Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 23 Meet And Greet


__ADS_3

Berkat usahanya dan bantuan teman-teman kerjanya akhirnya Vita Maharani lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Menerima SK yang tentu saja akan menaikkan pendapatan dan prestise nya ke depannya.


Promosi jabatan serta jenjang karir yang lebih tinggi akan segera mampir ke tempatnya untuk itu Ia selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dan keprofesionalan nya dalam bekerja.


Jangan pernah berhenti belajar, itulah motto dalam hidupnya. usia yang masih sangat muda memungkin kan nya untuk terus menapaki karir yang lebih tinggi.


Hari ini ia akan mempresentasikan hasil penemuannya untuk meningkatkan nilai jual Perusahaan di depan para dewan direksi dan para petinggi perusahaan.


Harapannya adalah semoga semuanya berjalan lancar dan mudah.


Ada beberapa karyawan mendapatkan kesempatan mempresentasikan produk atau penemuan baru pada kesempatan ini.


"Semangat yah" ujar Hany sahabatnya memberikan dorongan spirit.


Ia sedikit cemas, sebagai karyawan tetap baru yang tiba-tiba mempunyai ide untuk tampil pada event yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua karyawan untuk meningkatkan kualifikasi dan sebagai ajang untuk perbaikan nasib, rasanya ini terlalu dini.


"Jangan khawatir" ujar Hany lagi.


"Dewan direksi kita sangat mengapresiasi keberanian setiap personil nya jika menyangkut kemajuan perusahaan"


"Baiklah, Ganbate!" Vita berteriak sambil meninju udara. Ia melangkah memasuki ruangan yang sudah disiapkan di lantai teratas gedung Pencakar langit milik TGR.


" Presentasi Produk atau program baru selanjutnya adalah dari Nona Miska Todler" seorang MC mempersilakan Miska tampil.


Tepuk tangan menggema sesaat setelah presentasi Miska selesai.


"Sempurna!" ujar salah seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan jas berwana biru dongker. Rupanya ia adalah salah satu anggota dewan direksi.


"Cantik dan cerdas!" Ujar yang lain memberikan pujian.


Vita Maharani berusaha menahan degup jantungnya. hampir semua anggota conferensi ini memuji penampilan Miska. Semua tampak setuju dengan program baru yang ditawarkannya.


"Kamu lihat kan, Miska memang hebat" Ujar Nyonya Mawar dengan bangga tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Miska.


Gala tahu, kalimat itu ditujukan untuk dirinya. Ia malas menjawab kata-kata mamanya. Ia berusaha menampakkan wajah datar tak terpengaruh.


"Berikutnya, kami persilakan Nona Vita Maharani sebagai peserta terakhir" kembali suara MC men jeda kasak kusuk di ruang aula pertemuan itu.


"What?" Miska yang baru saja duduk reflek berdiri kembali saking kagetnya mendengar nama itu.


Nertra nya menatap tajam ke arah seseorang yang sedang berjalan anggun di depannya dan sudah bersiap memulai presentasi nya.


"Wow, ternyata benar dugaan ku" gumamnya dalam hati.


"Menarik, kita bertemu lagi raksasa cantik" senyum aneh tak lepas dari bibirnya.


Sementara itu bukan hanya Miska yang dibuat gelisah, Reno Sebastian yang dengan setia berdiri di samping ibu Presdir Mawar Raditya, tampak tersenyum samar. Wajahnya yang datar berubah warna.


" Selamat Pagi Ibu Presiden Direktur" sapa Vita Maharani sambil membungkuk hormat. tak lupa senyum manisnya ia tampilkan.


"Baiklah, terima kasih atas waktu ibu dan bapak dewan direksi"


" Produk baru yang ingin saya tawarkan untuk nantinya kita lempar ke pasar adalah aplikasi Yang saya namai M&G (baca Em and Ji)" Vita Maharani menunjuk layar yang menampilkan logo M&G.

__ADS_1


" M&G adalah semacam biro jodoh. Aplikasi ini bertujuan untuk mempertemukan seseorang dengan jodohnya melalui dunia Maya"


" M&G adalah singkatan dari Meet and Greet"


Vita menjelaskan dengan sangat percaya diri. Ia sangat menguasai materi yang dijelaskannya.


" Shiiiiiii*it" Gala meraup wajahnya kasar. ia merutuki dirinya yang tidak fokus menyimak apa yang dijelaskan oleh Vita Maharani.


Matanya yang tajam bak elang hanya terfokus pada bibir merah itu yang dengan lugas menjelaskan produk unggulannya.


Bayangan ketika ia menikmati bibir itu membuatnya gelisah dan kesal bersamaan.


Ia berusaha menggigit ujung bolpoin nya untuk meredakan fikiran-fikiran kotor yang berseliweran di kepalanya.


"Apa yang membuat anda yakin bahwa produk ini akan laku dipasaran?" tanya seorang pria paruh baya yang Vita yakini adalah manager dari divisi Marketing.


