Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 110 Kesedihan Risma Yanti


__ADS_3

Risma berlari ke kamarnya sembari berusaha menahan agar air matanya tidak tumpah di tengah acara pesta Rama yang cukup meriah itu. Ia ingin sendiri dan merenungi nasibnya yang belum juga dikaruniai seorang bayi. Padahal ia tahu betul Deka suaminya sangat menginginkannya meskipun suaminya itu tak pernah mengatakannya terus terang.


Bermain seharian dengan Rama dan Sovia ketika weekend menunjukkan bagaimana inginnya Deka mempunyai momongan. Terkadang diwaktu malampun saat ia sedang istirahat habis kerja, Deka akan ke kamar anak-anak itu untuk bermain.


"Aaaaaaa," Risma berteriak dalam diam. Ia menenggelamkan kepalanya kedalam bantal menahan tangisnya agar tidak terdengar.


Sedangkan di luar sana, pesta ulang tahun Rama masih berlangsung dengan ceria. Setelah acara doa bersama yang dipimpin oleh seorang pemuka agama. Kue ulang tahun yang berbentuk mobil Tayo raksasa itu dipotong dan dibagikan ke semua tamu. Dengan bangga Rama memberitahu semua orang kalau kue itu adalah buatan mama Vita.


"Silahkan dicicipi Tante, ini kue buatan mama Vita," ujar Rama setiap mengantarkan potongan kue itu ke semua tamu.


"Anak yang sopan," ujar salah seorang tamu.


"Makasih sayang," jawab yang lain dengan senyum bahagia.


"Kuenya pasti enak ya," ujar Ninick saat mencicipi langsung kue itu di depan Rama.


"Mamanya Rama kan pintar bikin kue, ya," lanjutnya lagi dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Ia teringat bagaimana waktu itu Vita membuat bermacam-macam kue di rumahnya sewaktu ingin menjodohkan mamanya Rama dan Reno putranya.

__ADS_1


"Tentu saja nek," jawab Rama bangga. Ia semakin senang tatkala orang-orang memuji mamanya.


Setelah semua tamu mencicipi kue ulang tahun buatan nyonya rumah. Semua anak-anak digiring ke luar rumah. Untuk bermain outdoor. Ada banyak permainan yang sudah disiapkan oleh papa Gala Putra Raditya untuk memanjakan anak-anak yang hadir. Suasana di luar tampak seperti pasar malam. Semua wahana ada di sana. Dari mulai komedi putar, bianglala, rollercoaster, dan masih banyak lainnya. Hal yang mendukung adalah halaman samping rumah yang masih sangat luas hingga semua permainan itu muat di sana.


"Woow," teriak beberapa anak takjub. Mereka tidak menyangka acara ulang tahun perdana cucu pertama Raditya betul-betul memukau. Orang tua, kakek nenek, Paman dan Tante semuanya ikut menikmati layanan tuan rumah. Mereka semua seakan kembali ke masa kecil mereka yang merindukan permainan-permainan seperti ini.


"Bos kakak memang hebat ya," ujar Pandu pada Kakaknya saat mendampingi Zahwa yang ingin mencoba menaiki bianglala.


"Pak Ge Pe Er memang selalu bisa membahagiakan orang-orang." jawab Ira Zerni sambil tersenyum.


"Apalagi orang yang sangat dicintainya." lanjutnya lagi dengan membayangkan wajah Vita Maharani yang pastinya selalu dibuat bahagia oleh suaminya itu.


" Astaga, Kak. Aku sudah move on kali. Vita tak akan pernah bisa tersentuh kak, selama pak Ge Pe Er itu ada disana seperti herder, sedikit saja kita berulah langsung digigit," ujar Pandu sembari tertawa terbahak-bahak. Ira ikut tertawa senang karena adiknya sudah faham dimana posisinya saat ini.


Sementara itu di bawah sana. Deka Roland sedang bingung mencari istrinya di tengah keramaian ini. Ia juga ingin naik bianglala berdua dengan Risma seperti pasangan lainnya. Tetapi dimana istrinya itu sekarang, kenapa sampai acara akan segera berakhir tapi ia belum melihat wajah teduh istrinya itu.


Deka Roland menanyai semua orang bahkan pelayan, siapa tahu mereka melihat Risma Yanti istrinya. Tetapj semuanya menjawab tidak melihat. Akhirnya Deka menaiki bianglala itu sendirian, tetapi sebelum permainan itu bergerak, seorang perempuan muda berusaha menahan agar ia bisa duduk bersama dengannya. Ia pasrah saja soalnya tidak bagus juga kalau ia sendirian di atas sana.

__ADS_1


Hmmm, siapakah perempuan muda itu???


Apakah ia pernah muncul pada bab-bab sebelumya???


🍁🍁🍁🍁🍁


Tetap dukung karya ini dengan cara klik like kirim komentar dan kirim hadiahnya yang banyak supaya othor tetap semangat, okey????


Sambil menunggu bab selanjutnya yuks kepoin karya teman othor nih.


Judul : the Day i become a God


Napen: haoyi


Menceritakan Perjalanan seorang anak tanpa bakat bernama Arjuna Daniswara.


Tepat di umurnya yang ke sepuluh tahun Juna mendapatkan sebuah system yang dapat mengetahui segala hal di dunia.

__ADS_1


Dan dengan bantuan system yang dia beri nama Eva itu Juna mulai bertambah kuat dan bertemu dengan banyak teman dan musuh.


Akankah juna bisa bertahan melawan musuh musuhnya dan siapakah Eva yang sebenarnya ?....


__ADS_2