
Miska merapatkan jaketnya karena udara malam itu cukup dingin mengigit tulang. Ia sekarang berada di sebuah warung tenda di pinggir jalan bersama Gala sepupunya. Ia tiba-tiba ingin sekali makan lontong bersama bumbu sate di warungnya langsung sembari melihat Abang satenya mengulek bumbu. Dengan catatan tidak boleh ada sate tetapi hanya bumbu.
Flashback on
Beberapa jam yang lalu, Miska mengirim pesan WhatsApp berisi emoticon menangis sampai sepanjang satu meter karena ia betul-betul sedang sangat sedih. tidak tahu perasaan apa yang menghampiri relung hatinya hingga tiba-tiba merasa sangat sedih dan pingin menangis begitu saja.
"Ada apa Mis?" tanya Gala saat ia tiba di rumah kediaman Todler dengan menggunakan mobilnya. Ia bahkan tidak sempat memarkirkannya dengan baik dan langsung menyelonong masuk.
"Ada apa apanya Kak?" tanya Miska heran, kenapa Gala bisa ada di sini dan langsung berada di kamarnya. Wajah Gala tampak menahan amarahnya,
" Dimana Reno?" ujarnya balik bertanya. Ia ingin sekali mengetahui apa alasannya hingga pria itu membuat Miska menangis.
"Kak Reno lagi ada kerjaan penting di ruang kerjanya," jawab Miska tenang. Mendengar itu Gala langsung beranjak menuju tempat dimana Reno berada.
"Eits, kakak mau ke mana?" tanya Miska sembari menghadang tubuh besar Gala. "Reno membuatmu menangis Miska dan ia harus bertanggungjawab untuk itu," ujar Gala dengan suara tertahan menahan marah.
"Aku tadi menangis karena mau makan lontong, kak. Bukan karena kak Reno," jawab Miska sembari menahan senyumnya.
"Biasa nak Gala, bawaan dedek bayi," ujar Kapsari Prayanti mamanya Miska yang tiba-tiba ada di belakang Gala. Ia tersenyum penuh pemakluman karena ia juga pernah ngidam parah sewaktu hamil dulu.
"Trus sekarang? masih mau?" tanya Gala lagi khawatir.
"Iya kak sampai air liurku menetes nih," jawab Miska yang langsung membuat Gala memandangnya tajam.
"Kemana suaminya Tante sampai-sampai istrinya di telantarkan begini?"
"Nak Reno lagi ada kerjaan di ruangannya dan kami tak ingin merepotkan," jawab Kapsari Prayanti dengan wajah sendu. Ia tahu betul hubungan apa yang dijalani oleh pasangan baru itu.
"Kalau begitu ayok, aku traktir makan lontong sepuasnya, aku juga belum makan," ujar Gala sembari menarik tangan Miska ke Mobilnya.
"Pakai jaket dulu nak, di luar dingin," teriak Kapsari sembari lari ke kamar mencari jaket. Dan ternyata yang ia temukan cuma jaket Reno yang terdekat yang bisa ia jangkau dengan cepat.
Miska memakainya dengan senang hati, aroma parfum khas Reno masih sangat menempel tajam di jaket itu. Miska seperti mendapatkan pelukan sayang dari suaminya yang tidak pernah membalas cintanya itu.
Flashback of
Gala menatap Miska yang begitu lahap memakan lontong bumbu satenya. Ia sampai memakan 2 porsi penuh.
"Emang segitunya ya, ibu hamil kalau ngidam?" tanya Gala kepada Miska yang sudah selesai makan. Miska mengangguk sembari melap bibirnya dengan tisu.
__ADS_1
"Aku sampe sering nangis kalau mau sesuatu, kak,"
"Ngak tahu kenapa kalau lagi mau sesuatu itu bawaannya nangis dan harus diturutin, hehehehe" Miska nyengir memperlihatkan lesung pipinya. Gala batu sadar kalau adik sepupunya ini ternyata sangat cantik.
Bayangan Vita yang sedang ngidam dan sangat rewel serta manja tiba-tiba berkelebat dalam pikirannya. Ia tak sadar tersenyum sendiri.
"Hei, kakak menghayal ya?" Miska memukul bahunya pelan menyadarkan dari lamunan panjangnya. Gala hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Vita sudah mulai tekdung juga ya, kak?" tanya Miska lagi.
"Tekdung itu apa?" Gala balik bertanya. Miska jadi tertawa terbahak-bahak.
"Tekdung itu hamil, kak" Miska menunjukkan perutnya yang sudah mulai membuncit.
"Vita belum hamil tapi kami berdua selalu berusaha kok," jawab Gala dengan senyum menerawang. Ia tiba-tiba rindu pada istrinya itu.
"Ingat kak, buat Vita hamil supaya ia jadi milik kakak seutuhnya,"
"Oh itu sudah pasti," jawab Gala mantap.
"Dan pastikan perasaan Vita sama kakak," kali ini Gala diam, ia ingat tak pernah sedikitpun Vita menyatakan cinta padanya atau membalas ucapan cintanya yang setiap saat ia bisikkan kepada wanita itu.
