Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 200 Sarah Menjadi Target


__ADS_3

"Ini sungguh mencurigakan Pa." ujar Rama saat ia dan mertuanya itu janjian untuk bertemu pada sebuah Cafe di dekat Double Insurance.


"Maksudmu tentang teror itu?" tanya Ilhamsyah dengan pandangan lurus ke arah mata elang Rama.


"Iyya Pa, menurut aku peneror itu adalah orang yang dekat dengan Rara karena ia tahu betul kalau ia itu phobia akan darah sehingga ia selalu meneror dengan hal-hal yang berbau darah." jelas Rama dengan segala prasangka di hatinya.


"Iyya, itu sudah pasti nak Ram. Karena ia mulai meneror kan saat sebelum menikah denganmu dan ditujukan untuk mamanya Rara. Berarti ia mengenal baik keluarga kami."


"Apa Papa tidak mencurigai seseorang dari teman atau keluarga dekat?" tanya Rama mulai ingin memetakan pelakunya.


"Atau apa Papa percaya bukan Alif Reksadana pelakunya setelah ia bersumpah tadi siang?"


"Entahlah nak. Tadinya papa yakin kalau Alif lah pelakunya tapi melihat ia bersumpah seperti itu tadi hati papa jadi ragu kembali." jawab Ilhamsyah dengan pikiran yang semakin semrawut.


"Aku mau minta tolong untuk memeriksa rekaman CCTV di perusahaan pada hari kecelakaan itu, Pa."


"Boleh, ayok kita masuk. Semoga kali ini ada petunjuk yang lebih jelas." ujar Ilhamsyah kemudian mengajak Rama untuk masuk ke gedung Double Insurance. Hari ini adalah akhir pekan jadi suasana perusahaan pastinya sepi dan mereka berdua bisa bebas memeriksa dengan tenang.


Mereka berdua memasuki ruang operator untuk melihat rekaman CCTV yang mereka inginkan.


"Mohon maaf pak Ilhamsyah, pada hari senin itu kamera 50 yang menyorot ke Valet itu rusak. Tetapi pada hari selasa semuanya kembali normal." jawab seorang petugas operator pada Perusahaan itu.


Rama memandang Papa mertuanya dengan dahi berkerut. Ia yakin yang merusak kamera ini pastilah peneror itu.


"Coba periksa semua rekaman pada hari itu!" seru Rama meminta bukan hanya kamera yang menyorot Valet saja yang ia mau lihat.

__ADS_1


Satu hal yang ia terpaku di sana. Beberapa jam sebelum Rara kecelakaan, istrinya itu sedang mengobrol dengan seseorang di depan lokasi Double Insurance. Tapi sayangnya yang nampak adalah punggung pria itu saja. Tak ada rekaman yang menunjukkan wajahnya.


"Apa papa mengenal pria itu?" tanya Rama sembari menunjuk sosok pria dalam video itu.


"Mungkin ia karyawan baru, karena papa juga belum mengenalnya." jawab Ilhamsyah setelah lama berpikir. Dan juga pria itu sangat tidak mencurigakan. Ia tampak akrab dengan Rara.


Setelah membuka semua rekaman dan tidak menunjukkan hasil yang berarti, Rama dan Ilhamsyah pulang ke rumah masing-masing. Dengan masih membawa rasa penasaran yang cukup tinggi.


🍁


Adam menatap pria muda yang selalu mengikuti Sarah itu dengan pandangan curiga.


"Anda siapa?" tanya Adam dengan dahi berkerut.


"Aku Ahyan. Calon pacar Sarah." jawab pria itu dengan rasa percaya diri yang tinggi. Adam langsung terbatuk dan tertawa.


"Oh ya? jadi kamu mengancamku?" tanya Ahyan dengan nada mencibir.


"Kalau kamu merasa terancam, ya aku suka." jawab Adam dengan senyum menyebalkan. Ia tak rela Sarah yang selama ini ia jaga harus bersama orang lain.


"Sudahlah, Anak bau kencur. Tidak usah mengganggu urusan aku." ujar Ahyan dengan ekspresi marah mulai terpancing. Ia segera menghampiri Sarah yang baru saja keluar dari Toilet dan menarik tangan gadis itu untuk masuk ke mobilnya.


Adam tak tinggal diam. Ia balas menarik tangan Sarah yang lainnya.


"Lepaskan Sarah!" teriak Adam dengan rahang mengetat. Gadis yang sedang diperebutkan itu langsung menghentakkan tangannya hingga terlepas dari kedua belah pihak.

__ADS_1


"Sarah!" ujar Iyan dengan ekspresi kaget. Ia tak menyangka gadis itu sekarang menolaknya. Adam menyeringai kemudian menarik kembali tangan Sarah.


"Apa aku bilang, Sarah akan lebih memilih aku daripada kamu." ujar Adam wajah angkuh. Ia kemudian membawa Sarah menjauh.


"Hei, dasar gadis bodoh. Dia itu orang asing. Kenapa juga kamu selalu mau dekat-dekat dengannya." bisik Adam bagaikan sebuah sebuah gumaman di telinga Sarah.


"Aku kan gak minta ia mengikutiku, Dam. Entah kenapa ia selalu saja datang ke kampus." jawab Sarah Sambil menoleh ke belakang dimana Iyan masih berdiri di sana menatapnya. Seketika bulu kuduk gadis itu meremang.


"Itu karena kamu, tauk? selalu sibuk sama adik bayimu itu makanya Iyan jadi punya kesempatan mendekatiku." gerutu Sarah kesal.


"Lho kok aku yang disalahkan, kamu tuh yang mulai tidak setia, katanya suka sama aku kok malah berpaling ke cowok lain." ujar Adam balas mengeluh.


"Ih sebel, habisnya kamu itu gak peka, Dam." mereka terus mengobrol sampai tidak sadar sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menyerempet tubuh Adam dan berhasil membuat pegangan tangan mereka berdua terlepas.


"Aaaakh!" teriak Adam tertahan karena tubuhnya sudah terlempar ke parit dekat mobilnya yang ia parkir di pinggir jalan itu.


"Adam! tolong!" teriak Sarah memanggil nama sepupunya itu karena gadis itu tiba-tiba di dorong paksa menaiki sebuah mobil yang sedang melaju lambat di sampingnya.


"Hey turunkan aku!" teriak Sarah sembari memberontak dan memaksa ingin turun dari mobil itu.


"Siapa kalian?" tanya Sarah dengan pandangan tajam pada semua pria asing yang ada di atas mobil itu.


"Berisik!" ujar salah seorang diantara mereka kemudian menutup mulut Sarah dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Ia pusing mendengar teriakan gadis yang baru saja mereka tangkap.


---Bersambung--

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍


__ADS_2