
"Maass aaaakh," ujar Vita disela-sela dessaahan dan rintihannya ketika Gala mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang cukup membakar dan memancing hasratnya. Gala sangat senang jika melihat istrinya itu merintih dan menyebut namanya berkali-kali menikmati sesuatu yang luar biasa yang ia lakukan padanya. Hingga pandangan mata memohon yang diberikan istrinya itu ia lihat barulah ia hentikan kegiatannya dan melanjutkannya dengan yang lebih ekstrim.
Malam itu hanya teriakan nikmat yang kedengaran di dalam kamar mereka berdua hingga ritual berakhir dengan raut wajah puas terlihat bagi keduanya, barulah Gala mulai berbicara,
"Besok pagi ikut aku ke Perusahaan ya sayang?" ujar Gala sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua yang sudah polos bersimbah keringat.
"Hum."
"Mr. Takeshi dan keluarganya akan datang untuk menyapa kita, katanya istrinya kangen ingin bertemu." ujar Gala dan langsung membuat Vita membuka matanya dengan bersemangat. Padahal tadi ia sudah kecapaian dan minta ampun sama suaminya itu karena meskipun berumur tetapi tenaganya belum juga berkurang jika berhubungan dengan yang satu ini.
"Beneran mas?" tanya Vita antusias.
"Ya iyalah, masak sih aku bercanda padahal aku udah dimanjain kayak tadi." Gala merubah posisi tubuhnya agar miring dan bisa menatap wajah istrinya itu yang baru saja ia kunjungi.
"Hum, kita nanti jamu pake apa ya?" tanya Vita dengan wajah berkerut tanda sedang berpikir. Ia sangat ingin memberikan pelayanan prima bagi keluarga kolega suaminya itu yang berasal dari negeri Sakura.
"Gak usah repot-repot. Bawa aja ke Restorannya Sovi kan cepat beres tuh."
"Oh iya ya mas, ide yang bagus sekalian promosi hehehe." ujar Vita sembari tertawa renyah. Gala ikut tersenyum dan merapatkan kembali tubuhnya ke istrinya itu. Dengan lembut ia labuhkan bibirnya diantara bibir istrinya yang tak pernah puas ia cecap dan *****. Meskipun anak-anak mereka sudah dewasa tetapi mereka tak pernah absen melakukannya. Minimal tiga kali seminggu atau bahkan lebih.
"Sekarang tidur ya." ujar Gala saat melepaskan tautan bibir mereka.
"Makasih sayang," lanjut Gala kemudian mulai menutup matanya sambil tangannya memeluk erat tubuh istrinya di bawah selimut. Vita tersenyum mengucap banyak syukur di hatinya. Suaminya selalu memperlakukannya istimewa. Meskipun kadang mereka juga berdebat untuk sesuatu hal, menurutnya itu lumrah agar hubungan mereka tidak monoton dan membosankan. Ia juga mulai menutup matanya setelah balas mengecup bibir suaminya lembut, berharap mereka semua masih panjang umur dan dibangunkan dari tidur mereka dalam keadaan sehat.
🍁
Mr. Takeshi dan istrinya serta seorang pemuda tampan berdiri di hadapan dua pasang suami istri yang paling berbahagia, Gala Putra Raditya dan istrinya Vita Maharani serta Deka Roland dan istrinya Risma Yanti.
__ADS_1
"Silahkan duduk Mr.Takeshi." ujar Gala mempersilahkan tamu spesialnya untuk duduk setelah saling menyapa dan berpelukan.
"Terima kasih Mr. Raditya. Kami sangat senang datang ke negara anda. Istri saya sangat ingin bertemu dengan para istri-istri hebat ini yang telah mendampingi para suami bekerja keras." ujar Mr.Takeshi dengan raut wajah bahagianya.
"Kami juga rindu pada Mrs. Asami, rindu memasak makanan tradisional bersama." timpal Vita sedang wajah tak kalah bahagianya.
"Dan juga tentu saja kami ingin bertemu dengan putra anda Akihiko." lanjut Risma dengan senyum terkembang. Tiga pasang keluarga itu memutuskan untuk makan siang di Resto D'Sov. Vita Maharani yang paling antusias pada acara makan siang itu. Ia ingin para tamunya itu mencoba semua menu andalan Restoran yang dipimpin oleh putrinya itu.
🍁
Az-Zahra Aisyah alias Rara berdiri diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun di hadapan Rama Putra Tama di dalam ruangan kerja manager Divisi Riset dan Pengembangan itu. Rama yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya tidak menyadari kalau gadis kriwil yang sudah lama ia cari bahkan sudah ia laporkan ke pihak berwajib itu sudah datang dan menyerahkan dirinya sendiri.
"Maaf tuan Rama." ujar Rara akhirnya karena keberadaannya selama beberapa menit di situ belum disadari oleh yang punya ruangan. Rama mendongakkan kepalanya dan melihat sosok yang sudah lama ia ingin beri pelajaran itu muncul sendiri dihadapannya. Dengan cepat ia berdiri dan menatap tajam Rara yang tampak kusut saat itu.
