
Ruang gym di rumah kediaman Raditya pagi itu cukup heboh oleh bunyi musik Bollywood kesukaan Vita Maharani dan juga Sarah putrinya. Pasalnya mereka melakukan senam pagi dengan latar lagu dari ost, film Mohabbatein, yang dibintangi oleh sang superstar Shahrukh Khan dan Aiswarya Rai.
-MALE-
Aankhen khuli ho ya ho band
Deedar unka hota hai
Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
–CHORUS–
Tududu dudu dududu tu dudu dudu – 2
–MALE–
Hey, aankhen khuli ho ya ho band
Deedar unka hota hai
Aankhen khuli ho ya ho band
Deedar unka hota hai
Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
–CHORUS–
Tududu dudu dududu tu dudu dudu – 2
–MALE–
Aankhen khuli ho ya ho band
Deedar unka hota hai
Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
–CHORUS–
Tududu dudu dududu tu dudu dudu – 2
__ADS_1
–MALE–
Aaj hi yaaron kisi pe marke dekhenge hu
–FEMALE–
Pyaar hota hai yeh kaise karke dekhenge hum
–MALE–
Kisi ki yaadon mein khoye hue khwaabon ko humne sajaaliya
–FEMALE–
Kisi ki baahon mein soye hue apna usse banaaliya
–MALE–
Ae yaar pyaar mein koi
–CHORUS–
"Ma, kapan kakak pulang dari hotel sih, ?" tanya Sarah pada mamanya sesaat setelah melakukan senam bersama di ruang gym pagi itu. Mereka sekarang sedang duduk berselonjor di lantai marmer sambil mendengarkan lagu Bollywood kesukaan Vita Maharani sang mama dari audio di ruangan itu.
"Oh iya ya. Tapi kan mereka bisa istrirahat di sini ma, aku mau buka kado sama kak Rara. Banyak sekali kadonya ma, kali aja ada yang cocok buat aku, hehehehe." ujar Sarah cengengesan. Ia sudah membayangkan dirinya berada ditengah tumpukan kado yang menggunung itu.
"Eh, itu kado untuk pengantin baru bukan untuk adik ipar baru." sela Vita dengan senyum diwajahnya.
"Ih mama. tapi kan banyak, aku bisa minta dikit aja." ujar Sarah lagi dengan wajah memelas.
"Iya, pasti kakak iparmu kasih." jawab Vita sembari membayangkan apa yang dilakukan pengantin baru itu sekarang.
"Sayang, kita ke kamar yuk." panggil Gala yang ternyata ada di ruang sebelah habis melakukan treadmill.
"Ih papa, jangan ajak mama dulu, aku masih mau nari nih." ujar Sarah cemberut. Ia tahu kalau papanya ngajak mamanya itu ada maksudnya.
"Nari sendiri aja. Mama aku bawa dulu, ada yang penting." ujar Gala sembari menarik tubuh istrinya keluar dari ruangan itu.
"Ih sebel, coba kak Sovi suka nari pasti ia aku ajak Huh." gerutunya dalam hati kemudian mematikan audio yang masih memutar lagu Bollywood Jia Maine Jiya dari OST. film Kushi kesukaannya. Ia sekarang membayangkan Fardeen Khan menari bersamanya. UPS.
🍁
__ADS_1
"Mas, aku capek banget nih." ujar Vita sembari membuka pakaian senamnya yang sudah cukup basah karena keringat itu.
"Kok buka bajunya di depan aku sih, katanya capek tapi kok mancing begitu." ujar Gala sembari mendekat ke arah istrinya. Ia ingin membantu Vita melepaskan bajunya itu.
"Mas aku bisa sendiri." ujar Vita yang tahu maksud suaminya itu. Pasalnya tangan besar suaminya malah bergerak ke depan mencari benda favorit sejuta umat.
"Hem." Gala tak mempedulikan ucapan istrinya itu. Tangannya tetap bergerak di sana dengan ritme yang sangat teratur. Hingga Vita tak lagi bergerak dan mulai menikmati apa yang dilakukan suaminya itu.
