
Miska Todler dan Gala Putra Raditya sedang duduk menanti pesanan mereka. Suasana makan malam romantis mereka lakoni dengan cukup baik. dua buah lilin yang terpajang indah menambah kesan istimewa malam itu.
Miska Todler tampak sangat memukau malam ini. Gaun biru malam yang cukup terbuka di area bahu menampilkan kulitnya yang putih mulus. ada kalung berlian indah melilit cantik di lehernya yang jenjang.
Begitu pun yang tampak pada penampilan Gala Putra Raditya malam ini. Ia juga mengenakan setelan jas berwarna senada dengan gaun yang dipakai Miska Todler, sepupu sekaligus tunangannya. mereka menampilkan kesan yang sangat bagus dari luar entah kalau dari dalam.
Mereka sengaja tidak memesan ruangan khusus agar mereka bebas di konsumsi oleh khalayak ramai. Pencitraan yang sangat bagus.
Di pojok sana di meja nomor 05. kebahagiaan begitu terasa. Reno yang sedang berulang tahun yang ke 24 tampak sangat senang. kehadiran Vita Maharani, gadis impiannya selama ini ada bersamanya beserta Papa dan mamanya merayakan hari jadinya.
"Pa, kenalin ini Vita Maharani. Teman istimewanya Reno" Reno berdiri dan membungkuk ala pangeran ke arah Vita Maharani.
Vita yang tak menyangka akan diperlakukan sangat istimewa oleh keluarga Reno merasa tidak enak hati. Ia yang memang tak ada rasa pada Reno merasa terjebak di situasi seperti ini. dengan canggung ia berdiri dan ikut membungkuk ke arah kedua orang tua Reno.
"Salam kenal, Om" ujar Vita dengan suara pelan. Sebastian mengangguk seraya tersenyum.
"Semoga hubungan kalian awet dan bahagia" ujarnya sambil mempersilakan Vita dan Reno untuk duduk kembali.
"Amin" jawab Reno cepat. ia langsung mendapat pandangan tajam dari Vita. ia hanya nyengir dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ayo kita makan dulu" Tante Ninick berujar seraya mempersilakan semua orang untuk menikmati hidangan istimewa yang sudah tertata cantik di atas meja.
Entah siapa yang telah mengatur acara ini. yang jelasnya Gala merasa ini sedikit di luar ekpektasi nya ketika Miska mengajaknya untuk berdansa.
Musik romantis mengalun dengan indah. memancing beberapa pasangan yang sedang bahagia untuk berdansa.
Gala melangkah ke lantai dansa dengan sangat terpaksa. Demi nama yang sudah dicoreng oleh Sashi Aurora sialan itu ia kini berada di sini berdansa dengan sepupunya sendiri.
Mata Gala seakan ingin melompat dari tempat nya ketika ia melihat Vita sedang menuju lantai dansa juga bersama Reno mantan asisten mamanya.
Pandangan mata keduanya terpaut sama lain. Debaran jantung mereka seakan mampu mengalahkan alunan musik romantis itu.
Dua pasangan itu bertemu di lantai dansa. Rasa canggung dan gugup sama-sama mereka rasakan.
Miska secara impulsif melepaskan tangan Rama dan melangkah menuju Reno. ia menggeser tubuh Vita ke samping dan menggantikan posisinya yang siap berdansa.
"Happy Birthday Reno" bisik Miska merdu di telinga Reno. ia membawa tangan Reno ke pinggangnya sedangkan tangannya sendiri ia kalung kan ke leher Reno. Vita bernafas lega. ia bisa lepas dari Reno tanpa ia sangka-sangka.
__ADS_1
"Maaf, permisi" Vita berlari ke arah toilet restauran. Ia ingin meredakan kegugupannya di sana.
Setelah cukup lama di dalam toilet. Vita keluar dengan wajah segar. Tiba-tiba tubuhnya didesak oleh seseorang ke arah dinding. Ia ingin berteriak tetapi mulutnya sudah dibungkam oleh mulut Gala. bibirnya dilu* mate habis oleh Gala.
Vita sampai kehabisan nafas, ia mendorong tubuh Gala yang mengungkungnya dengan sekuat tenaga.
"Sudah aku bilang jangan pernah berhubungan dengan laki-laki lain!" ujar Gala menyeringai sembari mengusap bibir Vita yang masih basah dan sedikit bengkak dengan menggunakan ibu jarinya.
"Itu hukuman untuk mu" tandas Gala dengan senyum miring nya.
"Memangnya apa hubungan kita, pak?" tanya Vita dengan suara bergetar. Ia belum bisa mengendalikan irama jantungnya yang menggila.
"Hubungan kita hanya sebatas bos dan bawahan, tidak lebih!" ujar Vita sembari menepis tangan Gala yang masih berada di tengkuknya.