"Tentu saja saya yakin pak. saya dan teman pernah mencoba aplikasi ini sewaktu masih belajar di Universitas"


"Dan ternyata responnya sangat bagus, cuma karena kami kekurangan dana sehingga produk ini tidak kami lanjutkan"


"Dan juga sebagai tagline dari aplikasi M&G adalah someone is made for you in the heaven*"


"Saya yakin ketika produk ini kita lempar ke pasar maka pastinya bisa mengalahkan aplikasi nit not dan smack video"


Semua orang berdiri dan sangat takjub dengan pemaparan yang disampaikan oleh seorang karyawan baru seperti Vita Maharani.


Tepuk tangan menggema seakan ingin memecahkan ruangan berukuran 15X15 m itu.


tampak wajah puas dari semua orang kecuali Miska Todler. Ia menggeram kesal.


🍁🍁🍁🍁🍁


Pintu terbuka setelah ada perintah untuk masuk. Vita Maharani melangkah dengan anggun ke dalam ruangan pak GM. Gala Putra Raditya.


Ini kali kedua ia memasuki ruangan milik big bosnya.


"Silakan duduk nona" ujar Deka sang asisten mempersilakan.


Deka meninggalkan dua orang ini dalam keadaan hening. Ia tahu keberadaannya sangat tidak diharapkan oleh Sang bos.


Selama beberapa menit atmosfer dalam ruangan itu bak kuburan, hening dan damai.


Gala berpura-pura sibuk untuk menutupi kegelisahannya. sedangkan rasa yang sama juga dialami Vita Maharani.


Terakhir mereka bertemu, bukanlah momentum yang indah.


Vita mulai jengah dengan tingkah Gala. Ia berdiri dari duduknya dan berniat keluar dari ruangan GM. Waktunya terbuang percuma dengan duduk bersama orang aneh macam ini


"Well. Nona Vita Maharani" akhirnya Gala memulai pembicaraan ini.


"Saya minta anda menjelaskan ulang produk anda tadi" ujar Gala dengan senyum miring meremehkan.


Vita Maharani kembali duduk dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Bukannya bapak ada saat itu, pasti bapak menyimak dengan baik kan?" tanya Vita tak sabar. kelamaan menunggu membuatnya kesal dan bicara sedikit kurang sopan. lupa kalau ia adalah seorang bawahan.


"Oh Of course I am. Tadi saya kurang fokus saja" jawab Gala sambil memegang tengkuknya sendiri. berusaha membela diri.


"Lalu perhatian seorang big boss kemana saat karyawan menjelaskan sebuah produk" Vita mulai mencecar Gala dengan pertanyaan.


"Ke bibirmu" jawab Gala spontan. UPS dengan cepat ia meralat.


"Maksud saya ya tentu saja ke bibirmu yang sedang presentasi"


Vita mendengus memutar bola matanya malas.


"Saya tidak akan tanda tangani peluncuran produkmu itu kalau kamu tidak menjelaskan ulang" tegas Gala mengintimidasi.


Berdebat pun tidak akan berguna. akhirnya Vita menjelaskan aplikasi barunya kembali dengan singkat, padat, dan jelas.


"Jadi menurutmu, orang akan dipertemukan dengan jodohnya setelah menginstal aplikasi ini?" tanya Gala sambil melipat tangannya di dada.


"Betul Pak" jawab Vita yakin.


"Walaupun orang itu sudah punya jodoh yang lain?"


"Maksudnya?" Vita bingung dengan pertanyaan Gala.


"Kalau seorang perempuan sudah punya pasangan dan mungkin sudah memiliki anak, apa mungkin akan bertemu dengan jodoh yang lain?"


"Ya enggaklah Pak" Vita menggeleng kan kepalanya dramatis.


"Emangnya Bapak mau jadi pebinor?"


"Perebut Bini Orang?" Vita mencibir dan menatap tajam ke arah Mata Gala.


"Jangan lakukan Pak, masih banyak wanita single di luar sana"


"Maksud kamu apa?" Gala merasa tersindir. Ia memang menyukai istri orang yang sudah punya anak. dan orang itu sedang berdiri di hadapannya dengan ekspresi marah dan jijik.


"Kalau bapak ingin menggunakan aplikasi ini untuk merebut bini orang, maka sayalah orang terdepan yang akan mengacaukan nya" Ujar Vita Maharani sengit.


Ia tak menyangka Pak GM nya ini diam-diam menyukai orang lain yang sudah menikah pula. hatinya sedikit sakit, lalu kata-kata manis yang selalu dikirim untuk nya bersama bingkisan-bingkisan itu ternyata apa? cuma PHP?


Apalagi ciuman pertama nya dicuri oleh sang Bos. Ia betul-betul ingin mencekik orang ini.


"Permisi Pak!" Ujarnya sambil menghentakkan kakinya.


Gala Putra Raditya cuma bisa melongo untuk sepersekian detik. Perempuan memang susah dimengerti.


*Meet and Greet : Bertemu dan Menyapa


*Someone is Made for you in heaven : Seseorang sudah diciptakan untukmu di surga


🍁🍁🍁🍁🍁


Hai readers tersayang, othor receh hadir lagi nih. Semoga terhibur yak.

__ADS_1


jangan lupa like and komen. kalau ada bunga sama kopi bolehlah dikirim sebagai penyemangat untuk aku hehehehe


__ADS_2