
"Hany! maafkan aku kemarin ya sayang." ujar Vita Maharani yang sengaja membuat janji dengan sahabatnya itu di sebuah restoran dekat area Perusahaan.
"Aku maafkan." jawab Hany berpura-pura tidak ikhlas.
"Tapi ini gak akan ada gangguan lagi kan dari paduka raja?" lanjut Hany ragu. Soalnya ia takut saat mereka lagi asyik berdua eh tiba-tiba ada panggilan darurat dari pak GM yang punya sifat posesif melebihi siapapun itu.
"InsyaAllah tidak sayang, aku udah minta izin kok sama paduka raja dengan mengikuti protokoler yang amat ribet, hahahhaha." ujar Vita dengan tawa renyahnya.
"Emang kalo udah nikah seribet itu ya kalau harus jalan keluar?" tanya Hany penasaran.
"Ya iyalah sayang, istri yang baik itu harus selalu minta izin suami kalau mau kemana-mana apalagi keluar rumah dengan gadis macam kamu ini." jawab Vita sembari tersenyum miring.
"Hah? emang aku kayak gimana coba." tantang Hany dengan mata melotot.
"Kamu itu kan gadis bayarannya Pandu hahahhaha." sekali lagi Vita tertawa terbahak-bahak. Hany langsung cemberut.
"Aku pulang nih, dan lapor sama pak GM kalau istrinya disini lagi berduaan." gerutu Hany dengan bibir manyun.
"Lapor aja sana biar si paduka raja cepat datang dan membawaku ke kamar dan aaaakh." Vita semakin menggoda Hany yang masih berotak polos itu. wajah Kepo Hany langsung cerah.
"Jadi kemarin itu pak GM meminta mu kembali ke ruangannya untuk uuh aah gitu ya?" tanya Hany tersenyum aneh.
"Ih gadis perawan kok tanyanya gitu sih, gak malu apa?" Vita melempari wajah Hany yang tiba-tiba bermuka omes dengan kentang goreng.
"Kamu yang mancing ya. Dasar bumil omes." gerutu Hany balas menuduh Vita omesh.
"Eh, kalau kamu udah nikah pasti akan begitu juga kali, gak mau jauh-jauh sama ayang beb, apalagi kalau dia bikin kamu ketagihan hmmm, auto gak bisa keluar kamar." ujar Vita narsis.
"Astaga Bumil ini ckckck..." Hany menggelengkan kepalanya dramatis.
"Kita mau ngomongin cuaca ranjang kamu aja sama pak GM atau mau dengerin curhatan aku nih." Hany berusaha mengalihkan pembicaraan, ia malu membicarakan hal yang sensitif seperti ini. Takutnya ia juga mau padahal belum punya pasangan sah, kan berabe jadinya.
"Kalau kita belum selesai trus si suami posesif mu itu minta kamu pulang gimana dong." lanjut Hany lagi dengan mengalihkan pandangannya keluar jendela restoran itu.
"Gak akan, Han. Aku udah bikin ia kenyang pagi tadi, kecuali kalau beliau mau minta nambah sih hihihi."
Hany hanya mencebik, lagi-lagi Vita membahas yang uhuk-uhuk. Dia kan jadi pengen juga Huh.
"Lagipula pak GM si paduka raja itu ada janji makan siang di luar dengan investor dari luar negeri itu jadi hari ini kita bebas." lanjut Vita dengan wajah sumringah. Ia betul-betul ingin bersama Hany selama beberapa jam ini sebelum ia istirahat total di rumah karena usia kehamilannya sudah sangat tua dan akan segera melahirkan.
"Nah, sekarang ceritakan apa yang mau kamu ceritakan padaku, Hany Zainuddin." Vita mulai memasang wajah serius. Bersiap mendengarkan keluh kesah sang sahabat.
"Kayak ngabsen aja pakai nama lengkap gitu." balas Hany tersenyum lucu.
"Ayo cepetan, aku sudah siap 86 ini."
__ADS_1
"Aku mulai darimana yah, jadi bingung lihat wajah kamu itu Vit."
"Mulai gak!" Vita melempari wajah Hany lagi dengan kentang goreng yang langsung ditangkap gadis itu dan, "Hap." Hany langsung mengunyah kentang itu dengan penuh drama seperti bintang iklan di Televisi.
"Kamu kenal baik kan sama Pandu?" tanya Hany mulai berwajah serius.
"Oh tentu saja. Kami sahabat sejak SMA. kenapa emangnya?"
"Orangnya baik gak sih?"
"Seratus Persen baik."
"Pernah punya pacar?"
"Setahuku sih belum pernah."
"Kok jago ngegombal sih."
"Na na na...wahhh ada kemajuan. Pandu udah mulai gombalin kamu yah?" tanya Vita penasaran. Ia menaik turunkan alisnya dengan gaya lucu.
"Iyya tapi booong, hahha."
pletak
"Awwww. Kok aku di jitak sih." teriak Hany kencang sampai pengunjung yang lain ikut memperhatikan mereka yang cukup ribut padahal cuma berdua.
"Sekali lagi kamu gak serius, kamu yang bayar semua makanan ini."