"Bapak bebas bersama gadis mana saja, sedangkan aku?"
"Oh, kamu cemburu? Iya?" Gala bersorak senang dalam hati. Ia berharap Vita merasakan hal yang sama dengan dirinya.
"Tidak akan" Vita menjawab sembari menghentakkan kakinya sebal. Ia meninggalkan Gala sendirian dengan perasaan kacau.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pria yang memakai setelan hitam-hitam mulai dari kacamata sampai sepatunya itu menyerahkan sebuah amlop coklat yang berisi beberapa informasi yang ia peroleh selama mengikuti Vita Maharani secara diam-diam.
Gala membuka amlop itu dengan cepat. merobeknya dengan tidak sabar hingga menimbulkan sobekan yang sangat tidak simetris. Terdapat beberapa gambar Vita bersama beberapa orang yang berbeda.
Mata Gala memicing marah, tangannya tanpa sadar meremas gambar-gambar yang kemungkinan besar diambil dari jarak jauh hingga hanya tampak sosok Vita saja yang ia sangat kenal di dalamnya, beberapa gambar laki-laki berbeda yang tertangkap kamera kurang begitu jelas.
"Kerjamu tidak becus!" Gala menggeram kesal.
"Berapa hari yang kau habiskan dan hanya mendapatkan gambar ini, Hah!" Pria yang bernama Blacky itu menunduk . Ia tak berani menatap mata Gala yang siap menerkam nya kapan saja.
"Bahkan gambar laki-laki yang bersamanya saja tidak ada yang tampak jelas!"
"Yang terlihat hanya punggung dan kepalanya" Gala mendengus kesal.
"Kamu ikuti kemana saja target mu itu?" Gala sudah mulai menurunkan volume suaranya. wajahnya pun sudah tidak sekeras tadi. Blacky masih bertahan tidak ingin menjawab tapi gerakan tubuhnya menunjukkan ia sedang gelisah.
__ADS_1
Gala berdiri dari duduknya dan mencengkram kerah kemeja hitam si Blacky.
"Ayo jawab, kemana saja kamu mengikuti Vita ku?!!" emosi Gala kembali memuncak melihat tingkah Blacky yang mencurigakan.
"Saya mengikutinya sampai toilet, Bos!" Jawab Blacky dengan suara bergetar tetapi tampilan wajahnya masih kaku bak kanebo kering.
Plakk
Sebuah tamparan keras mendarat cantik di pipi Blacky hingga membuat pipinya yang hitam menjadi ungu. Tangannya bergerak ingin menyentuh pipinya yang terasa panas. tapi ia tak berani. Ia hanya meringis pelan.
"Berani kamu! jangan bilang kamu juga mengambil gambarnya di sana" Teriak Gala frustasi. Otaknya yang cerdas itu sudah traveling kemana-mana.
"Ada Bos. Coba diperiksa" Blacky menjawab seraya menyerahkan beberapa gambar yang ia masukkan ke dalam amplop lain yang ia beri tag "EKSKLUSIF".
Gala merebut amlop berwarna pink itu dengan dahi mengernyit. Blacky yang tampak sangar dengan amplop berwarna Pink sungguh merupakan perpaduan yang aneh dan membuat mata jadi katarak.
Seperti biasa Gala merobek dengan terburu-buru. Pandangannya berubah cerah dan berbinar seolah-olah mendapatkan apa yang selama ini ia cari. Bibirnya menyunggingkan senyum samar.
Blacky yang mengawasi sang Bos tiba-tiba merasakan bibirnya berkedut.
"Kali ini kerjamu Bagus!" Ujar Gala seraya menyeringai senang. Rasa marah tiba-tiba menguap tak bersisa hanya karena beberapa lembar foto.
"Keluar kamu, dan ambil bonus tiket liburanmu sama Deka Roland!" Gala merasa ingin sendiri dan menikmati temuan dari agen Blacky yang lumayan membuat hatinya senang.
"Siap Bos!" Blacky merapatkan kakinya seraya memberi hormat. kemudian segera berlalu dari hadapan Gala. ia ingin Cepat-cepat menemui Deka Roland untuk menagih bonusnya.
Blacky memuji otaknya yang sedikit bisa diandalkan dalam hal ini. Karena keisengannya mengambil gambar sang Bos sewaktu sedang meel luuu mate bibir Vita di depan toilet justru membuat nya mendapatkan bonus besar.
"Orang yang sedang jatuh cinta memang gampang tidak waras" tawa Blacky membahana di sepanjang lorong perusahaan "TGR".
🍁🍁🍁🍁🍁
Othor receh ini tak bosan meminta dukungan like, dan komentar untuk meramaikan karya ini.
Jangan bosan yah readers tersayang.
Nantikan terus kelanjutan Gadis Pemimpi.
__ADS_1
Tetap semangat dan jaga kesehatan!!!