Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 68 Suasana Malam Di Kota Daeng


__ADS_3

Beberapa karyawan TGR global Company dari ibukota kembali ke hotel tempat mereka menginap dan ada juga yang menggunakan waktu mereka selama berada di kota Makassar ini mengunjungi tempat-tempat wisata atau tempat-tempat berbelanja. Pantai Losari adalah pilihan mereka sebagai ikon kota Makassar.


Menjajari kuliner khas kota ini seperti pisang epek dan songkolo bagadang, serta masih banyak yang lain. Reno Sebastian dan Miska isterinya yang memang pernah lama tinggal di Kota ini menjadi tour guide dadakan. Apalagi mereka berdua adalah keluarga dekat dari tuan rumah. Sampai tengah malam mereka menikmati indahnya kota daeng dengan segala keunikannya.


Deka Roland sang asisten tidak tinggal diam ketika ada kesempatan seperti ini. Ini bagaikan tour gathering semua karyawan TGR Global Company yang dilaksanakan secara gratis atas dana pribadi sang General Manager. Momen ini ia gunakan untuk mendekati Risma secara personal.


"Ris, pernah makan pisang epek gak?" tanya Deka saat melihat Risma sedang duduk sendiri di loby hotel tempat mereka semua menginap.


"Gak pernah pak, emang rasanya kayak gimana itu" jawab Risma Yanti sembari memandang wajah Deka.


"Jalan yuk, entar kita cobain sama-sama. Aku juga belum pernah coba" Risma mengangguk karena hanya dia saja sendiri yang masih berada di Hotel. Semua temannya sudah keluar untuk menikmati suasana malam di Kota Daeng itu.


Deka tersenyum samar. Risma Yanti sudah mau mengajaknya ngobrol seperti biasa saja sudah membuatnya senang apalagi ini ia mau diajak keluar bersama.


"Pelan-pelan aja Dek" bisiknya dalam hati menyemangati dirinya sendiri. Mereka berdua pun berangkat bersama dengan dendang riang dihati Deka.


Sementara itu di rumah Vita Maharani pada waktu yang sama.


Gala tersenyum samar merasa menang. Ia harus menaklukkan gadis cantik ini malam ini juga.


Rama terbatuk dan menggeliat dalam tidurnya hingga membuat dua orang yang sedang terbang ke nirwana itu tersadar kalau ada sosok lain di kamar itu selain mereka berdua.


"Kita cari tempat aman ya" ujar Gala dengan suara beratnya sembari membangunkan tubuh Vita yang sudah lemas seperti jelly. Vita bingung ia mau dibawa kemana, akhirnya ia bertanya kepada Gala setelah melihat suaminya itu memakaikannya jaket agar tubuhnya yang sempat terbuka tadi tertutup kembali.

__ADS_1


"Kita lanjutkan di Hotel ya" Gala menarik tangan Vita keluar dari kamarnya tetapi ia bertahan tidak mau meninggalkan Rama yang sedang nyenyak.


"Rama bagaimana? Nanti kalau terbangun dan nangis gimana?" tanyanya khawatir.


"Ada mama, ayo cepetan" jawab Gala dengan tak sabar. Ia tak mau menunggu lagi. Vita pun akhirnya mengikuti langkah suaminya.


Sebelum keluar dari rumah itu. Gala memanggil mamanya agar menemani Rama tidur malam itu. Vita yang sempat berpamitan pada mama mertuanya tak sanggup mengangkat wajahnya. Ia sangat malu. Apa yang dipikirkan Nyonya Mawar akan dirinya nanti.


Ish


Malunya sampai ke ubun-ubun. Hingga dalam perjalanan ke hotel malam itu ia hanya diam tak mau berbicara walaupun Gala selalu memancingnya untuk membuka mulut.


Sesampainya di Kamar di hotel X .Gala langsung mengangkat tubuh istrinya tercinta ke atas ranjang besar itu ala bridal style. Ia sedari tadi mati-matian menahan hasratnya yang sudah sangat tersulut oleh foreplay yang mereka lakukan di kamar Vita.


