Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 56 Hamari Adhuri Kahani


__ADS_3

"Ada yang mau Gala sampaikan ma" ujar Gala ketika mereka semua selesai menyantap sarapan. Nyonya Mawar memperhatikan Gala putranya yang sedari tadi berseri-seri dan itu tidak pernah ia lihat sebelumnya.


"Bicaralah"


"Begini ma..." lanjut Gala karena perhatian mamanya sudah ada padanya dan sekaranglah saatnya. Ia menatap Vita yang tersenyum malu dan semakin membuatnya bersemangat.


Drrrt


Drrrt


Handphone Nyonya Mawar berbunyi sehingga ia mengangkat tangan kanannya supaya Gala tidak melanjutkan ucapannya. Ia akan menerima panggilan dulu dari Kapsari adik iparnya.


"Ya halo. Waalaikumussalam" jawabnya.


"Miska?"


"Kritis?


"Dimana?" ia langsung berdiri karena kaget dan panik. Selama ini ia tak pernah mendengar kabar Miska. Dan ia baru sadar kalau sekitar sebulan ini Miska tidak pernah menyapanya di Perusahaan.


"Iya dek. Sabar ya...Kami akan segera ke sana. Assalamualaikum" Ia menutup panggilan itu dan mengajak semua orang untuk ke rumah sakit.


"Nanti kita lanjutkan ya Gal. kita ke rumah sakit dulu. Miska sedang kritis" Semua orang bangkit dan dengan bersegera menuju mobil untuk ke rumah sakit. Gala membawa mobil sendiri bersama Vita dan Rama. sedangkan Deka bersama Nyonya Mawar.


Di dalam mobil. Gala menyentuh kepala Vita pelan.


"Kamu masih sabarkan menungguku" ujar Gala tanpa mengalihkan pandangannya ke jalan raya.


"Ish, apaaan sih. Bapak tuh yang tidak bisa bersabar" Vita mengalihkan pandangannya ke luar jendela karena malu.


"Satu jam saja" ujar Gala lagi.


"Aku akan bilang sama mama dan kalau mama tidak setuju kita akan kawin lari"


"Ish ngomong apa sih? ngaco!" Vita semakin dibuat malu oleh gombalan recehnya.


"Eh, beneran lho" Vita memukul lengan Gala pelan karena wajahnya semakin memanas karena malu. Rama yang sedang duduk di pangkuannya hanya bisa menatap mereka berdua bingung. Pembicaraan mereka terhenti karena mobil sudah memasuki halaman rumah sakit.


"Ingat, jangan kemana-mana, tunggu aku di sini" ujar Gala lagi berulang-ulang seolah-olah ia akan pergi jauh. Vita hanya mengangguk dan memberikan keningnya untuk dicium oleh Gala agar ia tenang.


Vita memandang bahu lebar itu yang semakin menjauh mengikuti langkah Deka dan Nyonya Mawar yang lebih duluan sampai.


Ia dan Rama mencari tempat yang nyaman untuk menunggu karena anak seusia Rama tidak diperbolehkan masuk. Sehingga mereka akhirnya menunggu di sebuah taman yang ada kolam dan wahan bermainnya. sepertinya tempat itu memang disediakan untuk keluarga pasien yang memiliki anak kecil. Rama berlari ke arah kolam untuk melihat banyak ikan hias di sana. Ia memang sangat menyukai ikan.


"Hai Vita..."tegur seseorang dari belakangnya secara tiba-tiba. Ia sampai terlonjak kaget dibuatnya. Menolehkan kepalanya ia mendapati orang yang menegurnya itu adalah Robby Todler.


"Pa kabar paman?" jawab Vita sopan. Ia mengenal Robby Todler karena pria paruh baya ini sering datang berkunjung ke rumah kontrakan mereka sewaktu Mas Tama dan Kak Gita masih hidup. Setelah itu ia tak pernah lagi berjumpa dengan orang ini.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat" Jawab Robby dengan nada angkuh seperti biasa.


"Ada hubungan apa kamu dengan Gala Putra Raditya?" tanya Robby langsung tanpa basa-basi. Vita tidak langsung menjawab. Ia sendiri belum terlalu jelas akan hubungannya dengan Gala.


Ia memilih cara aman karena Ia curiga pasti ada sesuatu kenapa paman Todler menanyakan hal ini.


"Tidak ada paman. Kami tidak mempunyai hubungan khusus" jawab Vita akhirnya.


"Baguslah"ujar Robby tersenyum walaupun ia tidak percaya jawaban itu karena ia melihat sendiri bagaimana Gala menciumnya tadi di depan umum.


"Kamu tahu kan kalau Miska sedang kritis, dan penyebabnya adalah karena Gala, ia telah menodai dan mengambil keperawanan Miska" Robby berujar seringan kapas tetapi mampu membuat hati Vita porak-poranda. Ia mencoba menahan emosinya dengan meremas ujung kemeja yang ia pakai.


