
Sarah mondar-mandir di dalam kamarnya yang luas itu bagai setrikaan. Ia pusing dengan kelakuan suaminya itu.
Seorang pelayan sudah memanggilnya untuk turun ke lantai 1 rumah itu karena ayah dan ibu mertuanya datang untuk melihat sang pengantin baru.
"Dam, ayo lihat mama sama Papa, udah lama lho mereka nunggu." ujar Sarah sedikit kesal. Suaminya itu sedang mager atau malas gerak.
Adam, sang suami hanya berbaring di ranjang sembari bermain ML di handphonenya. Kebiasaan lamanya muncul lagi saat ia sedang bete' bad temper.
"Gak, aku gak mau turun." jawab Adam dengan mata tetap fokus pada objek di hadapannya. Sedangkan jari-jarinya tak berhenti bergoyang di layar handphonenya itu.
"Ih, kamu bikin aku kesal Dam, janjimu kan kamu mau bahagiain aku kan? ini baru juga berapa hari nikah kamu sudah bikin aku jengkel." gerutu Sarah dan langsung menjatuhkan dirinya di sofa.
Adam langsung menghentikan game Mobile Legendnya. Ia menaruh handphonenya di atas nakas lalu menghampiri istrinya.
"Aku gak mau turun karena mereka semua suka meledek aku sayang, aku gak betah sama mereka semua." ujar Adam dengan suara pelan, ia meraih dagu istrinya kemudian mengecup bibirnya lembut.
"Meledek bagaimana? masak sih mereka kayak gitu, Kak Rama sama Kak Andika?" tanya Sarah setelah Adam melepaskan tautan bibir mereka. Adam mengangguk sembari menghapus sisa salivanya dibibir sang istri dengan ibu jarinya.
"Mereka selalu meledek aku karena sampai sekarang belum juga berhasil MP dan nembus gawangmu sayang,"
Plak
Sarah langsung memukul lengan suaminya dengan keras.
"Adam?! itu alasan yang tak masuk akal, masak gitu aja baper, hhhh." Sarah langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan Adam sendiri di kamar itu karena kesal.
Sarah berniat menemui papa dan mertuanya tanpa Adam sang suami.
"Sayang, tunggu dulu, aku ikut," teriak Adam kemudian ikut turun menemui papa dan mamanya.
Sesampainya mereka dibawah. Semua orang menatap pasangan pengantin baru itu yang tiba tidak bersamaan.
"Mama, Papa." sapa Sarah sembari mencium punggung tangan Deka dan juga Risma Yanti sang mertua.
"Maaf, Mama sama Papa menunggu lama," ujar Sarah kemudian ikut duduk di samping Vita Maharani sang mama kandung.
__ADS_1
"Ah tidak apa, kami mengerti kok." jawab Risma sembari tersenyum.
"Nah karena kepala keluarga baru sudah datang dan bergabung sama kita disini, Aku sama Risma mau mengajak semua orang disini untuk keluar makan siang di sebuah tempat spesial," ujar Deka dengan senyum di wajahnya.
"Wah asyik, bisa lihat hal baru nih om," ujar Sovia cepat, ia memang ingin sekali refreshing di luar rumah setelah sibuk mengurus pernikahan sang adik yang dipercayakan padanya oleh sang Mama.
"Apakah ini bonus untuk panita acara kemarin Om?" lanjut Sovia sembari tersenyum lebar.
"Boleh dibilang begitu, semuanya dapat bonus dari pengantin baru kita," jawab Deka sembari menunjuk Adam sang putra.
"Kok aku sih, aku gak ngerti lho," ujar Adam yang masih bingung.
"Sudah, iyyakan saja Dam," ujar Rama yang kebetulan sedang berdiri disampingnya.
"Iyya deh, semua dapat bonus karena sudah jadi panitia acara yang militan, hihihi." ujar Adam sembari tersenyum cengengesan.
"Gimana? kita berangkat sekarang?" tanya Deka pada semua orang yang ada di tempat itu.
"Berangkat dong Om, mumpung kita masih liburan nih," seru Rara ikut nimbrung. Ia baru bergabung kembali di ruangan itu setelah memberikan ASInya pada sang putra.