Vita pasrah ketika suaminya mulai membuka jaket yang ia pakai tadi sehingga menyisakan gaun tidur tipis saja yang ia gunakan dan selanjutnya hanya mereka dan Tuhan saja yang tahu apa yang mereka lakukan untuk saling berbagi cinta dan sayang dibawah mahligai yang dipenuhi rahmat.


Keduanya sudah terbaring lemah dan saling memandang puas setelah kegiatan panas yang mereka lakukan. Vita menutup wajahnya tak mau menatap suaminya yang memandanginya terus. Ia rasanya ingin menggali lubang dan bersembunyi di sana. Ia sangat malu mengingat bagaimana ia mendesah dan meracau tak jelas ketika rasa nikmat yang diberikan suaminya melebihi rasa sakit dan perih itu yang perlahan menghilang.


"Kenapa?" tanya Gala lembut melihat istrinya selalu berusaha bersembunyi dari dirinya. Ia menarik selimut yang menutupi wajah Vita. Ia hanya menggeleng tak mau balas menatap suaminya.


"Nikmat yang mana yang kamu dustakan sayang, Hem?" Gala semakin menggodanya hingga ia akhirnya menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.


Gala mengelus lembut kepala Vita dan menciumi rambutnya yang halus dan harum "Jangan salahkan aku kalau mau lagi ya, kamu terlalu sedap sayang dan bikin ketagihan,"

__ADS_1


"Ternyata halal lebih nikmat ya Vit, ada krenyes-krenyesnya gitu" bisik Gala di kupingnya dan sekali lagi membuatnya meremang. Malam itu mereka melakukannya berkali-kali seolah tidak ada hari esok. Walaupun Vita merengek minta berhenti melayani hasrat suaminya yang tidak ada habisnya Gala tetap melaju dan berpacu hingga tidak ada lagi sisa lahar panas dalam dirinya. Mereka berdua baru bisa terlelap setelah dini hari.


🍁🍁🍁🍁🍁


Vita Maharani menggeliat pelan kemudian terlonjak bangun karena sinar matahari yang menembus celah-celah tirai dibalik jendela besar itu menyapa wajahnya. Ia meraih handphone yang tergeletak santai di atas nakas dekat headboard ranjangnya. Dengan gerakan cepat ia membuka layar handphonenya dan melihat waktu sudah sangat siang untuk melaksanakan sholat subuh. Dengan cepat ia melompat dari ranjang seperti kebiasaannya selama ini ketika bangun terlambat.


"Awwww" Ia menjerit karena merasa sakit dan perih di daerah intinya. Gala yang mendengarnya langsung ikut terbangun akan teriakan itu.


"Kenapa? ada yang sakit?" tanyanya bingung melihat Vita berjongkok di depan tempat tidur. Vita menggelenhkan kepalanya pelan. Tidak mungkin ia menceritakan yang sebenarnya pada Gala mau ditaruh di mana mukanya karena malu.


"Bapak mandi duluan baru kita sholat" jawab Vita tanpa mau melihat wajah Gala yang khawatir.


"Tapi ini udah siang, sholat apa sudah siang begini" jawab Gala santai. Ia belum mau pindah dari posisinya memandang tubuh Vita yang masih dalam keadaan seperti itu.


"Eh, ini kan gak disengaja Pak, ayo cepetan mandi trus carikan mukena untuk saya yah, plis" Vita tak mau berlama-lama meladeni ucapan suaminya karena ini sudah darurat kesiangan. Akhirnya Gala menurutinya dan menghubungi Deka agar membawa mukena dan baju ganti untuk Vita sebelum ia masuk ke kamar mandi.


"Aku minta mukenanya Risma aja deh, yang lebih dekat dari sini" jawab Deka dalam hati dari ujung sana ketika mendapat perintah dari sang Bos.


"Sekalian sarapan pagi dengan wajahnya yang manis itu" ujar Deka modus sambil menyeringai.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hai, hai, maafkan othor baru bisa muncul sekarang.

__ADS_1


Like, komen, dan kirim hadiahnya ya...


Happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2