Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 52 Kado Untuk Eyang Putri


__ADS_3

Siang ini setelah makan siang. Vita mengajak Hany mencari kado untuk ibu Presdir eyang uttilinya Rama. Waktu mereka hanya sedikit dan tak boleh kembali terlambat. Untungnya Mall yang mereka datangi tidak begitu jauh lokasinya dari Gedung tempat mereka bekerja.


"Ada gak sih cerita yang aku lewatkan?" tanya Hany sembari terus menyusuri etalase toko yang mereka datangi.


"Maksud kamu?' Vita menghentikan langkahnya dan menatap sahabatnya. Hany mengangkat kedua tangannya.


"Ini kita cari kado untuk siapa sih?"


"Mana waktunya mepet banget lagi, untuk sebentar malam kan?"


"Ibu Presdir" jawab Vita singkat dan melanjutkan langkahnya mencari benda apa yang cocok untuk Ibu Presdir yang manis dan gak murahan tetapi tidak mahal juga.


"Ibu Presdir TGR, maksud kamu?" tanya Hany lagi. Ia melihat Vita mengangguk.


"Hei, itu yang aku maksud. Kenapa kamu sibuk mencari kado untuk ibu Presdir"


Hany menarik ujung kemeja Vita meminta penjelasan.


"Kamu sedang cari perhatian sama putranya ya?" Hany mengangkat kedua alisnya berulang-ulang.


"Ngaco!" Vita mengibaskan tangannya.


"Ayo cepat bantu aku, kalau kita terlambat balik ke kantor. Aku pastikan akan jadi remahan peyek oleh pak GM" Vita mengabaikan rasa penasaran Hany.


"Ini Rama yang diundang bukannya aku" ujar Vita lagi, Hany langsung diam. Ia memang pernah mendengar kalau Rama dan Ibu Presdir sangat dekat.


"Yang ini bagus mba" ujar seorang shop keeper. setelah menjelaskan kalo ini permintaan anak kecil yang akan memberi kado untuk orang dewasa.


"Kamu cuma mau kasih ini, Vit?" ujar Hany tidak percaya sembari membolak-balik benda yang sudah terbungkus cantik itu.


"Ibu Presdir itu orang kaya lho...aku ragu kalau beliau yang super perfect itu akan senang menerimanya. Jangan-jangan kado ini hanya akan diparkir di pojokan" ujar Hany panjang lebar dan terasa semakin cerewet di kuping Vita.


"Udah ah gak papa yang penting Rama datang dengan membawa buah tangan"


"Tahu kan Rama itu gak suka ke acara ultah kalo gak bawa kado, nangis kejer nanti dianya" Vita tertawa mengingat Rama yang paling senang dapat undangan dan paling cerewet juga sama yang namanya kado.


"Tapi ini kan gak level banget Vit" Hany mendengus dan masih melayangkan protes.


"Hey, terkadang orang kaya itu tidak memusingkan kado apa yang kita bawa. cukup kita menghadiri undangannya saja pasti udah seneng banget" jawab Vita sembari menyeret tangan Hany yang bertahan tidak mau pulang dan mencari kado mahal.


"Hei, ayo dong kita terlambat nih"

__ADS_1


"Kalo gitu gak usah bawa kado sekalian, aku sebagai sahabatmu malu kalau bawa kadonya cuma itu doang" Hany memberenggut. Vita maklum sahabatnya ini memang sejenis orang yang perfeksionis. Semua harus kelihatan sempurna di matanya.


"Oke oke. Aku simpan saja kadonya untuk orang lain" Vita mengalah. Mereka akhirnya kembali ke tempat kerjanya dengan tangan kosong. Kado yang sempat terbeli diniatkan untuk siapa saja yang beruntung. Ia menyimpan kado mungil itu ke dalam sebuah tas kertas dan membawanya bersamanya.


Entah kenapa Vita jadi ingin mempercantik diri di salon. Ide itu muncul saja secara random di dalam benaknya. Ia meminta bunda Tika untuk menambah waktu penitipan Rama setelah jam kerja selesai. Ia tak mau Rama jadi rewel di salon saat menunggunya yang mungkin akan memakan waktu yang sedikit banyak.


Ia memblow up rambutnya yang selama ini lurus dan menambah riasan tipis saja agar auranya lebih memancar. Ia tak tahu bagaimana tema ulang tahun ibu Presdir. Karena seyogyanya Rama lah yang diundang bukan dia secara pribadi.


Setelah merasa sudah siap dan cantik ia menjemput Rama di Daycare kemudian membawa perlengkapannya pulang. Ia tadi sudah memberi pesan kepada bunda Tika agar memandikannya terlebih dahulu sebelum memakai pakaiannya untuk pesta malam ini.


Vita Maharani menggandeng tangan Rama memasuki sebuah rumah yang sangat luas dan mewah. Kakinya sampai berat untuk melangkah masuk. Ia seperti akan memasuki istana-istana pada sebuah kerajaan. Semua tampak mewah dan elegan. Perabot dan hiasan dalam rumah bak istana ini semuanya berasal dari campuran gold.


