Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 235 Belajar Bersama Reisya


__ADS_3

Keesokan harinya Gala Putra Raditya benar-benar berangkat ke ibu kota dengan membawa sang istri ikut serta.


Sovia dan Andika yang telah mengembalikan hubungan baik diantara keluarga mereka juga ikut pulang bersama papa dan mamanya.


"Kami balik ya kak." ujar Sovia sembari mengambil baby Reza dari gendongan sang kakak.


"Iya, jaga bayimu dengan baik." ujar Rama sembari mencium pipi chubby sang bayi imut berusia 6 bulan itu.


"Iya makasih kak, Kak Rama juga harus jaga baik-baik kandungan kak Rara." ujar Sovia dengan hati senang luar biasa.


Tak ada lagi kecanggungan diantara suaminya dan juga sang kakak. Semuanya kembali seperti semula. Mereka saling memaafkan dan berjanji tidak akan gampang tersulut emosi hanya karena masalah kecil.


"Insyaallah pasti itu." jawab Rama dengan wajah serius. Ia sudah tidak ingin kecolongan dengan kehilangan calon bayi mereka. Ia akan menjaga Rara dengan baik.


"Dam kamu? Papamu menelpon Om, kamu juga harus ikut pulang hari ini. Ingat, kamu masih harus aktif di perkuliahanmu agar cepat lulus." ujar Gala sembari memandang Adam yang belum bersiap-siap.


"Iya Om. Aku juga ikut pulang." jawab Adam dengan wajah malas. Ia masih mau berlama-lama di sini bersama dengan Sarah.


"Sarah, kamu juga!" lanjut Adam sambil menatap sepupu perempuannya itu.


"Aku kan udah ujian semua mata kuliah, jadi aku masih tinggal di sini sama Kak Rama." jawab Sarah dengan senyum jahilnya. Dengan bahu menurun Adam mengambil kopernya dan mengikuti semua orang yang akan berangkat ke Bandara di antar oleh Heru.


"Ram, Papa menunggu kamu di Perusahaan. Ada banyak pekerjaan yang menantimu di sana." ujar Gala sembari menepuk bahu putranya.


"Iya, sayang. Kami menunggumu kembali. Usaha di sini serahkan sama Heru yang mengelolanya." tambah Vita kemudian memeluk putra pertamanya itu yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


"Iya Ma, insyaallah kami akan kesana setelah mengurus segala sesuatunya di sini."


"Kami berangkat ya. Assalamualaikum." ujar Vita dengan melambaikan tangannya.


"Waalaikumussalam. Dada Rezaa..." jawab Sarah kemudian mencium pipi gembul sang ponakan.


"Dam jangan rindukan aku ya.." teriak Sarah pada Adam yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam mobil. Adam kesal karena harus pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Sarah dengan Heru. Tapi ia tak bisa berbuat banyak, karena Papanya juga menelpon dan menyuruhnya segera pulang.


Ketiga orang yang masih berada di depan rumah sederhana dan minimalis itu melambaikan tangan pada mobil yang akan membawa orang-orang tersayang mereka ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.


"Nah, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Sarah pada sang kakak ipar yang masih setia berada dalam rengkuhan suaminya.


"Kita akan ke resort. Kita akan mengurus banyak hal di sana dan juga bersiap untuk meninggalkan rumah penuh kenangan ini." jawab Rama sambil membawa istrinya ke dalam rumah.

__ADS_1


"Iya mas, aku juga rindu sama Mama Dyah, pasti ia senang sekali kalau tahu ia akan jadi granny." jawab Rara tersenyum.


"Aku ingin bertemu kak Reisya. Pengen belajar dari dia bahasa Rusia." ujar Sarah kemudian bersiap ikut ke Resort Pantai Galumbaya.


🍁


"Hai kak Reisya, apa kabar?" tanya Sarah dengan wajahnya yang ceria.


"Hai Sarah, aku baik. Kamu juga pasti baik deh." jawab Reisya sembari menutup buku agenda besar yang sedang dibacanya.


"Lagi ngapain kak?" tanya Sarah sambil duduk di samping gadis cantik berhijab itu.


"Cuma memeriksa pembukuan resort ini. Habis itu aku mau pulang. Shiftku hari ini hampir selesai." jawab Reisya sambil menepuk-nepuk tangannya dengan ceria.


"Emangnya Kak Reisya mau kemana sampai buru-buru seperti itu?" tanya Sarah kecewa. Ia sengaja datang ke sana karena ingin belajar banyak pada gadis cantik yang katanya lulusan luar negeri itu.


"Aku ada jadwal mengajar di Sekolah Internasional hari ini, tapi sore sih."


"Ngajar apa kak?"


"Bahasa asing."


