Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 208 Jodohku Maunya Dirimu


__ADS_3

Resepsi pernikahan sederhana bagi keluarga Raditya adalah merayakan resminya Andika Sebastian dan Sovia Putri Raditya di sebuah hotel milik TGR group. Mereka mengundang seperdua dari undangan pada pesta pernikahan Rama Putra yang lalu.


Sovia tampak sangat cantik dengan balutan kebaya perancang ternama di negeri ini. Meskipun ia sudah bersungut-sungut karena sudah lelah menyalami para tamu ia tetaplah sangat menggemaskan bagi Andika.


"Ih, mama...katanya pestanya sederhana tapi kok tamunya tak habis-habis." gerutunya dengan bibir mengerucut. Vita yang duduk di samping kirinya langsung tersenyum dengan tenang.


"Sabar aja dulu Sov. Nikmatnya jadi manten itu ya disaat-saat seperti ini. Saat hari H." ujar Vita sang mama yang disetujui oleh suaminya.


"Nah, benar itu. Tujuan kita bikin resepsi dengan mengundang banyak tamu adalah supaya berita pernikahanmu dan Andika diketahui banyak orang kalau kalian udah sah dan bebas kemanapun berdua tanpa ada fitnah." ujar Gala sambil memandang putri pertamanya itu dengan pandangan penuh kasih.


"Para tamu diharapkan datang untuk memberikan doa restu kepada pasangan pengantin seperti kalian. semoga bahagia dunia dan akhirat." lanjut Gala sembari memeluk pinggang ramping istrinya.


"Mas." ujar Vita pelan, ia risih dipeluk seperti itu oleh suaminya di depan banyak orang. Mereka sekarang sedang berada di atas panggung pelaminan yang begitu mewah dan elegan.


"Gak papa, aku mau tunjukin sama Andika bagaimana memperlakukan orang yang kita cintai. Bagaimana Ren?" ujar Gala sembari melempar pandangan ke arah Reno dan Miska sang besan. Reno tersenyum dan merengkuh pinggang istrinya juga. Ia tak mau kalah sama Gala.


"Kak, ih malu." ujar Miska dengan wajah merona merah. Mereka berempat akhirnya pada pamer kemesraan di depan semua undangan. Beberapa tamu sempat mengabadikan kebahagiaan dan kemesraan 2 pasangan yang sudah menginjak usia kepala empat itu. Kamera dan lampu Blitz semua mengarah ke arah panggung.


"Mama."


"Papa." ujar Sovia dan Andika bersamaan. Pasalnya mereka berdua yang menikah tetapi para orang tua yang paling menikmati momen indah ini.


"Papa jadi teringat masa-masa melamar mamamu, weeeh seru sampai bawa sepeleton karyawan TGR untuk menjadi pengiring pengantin." Gala mencium pelipis istrinya lembut, rasanya masa-masa pengantin baru ingin ia ulang kembali.


"Mas, dilihat orang." bisik Vita dengan perasaan yang tak bisa digambarkan. Ia ingin mencari tempat untuk bersembunyi sekarang. Suaminya benar-benar tak tahu tempat.


"Kenapa? kamu kan istriku sayang. Semakin sering kita menampilkan kalau kita bahagia maka gangguan akan menjauh dan tidak berani mendekat." ujar Gala sembari mengedipkan matanya sebelah.


"Papa..." Sovia kini yang merasa tak nyaman. Ia menatap papanya dengan tatapan kesal karena berlaku sangat romantis di depan semua orang.


"Hahaha, putrimu marah tuh sayang." Gala tertawa dan semakin menggoda Sovia. Andika hanya bisa meremas tengkuknya yang tak gatal. Ia juga ingin memperlakukan istrinya seperti itu, tapi tentu saja ia masih malu. Mereka masih sangat fresh. Layaknya kue yang baru keluar dari pemanggangan.


Rama dan Rara yang menjadi pagar ayu di bagian depan pelaminan hanya bisa saling mengirim pesan cinta melihat kemesraan orang tua mereka di atas sana. Bunga-bunga terasa bermekaran di sekitar mereka.


Adam merasa aura di dalam ball room hotel ini kian memanas. Ekspresi cinta dari seorang raja bucin Gala Putra Raditya pada istrinya di atas sana mengalahkan kedua mempelai.


"Sssst! Sarah lihat sini!" panggil Adam dengan memberi kode pada sepupu perempuannya itu. Sarah yang sedang sibuk dengan sahabat-sahabatnya yang sedang jadi pagar ayu itu langsung menoleh.


"Ada apa?" tanya Sarah yang sudah bersiap menyuguhkan tarian flash mob.


"Gak jadi, lanjut aja." jawab Adam yang tidak ingin mengganggu konsentrasi Sarah yang sudah sangat cantik memakai kostum saree India. Musik pun sudah mulai berbunyi. Para undangan berdiri dan menyaksikan persembahan dari tim pagar ayu dari sanggar tari tradisional dan modern " Akkarena "


Tema tarian flashmob ini adalah medley campuran dari beberapa lagu populer Bollywood.


