
Risma membuka pintu kamar mandi dengan wajah cerah se cerah mentari pagi. Ia langsung memeluk Vita yang menunggunya di depan pintu dengan wajah khawatir. "Alhamdulillah mba, garis dua." ia meneteskan air matanya karena bahagia luar biasa.
"Wah, selamat, sayang." jawab Vita dengan senyum tak kalah merekahnya dengan Risma. Ia juga meneteskan air mata haru.
"Sini deh Bu Risma, istirahat dulu, jangan lagi main olahraga yang melelahkan, kondisi ibu belum fit betul." ujar dokter Sukmawati yang justru membuat wajah Vita memerah malu. Karena dialah yang memaksa Risma hingga berakibat seperti ini. Untung bayinya selamat, kalau tidak? Oh No! ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
"Iya, Ris. Kamu sekarang harus banyak istirahat ya. Jangan lagi mau berolahraga seperti ini, olahraga yang lain aja yang ringan dan menyenangkan, okey?" ujar Vita menambahkan penjelasan dokter itu.
"Dan tadi hasil tes peck nya simpan sebagai hadiah untuk Deka." Risma mengangguk dan menyimpan hasil tes peck tadi ke dalam plastik transparan dan menyimpannya di atas nakas dimana masih banyak alat serupa di sana.
'Ini kok banyak sekali, dokter. Emang harus pakai banyak yah supaya hasilnya akurat?" tanya Risma bingung. Ia menatap kedua perempuan di depannya itu bergantian.
"Eh, ini punya aku, kata dokter aku harus mencobanya juga, hehehe." ujar Vita dengan senyum malu.
"Ibu lagi program hamil juga yah?"
__ADS_1
"Gak, cuma siap-siap aja sekalian koleksi macam-macam alat tes peck dari berbagai bentuk dan merek.hehehe." jawab Vita cengengesan ditatap seperti itu oleh dokter Sukmawati dan Risma Yanti. Ia langsung kabur ke kamar mandi sembari membawa dua alat itu.
OMG!
Semua yang ada di ruangan itu lari ke kamar mandi karena mendengar teriakan histeris dari Vita yang masih ada di dalam sejak beberapa menit yang lalu.
"Bu, Vita! Anda tidak apa-apa?" tanya Risma khawatir. ia terus menggedor pintu kamar mandi agar Vita segera membuka pintu itu.
"Sovia akan segera jadi kakak, Ris!" teriak Vita lebih histeris dari yang tadi.
"Tetap tenang ya, jangan sampai calon janin yang masih muda itu kaget dan tidak kuat di dalam sana."
"Kondisi ibu hamil beda-beda lho."
"Iyya dokter maafkan kami." jawab mereka berdua barengan.
__ADS_1
"Ya udah, minum Vitamin aja yah, ditambah minum susu untuk ibu hamil."
"Saya berdoa semoga semuanya sehat dan ngidam tidak macam-macam, kasihan nanti para suami keren itu." ujar dokter Sukma sembari tersenyum kemudian berdiri dan melangkah keluar setelah pamit kepada Nyonya muda yang masih belum percaya kalau sedang hamil juga seperti Risma. Padahal suaminya jago sekali menahan agar tidak jadi meledak di dalam.
"Hem, mas tak jewer nanti kalo pulang." gumam Vita dalam hati. Risma juga pamit kembali ke kamarnya tetapi Vita menahannya.
"Kita bikin kejutan yuk untuk para calon papa malam ini." ujar Vita sembari mengedipkan sebelah matanya. Risma tersenyum setuju. Ia mendekati Vita yang akan membisikkan sesuatu di kupingnya agar pembaca tidak mendengar rencana mereka berdua.
"Okey siap, beres Bu!" jawab Risma mantap.
🍁🍁🍁🍁🍁
Mana nih dukungannya untuk aku. Like dan komentar nya dikencengin dong supaya othor tambah semangat.
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1