Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 31 Calon Mertua Beraksi


__ADS_3

"Waduh cowok tampannya mama, mmmuahhh" Vita menciumi pipi gembul Rama sampai kemerah-merahan. Ia sudah mendandaninya dengan sangat manis dan cute.


"Da da nenek" ujar Vita seraya melambaikan tangan mungil Rama di depan Bu Dewi.


"Da da da da,"'ujar Rama menirukan ucapan mamanya. Bu Dewi jadi semakin gemes dan menambahkan kecupan sayang di pucuk kepala Rama.


"Kamu gak papa selalu bawa Rama kemana-mana? tanya Bu Dewi saat mememani Vita menunggu Grab pesanannya.


"Emang kenapa Bu?" tanya Vita sedikit bingung dengan pertanyaan ibu kostnya ini.


"Kamu dikira adalah ibu kandungnya Rama dan cowok pada menghindari mu karena mereka pikir kamu sudah bukan gadis lagi" ada nada khawatir dalam suaranya. Ia takut Vita tidak laku-laku.


Vita Maharani tersenyum lucu, ia bahkan tidak pernah kepikiran akan hal itu.


"Tak apalah Bu, saya juga masih mau berdua aja sama Rama"


"Kalaupun ada yang mau sama Vita, yah dia harus mau menerima Rama juga" Ujar Vita menerawang. Ia juga berharap ada yang mencintainya dengan tulus.


Tiba-tiba sekelebatan bayangan Gala sang GM yang tersenyum miring padanya membuatnya tersipu. Perlahan ia menggelengkan kepalanya takut Bu Dewi melihat raut wajahnya yang berubah merah.


"Permisi, atas nama ibu Vita Maharani?" ujar seseorang dari balik pagar yang ternyata adalah driver pesanannya.


"Iya, mas. betul" Jawab Vita sambil berdiri menggendong Rama. Mereka berdua katanya mau ke Time Zone untuk bermain sampai puas mumpung lagi hari libur.


"Da da da da" Sekali lagi Rama berpamitan seraya mencium dan meletakkan punggung tangan Bu Dewi di dahinya, orang yang dianggapnya sebagai neneknya sendiri.


Mereka berdua sampai di Mall terbesar di ibu kota dalam waktu beberapa menit.


Setelah cukup puas dan lelah bermain, Vita mengajak Rama untuk makan di restoran fast food.


"Halooo sayang?" Tante Ninick menyapa Rama yang sedang duduk dalam stroller sendirian. rupanya Vita meninggalkannya sendiri karena sedang mengambil pesanannya di Counter makanan.


"Nye Nye Nye, Ama ma ma matang" Rama berceloteh lucu yang mungkin hanya mamanya sendiri yang tahu ia ngomong apa.


"Mama dimana sayang?" tanya Tante Ninick seolah-olah Rama mengerti pertanyaan nya. mereka berdua saling bercanda dengan gaya bahasa masing-masing.


"Mama ngapain di sini?" tanya Reno Sebastian putra semata wayangnya.


"Dan ini anak siapa ma? ko' berani sih ditinggal sendiri" ujar Reno sewot.


"ini nih anak yang pernah mama ceritakan waktu itu"


"Oh, yang itu? siapa sih orang tuanya?"

__ADS_1


"Ceroboh sekali, bagaimana kalau ada penculik anak kan jadi repot"


"Hush jangan ribut, tuh mamanya sudah datang" ujar Ninick seraya mengarahkan pandangannya ke arah dimana Vita datang dengan membawa nampan berisi makanan. Reno dibuat melongo, sungguh ia tak percaya kalau mama anak ini adalah Vita Maharani, gadis incarannya selama ini.


"Hai, Tante ko' bisa ketemu disini?" Vita menyapa Ninick sambil menaruh nampan makanan di atas meja.


"Oh, ini kita mau makan juga dan lihat Rama ada di sini, jadi Tante samperin deh" jawab Ninick. Vita tersenyum dan melirik ke arah seseorang yang berdiri kaku di samping Tante Ninick.


"Hai, Ren" Sapa Vita ramah sambil memperbaiki letak duduk Rama.


"Hey, kalian sudah saling kenal yah?" tanya Ninick terheran-heran.


"Iya ma, Vita ini teman SMA nya Reno dulu" Jawab Reno tanpa mengalihkan tatapannya ke wajah Vita. Ninick merasa ada yang aneh pada tatapan itu.


"Betul itu Tante kami dulu satu kelas, kemudian Vita pindah ke kota ini" Vita ikut membenarkan jawaban Reno.


"Dulu Reno tinggal sama kakek dan neneknya di kota M" Ninick menjelaskan dengan singkat.


