
Vita Maharani sudah berada di rumah kediaman Raditya siang ini. Ia dijemput oleh Nyonya Mawar Raditya beserta si cilik nan ganteng Rama Putra Tama. Seharusnya mereka semua bahagia karena Nyonya muda itu sudah sembuh dan kembali pulang ke rumah stetapi tidak bagi Vita. Ia merasa sedikit kecewa karena orang yang ia harapkan justru tidak menampakkan batang hidungnya sejak tadi.
"Mama, Eyang uttili bilang Yama mau punya adek yah?" tanya Rama saat mereka sudah berada di dalam kamar tempat Gala dan Vita tidur. Ia mengangguk dengan mengelus puncak kepala anak lucu itu.
"Betul betul betul," jawab Vita sembari mencolek hidung Rama.
"Mana adeknya ma," tanya Rama penasaran ia celingak-celinguk mencari dimana sosok adek yang dimaksud semua orang.
"Yama cidak liat," Rama memberenggut saat ia sudah capek mencari dan tidak ketemu.
"Ada di sini sayang," jawab Vita sembari menunjuk perutnya yang mulai sedikit membuncit.
"Aaaa Yama ciidak liat, Yama mau liat ma," ujar Rama berulang -ulang dengan merengek. Ia membuka baju longgar yang dikenakan Vita dan mengintip ke dalam tetapi tidak juga menemukan yang ia cari.
"Dedeknya lagi bobok sayang,"
"Ndak boleh bobok ini belum malam, Yama mau main cama adek,"
"Yama mau adek, huaaaaa," Rama semakin menjadi-jadi rengekannya hingga membuatnya kerepotan membujuk agar segera diam. Untungnya Susan segera membawa Rama keluar dengan iming-iming melihat burung di taman belakang. Vita bernafas lega anak itu tidak merecokinya lagi dengan kata adek itu. Ia juga susah menjelaskannya pada anak sekecil itu.
Perlahan ia naik ke ranjang untuk membaringkan tubuhnya yang kata dokter harus banyak istrirahat dan tidak beraktivitas terlalu berat. Mengingat ia hampir saja kehilangan bayi dalam kandungannya gara-gara insiden malam itu.
"Mas, kok gak pulang sih, sebel," ujarnya pelan sembari mengerucutkan bibirnya. Ia kecewa karena Gala tidak memberinya penjelasan kemana pria itu pergi meskipun ia akui karena telah bersikap tidak ramah sama suaminya itu. Tetapi kan harusnya bilang mau kemana apalagi ia pergi setelah menyebut nama Shashi Aurora si ular bibit pelakor itu.
"Hhhhh," menghembuskan nafas pelan Ia pun kemudian memandang sekeliling kamar. Beberapa hari ini ia tidak tidur di kamar ini karena sikap suaminya yang berubah aneh padanya dan akhirnya malah berakhir tidur di rumah sakit karena kondisi yang mengkhawatirkan. Tetapi bagaimana pun ada hikmah dibaliknya.yang ia petik dari sana. Ia jadi tahu kalau sedang mengandung.
Vita meraba perutnya dengan senyum malu-malu. Sungguh ia tak menyangka bahwa di dalam sana sudah ada janin buah cinta mereka yang hampir saja celaka karena rasa cemburu dan posesif suaminya yang berlebihan dan tidak tahu tempat.
"Aaaaaa, kamu di mana mas?" jeritnya dalam hati dengan dada berdebar-debar. Ia suka dicemburui oleh Gala, suaminya itu. Ia merasa sangat dicintai. Ia memukul kepalanya pelan merasa malu akan perasaanya yang mudah berubah.
Segala yang berhubungan dengan pria itu membuatnya selalu merasa nano-nano. Terkadang benci, rindu, kesal, bahagia, semuanya bercampur-campur hingga menimbulkan rasa aneh dan unik tetapi menyenangkan.
__ADS_1
Seketika ia teringat akan percakapannya dengan dokter obgyn yang menanganinya selama di rumah sakit.
"Kebanyakan ibu hamil pada awal trimester pertama akan mengalami mual dan pusing parah." ujar dokter cantik itu yang ia lihat tanda pengenalnya bernama dr. Mega Risma.
"Apa ibu Vita mengalami hal yang sama?" tanya dokter itu sembari menatap Vita Maharani seorang calon mama muda yang juga sangat cantik hari itu.
"Tidak dokter, eh, ia beberapa hari yang lalu saya sempat pingsan di kamar tetapi kupikir itu hanya karena kecapekan saja. Dan saya juga tidak menyadari kalau ternyata sedang mengandung dokter." jawab Vita.
"Wah, bisa berbahaya itu Bu kalau sampai pingsan segala. Apalagi insiden pendarahan ini juga bisa membahayakan ibu dan bayinya."
