
Gala sampai menabrak tubuh Reno pas di depan pintu perawatan Miska karena tidak fokus pada jalanan di depannya. Ia sedang panik karena tidak menemukan Vita dimanapun.
"Maaf" ujarnya saat melihat tubuh Reno lah yang ia tabrak. Reno hanya menganggukkan kepalanya. mereka berdua kembali ke jalan masing-masing yang berlawan arah. Reno melangkah masuk sedangkan ia keluar dengan terburu-buru.
Gala mengendarai mobilnya menyusuri jalan-jalan ibu kota dengan harapan bisa menemukan pujaan hatinya di sana. Ia mencoba terus menghubungi nomor Vita sedari tadi tetapi tidak juga tersambung.
"Kemana kamu Vit" gumamnya dalam hati. Masih terbayang di pelupuk matanya bagaimana ekspresi malu-malu gadis itu tadi pagi saat ia tinggalkan di halaman rumah sakit.
"Apa kamu sengaja mempermainkanku hah?" Gala memukul setirnya dan mulai berpikir macam-macam.
"Kamu sengaja membuatku melayang tetapi setelah itu kamu melemparku ke jurang terdalam"
"Aku pastikan akan mengurungmu 24 jam kalau aku menemukanmu" ia terus mengoceh untuk memberikan penghiburan pada hatinya yang kecewa.
Ia kemudian menggerakkan semua orangnya untuk mencari keberadaan gadis itu. Setelah hampir 2 jam barulah smartphonenya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.
"BrengSek" umpat Gala emosi. Ia sudah menduga nomor misterius ini pasti akan mengirimkan sesuatu. Dengan kecepatan di atas rata-rata ia melajukan kembali mobilnya ke rumah sakit. Ia yakin Reno masih berada di sana.
Ia membuka kamar perawatan Miska dengan terburu-buru.dan justru melihat pemandangan yang membuat hatinya berubah menghangat. Di sana Reno sedang menyuapi Miska dengan menggunakan tangannya sendiri. Sampai bubur itu habis di piringnya. Ia masih berdiri di sana memperhatikan interaksi mereka.
Gala langsung teringat akan pesan gambar yang ia baru terima. Di dalam pesan gambar itu terlihat Reno membukakan pintu mobil untuk Vita beberapa jam yang lalu sebelum Vita menghilang. Dan ia ada di sini ingin mengkonfirmasi tentang pesan dari nomor misterius tersebut.
"Ren, bisa kita bicara?" ujar Gala menjeda interaksi Miska dan Reno yang cukup mencurigakan bagi Gala.
Reno memberi kode pada Miska kalau ia akan keluar sejenak.
"Dimana Vita kau sembunyikan hah?" Gala langsung mencengkram kerah kemeja Reno dengan keras.
"Apa maksud anda" tanya Reno bingung. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud Gala.
"Lihat ini!" tunjuk Gala pada foto yang terdapat dalam smartphonenya.
"Aku hanya mengantarnya pulang setelah itu kembali kesini"
"Apa aku bisa mempercayai mu?" tanya Gala ragu.
"Aku pikir Vita sedang berada di kostan nya, memangnya kenapa anda sepanik itu"
"Baiklah. Sekarang aku mau bertanya apa hubunganmu dengan Miska?" Gala masih heran kenapa Reno bisa secepat itu membujuk Miska makan dan minum. ada apa dengan mereka berdua.
"Akulah yang merenggut kehormatan Miska"
__ADS_1
Bugh
Gala langsung memberikan pukulan telak pada perut dan kaki Reno. Inilah orang yang selama ini membuat Miska menderita. Reno tidak memberikan perlawanan walaupun ia mampu. Tinggi badan mereka hampir sama meskipun tubuh Gala kelihatan lebih berotot darinya. Ia rela dipukuli sampai babak belur. Karena keadaan Miska yang mengenaskan itu adalah hasil perbuatannya. Apalagi sekarang ia sedang mengandung anaknya.
Setelah Gala puas memukulinya. Ia langsung berujar.
"Jaga Vita dengan baik" kemudian berlalu dari pandangan Gala. Tetapi Gala berhasil menghadangnya kembali.
"Hei, masih berani kau memikirkanya,hah"
" Nikahi Miska secepatnya atau kau..." ancam Gala dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Jangan khawatir aku akan bertanggung jawab. setelah ia sembuh kami akan segera menikah"
"Vita tadi pergi dari sini dalam keadaan kacau. Aku yakin ada yang menyakiti perasaanya" ujar Reno menerawang, ia ingat ia melihat Vita dan Rama di pinggir jalan dalam keadaan menangis. Gala langsung tertegun mendengarnya.
"Terima kasih" Gala dengan langkah seribu menuju mobilnya dan dengan segera mendatangi tempat kostnya Vita Maharani.
Ia menemui Ibu Dewi di ruang tamu tempat kost itu. Sang pemilik kostan sudah menduga pria yang selalu mengamati rumah ini pasti akan datang saat tahu gadis itu sudah tidak ada.
"Mohon maaf Bu, apakah ibu tahu dimana Vita berada" tanya Gala dengan hati berdebar.