"Ah, tidak juga. Aku cuma tahu bahasa Inggris dan bahasa Rusia. Ya karena aku pernah tinggal selama 4 tahun di sana." jelas Reisya sambil tersenyum.


"Wah, aku mau belajar bahasa Rusia dong kak. Boleh ya, sebelum aku kembali ke Jakarta." mohon Sarah sambil mengedipkan matanya dengan lucu.


"Baiklah Sarah, aku masih ada waktu satu jam sebelum pulang, kita akan belajar yang ringan-ringan aja ya,"


"Okey, siap!"


"Dari segi pelafalan, bahasa Rusia lebih mudah dibandingkan dengan bahasa Inggris, karena kurang lebih apa yang dibaca hampir sama dengan apa yang dituliskan. Bahasa Rusia mirip dengan bahasa Ukraina dan bahasa Belarus di Slavia Timur." jelas Reisya seperti sedang mengajar di sebuah kelas. Sarah menatapnya dengan penuh antusias.


"Teruntuk kamu yang masih pemula dalam bahasa Rusia, sebelum membahas lebih jauh tentang sumber-sumber bahan ajar, kita belajar bahasa Rusia dasar."


"Belajar bagaimana alfabet dalam bahasa Rusia dan pelafalan serta penekanan di setiap katanya."


Reisya mengambil selembar kertas kemudian menuliskan alfabet bahasa Rusia. Huruf Besar Huruf Kecil, А Б В Г Д Е Ё Ж З И Й К Л М Н О П РС Т У Ф Х Ц Ч Ш Щ Ъ Ы Ь Э Ю Я а б в г д е ё ж з и й к л м н о п рс т y ф х ц ч ш щ ъ ы ь э ю я


Gadis itu kemudian menunjukkannya pada Sarah yang langsung membuat adik perempuan dari bosnya itu langsung melotot.

__ADS_1


"Ini bagaimana membacanya kak?" tanya Sarah sembari menggaruk kepalanya bingung.


"Langkah awal untuk belajar bahasa Rusia adalah kamu harus mengenal aksara Kiril."


"Kamu harus mengerti huruf Rusia dan cara bacanya. Bahasa Rusia menggunakan aksara Kiril yang terdiri dari 33 huruf Rusia, yakni: Huruf vokal : А, Э, Ы, У, О, Я, Е, Ё, Ю, dan И dan Huruf Konsonan : , В, Г, Д, Ж, З, Й, К, Л, М, Н, П, Р, С, Т, Ф, Х, Ц, Ч, Ш, dan Щ."


Sarah tersenyum kecut, ia mulai menyerah, semangatnya tadi yang menggebu-gebu kini menurun sedikit demi sedikit.


"Kak ini kayaknya susah deh, kak Reisya sebutkan aja deh beberapa kata dalam bahasa Rusia. Otak aku lebih faham kayaknya sama bahasa Hindi deh."


"Hahahaha, belum apa-apa sudah menyerah." ujar Reisya sambil tertawa lucu.


"Memahami semua hal baru memang membutuhkan waktu, begitupun dengan belajar bahasa asing. Kamu harus memotivasi dirimu sendiri Sarah."


"Iya kak aku faham dan akan belajar lebih rajin kedepannya."


"Nah ini nih kata benda yang ada di sekitar kita, Kursi \= стол [stol] Komputer \= компютер [kαmp’jut’ιr] Gadis kecil \= девочка [d’evαčkα] Lampu \= лампа [lampα] Pintu \= дверь [dver’] Rumah \= дом [dom] Pemuda \= молодой человек [mαlαdoj čιlαv’ek] Wanita \= женшина [ženš’inα] Kemeja \= рубашка [rubaškα]."


"Iya, kak. Itu saja dulu, kalau aku sudah bisa hafal itu aku akan tambah dengan kata-kata yang lainnya." ujar Sarah sambil membaca kembali catatannya tentang kosa kata bahasa Rusia itu.


"Eh, kakak udah pacar belum?" tanya Sarah pada Reisya saat gadis itu sudah mengambil tasnya untuk pulang.


"Belum." jawab Reisya singkat. Tiba-tiba ia teringat akan Albert di Moskow sana yang tidak pernah lagi berkabar padanya. Ia merasa hubungannya dengan pria itu sesuatu yang tidak mungkin.


"Oh, kirain sudah punya , habisnya kakak cantik sih." ujar Sarah dengan pandangan tak lepas dari wajah Reisya yang sangat manis.


"Ah kamu bisa aja, aku maunya langsung menikah aja, gak perlu pacaran." jawab Reisya kemudian benar-benar pamit karena sebentar lagi jam mengajarnya akan segera masuk.


"Bye Sarah. Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor, ada yang penasaran tentang kisah Reisya? yuks intip karya othor di Ex Mafia Hot Daddy.


Mana nih like dan komentarnya. Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


.

__ADS_1


__ADS_2