
Nyonya Mawar Raditya menatap Gala dan Deka bergantian dengan mata marah.
"Apa ini?" tanya nya seraya menunjukkan layar di handphonenya yang berisi sebuah headline news di berita online yang cukup ramai diperbincangkan pagi ini.
Gala dan Deka hanya diam dan tak mampu memberikan jawaban. Ternyata Sashi tidak mengindahkan ancamannya. Berita itu tetap turun walaupun dengan judul dan narasi yang berbeda.
"Kekasih Baru Sashi Aurora" Nyonya Mawar membaca judul berita itu dengan suara nyaring sengaja untuk memberitahukan pada dua orang ini tujuannya mereka disidang di pagi ini.
Gala menarik nafas sedikit lega, untung judul beritanya bukan "Sedang Terciduk Di Kamar 505 Bersama General Manager TGR" pikirnya kacau. Andaikan itu terjadi, ia yakin akan melenyapkan Sashi Aurora ke dasar bumi yang paling dalam.
"Berita itu tidak benar, ma" ujar Gala membela diri.
"Benar atau tidak itu bukan urusan mama"
"Ini akibatnya kalau kamu tidak mendengarkan kata-kata mama."
"Usiamu sudah sangat cukup untuk menikah dan mempunyai anak, mama sudah tidak muda lagi nak, mama pengen menimang cucu"
"Berhentilah bermain-main dengan gadis-gadis di luar sana, ada Miska di sini menunggumu, ia calon istri yang paling cocok untukmu" Mama menarik nafas setelah mengeluarkan petuahnya yang cukup panjang.
"Untuk meredakan berita itu sebaiknya kita umumkan pernikahan mu saja dengan Miska" lanjut Nyonya Mawar dengan sebuah ide baru. Ia tak ingin berita ini mempengaruhi hubungannya dengan relasi bisnis dan juga Kapsari Prayanti saudara iparnya.
Gala dan Deka kembali berpandangan kemudian keduanya serentak menjawab
"No!"
"Kenapa? bukankah ia memang tunanganmu?" Nyonya Mawar mengernyitkan dahinya.
"Akan lebih mudah kan?" lanjut Nyonya Mawar memberi solusi.
"Saya tidak mau menambah masalah baru ma" Gala tidak mau berita pernikahannya malah membuatnya tambah tidak punya kesempatan mendapatkan Vita. Ia belum rela menyerah.
Walaupun ia akui usahanya masih sangat kurang untuk mendapatkan hati Vita. dan ditambah lagi dengan kelakuan Sashi yang sudah membuatnya semakin terpojok membuat Kepalanya rasanya mau pecah.
"Ajak Miska makan malam di tempat yang ramai, maka para pemburu berita itu akan datang bagaikan semut mendapatkan gula"
"Berita baru akan mereka buat dan menenggelamkan berita lama, bagimana ide mama?"
__ADS_1
"Dan juga berikan mereka penyumpal mulut agar tidak terlalu mencampuri urusan keluarga kita"
"Baiklah ma, tapi jangan berharap hubungan ini akan lanjut ke pernikahan" tandas Gala seraya berdiri dan menuju kamarnya. Ia ingin segera bersiap ke Perusahaan.
Nyonya Mawar tersenyum senang, ia perlu berterima kasih sama gadis bernama Sashi itu, setidaknya dengan berita ini Gala mau mendengarkan sedikit sarannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi ini Nyonya Mawar Raditya sebagai Presdir "TGR" Global Company mengunjungi beberapa tempat di dalam Perusahaan. Ia ingin melakukan inspeksi mendadak ke semua Divisi dan melihat cara kerja karyawan nya secara langsung.
"Nye Nye Nye huaaaa" Seorang balita laki-laki berusia dua tahun menubruk Nyonya Mawar ketika memasuki pintu Daycare Perusahaan, Daycare adalah tempat penitipan anak khusus karyawan TGR Global Company. Ia langsung memeluk kaki ibu Presdir yang sedang berdiri mematung karena kaget.
"Mohon maaf Bu" Ujar penanggung jawab Daycare seraya berusaha melepaskan pelukan Balita yang tak lain adalah Rama.
"Anaknya baru masuk hari ini Bu, agak sedikit manja" jelas Bunda Tika.