"Ma mamma Ama mau matang" ternyata Rama juga mau ikut nimbrung setelah lama dicuekin. semua orang tertawa kecuali Reno yang kelihatan bingung dengan status Vita sekarang.


Vita pun menyuapkan nasi dan potongan kecil daging ayam ke dalam mulutnya.


Ninick memukul bahu Reno pelan, yang kelihatannya sedang melamun.


"Kamu gak pesan makanan sayang?" tanya Ninick dengan pandangan curiga.


"Lho, kok cuma ketemu temen lama bisa langsung kenyang yah" Ninick masih berusaha memancing Reno yang kelihatan aneh.


"Rama ini anak kamu Vit?" tanya Reno setelah lama terdiam. Ia tak mau berspekulasi sendiri.


"Iya Ren, Rama ini memang anak aku" jawab Vita singkat. Senyum kecut kembali menghiasi bibir Reno dan Ninick bisa menangkap ekspresi itu. Ia melihat kekecewaan pada wajah putranya.


Ninick berusaha mencairkan suasana, Ia menyuruh Reno segera ke counter makanan untuk memesan makan siang. Ia ingin bicara berdua dengan gadis ini.


"Papanya Rama mana? lagi kerja yah?" Vita tersenyum kemudian menjawab.


"Papanya Rama udah tidak ada Tante"


"Oh, maafkan Tante Vit, kalau pertanyaan Tante, membuat mu bersedih.


"Gak papa Tante, saya biasa aja ko'"


"Mama Ama mau minyummm" Rama menginterupsi lagi, Vita segera memberinya minum.

__ADS_1


"Wow, hebat. Rama pintar makannya" Ninick berujar seraya mengangkat piring Rama yang sudah kosong.


"Iya, tante. Rama memang suka makan, pantas tubuhnya embul" Vita tertawa renyah. Ia bersyukur Rama tumbuh dengan sehat dan tidak pernah merepotkan nya.


"Tante mau ngundang kamu makan malam, boleh gak?" Ninick bertanya seraya memandang penuh harap kepada Vita.


"Eh?" Vita merasa hubungannya dengan Tante Ninick belumlah terlalu akrab walaupun mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.


"Kami ingin mengadakan pesta ulang tahun untuk Reno, sederhana aja sih cuma makan malam keluarga"


"Kamu mau kan?" tanya Ninick dengan penuh harap.


Vita bimbang. Sebenarnya ia sudah berjanji sama Miska untuk tidak bertemu lagi dengan Reno. tapi ini?, rasanya tidak sopan menolak undangan orang yang sangat baik ini.


"Baiklah, Tante. Vita mau" jawab Vita pada akhirnya. "Niatkan saja kamu ingin menyenangkan hati mamanya Reno, bukan anaknya" bisiknya dalam hati.


Ninick juga memaksa mengantarkan Vita dan Rama pulang ke kostan nya setelah membelikan banyak mainan untuk Rama. Vita jadi merasa sangat sungkan dibuatnya.


"Mama tahu, kamu ada perasaan sama Vita" Ujar Ninick dengan senyum samar setelah Vita turun dari mobil.


"Sedari tadi kamu aneh, tau gak?" Reno masih diam tidak mengkonfirmasi.


"Jadi dia calon menantu mama? yang katanya super baik hati itu?" Ninick terus mencecar Reno dengan banyak pertanyaan, tetapi Reno tetap tak bergeming.


"Kamu dengar gak sih?" Ninick memukul lengan Reno dengan tas tangan yang sedari tadi digenggamnya.


"Eh, iya ma" Reno tergagap. ia tak ingin membahas ini. ia masih shock melihat gadis cinta pertamanya ternyata sudah mempunyai seorang anak.


"Vita itu sudah tidak mempunyai suami, mama tidak keberatan kalau dia mau jadi menantu mama" Ninick berusaha menahan senyumnya melihat raut wajah Reno yang berubah sumringah.


"Jadi?" Reno tidak melanjutkan pertanyaannya.


"Ia mama setuju dan juga suka sama Vita. dia gadis yang baik"


"Dan juga mama bisa langsung punya cucu yang lucu" Tawa Ninick memenuhi udara dalam mobil.


Reno bersenandung senang dalam hati. pipinya memanas karena bahagia luar biasa. Sebentar lagi ia akan menjadikan Vita pendamping nya.


🍁🍁🍁🍁🍁


menurut readers tersayang, Tante Ninick itu orangnya kayak gimana sih?


Jangan lupa, like, komen, kasih hadiah and vote.

__ADS_1


kasih tap favorit dan juga rate bintang 5 yah


Entar kita lihat, Reno berhasil gak dapetin hati Vita Maharani...


__ADS_2