"Lain kali berhati-hati ya Bu, apalagi ini adalah kehamilan pertama, jadi cukup riskan."
"Baik dokter, tapi Saya juga punya satu hal yang aneh dokter," ujar Vita pelan.
"Aneh bagaimana Bu?" tanya dokter itu penasaran hingga netranya menatap Vita yang justru tersenyum malu.
"Sebelum kecelakaan ini, saya tidak begitu nyaman berdekatan dengan suami saya dokter," Vita menunduk malu. kemudian ia melanjutkan " Tetapi sekarang saya begitu rindu sama dia, apa itu wajar?" Dokter Mega Risma menutup mulutnya menahan agar tidak tertawa. Ia merasa lucu dengan ekspresi pasien cantiknya ini. Istri dari seorang pengusaha muda tampan dan kaya raya.
"Yang penting harus hati-hati melakukannya Bu, dan tunggu pulih dulu ya, sabar..." ya ampun Vita merasa ingin menggali lubang kemudian bersembunyi di sana.
"Dan saya akan menghubungi langsung Pak Gala agar lebih bersabar dan hati-hati,"
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu di Kantor Polisi. Gala Putra Raditya menatap nyalang seorang perempuan muda yang sedang tertunduk pasrah sebagai tersangka utama karena menjadi otak dari penyerangan pada server IT TGR Global Company yang cukup membuat tim IT ketar ketir.
Sashi Aurora seorang pengusaha muda nan sukses dan cantik. Obsesinya pada seorang General Manager dari Perusahaan multi raksasa bernama Gala Putra Raditya membuatnya gelap mata sampai rela mengumpulkan hacker hebat untuk bekerjasama menghancurkan Gala dan perusahaan besarnya itu.
Beberapa cara sudah pernah ia lakukan untuk menaklukkan hati sang GM. Menawarkan kerjasama antar perusahaan yang ia pimpin berharap hubungan mereka bisa semakin dekat tetapi kenyataannya Gala malah selalu menjauhinya dan hanya selalu mengutus Deka Roland sang Asisten pribadi untuk mewakili setiap meeting yang ia rencanakan.
Menawarkan tubuhnya juga sudah pernah ia lakukan dengan menjebak Gala agar meminum obat perangsang supaya niatnya memiliki pria itu menjadi kenyataan tetapi lagi-lagi nasi baik tidak berpihak padanya. Deka selalu menjadi penghalang segala jalannya dan ia sangat benci itu.
__ADS_1
Sakit hatinya bertambah saat mendengar kabar bahwa Gala Putra Raditya cinta pertama dan obsesinya bahkan sudah menikah. Ia tak punya kesempatan lagi. Makanya ia memilih jalan ini. Kalau tidak bisa ia dapatkan minimal ia akan sangat bahagia jika Gala dan keluarganya hancur.
"Ternyata kamu belum kapok ya..." cibir Deka yang merasa sangat marah melihat Sashi Aurora yang menampilkan wajah tak bersalah sama sekali padahal ia sudah resmi berpakaian seragam tahanan.
"Menyesal saya melepaskanmu waktu itu!" tegas Deka sembari memukul meja di hadapan Sashi hingga membuat gadis itu kaget.
"Kalian yang tidak punya perasaan!" teriak Sashi marah hingga membuat polisi yang berjaga di situ menatapnya tajam.
"Aku menyukaimu Gala, tapi kau tidak pernah melihat ku walaupun sebentar saja, hiks." Sashi menangis mengeluarkan air mata buayanya. Deka mendengus kesal.
"Aku rela jadi yang kedua, plis." ujar Sashi memohon. Ia bahkan meraih tangan Gala dan menggenggamnya. Dengan segera Gala menepis tangan itu.
"Cih! jangan harap... pikirkan saja hukuman apa yang akan kau dapatkan di sini daripada mikir jadi yang kedua." ujar Gala kemudian berdiri meninggalkan Sashi yang berteriak-teriak memanggil nama Gala.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai readers tersayang nya Bhebz.
Mohon dukungannya ya untuk karya ini. Dengan cara tap Favorit, klik like, ketik komentar, dan kirim vote dan hadiahnya yah...
Nikmati alurnya and happy reading 😍😍😍😍😍
Eh, wait...sambil nunggu update berikutnya. Mampir yuks di karya temannya othor di bawah ini. Dijamin puasss.
Judul : The Ugly Duckling
Napen : Black Rose
Seorang gadis dengan tubuh yang gendut, jelek, dan hitam sedang berusaha merubah takdirnya menjadi cantik dan menarik.
Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mau mengangkat derajatnya dan menjadikannya seorang putri. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah dia akan menemukan seorang pangeran tampan dan baik hati?
__ADS_1