
Setelah Adam mengunjungi Perusahaan TGR Global Company sesuai perintah sang Papa, ia pun bersiap- siap menuju Massachusetts Cambridge dimana Universitas Harvard berada.
Karena ini juga adalah pertama kalinya ia ke tempat itu iapun segera Googling Bagaimana cara pergi dari New York ke Massachusetts?
Adam mulai mempelajari seberapa jauh New York dari Massachusetts, Jarak darat dari New York ke Massachusetts adalah 201 mil (323 km).
Jarak terbang adalah 155 mil (248 km) Waktu tempuh dari New York ke Massachusetts membutuhkan waktu sekitar 4 jam.
Setelah lama menimbang akhirnya ia lebih memilih naik bis. Ia pikir ini adalah pengalaman pertama baginya meskipun ada juga jasa penerbangan yang bisa ia gunakan. Dan ternyata ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp 596.300 untuk tiket tersebut.
"Baiklah Sarah karena kamu tidak membalas pesanku meskipun kamu sudah membacanya. Aku anggap kamu tidak ingin ikut ke Cambridge bersamaku." ujar Adam sembari menaiki bis menuju Massachusetts.
"Aku akan tinggalkan kamu di New York saja bersama kenangan-kenangan kita. Dengan menarik nafas dan menyebut nama Tuhan, Adam melangkahkan kakinya ke atas bis yang akan memberinya pengalaman melintasi daratan New York Massachusetts selama 4 jam perjalanan. Harvard university adalah tujuannya kalo ini untuk menggapai cita-citanya. Tempat Om Gala putra Raditya juga menuntut ilmu.
Siapa yang tidak pernah mendengar nama Harvard University? Salah satu universitas di Amerika Serikat ini merupakan universitas bergengsi yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di dunia.
Tidak sedikit orang yang bermimpi untuk menjadi salah satu lulusan Harvard University, beberapa bahkan sangat berambisi untuk menjadi salah satu pelajar luar biasa yang dapat menempuh pendidikan di universitas ini.
Harvard University adalah salah satu universitas riset swasta yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts. Berdiri pada tahun, 1636, Harvard University merupakan institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika dan juga termasuk salah satu yang tertua di dunia.
Ada sekitar 50 program sarjana, 134 program pascasarjana, serta 32 program profesional yang ditawarkan di Harvard University.
Alumni universitas ini termasuk 8 orang presiden Amerika Serikat dan 188 miliuner yang masih hidup. Selain itu, sebanyak 160 pemenang nobel, 18 pemenang Fields Medal dan banyak lainnya telah berafiliasi dengan Harvard University baik sebagai mahasiswa, pengajar atau peneliti.
Adam sampai dengan selamat di Cambridge Massachusetts setelah menempuh perjalanan dari New York. Lelah jelas terlihat diwajahnya tetapi ia tak ingin menghabiskan waktu untuk bersantai terlalu lama. Setelah menemukan sebuah apartemen sederhana yang akan ia sewa selama beberapa hari ini, iapun segera memasuki kampus besar Harvard university untuk melakukan registrasi.
__ADS_1
Adam melongo dengan biaya kuliah yang harus ia bayar sebagai mahasiswa di Harvard University antara lain adalah untuk uang sekolah, biaya kesehatan, asuransi kesehatan, akomodasi, dan lain-lain. Total keseluruhannya dapat mencapai lebih dari 70.000 USD per tahun. Kalau dikurskan dalam bentuk rupiah berarti sekitar RP 1.031.45.000.
Adam nampak berkerut, ia yakin papanya mampu membiayainya tetapi ia harus tahu diri dengan harus menghabiskan uang sebanyak itu. Akhirnya dengan berani ia bertanya.
"Excuse me Miss. Apakah ada jalur beasiswa yang bisa saya ambil?" tanyanya dengan penuh harap.
"Oh tentu saja, Harvard menyediakan berbagai bantuan finansial baik untuk pelajar Amerika Serikat sendiri maupun pelajar internasional.
Secara umum, biaya yang akan kamu bayarkan kepada pihak universitas akan disesuaikan dengan kemampuan finansial dari keluargamu." jawab perempuan setengah baya yang bertugas sebagai panitia pendaftaran.
