Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 253 Kekesalan Hati Adam


__ADS_3

Sarah menghampiri tamu yang dimaksud oleh Pak Presdir. Seseorang yang lama ia tunggu dan rindukan. Tetapi pria itu malah sering membuatnya garing dan sakit hati.


"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sarah dengan sikap formal seperti ketika menerima tamu pada umumnya. Adam menatapnya tak percaya, ia merasa Sarah yang ia kenal dulu tidak kaku seperti ini.


"Sarah? Apa aku seperti tamu yang baru kamu kenal?" Pria itu langsung berdiri dari duduknya dan mendekati Sarah dengan ekspresi yang tak terbaca.


"Maaf, ini lingkungan kerja Pak, jadi jika anda datang kemari, itu berarti anda pasti punya urusan penting yang berhubungan dengan pekerjaan, iya kan Pak?" tanya Sarah lagi tanpa ingin terpengaruh dengan perasaannya sendiri. Apalagi sang Presiden Direktur seakan-akan memantau semua tingkah lakunya.


"Baiklah, Terus terang aku tidak punya urusan pekerjaan di sini. Aku hanya ingin menemui anda secara pribadi." ujar Adam dengan wajah tenang.


"Kalau begitu anda salah waktu dan tempat." jawab Sarah lagi tanpa mau menatap mata Adam yang menatapnya bagai ingin menelannya bulat-bulat.


"Kami disini bekerja secara profesional Pak. Silahkan buat janji terlebih dahulu jika itu berhubungan dengan pekerjaan dan jika itu berhubungan dengan hal pribadi silahkan membuat janji juga." Adam tersenyum samar dengan jawaban Sarah yang terkesan lucu dan dipaksakan.


"Kalau begitu tak ada bedanya, sama-sama harus membuat janji ya. Baiklah aku permisi." ujar Adam kemudian melangkah ke arah meja presiden direktur.


"Saya permisi Om. Terimakasih karena sudah mengizinkan saya masuk ke ruangan ini tanpa ada janji sebelumnya." ujar Adam dengan pandangan lurus ke arah Sarah bermaksud menyindir. Sungguh ia kesal. Tetapi gadis itu malah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Adam pun keluar dari ruangan itu dengan ekor mata masih melihat ke arah Sarah yang benar-benar berubah dan dingin padanya.


Sedangkan Sarah sendiri cuma diam sembari menarik nafasnya dalam. Ia kembali duduk di kursinya dengan perasaan bersalah. Tetapi bagaimanapun juga ia ingin tampil profesional didepan sang Presiden Direktur, meskipun beliau adalah papanya sendiri.

__ADS_1


Gala tak ingin berkomentar, ia hanya tersenyum melihat kedua muda-mudi itu sudah pintar bersikap dewasa dan juga tahu batasan-batasan yang harus mereka lakukan.


🍁


Sarah melirik jam tangan mungil dipergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Itu menandakan bahwa sudah saatnya mereka yang bekerja pada Perusahaan TGR bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.


Adi nampak gelisah di dekat mesin finger print. Ia sudah lama menunggu Sarah di sana. Ia benar-benar ingin mendekati gadis itu dan mengungkapkan perasaannya.


Adi tersenyum samar saat melihat Sarah keluar dari lift. Dengan langkah cepat ia menghampiri gadis berhijab itu dan mulai menyapa,


"Sarah, aku ada perlu sama kamu. Bisa ikut aku sebentar gak?" pinta Adi dengan wajah memohon. Sarah tersenyum kemudian berujar, "Aku ngabsen pulang dulu ya? cuma sebentar kan?"


Sarah pun melangkahkan ke arah tempat finger print itu berada. Ada banyak karyawan yang berdiri di sana antri. Dan tanpa disangka-sangka tangannya ditarik oleh seseorang ke arah pintu keluar. Adi yang melihat kejadian yang begitu cepat itu langsung memburu keluar dengan langkah cepat.


"Adam! Ngapain bawa Sarah seperti itu!" teriak Adi tak terima. Ia benar-benar emosi melihat sahabatnya itu berani menyentuh dan menarik tangan Sarah seperti itu. Ia saja selalu berniat tetapi tak pernah mendapatkan kesempatan seperti itu.


"Maaf Di, aku ada hal penting dengan gadis ini. Dan harus kami berdua selesaikan sekarang juga." ujar Adam tanpa melepaskan tangannya dari Sarah, ia bahkan langsung membuka pintu depan mobilnya yang sudah ia siapkan di depan pintu utama di gedung itu.


"Tapi, Dam. Aku..." ujar Adi masih tak mengerti apa yang terjadi. Yang ia tahu ia harus mendapatkan Sarah saat ini juga.


"Maaf, Di kami pergi dulu."

__ADS_1


"Sarah! Adam!, Oh sial!" Seru Adi sembari meraup wajahnya kasar.


"Ada apa Di?" tanya Rama yang baru muncul di belakang punggung pria muda itu, ia sedikit banyak melihat kejadian yang terjadi tadi.


"Anu pak, itu Adam membawa lari Sarah dari saya pak Rama. Padahal saya kan sedang dekat dengan gadis itu dan Ingin menembaknya saat ini," jawab Adi wajah sangat kesal tetapi nampak lucu bagi Rama.


"Lupakan niatmu itu Di. Cari yang lain saja." ujar Rama sembari menepuk bahu karyawannya itu.


"Tapi kenapa Pak? aku menyukainya. Dan ia juga belum ada yang punya." tanya Adi merasa perlu alasan yang sangat kuat.


"Karena ia punya Adam." jawab Rama singkat kemudian meninggalkan Adi yang melongo tak percaya. Ia masih ingin memperjelas rasa rasa ingin tahunya tetapi Rama sudah memasuki mobilnya dan sudah berlalu dan hanya meninggalkan sisa suara deru mobil itu di telinganya.


"Adam? Ada banyak pertanyaan yang harus kamu jawab!" geramnya dengan mengepalkan kedua tangannya disamping tubuhnya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey??


Maaf telat updatenya, Selamat Hari Raya idul Adha, mohon maaf lahir dan batin.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2