
Cafe Gulu Gulu 12.15
Pandu Gemilang sengaja memilih meja yang berdekatan dengan dinding kaca yang menghadap ke depan Cafe. Ia tak ingin Vita Maharani terlalu lama menemukannya jika ia tiba.
Jam makan siang adalah waktu yang padat. Akan ada banyak karyawan yang singgah makan siang di Cafe milik pengusaha muda Aril Buank ini. Selain karena menu andalan yang cukup banyak diminati oleh kawula muda
Cafe ini juga terkenal dengan banyak gift-gift menarik yang selalu diberikan pada moment-moment tertentu.
Pandu melirik jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah 15 menit ia menunggu tetapi Vita belum menampakkan batang hidungnya.
"Apa karena terkendala macet ya?" gumamnya dalam hati. Ada niatan sebenarnya untuk menjemput Vita Maharani di Perusahaan tempatnya bekerja. Tetapi jika mengingat perseteruannya dengan anak pemilik Perusahaan itu beberapa hari yang lalu ia jadi merasa enggan.
Akhirnya ia menunggu saja di sini dengan perasaan resah. berkali-kali waiters menghampirinya untuk mengkonfirmasi apa pesanannya sudah siap disajikan. Tetapi ia hanya melambaikan tangan tanda menunggu.
Ia belum mau makan apapun sebelum Vita Maharani datang. ia ingin makan siang bersama. Ia sangat suka melihat Vita makan dengan lahap seperti biasanya. Walaupun badannya sudah tidak segemuk dulu tapi selera makan Vita belumlah turun drastis.
Pandu Gemilang menarik nafas lega, melihat Vita Maharani berjalan terburu-buru menuju pintu kaca yang bertuliskan OPEN. Ia segera berdiri dan melambai agar Vita bisa langsung menemukannya.
Vita Maharani langsung menarik kursi dengan nafas memburu. Nampak sekali kalau ia mengejar waktu untuk bertemu Pandu Gemilang sahabatnya.
"Maaf, Ndu..." ujarnya pelan. Ia langsung meminum segelas juice buah naga yang kelihatannya masih utuh dan terparkir cantik di atas meja. Haus, itulah yang ia rasakan Setelah menempuh perjalanan menggunakan motor dengan panas matahari yang cukup menyengat siang itu.
"Eh, maaf sekali lagi" ujar Vita Maharani sembari nyengir tak berdosa setelah menghabiskan segelas Juice buah naga milik Pandu.
Pandu hanya tersenyum samar kemudian mengambil selembar tissue untuk melap sisa juice di permukaan mulutnya. cairan itu tampak lebih merah dari lipstik yang sedang dipakai di bibir Vita.
Eh
Vita Maharani merasa risih ketika Pandu menyentuh bibirnya walaupun tidak secara langsung karena ada selembar tissue yang menghalangi.
Dan cekrek
Moment istimewa itu diabadikan oleh pemilik Cafe Gulu-Gulu, Aril Buank. Hari ini ia akan membagikan gift atau souvenir bagi pelanggan Cafe nya yang tertangkap kamera melakukan hal-hal yang lucu, kocak, unik, dan unyu-unyu.
"Biar aku saja" ujar Vita sembari mengambil lembaran tissue yang lain. Ia betul-betul risih dengan apa yang dilakukan Pandu padanya. Selama bersahabat tak pernah sekalipun Pandu melakukan hal di luar batas apalagi menyentuhnya.
__ADS_1
Dan ini...
Vita Maharani berusaha mengabaikan pikiran anehnya yang tiba-tiba muncul.
"Sudah pesan makanan? Aku lapar banget ni"
"Sudah, tinggal diantar" jawab Pandu sembari memberi kode kepada waiters. Beberapa menit kemudian, pesanan pun datang. Mata Vita berbinar melihatnya. Rasanya ia ingin sekali makan semuanya.
"Nah...waktunya makan" ujar Vita senang, sedari tadi perutnya bernyanyi minta di sawer. Pandu hanya menatapnya dengan wajah senang. Rasanya ia ingin selalu melihat Vita Maharani seperti ini, selamanya.
"Kamu gak makan?" tanya Vita disela-sela suapannya. Ia melihat Pandu hanya mengaduk-aduk makanannya.
"Sudah kenyang" jawab Pandu singkat tanpa mengalihkan pandangannya ke wajah Vita yang sedang mengunyah.
"Hei, jangan bilang kamu sengaja mau menonton aku makan ya..."