"Gala akan menikahi Miska, jadi jangan coba-coba muncul dalam hidup Gala lagi. pergilah yang jauh sampai Gala tidak bisa menemukanmu" Vita merasa emosi karena mendapatkan ancaman yang tiba-tiba ini. Ia bisa saja meninggalkan Gala tetapi bagaimana dengan pekerjaan dan karirnya yang sudah lama ia impikan. Apakah akan ia tinggalkan begitu saja. Ia dilema dan sepertinya Robby bisa membaca keraguannya.


"Kenapa?"


"Kamu keberatan?" Vita menggeleng. Tatapan tajam Robby membuatnya berpikir dua kali.


"Pergi dari kota ini sejauh-jauhnya atau kamu siap pergi menyusul kakakmu" Robby menyeringai menyeramkan.


Vita langsung merinding. Seluruh tubuhnya meremang takut. Mata tua itu seakan memberinya isyarat yang menakutkan.


"Aku tahu anak itu adalah pewaris TGR Group, jadi bawa ia pergi jauh dari sini atau nasibnya akan sama dengan papanya" Robby mendesis dari sela-sela giginya sembari memandang Rama yang sedang asyik melihat ikan hias yang ada dalam kolam di taman itu. Vita sangat mengerti maksudnya. Dengan tubuh gemetar ia menggendong Rama dan pergi secepatnya dari tempat itu.


"Kamu hanya punya waktu hari ini untuk menghilang sejauh-jauhnya" ujar Robby dengan suara keras.


Kemudian tanpa sengaja ia mengetahui kalau ternyata Rama adalah cucu dari Nyonya Mawar ibu Presdir.


Dan sekarang tiada hujan maupun angin ia mendengar kabar kalau Miska tenyata telah dinodai oleh orang yang baru saja melamarnya.


Belum lagi kematian kakaknya dan mas Tama yang sepertinya sangat misterius.


"cidak boleh nyangis ma..."Rama menghapus air matanya yang mengalir tanpa henti karena tidak kuat lagi menerima ini semua. Ia sampai jadi pusat perhatian semua orang yang lalu lalang menuju gedung rumah sakit. Anak itu ikut menangis.


Ia sedang menunggu taxi agar bisa segera pergi jauh dari tempat ini sesuai ancaman Robby Todler.


"Vit, kamu darimana?" tegur Reno yang melihatnya berdiri di pinggir jalan bersama Rama dengan tampilan yang sangat menyedihkan.


"Saya dari dalam menjenguk teman" jawab Vita berbohong.


"Kalau kamu mau pulang biar aku antar" ujar Reno menawarkan bantuan. Vita mengangguk cepat karena ia memang ingin segera pergi dari tempat itu.


"Kamu kan baru sampai tadi. Kenapa kamu langsung mengantar saya pulang" ujar Vita heran. Reno hanya tersenyum kecut. Ia malu mengakui perbuatan bejatnya kepada Miska. dan sepanjang perjalanan tidak ada yang mengobrol. Semuanya sibuk dengan masalah masing-masing.


"Makasih Ren" ujar Vita saat mereka sudah sampai. Reno segera kembali lagi ke rumah sakit. sedangkan Vita segera membereskan barang-barang penting untuk dimasukkan kedalam sebuah koper besar di dalam kamarnya. Setelah itu ia berpamitan kepada Ibu Dewi dengan berlinangan air mata.


"Ada apa Vit?" tanya Bu Dewi sembari memeluknya erat.

__ADS_1


"Saya tidak punya waktu Bu untuk bercerita. Ini terlalu rumit dan mengejutkan" jawab Vita dengan suara tertahan.


"Saya akan menghubungi ibu kalau saya sudah sampai"


"Dan kalau ada yang mencari saya kesini katakan kalau ibu tidak tahu. Ini rahasia kita Bu" mereka melepaskan pelukan karena mobil yang akan mengantarkannya ke bandara sudah siap di luar.


"Saya pamit Bu"


"Da da Nye Nye" Rama mencium punggung tangan Bu Dewi dengan gembira. Ia tidak tahu kalau ia akan pergi jauh dan mungkin tak akan kembali.


Sepanjang perjalanan ke Bandara hanya tangisan saja yang menyertainya. Ia sengaja menonaktifkan handphonenya agar Gala tidak menghubungi dan mencarinya. Ia putuskan untuk pulang ke Kampung halamannya. Ia akan memulai hidup baru di sana bersama Rama putranya.


"Selamat tinggal pak GM" ucapnya dengan deraian air mata. hatinya semakin mengharu biru karena lagu yang diputar oleh supir adalah lagu yang menceritakan kisahnya yang menyedihkan.


Paas aaye


kau mendekat


Dooriyan phir bhi kam naa Hui


Namun jarak diantara kita tak jua berkurang


Ek aDhuri ...si hamari kahani rahi


Kisah cinta kita tetap tidak lengkap


Aasmaan ko zameen, ye zaroori nahi


Satu kisah kita yang seolah tak kunjung tuntas


Jaa mile jaa mile


Bumi tak harus berjumpa dengan langit


Hamari Adhuri Kahani


Hamari Adhuri kahani


kisah kita belum tuntas


🍁🍁🍁🍁🍁


Ada yang tahu dimanakah kampungnya Vita Maharani?


Iseng-iseng berhadiah.


Jangan lupa like, komen , and hadiah yang banyak untuk othor.

__ADS_1


Happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2