Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 254 Sarah Bersedih Lagi


__ADS_3

Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pandangannya lurus ke jalanan di depannya dengan mengabaikan mata Sarah yang sedang melotot marah padanya.


"Apa maksudmu pak Adam Roland?" tanya Sarah kesal dengan melipat tangannya didepan dadanya.


"Pak Adam! aku ada janji sama Adi. Kenapa anda tiba-tiba muncul dan membawaku paksa seperti ini, hah!"


"Aku juga sudah bikin janji dengan anda, nona Sarah Raditya!" jawab Adam sambil memandang tajam pada gadis cantik itu.


"Adi yang lebih duluan, dan anda dengan seenak hati langsung memutuskannya."


"Periksa handphone anda sekarang!" seru Adam dengan suara datar. Sarah langsung membuka tasnya dan membuka handphonenya. Disana 6 jam yang lalu, Adam telah mengirim sebuah pesan singkat tentang janji temu sama Sarah pada pukul 17.00 WIB.


"Eh, enak aja bikin janji temu kayak gini padahal aku belum setuju, ini gak valid namanya, gak sah." ujar Sarah sembari mendengus kesal.


"Terserah!" jawab Adam tanpa mau berdebat lagi.


"Bawa aku pulang Dam, mama pasti khawatir." pinta Sarah setelah ia merasa jalanan yang ditempuh oleh pria ini semakin jauh dari arah rumahnya. Adam tidak menjawab. Ia terus mengemudikan mobilnya ke arah yang tidak dikenal oleh Sarah.


"Dam, ini sudah magrib lho, kita sudah jauh banget ini. kita pulang yuk." rengek Sarah pada pria itu yang sepertinya tidak menggubris setiap perkataannya.


"Dam! berhenti atau aku lompat." ancam Sarah dengan tangan sudah bersiap membuka pintu mobilnya.


"Ngapain lompat, aku akan turunin kamu baik-baik kok." jawab Adam santai sembari membelokkan mobilnya ke sebuah villa.


"Dari dulu ya, kamu belum berubah masih suka ngancam yang tidak bermanfaat." lanjut Adam yang membuat Sarah mendengus lagi.


"Ngapain kita kesini, kamu mau nyulik aku ya?" Adam tidak menjawab ia langsung menghentikan mobilnya dan memarkirkannya bersama banyak mobil yang lainnya.


"Turun!"


"Gak!"


"Nona Sarah yang terhormat, kamu harus turun. Atau aku akan menggendongmu ke dalam." ujar Adam dengan tenang.


"Ish, cari kesempatan ya?" tanya Sarah sembari membuka sabuk pengamannya. Ia turun dengan wajah bingung dengan apa yang ia lihat.


"Sarah! welcome Beby..." teriak beberapa gadis yang pernah menjadi sahabatnya sewaktu masih kuliah.


"Fira? Gina? kalian ada di sini? pada ngapain?" tanyanya dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

__ADS_1


"Kami adakan reuni kecil-kecilan di sini. Mumpung semua teman pada berkunjung ke kota ini." jawab Fira sembari mencium pipi kiri dan kanan Sarah. Yang lain juga ikutan saling menyapa dan memberikan peluk cium.


"Wah asyik bisa ngumpul-ngumpul gini tapi aku kok gak dikasih tahu terlebih dahulu, kan bisa siap-siap." ujar Sarah tak enak hati, soalnya ia belum izin sama papa dan mamanya.


"Ih udah dikasih tahu kali, lewat Adam. Kami ketemu dia kemarin sewaktu dia sedang nonton sama pacarnya itu, si Eci teman se fakultas kita itu loh." jawab Gina lancar bagai tol tapi sangat menyakitkan ditelinga Sarah.


Deg


Hati Sarah kembali terluka, kemarin juga ia berencana nonton tetapi karena lihat Adam bersama Eci Karin ia jadi membatalkan acara itu sepihak dan langsung pulang. Tetapi eh, ternyata semua temannya juga ada di sana.


"Kata Eci kamu juga mau nonton ya? tapi tiba-tiba pulang."


"Ah iya, itu karena aku terlalu banyak makan hati selama ini, jadi pas lihat Adam sama pacarnya, aku langsung illfill dan mules, " jelas Sarah memberi alasan sekaligus menyindir Adam yang sejak tadi menatapnya dari jarah 5 meter dari mereka bercakap-cakap.


"Eh, kamu setuju gak kalau Eci dan Adam kita jodohkan. Mereka tampak serasi sekali. Yang satu tampan dan yang satu cantik."


Sarah meremas ujung blazernya dengan wajah yang semakin kesal. Ia mencari tempat duduk yang nyaman yang jauh dari kumpulan sahabatnya yang sedang bergosip tentang kedekatan Adam dan Eci.


Karena melihat Sarah duduk sendiri, seorang pria yang bernama Zidan, ketua tingkatnya dulu sewaktu masih kuliah di Universitas datang mendekat.


