
Deka menatap Risma Yanti dengan perasaan membuncah bahagia. Ia tak menyangka bahwa gadis itu sudah menjadi istrinya sekarang. Seseorang yang akan menjadi pendampingnya selamanya mengarungi kehidupan baru penuh makna kedepannya. Senyum cerah tak pernah lepas dari bibirnya.
Balutan pakaian pengantin muslimah menempel dengan indah dan sangat cocok ditubuh gadis kalem itu yang semakin membuat Deka merasakan jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya.
"Cantik," ujarnya tanpa sadar.
"Kak," Risma balas menatap mata pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya itu dengan senyum malu.
"Makasih sudah mau menerima aku, Ris." ujar Deka pelan bagai sebuah gumaman. Ia masih belum berani juga terang-terangan mengungkapkan perasaannya di tengah ramainya para tamu yang sedang memberi doa dan restunya.
Ia bahkan mengucapkan kalimat itu sembari melempar pandangan dan senyum kearah para undangan yang memenuhi ball room hotel tempat resepsi di adakan.
Acara pernikahan mewah yang sukses dilaksanakan di sebuah hotel milik TGR telah menjadi momen yang sangat bersejarah bagi seorang Deka Roland. Hari bahagianya dihadiri oleh semua anggota keluarganya. Ayah dan ibu tirinya ikut menyibukkan diri membantu acara pernikahan dengan sangat bahagia.
Walaupun semua rentetan acara sudah ditangani dengan baik oleh event organizer, tetapi rupanya keberadaan mereka rasanya sangat janggal jika tidak ikut membantu sana-sini.
"Selamat nak, kamu sekarang sudah menjadi seorang suami." ujar ayahnya sesaat setelah ijab qobul sukses diucapkan oleh Deka.
"Terimakasih ayah, " jawab Deka sembari memeluk tubuh ayahnya yang sudah kelihatan menua itu.
"Jadi suami yang baik, perlakukan istrimu bagai seorang ratu di hatimu," bisik ayahnya disela-sela pelukan itu. Deka mengangguk dengan hati bahagia. Sudah lama sekali ia tak pernah merasakan pelukan seorang ayah seperti ini.
"Sapa semua tamu, mereka datang untuk mendoakanmu," ujar ayahnya lagi kemudian melepaskan pelukannya. Arman Roland kemudian beranjak dari tempat itu untuk menyapa tamu yang baru datang.
"Selamat ya," ujar Gala sembari memukul pelan bahu sepupunya itu. Ia didampingi oleh istrinya Vita Maharani bersama bocah kecil yang tak kalah tampan dari papanya.
"Makasih pak GM."
"Celamat Om," Rama juga tak tinggal diam. Ia mencium punggung tangan Deka dengan takzim sampai membuat mereka semua tertawa dengan gaya anak itu.
"Jangan unboxing dulu ya Dek," bisik Gala dengan senyum menyebalkan. Deka hanya memutar bola matanya malas.
"Apa itu boccing, papa?" tanya Rama yang ternyata mendengar bisikan papanya itu. Jiwa narsisnya mulai tertular oleh Gala sang papa yang semakin hari semakin gesrek.
"Mainan yang sangat bagus sayang, bikin om nanti tak mau berhenti," jawab Gala asal yang pada akhirnya membuat Rama jadi histeris dan tak berhenti meminta mainan seperti itu dengan menarik-narik tangannya.
"Yama mau boccing,"
__ADS_1
"Mama Yama mau boccing, huaaa,"
"Hadehhh, mas..." Vita menatap Gala dengan mata melotot pura-pura marah. Ia mulai mencubit lagi pinggang suaminya itu.
"Awww, sakit sayang," rintih Gala pura-pura kesakitan. Risma Yanti berusaha menahan tawanya melihat kelucuan keluarga kecil Gala Putra Raditya sang General Manager.
🍁🍁🍁🍁🍁
Kamar VVIP, Pukul 10.00 malam.
Semua tamu sudah meninggalkan acara resepsi kecuali sang pengantin baru. Deka Roland bersama istrinya Risma Yanti masih tinggal di hotel itu untuk menghabiskan malam pertama mereka sah menjadi suami istri.
Deka membukakan pintu kamar untuk istrinya yang sudah disulap sangat indah khas kamar pengantin. Ranjang king size dengan taburan kelopak mawar merah berbentuk love begitu menarik perhatian di sana.
Deka meraih tangan Risma untuk memasuki kamar itu. Membawanya untuk duduk di ranjang beralas kain putih yang sangat lembut itu. Ia berlutut di hadapan istri yang sangat dicintainya itu sembari mengecup lembut tangan Risma yang sejak tadi digenggamnya.