"Ih sereeem kali Mak, masak Nyonya GM seorang istri sultan minta ditraktir sih, gak level banget." Hany mencibir dengan wajah menyebalkan.
"Kamu sih bikin aku naik darah." kesal Vita cemberut.
"Biar aku yang bayar semuanya!" ujar seseorang yang tiba-tiba ikut bergabung diantara mereka berdua. Keduamya menoleh mencari sumber suara.
"Kamu?" teriak Hany dengan suara tercekat di tenggorokan.
"Miss you Han." ujar orang itu yang tak lain adalah Arman sang mantan.
"Boleh aku gabung sama kalian?" tanya Arman berbasa-basi karena tanpa diizinkan ia sudah menarik kursi kosong dan duduk di sana dengan tampang angkuh. Vita menatap Hany dengan pandangan bertanya.
"Kenalkan aku pacarnya Hany." ujar Arman dengan rasa percaya diri tinggi. Ia memperhatikan wajah ibu hamil yang sangat cantik itu dengan pandangan lain dari yang lain.
"Ehem." Vita berdehem. Ia tak suka ditatap oleh laki-laki seperti itu.
"Kenalkan ini sahabat aku." ujar Hany berusaha mencairkan suasana yang cukup tegang baginya.
__ADS_1
"Oh hai. Aku Arman." ia mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Vita tetapi ibu hamil itu hanya menangkupkan tangannya di depan dada. Arman menurunkan tangannya yang menggantung di udara dengan perasaan keki.
"Santai saja, makan yang kalian mau apapun aku yang bayar." ujar Arman dengan wajah angkuh. Dua perempuan itu langsung berpandangan lagi dan Tiba-tiba kehilangan selera makan.
"Hei kenapa? apa aku kelihatan miskin? hingga kalian tidak mau makan kalau aku yang traktir?" tantang Arman dengan wajah mulai kesal karena didiamkan oleh dua perempuan cantik itu.
"Man, bisa gak kamu gak gangguin kami." ujar Hany akhirnya. Ia merasa tidak nyaman dengan sahabatnya Vita Maharani yang betul-betul menyempatkan dirinya untuk menemaninya jalan ini.
"Oh jadi aku mengganggu yah? tega kamu Han." Arman mulai menampilkan wajahnya yang sangat menyebalkan.
"Hei ibu hamil cantik. Tahu gak Hany ini meninggalkan aku tanpa sebuah kata putus. Padahal ngakunya akulah cinta pertamanya yang tak akan bisa ia lupakan dan kamu tahu? Ia sekarang menjalin hubungan dengan temanku sendiri. Hebat kan?"
"Arman jaga mulutmu!" teriak Hany di depan wajah laki-laki itu. Ia sudah lama diam akan perlakuan Arman padanya dan sekarang ia ingin mengakhiri semuanya.
"Kamu yang menghianatiku, kamu yang meninggalkanku kenapa kamu balik menyalahkan aku hah!" tuding Hany dengan wajah emosi. Vita sampai melongo melihatnya. Ia tak pernah melihat Hany seperti ini sebelumnya.
Arman menyeringai, ia langsung menangkap lengan Hany dan mencengkeramnya kuat hingga Hany meringis menahan sakit.
"Kamu milikku dan selamanya akan begitu. Paham kamu?" ujar Arman lalu mendorong tubuh Hany hingga terjatuh ke lantai.
"Hei beraninya sama perempuan ya!" ujar Vita sembari berdiri dari duduknya dan dengan susah payah ia membantu Hany bangun.
"Dasar bajingan tengik!" umpat Hany emosi sambil berusaha berdiri dengan cepat dan kemudian membantu Vita yang kesulitan karena perutnya yang besar. Arman menghampiri mereka berdua dan menarik tangan Hany kasar hingga pegangannya pada Vita terlepas dan membuat ibu hamil itu malah terjerembab ke lantai.
"Awwww.!" teriak Vita kesakitan. Ia sampai jatuh terduduk dan mengalami kontraksi.
"Han, tolong!" teriak Vita kesakitan. Ia memegang bawah perutnya yang terasa sangat nyeri.
"Vit!" Hany menghentakkan tangannya yang dipegang oleh Arman kemudian lari kearah Vita yang sedang kesakitan.
"Tolong!" hubungi ambulans." teriak Hany panik kepada semua yang ada di restoran itu.
"Tenang Vit, tarik nafas ya," Hany mempraktekkan cara menarik nafas saking paniknya. Ia segera meraih handphonenya yang ada di atas meja.
"Ris. Hubungi suamimu. Bilang Nyonya GM kecelakaan." Ia mematikan sambungan telepon itu sepihak padahal diujung sana Risma masih berteriak minta penjelasan. Ia tidak tahu harus menghubungi siapa karena karyawan seperti dirinya tidak mungkin mempunyai no. Pak GM suami Vita Maharani.
"Tarik nafas sayang, sebentar lagi pertolongan akan datang." hibur Hany kepada Vita yang meringis menahan sakit apalagi ada banyak cairan putih bening yang keluar dari jalan lahirnya.
---Bersambung---
🍁🍁🍁🍁🍁
Mana nih dukungannya readers tersayangnya othor. Like dan komen dong...
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1