"Halo sayang, siapa namanya?" Sapa Nyonya Mawar ramah. Ia menggendong Rama dengan sayang. Hatinya menghangat, ada rasa yang tidak bisa ia jabarkan.
"Ama Utta Tama" jawab Rama dengan lidah cadel.
"Ngomongnya belum lancar ya mba?" Nyonya Mawar bertanya ke bunda pengasuh.
"Iyya Bu, cuma bisa bilang mama, nyenye kalau bertemu perempuan paruh baya" Bunda Tika menjawab seraya mengelus kepala Rama yang masih berada dalam gendongan Nyonya Mawar.
"Ooh, mungkin rindu neneknya ya?"
"Mungkin saja Bu"
"Mamanya siapa?"
"Ibu Vita Maharani dari divisi IT Bu"
"Oh, Sudah punya anak ya dia, saya kira masih single"
"Iya, Bu saya juga awalnya mengira begitu, soalnya dia masih sangat muda dan cantik kayak gadis perawan gitu" Bunda Tika menutup mulut sungkan karena berbicara dengan ibu Presdir seperti bicara sama temannya saja. Ia tak menyangka kalau ibu Presdir bisa seramah ini.
"Bye da da Sayang" Nyonya Mawar menyerahkan Rama ke Bunda Tika. Ia sebenarnya masih ingin bermain dengan anak lucu ini tapi masih banyak tempat yang ingin ia sidak. Rama memeluk erat lehernya seakan tak ingin berpisah.
__ADS_1
"Sini sayang, ikut bunda" Bunda Tika meraih Rama tapi ia tak ingin lepas dan lengket bagai anak koala.
"Waduh maaf, Bu" ujar Bunda Tika merasa tidak nyaman.
"Huaaaaa, Ama Ndak mauuuu" Rama menjerit histeris dan tak mau melepaskan pelukannya. Beberapa bunda pengasuh ikut membujuk Rama agar ia mau melepaskan tangannya tapi tidak ada yang berhasil.
"Okey, kita main yah" Akhirnya Nyonya Mawar mengalah, jiwa keibuannya tersentil. ia tak tega melihat anak ini menangis dan tak mau berpisah. Ia segera menyuruh seorang stafnya agar menghubungi General Manager untuk melanjutkan kegiatannya hari ini.
Nyonya Mawar Raditya seorang Presdir perusahaan besar rela meninggalkan pekerjaannya yang banyak demi menyenangkan seorang anak kecil seperti Rama. Semua bunda pengasuh di Daycare itu merasa takjub. mereka tak menyangka Bos tertinggi di perusahaan ini ternyata punya hati yang lembut juga diantara banyaknya cerita buruk tentangnya.
Selama berjam-jam menemani Rama sampai tertidur menghadirkan rasa tersendiri baginya. masa-masa merawat anak kecil begitu ia rindukan.
Dua putranya sekarang sudah sangat dewasa. mereka berdua sudah saatnya memberikannya seorang cucu yang lucu. tiba-tiba saja rasa rindunya semakin membumbung tinggi kepada Tama, putra pertamanya. Tak terasa setetes air bening menyeruak ke pelupuk matanya.
Pandangannya tak berpindah dari wajah polos Rama yang sedang mendengkur halus. wajah ini mengingatkannya pada Tama. Ia mendaratkan kembali ciuman sayang pada pipi gembul itu.
Perlahan ia berdiri dan bersiap meninggalkan daycare itu, mumpung Rama sudah tertidur. semua bunda pengasuh berdiri dan menunduk hormat.
"Masukkan catatan kebutuhan yang diperlukan untuk membuat anak-anak nyaman di sini"
"Semua mainan dan makanan penunjang juga tanpa kecuali" ujarnya dengan ramah seraya tersenyum tipis.
"Terima kasih banyak bu" ujar bunda pengasuh serempak. mereka sangat senang.
Nyonya Mawar Raditya berlalu tapi pandangannya masih tak lepas dari sosok Rama yang anteng di atas tempat tidur.
"Ternyata ibu Presdir itu baik juga yah" bisik bunda pengasuh yang berseragam biru.
"Rama membawa berkah" ujar yang lain mengiyakan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai readers tersayang, jangan lupa tinggalkan jejak. dengan cara kasih like, komen, hadiah, and Vote.
Ingat kasih rate bintang 5
bye 😍😍😍
__ADS_1