Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 191 Kado Misterius


__ADS_3

Rara terlonjak kaget saat bangun dari tidurnya pagi itu. Ia mendapati Rama sedang memeluknya posesif. Belum lagi gaun tidur yang sedang dipakainya membuatnya khawatir kalau suaminya sudah melakukan sesuatu diluar izinnya.


"Rama, bangun!" teriaknya kencang di kuping suaminya. Rama langsung meregangkan otot-ototnya yang cukup kaku karena semalaman memeluk istrinya itu, agar tidak lagi tidur dengan gaya anehnya.


"Ada apa sih, pagi-pagi udah teriak-teriak aja." jawab Rama kemudian bangun dari tidurnya. Ia segera mencari pakaiannya yang ia buka semalam. Karena ingin skin to skin dengan istrinya itu.


"Eh, berhenti!" seru Rara sebelum Rama memakai pakaiannya lagi. Pria yang berstatus suaminya itu langsung berbalik, ingin tahu apa yang diinginkan istri gesreknya itu.


Rara terdiam dan hanya memandang lurus ke arah tubuh suaminya yang sekali lagi membuat ia terpesona. Rama sudah paham akan apa yang terjadi, perlahan ia mendekat dan mengambil tangan istrinya itu. Membawanya ke dada bidangnya kemudian tersenyum samar.


"Kamu mau inikan? silahkan sayang, ini milikmu." bisik Rama pelan. Tanpa sadar Rara mulai membelai dengan lembut dada dan perut kotak-kotak suaminya itu. Dan entah kenapa ia sangat suka melihat penampilan suaminya yang tanpa pakaian itu. Sampai akhirnya ia tersadar dan mendorong tubuh suaminya menjauh.


"Kamu gak ngapa-ngapain aku kan semalam?" tanya Rara dengan pandangan tajam.


"Ya tidaklah, tapi kalau kamu mau aku bisa ngapa-ngapain kamu sekarang." ujar Rama sembari tersenyum samar. Rara menutup matanya mencoba berpikir waras. Bisa-bisa ia tidak bisa bergerak lagi kalau ia tergoda.


"Gak, aku tidak mau lagi tergoda, aku mau ketemu sama Sovi, pasti ia mencariku karena semalam kamu menculikku ke sini." jawab Rara berusaha menetralisir debaran jantungnya yang mulai berdetak lebih cepat dari biasanya, kemudian bersiap keluar dari kamar asing itu.


"Eh, jangan keluar dengan pakaian seperti itu." seru Rama sembari menarik tangan istrinya. Pasalnya pakaian itu cuma 11 12 dengan sebuah lingerie. Rama tentu tak mau tubuh istrinya itu dilihat oleh orang lain meskipun oleh adik perempuannya sendiri.


"Pakai ini." ujar Rama sembari menyerahkan satu set pakaian yang dipake istrinya itu semalam sebelum berganti dengan gaun kekurangan bahan itu. Rara menurut sambil mencuri-curi pandang pada suaminya itu. Dalam hati ia memuji ketampanan Rama yang sangat sempurna.


"Kakak ipar kok gak jadi tidur di sini semalam?," tanya Sarah pada istri kakaknya setelah mereka bertemu kembali pagi itu. Pasalnya ia bingung saat bangun ia sudah tidak menemukan Rara yang lebih duluan tidur daripada dirinya.


"Tauk nih, kayaknya semalam ada yang culik aku deh." jawab Rara pura-pura berpikir. Ia kemudian bergabung dengan para gadis yang sedang asik chattingan itu.

__ADS_1


"Eh, kak Rara, kita buka kado pernikahan kalian yuk." ajak Sarah antusias. Ia sejak kemarin ingin sekali membuka kado untuk kakaknya itu. Dan berharap ada yang cocok untuknya.


"Yuk, emangnya kadonya di simpan di mana?"


"Di ruangan samping kamar Kakak." jawab Sarah sembari bersiap ke lantai bawah.


"Sovi, ikutan gak nih?" tanya Rara bermaksud mengajak.


"Ah, iya yuks." jawab Sovia berusaha semangat meskipun ia sangat malas bergerak sekarang. Ia rindu sama Andika yang belum juga menghubunginya sampai sekarang.


"Wow, kadonya banyak banget." ujar Rara takjub. Satu ruangan itu hampir penuh oleh kado untuk pernikahan mereka.


"Kadonya kok besar-besar banget ya, kalau diuangkan saja kan jadi hemat tempat." gerutu Rara sembari memilih kado yang ingin buka terlebih dahulu.


"Eh, kak Itulah seninya. Enak banget tauk kalo kita buka kado, ada rasa-rasa gimana gitu. Daripada langsung lihat mentahnya ya gak seru." timpal Sarah tidak setuju dengan pendapat kakak iparnya itu.


"Kayak kasih kado untuk orang ulang tahun, hihihi." ujar Sarah merespon ucapannya sendiri.


"Ini tuh bagus juga untuk kamu Ra'" ujar Sovia saat membuka kado yang berisi lingerie seksih. " Kak Rama pasti senang banget nih kalau kamu pakai." lanjut Sovia sambil merentangkan lingerie itu di depan mata Rara.


"Untuk apa coba kalau pada akhirnya dibuka juga mending gak usah pakai sekalian, lebih hemat dan efisien hihihi." jawab Rara santai dan tak sadar telah membuat otak dua gadis di depannya langsung traveling ke negeri antah berantah.


"Hush! jangan dipikirkan. Aku cuma bercanda." ujar Rara lagi karena kedua gadis di depannya langsung terdiam sambil tersenyum-senyum sendiri. Kegiatan membuka kado jadi terhenti sejenak.


"Ini juga bagus kak, voucher menginap di hotel di ke pulau Jeju Korea selama seminggu, wah asyiknya. Tiket bulan madu nih kak." teriak Sarah lagi histeris.

__ADS_1


"Ah ini juga, mobil! ya ampun enak banget ya ia jadi manten bisa dapat banyak kado.


"Wah kalian ternyata pada ngumpul di sini ya?" ujar Vita yang baru saja masuk di ruangan itu bersama Rama.


"Sini deh Ma, kita buka kadonya sama-sama." panggil Rara pada ibu mertuanya itu. Vita segera melangkah ke arah Rara bersama Rama. Mereka akhirnya duduk bertiga dan mulai lagi membuka kado yang setinggi gunung itu.


"Hey, ini pasti dari Mr. Takeshi." ujar Vita sembari menggoyang-goyang kan kotak kecil di tangannya.


"Ayo Ma, dibuka kita penasaran." ujar Sovia sembari mendekati tempat duduk mamanya.


"Wah, ternyata voucher menginap di Tokyo. Asyik nih pastinya dingin-dingin bersama salju dan bunga sakura." ujar Vita tersenyum membayangkan ia bersama Gala bermain bola salju.


"Untuk mama sama papa aja deh." ujar Rama karena melihat mamanya sedang tersenyum sendiri.


"Ini untuk kita semua sayang, voucher nya untuk 6 orang, wah kita harus kirim ucapan terimakasih untuk keluarga mereka, nih baik banget." Vita mencium kado voucher itu dengan wajah bahagia.


"Mereka hanya mau resep klepon Ma, hehehehe. Gak mau yang lain." timpal Sovia tertawa lucu. Ia membayangkan wajah putra Mr.Takeshi itu pasti senang kalau ia bisa kesana memenuhi undangan pria berkebangsaan Jepang itu. Mereka akhirnya tidak melanjutkan membuka kado selanjutnya. Mereka hanya membayangkan keseruan bulan madu Rama dan Rara berikut kehebohan keluarga yang akan turut serta.


Ketika semuanya pada keluar dari ruangan yang masih penuh dengan kado itu, Rara justru penasaran dengan sebuah kotak kecil berwarna biru di bagian paling bawah tumpukan kado itu. Ia segera meraihnya dan membukanya pelan.


"Aaaakh!" teriaknya dengan suara tertahan sembari menutup mulutnya karena kaget. Tubuhnya seketika gemetar takut hingga Ia melempar kado itu menjauh darinya.


----Bersambung---


Hai readers tersayangnya othor, mana nih dukungannya yang super kuenceng. Like dan komentar nya aku tunggu ya gaesss.

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2