Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 54 Resah Gelisah Dan Bahagia


__ADS_3

Vita Maharani naik ke ranjang bersiap untuk tidur. Ia sudah melepaskan dressnya dan hanya memakai pakaian dalamnya saja. sebuah tank top bertali spaghetti yang sangat tipis dipadukan dengan hot pants yang tidak terlalu bisa menutupi apapun di bawah sana ia gunakan untuk tidur.


Setelah memperbaiki posisi tidur Rama. Ia segera menghubungi Bu Dewi karena tidak pulang malam ini. Ia takut Ibu kostnya khawatir karena tidak memberi kabar. Kemudian ia meletakkan handphonenya di atas nakas di dekat ranjang.


Drrrt


Drrrt


Handphonenya mengeluarkan bunyi getaran pertanda ada panggilan masuk. Ia menatap layar dan ternyata dari Pak GM yang sedang melakukan panggilan Video. Dengan hati berdebar ia menerima panggilan video itu.


"Iya pak" Suaranya sengaja dibuat malas dengan menutup mata seolah ia sudah tidur dan cukup terganggu. Ia berbaring di ranjang dan mengangkat handphonenya tinggi-tinggi dan mengarahkan kamera pada bagian atas tubuhnya. Ia lupa kalau ia sedang tidak berpakaian dengan benar dan menampakkan belahan yang cukup kentara dari dua asetnya.


Vita heran kenapa tidak ada suara dari lawan bicaranya. Sepi dan hening. Ia tetap menutup matanya tanpa mengubah posisinya.


"Pak...saya mau tidur..." suaranya dibuat selemah mungkin supaya aktingnya betul-betul sukses. Tetapi bagi Gala yang sedang menikmati pemandangan indah di depannya suara itu betul-,betul menggoda. Ia tetap tak menjawab dan sedang larut dalam pikirannya yang sudah traveling menuju nirwana.


"Pak...saya matikan ya kalau gak ngomong" Ujar Vita lagi dengan suara yang mulai kesal. Perlahan ia membuka matanya dan melihat wajah Gala di seberang sedang tersenyum puas.


"Ish. Bapak sengaja ya kerjain saya?" ujar Vita bangun dari tidurnya dan menyimpan handphone nya di nakas tetapi tidak mematikan panggilan itu.


"Vit, kamu mau kemana?" tanya Gala dari sana. Ia melihat Vita melangkah menuju ke pintu. Dengan menampilkan keseluruhan tubuhnya yang hanya dibalut oleh sebuah dalaman yang sangat terbuka.


"Saya haus pak mau minum" jawab Vita cuek ia terus saja melangkah sehingga Gala dengan jelas melihat tubuhnya yang sintal serta bokongnya yang padat berisi.


"Vita, stop! jangan keluar dengan pakaian seperti itu" teriak Gala cemas. Ia takut ada orang lain yang melihat tubuh indah itu selain dirinya. Biasanya pelayan yang bertugas membersihkan rumah baru bekerja saat tengah malam ketika semua penghuni utama sudah tertidur.


"Aaaaa" terdengar suara Vita berteriak kemudian lari bersembunyi di balik tirai dekat jendela. Ia baru sadar kalau ia sedang tidak berpakaian layak dan sudah dinikmati gratis oleh Gala si GM mesum itu.


"Matikan panggilannya pak" teriak Vita dari balik tirai. Ia membuka sedikit kain itu mengintip.

__ADS_1


Masak sih ia harus tidur di belakang tirai begini sampai pagi


Hening Tidak ada suara


"Mungkin udah dimatikan" pikir Vita dalam hati. Ia pun melangkah dengan mengendap-endap menuju ranjang. Dan ternyata betul. panggilannya sudah mati. Tetapi ia menoleh ke arah pintu karena mendengar pintu di dorong dari luar. Dengan cepat ia bersembunyi di bawah selimut.Ia menunggu siapa kira-kira yang akan muncul.


"Vit..." Gala memanggil namanya sembari menarik selimutnya paksa. Vita hanya bisa melongo karena tangannya kurang lincah menahan selimut itu. Dan terpampang lah secara live apa yang ingin Gala lihat.


"Kenapa Pak, ini kan udah mal..." ujar Vita terpotong karena mulutnya sudah dibungkam paksa oleh Gala. Bibirnya dengan pasrah dimainkan oleh sang dominan hingga tak sadar ia pun terbuai dan terbakar. Ia membalas walaupun masih sangat kaku. Mereka saling membelit dengan nafas memburu. Perlahan Gala melepaskan tautan bibir mereka.


"Jangan sekali-kali menggodaku Vit, Aku takut tidak bisa bertahan" Gala berbisik pelan dikupingnya hingga membuat seluruh kulitnya meremang. Gelenyar aneh seolah berkejaran di dalam perutnya.


