Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 166 Bermacam Praduga Di Hati


__ADS_3

Mr. Takeshi dan keluarganya ternyata tidak mau menginap di hotel selama berada di Indonesia. Mereka ingin menghabiskan waktu mereka yang hanya beberapa hari ini di rumah kediaman Gala Putra Raditya.


Mereka ingin merasakan waktu pagi dan petang bersama keramahan sebuah keluarga yang dipenuhi rasa kasih dan sayang.


Karena kedatangan tamu istimewa dari Jepang itulah Vita mengundang Reno dan Pandu beserta anggota keluarganya untuk ikut meramaikan acara kumpul-kumpul keluarga di rumah kediamannya yang sangat luas itu.


"Mas, konsep acara yang diinginkan Mr. Takeshi itu seperti apa sih?" tanya Vita sembari meminta pelayan di rumah itu untuk bersih-bersih dan mempersiapkan kamar-kamar yang akan ditempati oleh para tamu nantinya. Mereka sekarang sedang berada di ruangan khusus tempat menaruh banyak kenang-kenangan dan pemberian dari anggota keluarga lainnya ketika sedang bertukar kado pada hari-hari istimewa tertentu.


"Mr. Takeshi itu selalu suka yang namanya kumpul-kumpul keluarga. Buat yang alami saja. Seperti keseharian kita yang apa adanya, gak usah pake konsep-konsep segala." jawab Gala sambil membuka-buka album foto lama keluarga mereka.


"Anggota keluarga saling mendengarkan dan menghargai setiap pendapat masing-masing kurasa itu sudah bagian dari wujud dari keluarga idaman yang diidamkan oleh semua orang." lanjut Gala lagi.


"Betul banget mas, semoga keluarga kita selalu menanamkan itu semua." Vita membenarkan ucapan suaminya.


"Permisi tuan, nyonya..." ujar seorang asisten rumah tangga menjeda percakapan mereka berdua.


"Ada apa bik?" tanya Vita sembari memandang wajah bibik itu.


"Tuan Reno dan keluarganya sudah datang. Mereka menunggu di Ruang tamu."


"Eh, iya bik. Panggil anak-anak ya. Suruh mereka turun." ujar Vita kemudian keluar dari ruangan itu bersama suaminya.


Tak lama kemudian semua tamu sudah datang termasuk Keluarga Mr.Takeshi. Mereka semua berkumpul di ruang keluarga yang cukup luas. Andika seperti biasa akan diminta bernyanyi dengan gitar andalannya bersama Adam. Sedangkan Sarah yang punya hobi menari Bollywood diminta menghibur yang lain dengan tarian Bollynya.


Akihiko putra pertama Mr.Takeshi menghampiri Sovia dan mengajak berbicara secara pribadi.


"Sovi San. saya sangat tertarik dengan masakan yang kamu buat waktu makan siang tadi." ujar Tanaka Akihiko sembari tersenyum sopan.


"Masakan yang mana Akihiko Kun?" tanya Sovia penasaran tanpa mengalihkan pandangannya dari Andika yang sedang menyanyikan lagu kesukaannya. Cinta Putih.


"Aku kan masak banyak tadi." lanjutnya lagi dengan senyum manisnya. Akihiko langsung tersihir dibuatnya, matanya tak lepas memandang gadis cantik dengan segala pesonanya itu. Apalagi ia pandai memasak, wah bertambahlah poinnya dimata pria muda itu.

__ADS_1


"Dango." jawab Akihiko singkat.


"Hah? dango?" yang terbuat dari beras ketan itu ya?" tanya Sovia memastikan. Akihiko mengangguk sambil tersenyum dan membuat matanya semakin tidak kelihatan.


"Disini kan namanya bukan Dango tapi klepon. Mirip sih. Isinya yang beda. Kalo Dango berisi kacang merah sedangkan klepon berisi gula merah atau kelapa yang sudah dicampur dengan gula merah. Nah itu bukan aku yang bikin tapi cheff Arya." jawab Sovia bersemangat. Ia paling suka berdiskusi tentang masakan.


"Ada lagi masakan lain yang mirip namanya mochi." tambah Akihiko juga bersemangat. ia seperti menemukan dunianya. Menemukan teman bercerita yang satu frekuensi dengan kita pastilah sangat menyenangkan.


"Ah ya betul, seperti onde-onde kalau di sini." timpal Sovia.


"Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun. Ia memiliki rasa yang khas yaitu lembut di saat pertama kali dimakan, dan lama kelamaan menjadi lengket." jelas Akihiko lengkap.