"Hai Sarah, masih ingat gak sama aku?" sapanya ramah.


"Dan aku," tambah Adam yang baru duduk disamping Sarah. Tetapi gadis itu langsung menggeser duduknya menjauh darinya. Ada banyak perasaan kesal dihatinya pada pria satu ini.


"Zidan, kamu pasti sudah meried kan dengan Tary dari jurusan kimia industri itu."


"Belum Sar, kami berdua sudah putus, pas selesai kita wisudah. Ia ternyata lebih memilih orang lain daripada aku."


"Wah sayangnya ya, padahal kalian udah pacaran bertahun-tahun." ujar Sarah dengan wajah sedih.


"Tapi kalau kamu mau Sar, aku mau langsung melamarmu, aku sudah tidak ingin pacaran lagi, bosan. Usia udah banyak."


Adam langsung memukul meja dihadapan mereka bertiga.


"Enak aja mau ngelamar, Sarah ini calon istri aku, tahu gak?" ujarnya dengan tatapan membunuh pada Zidan. Sarah sampai melongo dibuatnya, ada berbagai macam rasa yang muncul di dalam hatinya. Senang, kesal, dan juga sedih.


"Calon istri darimana? dari Hongkong? Orang Eci Karin sendiri yang ngaku kalau kamu pacarnya dia. Kamu mau menyakiti Sarah?" tantang Zidan dengan rahang mengetat marah.


"Hey sudah, jangan ribut, aku bukan milik siapa-siapa okey? aku gadis bebas yang tak punya ikatan dengan siapapun." ujar Sarah kemudian meninggalkan tempat itu. Ingin ia meremas wajah Adam yang tak berperasaan itu. Tetapi ia berusaha menahan dirinya. Ia berusaha menahan air matanya yang akan tumpah lagi.

__ADS_1


"Fir, aku mau numpang kalau pulang ya?" ujarnya pada salah satu sahabatnya itu.


"Eh, datang sama Adam kok pulangnya sama aku, gimana sih?"


"Gak apa-apa aku lagi jengkel banget sama dia. Ngeselin tahu gak. " semua sahabatnya paham akan kedekatan dua sepupu itu. Tidak ada yang mencurigai kalau sebenarnya mereka berdua mempunyai hubungan yang sangat rumit.


" Iya deh, tapi bentar ya, kan acara kita belum selesai." ujar Fira menyetujui, tetapi Adam berulah kembali. Ia menarik tangan Sarah dan tiba-tiba berpamitan untuk pulang.


"Maaf ya teman-teman, aku pulang duluan dengan nona manja ini. Takutnya dicariin sama papa dan mamanya." ujar Adam kemudian membawa Sarah untuk pulang. Gadis itu hanya menurut. Kalau ia menunggu acara reuni kecil-kecilan itu selesai bisa-bisa ia sampai di rumah kemalaman.


"Aku suka kamu Sarah, aku mencintaimu, aku rindu padamu, sampai kapan kamu bisa mengerti aku." ujar Adam sembari menggenggam tangan gadis itu lembut. Adam sengaja menghentikan mobilnya di tempat sepi agar ia bisa bicara dari hati kehati dengan gadis cantik ini. Sarah mengibaskan tangannya kesal.


"Cih suka, aku gak percaya Dam. Kamu selama di Cambridge mana pernah berkomunikasi denganku hah? mana pernah kamu mengirim kabar kalau bukan aku yang tanya!"


"Trus tiba-tiba sudah lulus dan ada di negara ini tanpa ada kabar sama sekali, kamu anggap aku hah?"


"Belum lagi pengakuan Eci Karin, itu gaya apalagi?" Sarah mengeluarkan semua uneg-unegnya yang selama ini ia simpan. Ia sudah memutuskan untuk move on dan tak mau berharap lagi.


"Sarah dengarkan aku dulu." ujar Adam sembari meraih bahu gadis itu. Ia ingin menatap matanya agar ia percaya apa yang akan ia ucapkan.


"Lepaskan aku. Aku benci padamu. Bawa aku pulang sekarang!" teriak Sarah dengan histeris. Ia menangis dan meraung keras di dalam mobil itu.


"Sarah plis?" Adam terus memohon tetapi gadis itu menutup telinganya.


"Baiklah, kita pulang." ujar Adam dengan pasrah. Sepanjang perjalanan hanya Isak tangis Sarah yang kedengaran. Adam tidak tahu harus bagaimana. Ia sudah tidak punya cara untuk membuat Sarah mau mendengarkan semua alasannya.


Tak terasa mereka berdua sampai di rumah kediaman Raditya. Adam membukakan pintu mobilnya untuk gadis yang masih belum berhenti menangis itu.


Dan tanpa disadarinya Gala sang Papa sudah berada di depan pintu rumah itu dengan rahang mengetat marah.


"Sarah masuk!" titahnya pada sang putri.


"Dan kamu Dam. Om tunggu di ruang kerjaku." Adam mengangguk dan mengikuti langkah Gala ke dalam rumah.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2