--MALE--


Aankhen khuli ho ya ho band


Deedar unka hota hai


Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai


–CHORUS–


Tududu dudu dududu tu dudu dudu – 2


–MALE–


Hey, aankhen khuli ho ya ho band


Deedar unka hota hai


Aankhen khuli ho ya ho band


Deedar unka hota hai


Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai


–CHORUS–


Tududu dudu dududu tu dudu dudu – 2


–MALE–


Aankhen khuli ho ya ho band


Deedar unka hota hai


Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai


–CHORUS–


Tududu dudu dududu tu dudu dudu – 2


–MALE–


Aaj hi yaaron kisi pe marke dekhenge hum


–FEMALE–


Pyaar hota hai yeh kaise karke dekhenge hum


–MALE–


Kisi ki yaadon mein khoye hue khwaabon ko humne sajaaliya


–FEMALE–


Kisi ki baahon mein soye hue apna usse banaaliya


–MALE–


Ae yaar pyaar mein koi


–CHORUS–


Musik berikutnya, OST. Mujshe Dosti Karoge.


Aaj Ke Ladke I tell you kitne lallu what to do


Aaj Ke Ladke I tell you kitne lallu what to do


Koi Mujshe Pooche How are you koi Mujhe bole How do you do

__ADS_1


Kabhi Koi Mujshe Na kahe Oh My Darling I Love you


Oh My Darling I Love you Oh My Darling I Love you


Aaj Ke Ladke I tell you kitne lallu what to do


Aaj Ke Ladke I tell you kitne lallu what to do


Koi Mujshe Pooche How are you koi Mujhe bole How do you do


Kabhi Koi Mujshe Na kahe Oh My Darling I Love you


Oh My Darling I Love you Oh My Darling I Love you


Musik kemudian berganti lagi, kali ini adalah lagu dari OST Kuch Kuch Hota Hai.


 


Koi mil gaya


Koi mil gaya


Koi mil gaya


Mujhko kya hua hai


Kyon main kho gaya hoon


Paagal tha main pehle


Ya ab ho gaya hoon


Behki hai nigahein


Aur bikhre hain baal


Tumne banaya hai


Kya apna ye haal


Koi mil gaya


Koi mil gaya


Mera dil gaya


Kya bataoon yaaron


Kya bataoon yaaron


Main to hil gaya


Main to hil gaya


Koi mil gay mil hi gaya


Mil gaya hey mil hi gaya


Mil gaya


Mujhko kya hua hai


Ay paagal tha main pehle


Ya ab ho gaya hoon


Behki hai nigahein


Aur bikhre hain baal


Tumne banaya hai


Kya apna ye haal


Koi mil gaya koi mil gaya


Mera dil gaya mera dil gaya


Kya bataoon yaaron


Kya bataoon yaaron


O main to hil gaya


Main to hil gaya


Koi mil gay


Mil hi gaya mil gaya


Mil hi gaya mil gaya


Jaane kya ho gaya hai mujhe


Deewana log kehne lage


Jaane kya ho gaya hai mujhe


Deewana log kehne lage


Ye deewangi hai kya


Humein bhi to ho pata


Tumko kya ho gaya


Arre kal tak mujhko sab hosh tha


Dil mein khushiyon ka josh tha


Phir ye becheini hai kyon


Phir ye betaabi hai kyon

__ADS_1


Kya koi kho gaya


Koi mil gaya koi mil gaya


Mera dil gaya mera dil gaya


Kya bataoon yaaron


Kya bataoon yaaron


O main to hil gaya


Main to hil gaya


Koi mil gaya mil hi gaya


Mil gaya hey


Mil hi gaya mil gaya


Baadal banke kaun aa gaya


Kaun hai jo dil pe yoon chha gaya


Baadal banke kaun aa gaya


Kaun hai jo dil pe yoon chha gaya


Chaahoon ki bataoon main


Phir bhi keh na paoon main


naam uska hai kya


O naam na lo par kuchh to kaho


Halka sa koi ishaara to do


Meri aankhon mein hai vo


Meri saanson mein hai vo


Aur kahoon tumse kya


Koi mil gaya koi mil gaya


Mera dil gaya o mera dil gaya


Kya bataoon yaaron


Kya bataoon yaaron


Main to hil gaya


Main to hil gaya


Koi mil gaya


Mil hi gaya mil gaya


Hey mil hi gaya mil gaya


Muhko kya hua hai


Kyon main kho gaya hoon


Paagal tha main pehle


Ya ab ho gaya hoon


Behki hain nigahein


Aur bikhre hain baal


Tumne banaya hai kya


Apna ye haal


O koi mil gaya koi mil gaya


Arre mera dil gaya o mera dil gaya


Kya bataoon yaaron


Kya bataoon yaaron


O main to hil gaya


Main to hil gaya


Koi mil gaya


Mil hi gaya mil gaya


Mil hi gaya


Mil hi gaya mil hi gaya


Mil hi gaya mil hi gaya


Semua tamu terpana akan penampilan Sarah dan sahabat-sahabatnya. Mereka semua memberi tepuk tangan yang sangat meriah.


"Kenapa aku merasa de Javu ya?" bisik Gala di kuping istrinya yang sedang terpana dan takjub pada penampilan putrinya.


"Aku merasa kamulah yang menarik di sana 25 tahun yang lalu." lanjut Gala mempererat rengkuhannya pada pinggang ramping istrinya.


"Mas, itu pertemuan pertama kita Hem."


---Bersambung--


Mana nih dukungannya untuk karya receh ini. Like dan komentar dong supaya aku semangat lagi.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2