"Makasih, Ris. Kamu mau menerima aku menjadi suamimu." ujar Deka dengan pandangan lekat dan dalam ke mata istrinya.
"Apa sih, kak. Lebay deh." ujar Risma malu. Ia belum siap diperlakukan semanis ini oleh seorang Deka yang ia tahu orangnya sangat cuek pada perempuan. Ia berusaha menahan debaran di jantungnya sendiri yang seakan ingin meledak.
"Ih, sereeem banget tuh kak."
"Habisnya kamu gantung aku sih,"ujar Deka pura-pura kesal. Ia mulai berdiri dan meninggalkan Risma yang masih duduk di ranjang itu.
Ia menuju lemari tempat dimana pakaian gantinya berada. Kemudian ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian.
Risma masih duduk diam di atas ranjang itu. Ia juga ingin mandi dan mengganti pakaian pengantinnya dengan baju tidur yang nyaman.
Seketika wajahnya memanas dengan pikiran-pikiran aneh di kepalanya. Ada rasa gugup yang tiba-tiba datang ketika ia menyadari bahwa malam ini adalah malam pertama ia akan berbagi tempat tidur dengan seseorang yang sudah sah menjadi suaminya. Sah melakukan apa saja pada dirinya.
Pintu kamar mandi terbuka dan menyeruakkan bau sabun mandi segar dari sana. Ia ingin menoleh dan melihat penampakan suaminya itu. Otak kecilnya membayangkan suaminya itu keluar dari sana hanya menggunakan handuk putih sebatas pinggang dengan air yang menetes di dada bidang dan perut kotak-kotaknya.
Ish
Ia memukul kepalanya pelan, otaknya sudah terkontaminasi oleh novel onlen yang pernah ia baca tentang malam pertama.
"Kamu gak ganti baju dulu?" khayalannya tiba-tiba buyar ketika Deka sudah berdiri dihadapannya dengan piyama lengkap.
__ADS_1
"Eh, iya kak." jawab Risma gugup.
"Kenapa?"
"Eh, tidak..." Risma merasa wajahnya pasti sudah Semerah kepiting rebus karena malu telah memikirkan hal-hal mesum tentang suaminya.
"Sini aku bantuin," Deka memutar badan istrinya lembut dan mulai membuka kancing demi kancing pakaian itu dari belakang. Risma menahan nafas karena tegang. Ia juga dengan pelan membuka hijab yang terlilit cukup rapi dan kuat di atas kepalanya. Tangannya sedikit gemetar karena hawa panas yang begitu terasa diantara mereka berdua.
Deka tak kalah tegang dengan situasi seperti saat ini. karena ini juga yang pertama baginya sedekat ini dengan perempuan. Ia membuka kancing pakaian itu dengan sangat lambat. Satu kancing ia buka sekitar lima menit entah begitu menikmati atau karena kesulitan, hahaha. (othor tertawa jahat)
Deka terpana melihat pemandangan indah di depannya. Punggung putih yang begitu mulus seakan memanggilnya untuk disentuh. Tangannya bergerak pelan ingin menyentuh kelembutan kulit istrinya dengan menelan salivanya kasar. Ia merasa badannya sudah panas hanya karena melihat apalagi kalau berhasil menyentuhnya, mungkin ia akan terbakar.
"Ekhem," Risma berdehem karena ia penasaran akan apa yang dilakukan suaminya itu di belakangnya. Tak ada suara atau pergerakan setelah ia menyadari pakaiannya sudah mulai terbuka. Menit berikutnya Ia merasa punggungnya dikecup pelan hingga membuatnya meremang.
Readers : "Stop othor, ini masih pagi...jangan ganggu puasanya kiteee.
Okey deh bye kalo gitu (pasrah)
Mohon dengan sangat para readers tersayang yang belum like pada bab yang telah dibaca, balik lagi dong ke atas n like plus komenG nya...
Gitu aja,
Eh, jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaess.
Rekomendasi untuk para readers tersayangnya othor, sambil nungguin MP nya Deka and Risma mampir kuy di karya teman akoh.
🍁🍁🍁🍁🍁
Judul : Ranjang Tuan Lumpuh
Author : Kay_21
Rate : 22++
Demi dendam, demi meluapkan segala amarah dan rasa sakitnya. Aishe, gadis yang tidak mengenal fashion, rela melakukan apapun demi balas dendamnya. Mengirim tunangan yang sudah membunuhnya merasakan neraka tingkat ke-7.
Novel dari karangan Kay_21 dengan judul Ranjang Tuan Lumpuh, akan menghadirkan kisah seru yang tidak dapat ditebak kelanjutannya.
__ADS_1