"Mandi yuk, gerah nih." ujar Gala yang sudah nampak berbeda di mata Vita. Ada gairah di dalam ajakan suaminya itu.
"Siap paksu." ujar Vita kemudian lari terlebih dahulu ke kamar mandi. Dan readers pasti tahu mandi seperti apa yang diinginkan oleh sang raja bucin, Gala Putra Raditya.
🍁
Sementara itu di waktu yang sama, di sebuah kamar mahal dan mewah yang sudah disulap sebagai kamar pengantin itu, suara-suara aneh mulai kedengaran menghiasi udara kamar yang mulai memanas padahal suhu udara di dalam sana cukup dingin.
Rama menatap mata istrinya lembut menghantarkan sebuah rasa yang tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata. Ia mulai merapatkan tubuhnya ke tubuh Rara yang sedang dalam posisi berbaring itu. Wajah dan tubuh mereka begitu dekat hingga deru nafas dan juga debaran jantung bisa mereka rasakan bersama.
Rara memalingkan wajahnya ke samping karena tak sanggup membalas tatapan suaminya yang menghujam jantungnya begitu dalam.
"Pandang aku Ra'." bisik Rama lembut di depan wajah istrinya. Nafasnya yang berbau mint rasanya menyapu lembut kulit Rara hingga menimbulkan gelenyar aneh di tubuhnya. Kulitnya meremang tak bisa mengendalikan hasrat yang mulai menjalar ke urat sarafnya.
Rama belum menyentuhnya tetapi ia sudah merasa terbang bersama sang kupu-kupu yang ada di nirwana. Rara menutup matanya. Ia pasrah akan apa yang akan dilakukan suaminya padanya. Hingga ia merasakan bibirnya diluuumat lembut oleh seseorang yang sudah mengisi hatinya beberapa hari ini.
"Balas aku sayang," bisik Rama yang membuatnya ikut menggerakkan lidah dan bibirnya. Hingga tak ada lagi suara di kamar itu kecuali bunyi cecapan yang cukup menjadi saksi bagaimana syahdunya peraduan dua benda kenyal tak bertulang itu.
"Panggil namaku Ra," bisik Rama lagi ketika ia sudah akan melakukan penyatuan setelah foore play yang cukup membuat istrinya nyaman. Ia akan berlaku lembut dan meminta istrinya itu menutup mata agar kejadian semalam tidak terulang lagi.
"Aaaaakh, tidak!" teriak Rara keras dan berusaha memberontak ketika sebuah benda asing berusaha memasuki tubuhnya. Rama berusaha menahan tubuh istrinya yang ingin bangun dan kabur.
"Plis, Ra' aku tak akan berhenti." ujar Rama sembari berusaha melanjutkan yang sudah ia mulai. Kembali ia memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat istrinya nyaman dengan membisikkan kata-kata cinta agar Rara tenang.
"Cakar aku, atau lakukan apa saja yang bisa bikin kamu relax, sayang. Tapi plis aku tak akan menghentikannya, okey?" ujar Rama yang sudah berada di puncak gairahnya. Rara hanya mengangguk dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya. Tangannya ia arahnya kepada bahu suaminya sebagai pegangan jika ia sedang terdesak.
"Aaakh." bibirnya ia gigit hingga berdarah karena sakit yang teramat sangat yang ia rasakan ketika benda asing itu masuk dah merobek selaput halus dalam inti tubuhnya. Rama pun merasakan hal yang sama. Ia juga merasakan dua kesakitan. Bagian intinya dan juga bahunya ia rasakan terbakar oleh cakaran Rara yang cukup dalam.
Tetapi ia berusaha berpikir positif, ini pasti akan nikmat setelah ini. Buktinya banyak orang yang ingin melakukannya berulang-ulang.
----Bersambung---
Udah ah, jarinya othor juga sakit...like dan komen dong.
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