Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 246 Ada Yang Lain Di Hatiku


__ADS_3

Adam Roland mengucapkan perpisahan pada seorang sahabatnya selama ia berada di Cambridge. Adi Nugroho bagaikan sahabat rasa saudara baginya.


Mereka berdua selalu berbagi dalam hal apa saja. Saling membantu dikala susah. Dan berbagi senang dikala bahagia.


Pria itu akan segera kembali ke Indonesia karena telah selesai menimba ilmu di tempat yang sama dengannya yakni di Harvard university.


"Hati-hati di kampung orang ya Dam. Disini gadis-gadisnya besar-besar."


"InsyaAllah kita akan bertemu lagi di Jakarta. Aku menunggumu membuat sebuah karya hebat." ujar Adi Nugroho dengan senyum diwajahnya.


"Kamu yang harus hati-hati Di, gadis-gadis Indonesia itu garang-garang." tawa Adam mewarnai detik-detik perpisahan itu.


"Emangnya sudah pernah diembat sama gadis garang?" canda Adi sembari menunggu sebuah bus yang akan membawanya ke bandara.


"Belum, tapi sebentar lagi, hehehe. Makanya aku sengaja memperkuat diri di sini agar kalau bertemu dengannya lagi aku sudah kuat dan tahan lama. Hahahaha." jawab Adam sembari tertawa terbahak-bahak.


"Baterai Alkalin kuat dan tahan lama. Atau semen Bosowa kuat dan kokoh ?" keduanya tertawa lalu berpelukan.


"Sungguh aku masih ingin disini Dam.Tapi surat permohonanku diterima di TGR Global Company baru-baru ini jadi aku harus kesana untuk mengikuti interview." ujar Adi sembari memandang jauh ke arah jalan dimana bus yang ia tunggu sudah mulai mendekat.


"Karyawan TGR juga katanya cantik-cantik Dam, Hahahaha. Cepatlah selesai dan ikut mendaftar jadi bagian dari Perusahaan besar itu."


Deg


TGR?


Adam tak bisa berkata-kata. Ia hanya tersenyum pada Adi Nugroho sang sahabat. Ia sangat mengenal TGR beserta orang-orang di dalamnya. Tetapi ia tak ingin mengatakannya. Menurutnya itu tidaklah penting.


Hatinya saja yang tiba-tiba berdesir aneh saat teringat akan gadis yang sangat dicintainya di sana. Apakah mungkin Adi Nugroho sang sahabat akan bertemu dengan Sarah disana?


Adi Nugroho seorang pria yang cukup tampan, cerdas, dan pandai merayu perempuan.


Entah kenapa ia merasa sangat tidak nyaman dengan perkataan Adi Nugroho tadi.

__ADS_1


"Dam, aku berangkat ya." Adi menepuk bahu Adam kemudian menaiki bus itu dan melambaikan tangan. Adam pun membalas lambaian tangan itu dengan perasaan aneh didadanya.


Ada apa dengan diriku?


Adam meninggalkan halte bus itu kemudian berjalan kaki ke apartemennya yang tidak jauh dari sana. Selama beberapa tahun ini ia dan Adi berbagi apartemen dan juga berbagi sewanya.


Adi banyak memberinya pengalaman. Termasuk mengajaknya bekerja paruh waktu di sebuah restoran ketika ia sedang libur kuliah atau saat musim panas tiba.


Papanya selalu mengirimkan uang padanya sebagai biaya hidupnya selama menuntut ilmu. Tetapi sama sekali tidak pernah disentuhnya. Ia mendapatkan beasiswa dan juga bekerja. Tak ada waktu baginya bersantai ataupun menghambur-hamburkan uang orangtuanya.


Sarah pun jarang dihubunginya karena ia sibuk belajar sambil bekerja.


Ia ingin melaksanakan ultimatum Om Gala Putra Raditya padanya. Yakni ia harus serius belajar dan kembali ke negaranya dengan sukses. Dan juga tidak boleh menghubungi Sarah agar putrinya itu bisa konsentrasi bekerja untuk masa depan karirnya.


Sarah aku merindukanmu, akankah hatimu masih milikku setelah sekian lama aku abaikan?


Setelah sampai di Apartemennya, Adam segera berangkat ke Restoran tempatnya bekerja sebagai waiters ketika musim liburan seperti ini tiba.


"Aku bekerja paruh waktu di sini. Silahkan nona apa pesanan anda?" ujar Adam berusaha untuk profesional. Ia tak mau dapat teguran dari bosnya kalau sedang bersandar bersama pelanggan.


"What? kamu jadi waiters? bahkan restoran ini pun bisa kamu beli Dam!" ujar Eci dengan wajah tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Adam di depan matanya. Menjadi seorang pesuruh di Restoran orang lain.


"Maaf, nona. Sebutkan saja pesanan anda secepatnya agar pekerjaanku bisa lebih mudah." ujar Adam dengan wajah datar.


"Baiklah. Berikan kami menu terbaik di Restoran ini. Dan kamu juga harus memberikan ku bonus Dam. Kamu tidak ingat ini hari ulangtahun ku?" Eci memandang wajah Adam yang sedang mencatat menu dari teman-teman Eci.


Semakin hari kamu semakin tampan dan dewasa Dam, bikin aku gimana gitu


Eci membatin sembari tersenyum samar. Ia bertekad untuk mendapatkan hati pria itu.


Setelah lama menunggu pesanan mereka. Adam pun datang bersama waiters yang lain membawa banyak menu pesanan Eci Karin dan teman-temannya.


"Dam, lihat sini!" seru Eci sambil mengarahkan kameranya ke arah Adam dan dirinya.

__ADS_1


Cekrek


"Makasih ya Dam." ujar Eci tersenyum kemudian mulia memposting di akun media sosialnya bersama foto-fotonya yang lain dengan para sahabat-sahabatnya dari berbagai negara. Dengan senyum bahagia ia menandai Adam dan juga Sarah di akunnya dengan note,


My Special birthday with the most handsome man in the world.


Sarah melemparkan handphonenya ke atas meja sampai menimbulkan bunyi keras di sana.


"Ada apa Sar?" tanya Gala sang Presiden Direktur dengan wajah penuh tanya. Baru kali ini putri sekaligus sekretarisnya bertingkah seperti itu saat sedang bekerja.


"Maaf Pak, ini handphonenya lagi mau dibanting." ujar Sarah dengan bibir komat-kamit kesal.


Pantas saja kamu tidak pernah hangat lagi Dam, ternyata kalian lagi asyik ya disana.


"Mungkin kamu butuh air dingin." ujar Gala dengan senyum diwajahnya. Ia melirik putrinya itu yang menelungkupkan wajahnya di atas meja.


"Boleh minta pulang duluan Pak?" tanya Sarah sembari mengambil tasnya dan bersiap pulang.


"Ini baru jam berapa?" tanya Gala sekaligus menegur karyawannya yang minta pulang lebih cepat sebelum waktunya.


"Aku mau meluk mama sekarang, hiks." ujar Sarah dengan mata berkaca-kaca. Gala langsung berdiri dari duduknya. Dan memandang putrinya lembut.


"Ada apa?" tanyanya dengan perasaan khawatir.


"Tidak ada apa-apa Pa, aku cuma mau pulang ke rumah sekarang. Mau ketemu Mama." jawab Sarah sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tak mau Papanya melihat kesedihan hatinya.


"Baiklah, pulanglah bersama Sopir." ujar Gala mengizinkan. Ia hanya bisa menarik nafas panjang.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍 😍😍

__ADS_1


__ADS_2