"Ibu juga tidak tahu nak. Beberapa jam yang lalu nak Vita dan Rama kemari hanya mengambil barangnya saja tetapi tidak bilang mau kemana" Ibu Dewi menjelaskan apa yang ia tahu.
"Yang ibu lihat ia sangat bersedih nak. Vita menangis dan ibu tidak tahu kenapa ia sampai sesedih itu" ujar ibu Dewi yang justru membuat hati Gala nyeri. Ia mengusap wajahnya kasar kemudian pamit kepada Bu Dewi.
"Siapa yang melakukan ini?" gumamnya dalam hati. Ia melangkah keluar tetapi matanya tertumbuk pada sebuah mobil di garasi yang ia tahu adalah mobil hadiah darinya untuk gadis itu.
"Vita pasti tidak pergi jauh mungkin ia hanya ingin menenangkan dirinya" hiburnya lagi dalam hati.
"Aku akan kembali ke sini besok" ujarnya dengan langkah pasti.
🍁🍁🍁🍁🍁
Vita Maharani dan Rama Putra Tama sudah mendarat dengan selamat di kota M. Ada rasa bahagia menyelimuti hati Vita ketika kembali ke kampung halamannya.
Perjalanan dari bandara ke rumahnya memakan waktu 2 jam. Sepanjang jalan Vita memperhatikan perubahan yang cukup siginifikan pada kota ini. 4 tahun ia baru menginjakkan kembali kakinya di tempat ini. Tempat dimana ia lahir dan tumbuh bersama kedua orangtuanya tercinta.
Untunglah rumah peninggalan orang tuanya masih ada dan sekarang sudah ia renovasi. Sejak bekerja di Perusahaan besar "TGR" Global Company ia selalu menyisihkan gajinya dan mengirimkannya kepada Ibu RT sahabat almarhumah Ibunya agar merenovasi dan merawat rumah itu dengan baik.
"Vita..." Ibu RT menyambutnya dengan suka cita. Ia sudah mendapat kabar beberapa jam yang lalu kalau ia akan pulang.
__ADS_1
"Kamu semakin cantik, nak" ujarnya lagi dengan mata berbinar bahagia.
"Pa kabar Bu" ujar Vita sembari memeluknya sahabat ibunya ini.
"Alhamdulillah baik nak dan sudah semakin tua" jawabnya berkelakar.
"Ayo kamu istirahat dulu dan ini siapa ini cowok ganteng"
"Rama Bu, putranya kak Gita" jawab Vita dan mengelus kepala Rama lembut. anak itu masih malu jadi ia bersembunyi di kaki Vita belum berani menyapa orang baru yang ia temui.
"Ya Allah, Gita ternyata meninggalkan seorang putra yang sangat ganteng" suara ibu RT tercekat di tenggorokan. Ia merasa sedih karena anak sekecil ini sudah ditinggal mati oleh kedua orangtuanya.
"Ayo makan dulu baru istirahat. Ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu"
"Iya Bu terima kasih" ujar Vita dengan seulas senyum. Ia melangkah masuk ke arah dapur dan menemukan begitu banyak masakan tradisional di atas meja makan. Setelah mencuci tangan dan wajahnya Ia dan Rama memulai ritual makan malamnya.
"Ini apa ma?" Rama mengangkat sebuah lauk yang baru ia temukan. Vita tersenyum melihatnya.
"Itu namanya biri-biri sayang, cara makannya seperti ini sruuut sruuut" ia menghisap biri-biri itu dengan menggunakan bibirnya yang menimbulkan bunyi yang sangat nyaring hingga membuat Rama tertawa terpingkal-pingkal karena lucu dengan ekspresi mamanya menghisap makanan itu.
Akhirnya makan malam yang penuh drama itu selesai juga dengan ditutup oleh Rama yang sudah pintar membaca do'a setelah makan.
Sebelum tidur Vita menghidupkan handphonenya kemudian mengganti kartu simnya dengan yang baru dan menghubungi ibu Dewi untuk memberitahukan kalau ia sudah sampai dengan selamat.
"Alhamdulillah kalau kalian sudah sampai" ujar Bu Dewi dari seberang sana setelah ia memberi tahu kondisi mereka yang baik-baik saja.
"Eh, Vit pria tampan yang pernah ibu bicarakan itu datang kemari mencarimu"
"Siapa Bu?"
"Kalau tidak salah namanya Gala" jantung Vita langsung berdebar mendengar nama itu. Nama yang selalu memberinya sakit dan senang secara bersamaan.
"Lalu ibu bilang apa?" tanya Vita khawatir.
"Ibu bilang kalau kamu sudah pergi dan kelihatan sekali kesedihan di wajahnya Vit"
"Tidak apa Bu, ia akan melupakan Vita tidak usah dipikirkan. Aku tutup ya Bu. Assalamualaikum" Vita menutup sambungan telepon itu dengan hati galau.
🍁🍁🍁🍁🍁
Cuma mau bilang jangan lupa like, komen, dan Hadiah.
__ADS_1
Gitu aja
Happy Reading 😍😍😍😍😍