"Jika biaya kuliah di Harvard University terlalu mahal buatmu meskipun kamu percaya diri dengan kemampuan akademik yang kamu miliki, kamu bisa mendaftar beasiswa."
" Ada banyak beasiswa yang dapat kamu daftar sebagai dukungan finansial studimu di Harvard University."
"Beberapa mahasiswa bahkan tidak hanya membayarkan uang kuliah, namun juga uang saku sehingga kamu tidak lagi akan membebani orang tua. Kamu hanya perlu mencari informasi dari berbagai sumber terkait dengan program beasiswa."
"Lembaga beasiswa terkenal seperti LPDP dan fulbright umumnya hanya menyediakan beasiswa untuk tingkat master atau doktor ke universitas terbaik dunia, termasuk Harvard University. Meski demikian, setiap sekolah atau fakultas di Harvard University sendiri juga memiliki banyak bantuan finansial yang dapat membantumu selama berkuliah di sini."
"Hal ini disebabkan karena Harvard sendiri berkomitmen untuk mengedepankan kemampuan siswa, bagaimanapun kondisi finansial mereka. Setelah menerima berbagai bantuan finansial, umumnya orang tua hanya perlu berkontribusi sekitar 12.000 USD dalam setahun untuk tingkat sarjana. Berdasarkan data yang ditampilkan di website The College Harvard University, sekitar 20% keluarga mahasiswa sama sekali tidak membayar apa-apa untuk kepentingan studi mereka di Harvard University."
Adam bernafas lega. Ternyata pelayanan di sini sangat baik. Mereka benar-benar memberikan informasi yang sedetil-detilnya jika ada yang bertanya tentang sesuatu hal. Ia akan mencari banyak informasi untuk beasiswa tersebut.
"Terima kasih banyak Miss." ujar Adam setelah menyelesaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi universitas bergengsi tersebut.
"That' okey." jawab sang perempuan dari dalam biliknya.
__ADS_1
Adam pulang ke apartemennya dengan senyum diwajahnya. Hari ini ia sudah menyelesaikan semua rangkaian pengisian beserta pendaftaran untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Ia berharap akan lulus mengingat kemampuan akademiknya yang sangat mumpuni.
Adam menatap langit kota itu yang seakan memberinya semangat. Ia harus berhasil di sini dan membanggakan kedua orangtuanya.
Krukk
Bunyi musik yang sangat indah dari dalam perutnya membuatnya tersadar kalau ia belum memakan apapun sejak sampai di kota itu. Ingin ia kembali ke apartemennya. Tetapi disana juga tidak ada makanan yang tersedia. Sungguh tidak gampang di kota yang masih sangat asing baginya ini menemukan tempat makan yang cocok dan halal.
Ia pun membuka gadgetnya dan mulai mencari restoran atau toko yang menjual makanan. Karena terlalu serius memperhatikan layar handphonenya ia sampai tidak sadar menabrak seorang pria yang juga sedang sama-sama sibuk dengan gadgetnya.
"Saya mohon maaf, saya tidak sengaja." ujar Adam dalam bahasa Inggris. Orang itu tersenyum dan juga meminta maaf.
"Tidak masalah. Saya juga salah." jawab orang itu dengan aksen yang sedikit mirip dengan Adam ketika berbahasa Inggris.
"Apakah anda orang melayu?" tebak orang itu masih dengan pandangannya pada wajah Adam.
"Ya betul. Saya orang Melayu dari Indonesia. Apakah kita sekampung?" tanya Adam dengan antusias.
"Selamat datang di Cambridge. Saya dari Jakarta Indonesia." jawab Orang itu kemudian memeluk Adam. Pria bernama Adi Nugroho itu ternyata sudah berada pada semester enam di Universitas itu. Adam begitu senang bertemu dengan orang yang satu negara dengannya.
"Aku akan traktir dirimu Dam, sebagai awal perkenalan kita. Ayok." ujar Adi dengan senyum diwajahnya. Ia tahu dimana letak tempat makan yang sangat cocok dengan lidah Melayu seperti mereka. Halal dan nikmat. Adam bernafas lega. Hari ini benar-benar hari yang sangat menyenangkan.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