Seorang pelayan menghampiri Vita dan Rama dan menyuruhnya duduk di ruang tamu yang luas dan mewah tetapi sangat sepi. Vita sampai bertanya dalam hati.


"Silahkan duduk nona" ujar pelayan berseragam hitam putih itu ramah.


"Acih' jawab Rama lucu. Ia langsung duduk di sofa empuk di ruangan itu. Vita juga mengambil duduk di sisi Rama yang sangat manis kali ini. Ia tidak banyak tingkah dan hanya melihat aquarium besar yang berisi macam-macam ikan hias di sana.


"Apakah betul ini ada acara pesta ulang tahun?"bisik Vita dalam hati. memperhatikan keadaan rumah besar ini yang sangat sepi. Jangan-jangan ia salah lihat kali undangannya.


Seorang pelayan lain datang lagi membawa nampan berisi macam-macam minuman. Vita mengucapkan terima kasih kemudian dengan ragu ia bertanya.


"Maaf, mbak Nyonya Rumah ada di rumah kan?"


"Oh iya terima kasih mba"


"Silahkan diminum dulu nona" mbak pelayan itu mempersilakan Vita untuk menikmati minuman yang ia suguhkan di atas meja. Vita hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih lewat bibirnya.


"Ram mau ini gak?" Vita menawari Rama bermacam-macam susu kotak yang ada di depannya. Rama menggeleng ia sedang sibuk melihat ikan Nemo favoritnya.


Setelah beberapa menit berlalu


"Nona dan dedeknya ditunggu di ruang makan sama Nyonya besar, mari" pelayan yang tadi datang lagi dan mengajak mereka berdua untuk makan malam bersama.


Ia dan Rama mengikuti pelayan itu dengan berbagai macam pikiran di benaknya.


"Eyang uttili..." Rama berteriak nyaring dan langsung menubrukkan tubuh mungilnya ke kaki Nyonya Mawar Raditya sang tuan rumah. Ia mengeluarkan permen Loli Pop dari sakunya dan memberikannya kepada Ibu Presdir kemudian mengecup pipi kiri dan kanannya.


"ceyamat ulang taun eyang uttili' ucapnya tanpa melepaskan pelukannya di leher nyonya Mawar.


Vita segera meraih Rama dari sana. Ia takut anak ini membuat Nyonya Mawar jadi tidak nyaman.

__ADS_1


"Mohon maaf Bu" ujar Vita sembari membungkukkan badannya.


"Rama jangan nakal ya sayang" ujarnya lagi sembari berjongkok agar tubuhnya sejajar dengan tubuh mungil Rama.


"Tidak apa-apa, Rama kan berteman sama eyang putri ya" Ujar Nyonya Mawar menimpali. Ia tak mau Vita membuat Rama bersedih.


"Ayo mari makan dulu baru kita lihat mainan untuk Rama" Ajak Nyonya Mawar mempersilakan tamu spesialnya untuk duduk dan menikmati makan malam mewah yang cukup sepi. Vita sampai tidak sadar mengamati seluruh ruangan.


"Ekhem" Nyonya Mawar mencoba menarik perhatian Vita Maharani sang tamu.


"Eh, Maaf Bu...Saya lupa mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ibu" ujar Vita gugup karena kedapatan bertingkah sangat tidak sopan memperhatikan seisi ruangan.


"Semoga panjang umur, sehat selalu dan semua keinginan Ibu terkabul, aamiin"


"Kami juga tidak membawa kado Bu" Vita menutup mulutnya malu.


"Aamiin terima kasih do'anya" jawab Nyonya Mawar tersenyum.


"Rama datang kemari sudah jadi kado terindah untuk saya"


"Kamu pasti heran kan, kenapa ruangan ini sepi padahal saya sedang berulang tahun"


"Untuk itulah saya mengundang Rama supaya rumah ini ceria lagi" ujar Nyonya Mawar sendu. Ia ingat masa-masa bahagia dulu ketika mereka semua masih akur. Rumah ini akan ramai oleh suara Tama dan Rama yang bercanda dan kadang memperebutkan sesuatu yang berakhir dengan saling menangis.


"Kamu cantik sekali Vita" Ujar Nyonya Mawar tersenyum lembut. Ia sedari tadi memperhatikan ibu dari Rama ini tampil sangat menarik. Mungkin ia pikir akan bertemu banyak tamu lain di sini.


"Terima kasih Bu" ujar Vita sembari memberikan senyum terbaiknya. walaupun dalam hati, Ia merutuki dirinya sendiri yang sudah berdandan maksimal padahal ini hanya makan malam biasa itupun hanya mereka bertiga.


Ish...


Memangnya apa yang kamu harapkan, Vita


Apakah kamu berharap sekali ia melihatmu di sini?


Tiba-tiba pipinya terasa memanas karena pikiran-pikiran yang lewat dibenaknya. Malu mengharapkan pak GM ada di sini.


🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan malu Vit, othor juga berharap sih si tampan itu ada di sini walaupun kadang menyebalkan tapi gurih kok 🤭😬


Jangan lupa like, komen, dan korim hadiahnya ya readers tersayang

__ADS_1


Happy reading 😍😍 😍😍😍


__ADS_2