"Ini tidak benar pak" jawab Vita dengan suara pelan. Pipinya berubah hangat dan memerah.


"Menikahlah denganku Vit, kumohon" Gala menyentuhkan keningnya ke kening Vita dengan suara pelan penuh harap dan damba.


"Aku takut aku bertindak di luar batas" bisiknya dengan suara parau menahan hasrat yang sudah hampir melewati pertahanannya. Vita mengangguk pelan. Ia juga sangat takut menahan perasaannya sendiri.


Vita memukul pelan bahunya. Ia juga bahagia luar biasa, sudah berani menerima lamaran Gala sang bos.


Kembali Gala meraih tengkuk Vita dan menenggelamkannya lagi dan lagi dalam arus cinta yang tak berujung.


"Mama...huaaa" Tangisan Rama menginterupsi kegiatan mereka yang sedang dimabuk asmara tak bertepi. Vita segera melepaskan diri dan merapikan pakaiannya yang sudah tidak tidak berada di tempatnya.


"Mmm Cayangnya mama..cup...cup.." Ia menepuk pantat Rama sebagai kebiasaannya saat anak itu rewel. Gala hanya memandang mereka dengan tersenyum bahagia. Ia rela menjadikan Vita sebagai istrinya walaupun sudah mempunyai seorang anak.


Setelah Rama tertidur kembali. Gala menghampiri Vita yang sepertinya sangat malu dan tidak mau menatapnya.


"Persiapkan dirimu sayang. Aku akan bilang sama mama besok" Ujar Gala sembari mencium kening Vita lembut.

__ADS_1


"Sebentar lagi kau akan kumiliki seutuhnya"Vita tidak menjawab. Ia masih sulit mengendalikan debaran di dadanya.


"Tidur ya" Gala mengacak rambutnya pelan kemudian berlalu dari kamar itu.


"Sepertinya aku yang tidak bisa tidur malam ini" bisiknya sambil membuka pintu kamarnya sendiri.


"Segelas susu hangatpun tak akan mampan malam ini" Ia meraup rambutnya kasar. Ia akan sulit mengendalikan hasratnya yang sudah on fire.


Sementara itu di kamar Vita.


Ia juga mondar mandir gelisah. Entah gelisah karena apa yang jelasnya setelah kepergian Gala resahnya semakin bertambah. Ia tidak bisa tidur.


Akhirnya ia mencoba mencari bahan bacaan. Biasanya setelah membaca buku ia akan terlelap. Ia memindai seluruh ruangan mencari sesuatu yang bisa ia baca.


Membuka lemari buku yang cukup besar dan tinggi di sudut kamar Ia menemukan satu buah buku yang sangat menarik. Ia mulai membaca kemudian rasa kantuk sepertinya sudah mulai menyerangnya. Buku itu sampai terjatuh dari tangannya membuatnya tersentak kaget. Ia mengambil buku itu kembali tetapi ternyata ada sebuah foto yang ikut keluar dari antara halaman-halamannya.


Seketika tubuhnya seperti dialiri listrik ribuan volt. Matanya melotot tak percaya jika orang yang ada dalam foto itu adalah Gita kakaknya serta mas Tama suaminya. Ia kemudian bangun dari ranjang dan menyalakan semua lampu di kamar itu. Ia ingin membuktikan sesuatu agar lebih jelas.


Ia memindai semua sudut ruangan dan menemukan satu lagi lemari kaca besar yang terpisah dari lemari buku tadi. Dengan gerakan tak sabar ia membuka lemari itu dan menemukan begitu banyak foto-foto mas Tama dalam bingkai yang cantik. Semua foto itu terdapat tulisan dibawahnya yaitu momen penting yang pernah ia lalui. Baik itu penghargaan ataupun tempat-tempat yang pernah ia kunjungi. Hatinya menghangat dan tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. Ada rasa bahagia sekaligus rasa sedih yang tak bisa ia ungkapkan. Ia berlari ke arah ranjang dan memeluk Rama erat. Diciuminya pipi gembul itu dengan penuh sayang.


"Keluargamu ada di sini nak" ujarnya bahagia.


"Ini kamar papamu Rama" Tetapi tangisannya menjadi-jadi saat mengingat bahwa papa dan mamanya sudah tidak bisa lagi mereka lihat. Mereka sudah tiada dan tak akan mampu kembali ke dunia ini. Sepanjang malam Vita menangis sendiri. Rasa rindu pada Kak Gita dan mas Rama semakin menjadi-jadi. Sampai ia tertidur dengan memeluk foto kedua orang yang sangat berjasa dalam hidupnya itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hai readers tersayang nya othor, nikmati alurnya ya...


Jangan lupa kasih like, komentar, dan hadiah. Yang belum tap Favorit yuks klik tanda love.

__ADS_1


Gitu aja


Bersambung


__ADS_2