"Hebat!" ujar Rama sembari bertepuk tangan. Wajahnya mengeras karena emosi yang ada dari dalam dirinya ingin keluar dan memberontak.
"Akhirnya sang pencuri datang sendiri." lanjutnya lagi dengan nada menghina. Ia segera menghampiri gadis kriwil yang ia rindukan sekaligus ia benci itu dengan cepat. Sedangkan Rara sendiri hanya berdiri tanpa memberi respon pada penghinaan dari manager dan penerus TGR Group itu.
"Apakah polisi yang menemukanmu atau ini inisiatifmu sendiri untuk datang kemari?" tanya Rama masih dengan pandangan mata marah.
"Aku yang punya inisiatif sendiri tuan. Aku datang untuk mengembalikan uang anda." jawab Rara tegas dengan berusaha menahan air mata yang rasanya siap meledak dan menghambur keluar dan menghancurkan pertahanannya.
"Anda bisa memeriksanya. Tidak berkurang sepeserpun." jawab Rara lagi yang membuat Rama memukul meja di hadapannya dengan perasaan kesal.
"Aku tidak meminta uang itu kembali asalkan kamu mengikuti kemauanku!" ujar Rama dengan nada suara yang agak tinggi. Rara jadi merinding dibuatnya. Masalah Reksadana saja belum selesai ini kenapa ditambah dengan kelakuan aneh dari kakak sahabatnya ini.
"Mohon maaf tuan Rama. Yang kita sepakati kemarin itu tidak berlaku lagi dan aku tidak bisa menjadi obat sakit hati anda karena aku juga tidak menjamin perasaanku saat ini." ujar Rara dengan berusaha tersenyum. Ia sudah tidak ingin berlama-lama di ruangan itu. Ia ingin segera pergi dan menemui Reksadana supaya papanya cepat keluar dari penjara.
__ADS_1
"Ini tuan uangnya. Dan terima kasih sudah pernah membuat aku melihat uang sebanyak itu. Permisi!" Rara mengangkat tas besar itu ke atas meja dan berniat meninggalkan tempat itu, tetapi dengan cepat Rama mendahului gadis itu ke arah pintu dan menguncinya.
"Kamu tidak boleh kemanapun sebelum aku izinkan, mengerti?" ujar Rama dengan pandangan mengintimidasi. Ia yang punya rencana melalui uang itu ia bisa dekat dan mendapatkan Rara malah akan berakhir seperti ini, tak akan ia biarkan, cukup sudah hari-harinya kacau karena bayangan gadis ini.
"Tapi aku ada urusan lain tuan. Biarkan aku pergi. Kumohon." dengan mata berkaca-kaca Rara mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Ia sungguh ingin mengakhiri masalah yang melibatkan keluarganya dan keluarga Reksadana itu. Rama menggelengkan kepalanya ia bahkan memohon dengan sangat pada Rara agar tetap tinggal.
"Kumohon Ra, aku menyukaimu. Plis jangan pergi." akhirnya kata-kata pengakuan itu keluar juga dari mulut Rama Putra. Ia dengan cepat meraih tubuh mungil itu kedalam pelukannya lalu berbisik,
"Aku mau kamu jadi istriku, mau ya?" bujuk Rama dengan pandangan memohon. Otaknya sudah buntu tak tahu cara lain untuk mengikat gadis pencuri hatinya ini.
Dengan pelan ia mendaratkan sebuah kecupan singkat dibibir gadis yang sudah berhasil mencuri hatinya itu. Rara awalnya menutup rapat bibirnya hingga Rama tidak bisa berbuat banyak. Tetapi tiba-tiba ia mengingat dirinya yang sebentar lagi akan menjadi menantu Reksadana dengan rasa sakit di hatinya ia malah membuka bibirnya kemudian membalas ******* pria tampan di depannya itu meskipun ia sangat amatir. Tangannya ia kalungkan di leher Rama sedangkan Rama yang sudah terbakar mulai menahan tengkuk gadis kriwilnya dan mendorongnya ke tembok agar mereka bisa melakukannya dengan nyaman.
Rasa sakit hati pada diri karena takdir buruk yang menghantuinya membuatnya lupa diri. Rara ingin melupakan semua hal yang menyakitkan hatinya akhir-akhir ini. Hingga mereka berdua kehabisan oksigen barulah gadis itu sadar telah melakukan hal yang terlarang. Dengan gerakan cepat ia melepaskan diri dan segera membuka pintu dan lari meninggalkan Rama dalam keadaan yang cukup kacau.
"Oh, Shiiit! sampai kemana pun aku akan tetap mencari mu Az-Zahra Aisyah!" teriak Rama sambil meraup wajahnya kasar.
----Bersambung---
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai readers tersayangnya othor, Mohon dukungannya di kencangkan dong...
Like dan beri komentar...
But wait, tak bosan othor promosi karya othor nih yang satu lagi sapa tahu belum mampir
EX Mafia Hot Daddy di aplikasi ini juga di Noveltoon kesayangan kita semua.
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