"Mau kamu masukin ke YouTube ya di acara apa itu? makan enak atau enak makan" Pandu tertawa terbahak-bahak. Ia mana pernah berpikir seperti itu.
"Kamu ada-ada saja, makan yang banyak biar kuat menghadapi kenyataan" ujar Pandu sembari menambahkan lagi lauk di piring Vita yang sudah hampir habis.
"Kamu seperti ibuku saja" jawab Vita pelan. Ia jadi teringat almarhumah ibunya yang sudah lama meninggalkannya.
Pandu dan Vita sontak kaget melihat beberapa orang datang menghampiri meja mereka dengan membawa kamera segala. Mereka saling berpandangan bingung.
"Selamat untuk kalian berdua!" ujar Aril Buank sebagai leader dari acara Gift and Gift Cafe Gulu Gulu. Vita sampai menutup mulutnya saking tidak menyangka akan masuk dalam acara yang pernah ia tonton di YouTube ini.
Ternyata pemilik Cafe ini adalah youtuber dan ia memang selalu mengunggah acara seperti ini sebagai iklan untuk Cafenya. dan terbukti dengan unggahan itu pengunjungnya semakin membludak.
"Untuk gadis cantik yang sedang makan siang romantis bersama sang kekasih" Aril Buank membungkuk penuh drama sembari menyerahkan sekuntum mawar merah membuat suasana semakin meriah.
"Kalian berdua berhak makan gratis di Cafe ini selama sepekan" lanjut Aril Buank sambil menyerahkan voucher makan gratis untuk mereka.
Vita meraih bunga dan voucher itu dengan senyum termanis yang ia punya. Semua pengunjung bertepuk tangan dan memberi selamat.
Setelah acara surprise yang berlangsung singkat itu Vita Maharani menatap mata Pandu Gemilang. Sekarang ia ingin tahu apa tujuan Pandu mengajaknya makan siang.
__ADS_1
"Jadi, ada yang ingin kamu katakan?" tanya Vita dengan menaikkan alisnya.
"Jam makan siang hampir habis dan aku harus kembali" Vita menunjuk jam tangannya.
"Tidak ada, Aku hanya pengen makan bareng kamu aja" Jawab Pandu santai. Mendengar itu Vita langsung cemberut kesal.
"Ih, sebel. aku sudah batalkan janji makan siang dengan orang lain gara-gara kamu"
"Siapa?" tanya Pandu sedikit curiga.
"Sama Rama putraku tersayang, hhhh" Vita masih kesal. bukan ia tidak senang makan dengan Pandu tapi mengingat perjuangannya menembus kemacetan dan teriknya matahari siang ini, hatinya seketika dongkol.
"Hahahaha" tawa Pandu bergema semakin membuat Vita kesal.
"Kamu sekarang sensi ya, diajak makan gratis malah marah-marah. Eh, dapat voucher makan gratis lho seminggu"
"udah ah, ayok cerita kenapa kamu ngajak aku ke sini"
"Sudah kubilang ini hanya makan siang aja, curigaan amat sih" Pandu tetap tidak ingin menceritakan apa niatnya sebenarnya.
Ia merasa sekarang tidak perlu melakukan apa-apa, video dari Aril Buank sang youtuber sekaligus pemilik Cafe ini tadi akan membuat segalanya lebih mudah buatnya.
"Well, aku balik yah takut telat and dapat teguran dari kakakmu" ujar Vita sembari tertawa memperlihatkan giginya yang putih.
"Makasih traktirannya" teriak Vita ketika sudah sampai di ambang pintu Cafe itu. Pandu hanya mengangguk dengan melambaikan tangannya.
Ia menghela nafas panjang. Ia masih menimbang-nimbang apakah harus menunjukan rekaman CCTV itu. Tapi ia takut juga bagaimana kalau respon Vita tidak sesuai dengan harapannya.
Akhirnya ia meraih handphonenya dari dalam tas kecil yang selalu ia bawa kemana-mana. Ia membuka rekaman itu kemudian menghapusnya dari galerinya.
Satu tarikan nafas lega berhembus dari paru-parunya. Video itu adalah aib sahabat dan kekasih hatinya. Tidak seharusnya ia menyimpannya. Biarlah itu jadi rahasia Vita dan Gala saja.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai, othor hadir lagi nih minta like, komen and hadiah hehehehe
__ADS_1
Jangan bosan yah, ikutin terus kisah Gadis Pemimpi yang keren dan kece badai ini.
Happy reading 😍😍😍😍😍