"Siap-siaplah kalau begitu," ujar Deka sembari berdiri dari duduknya.
Semua orang terpukau dengan apa yang mereka lihat di hadapan mereka semua. Sebuah taman yang sangat luas dan indah dikelilingi oleh gazebo-gazebo tempat makan dan istirahat yang nampak begitu sederhana tetapi terkesan mewah.
"Ini apa Dek?" tanya Gala dengan pandangan mata takjub. Ia belum pernah melihat konsep resort seperti ini di ibukota negara ini.
"Ini kami namai Taman Cinta sang Gadis Pemimpi." jawab Deka sembari merentangkan tangannya memperlihatkan hamparan bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman yang sangat luas itu. Gala mengkerut, ia baru ingat kalau konsep ini pernah ia bahas bersama dengan Deka Roland bertahun-tahun yang lalu untuk Vita Maharani sang istri.
"Kamu mencuri ideku ya?" tanya Gala mulai nampak tak suka.
"Aku tidak mencuri pak Presiden Direktur TGR Global Company yang terhormat." jawab Deka dengan suara tenang. Ia selalu bisa memahami watak dari sepupu sekaligus besannya ini.
"Ini adalah kolaborasi dari ide-idemu untuk perempuan yang kamu cinta begitupun aku dan Adam. Dan tentunya Rama maupun Andika." jelas Deka dengan senyum diwajahnya.
"Taman ini aku buat sejak aku tahu Adam begitu mencintai putrimu, ini ingin kuhadiahkan untuk pernikahan Adam dan Sarah sebagai perwakilan dari wujud cinta kita para pria kepada para perempuan hebat yang sudah mendampingi kita selama ini. mengalami suka dan duka bersama." Deka meraih Risma Yanti kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang," ujarnya pada Risma yang membuat beberapa pasangan itu saling merengkuh pasangannya masing-masing dan mengucapkan kalimat yang sama.
Adam menggenggam tangan sang istri kemudian maju kedepan semua orang.
"Terimakasih Pa, terimakasih Ma, semoga perjalanan keluarga kami kedepannya menjadikan kalian sebagai contoh." ujar Adam dengan mata haru.
"Bahagia dan saling mencintai, serta saling percaya," lanjut Adam kemudian mengecup lembut kening istrinya.
"Iya sayang, " jawab Vita dan Risma Yanti bersamaan. Semua terharu dan ikut berdoa, semoga hubungan mereka bersama pasangan mereka masing-masing Sakinah sampai surga.
Triiing...
Ditengah keharuan mereka, sebuah bunyi musik yang sangat melankolis mengiringi sebuah tayangan di layar besar yang ada di hadapan mereka semua.
Ada yang histeris, dan ada juga yang terharu dengan tampilan adegan demi adegan di atas sana.
"Adam dan Sarah lucu banget ya?" ujar Rara pada suaminya, dari atas sana, berbagai gambar ditampilkan mulai dari masa-masa kehamilan Vita dan Risma sampai masa ngidam berjamaah antara Deka dan juga Gala.
Sarah yang lahir lebih duluan beberapa jam daripada Adam hingga video acara aqiqah mereka berdua di sebuah panti asuhan itu pun ada di atas sana.
"Mereka memang ditakdirkan bersama ya Di," ujar seorang perempuan cantik yang kebetulan juga sedang makan siang di tempat itu. Sebuah resort baru yang belum diketahui oleh banyak orang.
Perempuan cantik itu adalah Eci Karin yang juga ikut menonton video itu yang ditayangkan disebuah layar besar seperti Videotron.
"Iya Ci, kita doakan semoga Adam dan Sarah bahagia selamanya." ujar Adi Nugroho dengan senyum diwajahnya. Ia meremas tangan Eci yang berada di atas meja kemudian berucap,
"Will you marry me?" Eci tersenyum dan mengangguk,
"Yes, I Will,"
Cinta akan datang diantara mereka berdua seiring berjalannya waktu. Yang jelasnya mereka berdua ingin membuka hati untuk hati yang lain.
T A M A T
Tapi bohong, hehehe.
__ADS_1
Like dan komentarnya dong 😍😍😍😍😍
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