Andika yang tadinya senang sekali karena bisa menyanyikan lagu untuk Sovia kini jadi berubah moodnya. Suaranya yang merdu tak lagi bisa menarik perhatian gadis itu sejak kedatangan pria muda dari negri Sakura itu. Dengan cepat ia menyimpan gitarnya dan melangkah menghampiri Sovia dan Tanaka Akihiko. Ia ingin tahu apa saja yang mereka bicarakan sampai Sovia tak lagi memperhatikannya menyanyi.


Sementara itu Rama yang baru saja datang dengan mood yang sangat buruk akibat ditinggalkan oleh Rara si gadis kriwil menyapa para tamu dengan setengah hati.


"Selamat malam semua." ujarnya saat memasuki ruang keluarga dan langsung melempar tubuhnya ke sebuah sofa single empuk di samping Om Pandu dan Tante Hany.


"Lho, Ram? kok baru pulang? pasti sibuk banget ya?" sapa Om Pandu dengan pertanyaan beruntun.


"Gak papa, kita semua ngerti kok. Pasti banyak yang harus kamu kerjakan di perusahaan."


Rama hanya tersenyum dan tak berniat berbasa-basi lebih lama. Ia sebenarnya ingin langsung ke kamarnya tetapi demi menghormati para tamu maka ia paksakan dirinya bergabung dengan harapan kekecewaannya pada Rara bisa terobati.


"Eh, mas lihat ini deh." tunjuk Hany pada sebuah foto dalam album keluarga Raditya. Pandu segera menggeser duduknya agar bisa melihat apa yang ditunjuk oleh istrinya.


"Ini kan foto pernikahan kita mas." ujar Hany dengan mata berbinar bahagia. Pandu mengangguk.


"Tak terasa ya sudah 18 tahun." Hany menarik nafas kemudian tersenyum.


"Ram, mau lihat wajahmu sewaktu kecil? sini deh." Hany memanggil Rama yang sedang menutup matanya lelah. Demi sopan santun pada tante Hany ia pun berdiri dari duduknya dan melihat album foto itu.

__ADS_1


"Kamu lucu ya apalagi ini nih si gadis centil kriwil putrinya Kak Ilhamsyah. Hmm fotonya selalu ada di setiap Framenya orang. Hahaha dasar bocil gesrek." Hany tertawa memandang foto lama itu sembari mengingat setiap kelucuan yang dilakukan gadis kecil kriwil itu beberapa tahun yang lalu.


"Ini siapa Tante?" tanya Rama penasaran. Hatinya kecilnya mencurigai sesuatu. "Itu Rara Az-Zahra Aisyah putrinya Kak Ilhamsyah." jawab Pandu. Mata Rama langsung berubah segar. Ternyata gadis cilik itu selain sahabatnya Sovia juga ada hubungan keluarga dengan Om Pandu.


"Dimana dia sekarang om?" tanya Rama pura-pura ingin tahu. Padahal beberapa jam yang lalu mereka berdua sempat bertemu dan juga berhasil bertukar Saliva. Seketika Rama langsung tersenyum samar.


"Oh ada. Katanya sih udah kerja di kantor papanya. Tapi informasi terakhir tadi sebelum kami kesini, beberapa hari lagi ia akan menikah dengan cucu tuan Reksadana."


Duarrr!!!!


Senyum bahagia Rama tiba-tiba berubah menjadi senyum yang teramat kecut. Tubuhnya seolah membeku. Jantungnya tiba-tiba berdebar lebih kencang.


"Maksud om?" tanyanya kurang paham. Soalnya ia tahu betul Rara tidak mengakui lagi pertunangan itu.


"Om juga kurang tahu pasti gimana ceritanya, tapi Kak Dyah mamanya Rara yang menghubungi kak Ira tadi siang."


Rama hanya diam dan mulai menduga-duga sesuatu yang janggal sampai Rara mengembalikan uang 2 M itu. Dan ini pasti ada hubungannya pada peristiwa malam itu dimana ia sempat memberikan pukulan pada Alif.


Ia bertekad akan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. Malam ini juga.


"Makasih infonya Om." Pandu mengangguk dan tersenyum.


"Kamu kenal sama Rara ya? kok tanya-tanya terus." timpal Hany penasaran.


"Kenal baik tante, ia sebentar lagi jadi istriku." ujar Rama santai kemudian berlalu dari hadapan mereka berdua.


Dua orang itu langsung melotot tak percaya akan pendengarannya. Berbagai praduga muncul di kepala mereka.


---Bersambung--


Mana nih dukungannya untuk othor yang kece badai ini.

__ADS_1


Like dan komentar ya gaesss.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍


__ADS_2