yah, muji-muji laki-laki lain padahal suami mereka ada disini..hmm..heran deh," bisik Vita dalam hati.
Suasana kembali tenang ketika mama Reni meminta para calon mama untuk memperhatikan kaki masing-masing apakah ada calon mama yang sudah mulai membengkak kakinya. Seorang calon mama tunjuk jari dan mulai bertanya, "Aku ma, sudah beberapa hari ini kaki ku mulai membengkak, gimana itu ma?" Mama Reni menjawab, "Pembengkakan yaitu penimbunan cairan akibat kadar garam yang terlalu tinggi dalam tubuh. Garam memang bersifat menahan air. Biasanya pembengkakan muncul di triwulan ketiga kehamilan. Sebenarnya pembengkakan dapat terjadi di seluruh tubuh, tetapi bagian tubuh yang sering jadi sasaran berkumpulnya cairan adalah tangan dan kaki. Itu semua karena sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.
"Mama tolong kurangi dulu makanan yang banyak mengandung garam, misalnya telur asin, ikan asin, dan lain-lain."
"Setelah bangun pagi, angkat kaki selama beberapa saat. Dapat juga mama mengganjal kaki dengan bantal agar aliran darah tidak sempat berkumpul di pergelangan dan telapak kaki."
"Sering-seringlah mengangkat kaki agar cairan di kaki mengalir ke bagian atas tubuh."
"Bagi mama yang bekerja di kantor dan banyak duduk, jaga agar posisi kaki lebih tinggi. Gunakan bangku kecil atau tumpukan buku sebagai penopang kaki."
"Naikkan kaki di atas bangku kecil atau sofa selama duduk. Lakukan sesering mungkin untuk memperkecil kemungkinan terjadinya sumbatan pada aliran darah di kaki. Kalau aliran darah di pada kedua kaki lancar-lancar saja, berbagai keluhan akan langsung hilang."
"Jangan menyilangkan kaki ketika duduk tegak, sebab akan menghambat aliran darah di kaki.
"Jika upaya-upaya yang dilakukan di atas tidak berhasil maka segera periksakan diri ibu ke bidan atau dokter serta tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan."
Mama Reni menutup sesi tanya jawab itu dengan melakukan senam ringan ibu hamil. Agar peserta kelas ibu hamil ini lebih merasa nyaman. Para calon papa diminta menemani para istri untuk melakukan gerakan-gerakan senam. Dan ketika Gala menghampiri istrinya, semua mata para mama semakin cerah dan menimbulkan kasak kusuk lagi.
__ADS_1
"Mas, lain kali gak usah ikut deh, semua mama di sini ileran sama mas," bisik Vita kesal.
"Kenapa? kamu takut ya, aku diembat ma mereka?" tanya Gala dengan senyum menggoda.
"Ish," Vita hanya mencebik.
"Besok aku mau datang lagi tepat waktu supaya ilmunya dapat,"
"Mas..."
"Kenapa?"
"Ish,"
Gala bingung dengan tingkah istrinya yang tiba-tiba merajuk tidak jelas. Yang jelasnya ia akan datang besok pada pertemuan kedua. Masih banyak yang ia belum faham untuk menjadi suami siaga.
*sumber (Depkes, 2009)
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai, readers tersayangnya othor jumpa lagi kite pagi ini... semoga kita semua sehat terus yah,
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, komentar, dan kirim hadiah. Gitu aja... Terimakasih.
Eh, mampir di karya teman othor di bawah ini, sembari menunggu babang Gala belajar jadi suami siaga hehehehe.
Judul : Istri kecil Dosen Muda.
Napen : Susi similikity.
Seorang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang begitu dingin. Tapi siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
Akankah mereka saling mencintai?
__ADS_1
Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya?