
Sepanjang perjalanan pulang dari kediaman Robby Todler. Gala hanya diam dengan dahi mengernyit. Otaknya sungguh tidak bisa menjawab apa mau Robby Todler itu sebenarnya. Akhirnya ia menghubungi paman yang tidak disukainya itu untuk bertemu saat itu juga.
"Apa mau paman sebenarnya?" tanya Gala saat melihat Robby Todler baru saja mendudukkan bokongnya di kursi. mereka sedang berada di sebuah restoran dekat gedung TGR Global Company.
"Tenang anakku. Bagaimana kalau kita pesan makan siang dulu. Paman sangat lapar" ujar Robby dengan ekspresi menyebalkan layaknya Sengkuni dalam film Mahabarata.
Dengan terpaksa Gala menunda pembicaraan penting itu. Ia memesan makanan untuk mereka bertiga.
"Nah begini kan bagus, untuk apa kita janjian di restoran kalau kita tidak makan" ujarnya lagi tersenyum aneh. Ia berlagak seperti orang yang lama tidak bertemu makanan. Dengan sabar Gala mengikuti apa maunya si tua Bangka ini.
"Well, paman sudah bisa kan menjelaskan apa maunya paman?" ujar Gala setelah melihat Robby bersandar di sandaran kursi karena kekenyangan. Gala hanya tersenyum miring.
"Maksud kamu apa?"
"Miska sakit paman, fisik dan psikisnya terganggu. Kenapa paman tega tidak mau menerima pertanggungjawaban pria itu"
"Paman hanya mau kamulah yang menjadi suami Miska bukan anak kere macam itu"
"Ya ampun, saya tidak mengerti apa maksud paman. Bukankah orang yang sudah merusak Miska sudah ada itikad baik untuk bertanggung jawab?" Gala semakin bingung apa maunya orang ini.
"Miska tidak akan bahagia bersamanya. Hanya kamu nak yang Miska cintai"
"Kamu mau Miska menikah karena terpaksa?" tanya Robby dengan alis terangkat.
"Lalu apa saya juga akan bahagia jika saya menikahinya tanpa cinta?" tanya Gala dalam hati.
"Pikirkan itu atau nyawa sepupumu dalam bahaya!" Robby Todler berdiri dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Gala yang sedang sibuk dengan pikirannya.
"Hei, ko' malah dia sih yang mengancam" ujar Deka jengkel. Gala tidak merespon. Ia seperti makan buah simalakama. Ia makan salah tak makan juga salah.
"Kita balik ke perusahaan" ujarnya setelah lama terdiam.
Sesampainya di ruangannya. Gala menyapu keseluruhan ruangan dengan matanya yang tajam. Ia mencari sosok cantik permata hatinya penghilang penatnya tetapi tak menemukannya di manapun.
Ia sangat merindukan Vita Maharani. Ia ingin gadis itu ada disini mendengarkan keluh kesahnya. memeluknya dan memberinya kekuatan.
Penampakan Miska yang bagai mayat hidup itu cukup membuatnya terpukul. Walaupun mereka tidak begitu dekat tetapi melihatnya seperti itu hatinya sendiri terguncang.
"Vit kamu dimana?" gumamnya sembari membuka layar smartphonenya mencari dimana posisi gadis itu sekarang lewat kamera pemantau CCTV perusahaan.
Apa yang ingin ia cari justru membuatnya resah. Vita sedang makan siang dengan Pandu di kantin. Mereka sepertinya sedang menikmati waktu berdua. Karena kantin sudah sepi menandakan jam istirahat sudah lewat.
"Kupikir ini sudah merupakan jawaban dari masalah berat ini" ujarnya sembari menutup pemantauannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Vita Maharani memasuki ruangan setelah jam makan siang sudah sangat lewat. Ia melangkah dengan sangat gembira sampai bersenandung lagu Bollywood andalannya.
Paas aaye
__ADS_1
kau mendekat
Dooriyan phir bhi kam naa Hui
Namun jarak diantara kita tak jua berkurang
Ek aDhuri ...si hamari kahani rahi
Kisah cinta kita tetap tidak lengkap
Aasmaan ko zameen, ye zaroori nahi
Satu kisah kita yang seolah tak kunjung tuntas
Jaamile jaamile
Bumi tak harus berjumpa dengan langit
Hamari Adhuri Kahani
Hamari Adhuri kahani
kisah kita belum tuntas
"Ekhem"
"Eh" Vita terlonjak kaget melihat Gala sudah berdiri dengan tatapan dingin di dekat meja kerjanya. Ia menunduk tak berani menatap tatapan mata elang sang Bos.
"Selama ini aku diam saja, kamu seenaknya pindah tempat kerja"
"Sekarang kamu mengambil jam kerja melebihi jam istirahat hanya untuk berpacaran, bukan main" Gala terus mengoceh untuk mengeluarkan rasa marahnya pada Vita. setelah ini terserah ia sudah tidak berharap akan hubungan yang tidak jelas ini. Ia lelah berjuang sendiri.
"Lain kali bekerjalah dengan baik" lanjut Gala meninggalkan Vita yang hanya diam mematung. Ia yang biasanya menantang kini tak punya kata untuk membela diri. Tiba-tiba hatinya nyeri. Matanya berkaca-kaca. Perlahan ia menyusut hidungnya, Ia tak mengerti perasaan apa yang melandanya kini. Ia hanya ingin menangis.
Gala melirik Vita dari ujung matanya. Gadis itu menangis lagi. "Apa aku memang tidak bisa lembut sama perempuan?" pikirnya dalam hati.
Hening
Yang terdengar hanya suara orang yang menarik ingus dalam diam.
"Oh, Shiittt! berhenti menangis!" bentak Gala pada Vita. Suaramu mengganggu telingaku. Entah kenapa Gala jadi bersikap kasar seperti ini.Ia tahu ini akan sangat menyakiti gadis itu.
"Aku tahu sekarang kamu tidak pernah mau menerimaku karena dihatimu ada orang lain" ujar Gala sembari menghampiri Vita.
"Aku sudah menyerah" Gala mengangkat kedua tangannya.
"Tadinya aku ingin sekali menjadikanmu istriku menjadi ibu dari anak-anakku tetapi sepertinya kamu lebih memilihnya daripada aku"
Sruukk .. Vita menarik ingusnya lagi.Tangisnya seperti tidak mau berhenti.
__ADS_1
"Aku akan menikahi Miska" putus Gala yang bagaikan suara petir menyambar pendengaran Vita. wajahnya ia angkat dan memandang Gala dengan hati perih.
"Kenapa?" tanya Gala dingin. Mata indah itu terus menatapnya dengan air mata yang terus menggenang.
"Well. kamu adalah orang pertama yang akan aku undang" ujar Gala dengan rasa sakit yang teramat sangat. Ia berlalu dari hadapan Vita tetapi kemudian berhenti tanpa berbalik.
"Datanglah bersama Pandu"
Aaaaa Vita menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia melempari punggung Gala yang semakin menjauh dengan kotak tissue.
"Pergi sana dan jangan kembali!, huaaaa" ujarnya dengan tangis yang makin kencang.
"Ssst!" Deka yang ternyata masih ada di ruangan itu dan sempat merekam adegan live tanpa sensor serta penuh drama itu ikut nimbrung.
Vita mencari sumber suara. Ia segera menyusut air matanya dengan tissue. ia sedikit malu karena ketahuan menangisi Gala.
"Lanjut aja nangisnya Bu Vit" ujar Deka pura-pura polos. " Aku gak lihat kok" tambahnya sembari menutup matanya dengan kacamata hitam.
"Kalian semua menjengkelkan ya" ujar Vita kesal setengah mati.
"Sukanya mempermainkan perasaan orang"Sungutnya lagi sembari menyusut ingusnya dengan tissue.
"Jangan diambil hati kata-kata Pak GM" Ujar Deka lagi.
"Ia cuma ngeprank Ibu karena sudah stress kebelet nikah" tambah Deka dengan tampang lucu.
"Heh" Vita melongo. Jadi tadi ia nangis-nangis begitu cuma buang-buang air matanya saja.
"Ish , sebel" ujarnya sambil menghentakkan kakinya kesal. Tapi walaupun begitu hatinya sangat bahagia tak terkira.
"Bagian mana yang kamu kira aku prank, heh?" tanya Gala yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
Vita dan Deka langsung diam seribu bahasa. mereka berdua kembali ke meja masing-masing.
"Atur segala urusan pernikahan di Kantor KUA, secepatnya!" ujar Gala tegas dan dingin. Wajah Vita kembali layu.
"Data calon pengantinnya pak?" tanya Deka dengan tampang polos tak berdosa.
"Cari sendiri!" jawab Gala dengan suara menggelar marah.
"Atau kamu bisa ambil data orang yang ada di ruangan ini" ujar Gala sembari melirik sedikit ke arah Vita yang kembali berpura-pura sibuk.
"Siap Pak!" ujar Deka dengan senyum samar.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai hai readers tersayang nya othor...
jangan lupa like, dan komen ya. Nikmati alurnya..
__ADS_1
Happy reading 😍😍😍😍😍