"Ini sudah sangat malam, aku antar kamu pulang,"
Gala mengantarkan Miska sampai di depan pintu rumahnya kemudian ia segera kembali ke kediaman Raditya tepat tengah malam.
"Dari mana Mis?" tanya Reno ketika Miska sudah masuk ke kamarnya dan bersiap untuk tidur. Ia terlonjak kaget karena pria itu tiba-tiba saja sudah berada di belakang pintu dan menatapnya tajam.
"A..Aku habis cari makan di luar," jawab Miska meringis karena tidak enak hati keluar tanpa izin suaminya.
"Sama siapa?" tanya Reno dingin.
"Sama Kak Gala, " Miska berusaha menghindari tatapan tajam Reno. Ia melangkah menjauh kemudian membuka jaketnya dan menyisakan gaun tidur yang lumayan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang agak berisi pada tempat tertentu. Reno menatapnya tanpa berkedip.
"Kamu keluar dengan pakaian seperti itu dengan seorang laki-laki?" tanya Reno dengan mengepalkan tangannya.
"Kan cuma sama kak Gala, dia kan sepupu aku," Miska menjawab tanpa mau memandang wajah Reno yang sangat kesal. Ia langsung berbaring di atas ranjangnya dan mematikan lampu utama dan yang tersisa cahaya remang-remang dari lampu tidur di samping head board ranjangnya.
"Hei, sepupumu itu tetaplah laki-laki yang bisa saja tertarik padamu,"
__ADS_1
Reno merasa diabaikan. Ia langsung melangkahkan kakinya mendekati Miska yang sudah berbaring tenang.
"Kamu itu istri aku, harusnya kamu minta tolong sama aku saja," geramnya kesal.
"Kakak kan tidak mau diganggu karena ada pekerjaan, ya sudah aku hubungi kak Gala supaya mau menemani aku makan, "
"Kan kalau untuk bayi itu aku pasti bersedia meninggalkan pekerjaanku," jawab Reno lagi tetapi justru membuat Miska tambah kesal dan sakit hati. Ia hanya dianggap sebagai ibu saja yang menampung anak Reno dalam kandungannya.
"Sudah ah, aku mau tidur," Ujar Miska lagi ia tak mau berdebat dengan Reno dan berakhir dengan pertengkaran.
"Lain kali harus bilang padaku kalau itu berhubungan dengan anakku yang ada dalam kandunganmu, lagipula kamu merepotkan orang lain tau gak?, bagaimana dengan Vita yang ditinggalkan malam-malam begini oleh suaminya hanya karena permintaanmu yang seperti itu," gerutu Reno masih di samping ranjang. Ia berdiri di sana hanya untuk memberi omelan untuk Miska.
"Baik Kak aku dengarkan. Dan kakak sebagai suami seharusnya tahu apa yang bisa membuat aku sebagai tempat menampung anakmu ini nyaman dan bahagia,"
"Jadi, kamu selama ini tidak bahagia?"
"Tanya pada dirimu sendiri kak, apa kewajibanmu sudah kamu lakukan?" Miska menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya. Ia sedih dan sakit diperlakukan oleh suami yang tak ada peka-pekanya sama sekali.
Reno terdiam cukup lama di samping ranjang tempat Miska berbaring. Ada rasa kesal dan cemburu dalam hatinya melihat orang lain justru membuat istrinya nyaman atas permintaannya di tengah malam begini.
Sementara itu di kediaman Raditya. Gala memasuki kamarnya yang tampak sepi dan lengang. Ia mencari keberadaan Vita di ranjangnya tapi tidak menemukannya. Ia baru sadar kalau seharian ini ia tidak berlaku baik pada istrinya gara-gara cemburu buta.
"Vit...Kamu dimana sayang?" tanyanya sembari membuka semua ruangan di kamar itu. Ia panik jangan-jangan Vita marah padanya dan meninggalkannya sendiri. Ia keluar dari kamarnya dan mendatangi semua sudut ruangan di rumah yang sangat luas itu tetapi tidak menemukan istrinya.
Sekali lagi ia memandang jam besar di ruangan luas itu. jarum jam sudah menunjukkan dini hari tetapi ia belum menemukan istrinya. Ia tak mau membangunkan mamanya ataupun Deka takut mengganggu tidur orang-orang itu.
Akhirnya ia kembali ke kamar dan berbaring di ranjangnya sendiri. Ia tak akan bisa tidur malam ini.Ia sudah terbiasa memeluk istrinya sebelum tidur. Tetapi seketika ia teringat sesuatu. Masih ada kamar yang ia belum periksa.
Dengan langkah mantap ia menuju kamar bang Tama dan membuka pintunya tetapi ternyata terkunci. Ia yakin Vita mungkin ada di dalam sana dan mungkin sudah tertidur.
"Baiklah, besok aku akan bicara padamu, Vit," Ia pun kembali lagi ke kamarnya dengan langkah gontai. Malam ini akan terasa panjang dan sepi.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hai, readers tersayang nya Bhebz.
Jangan lupa like setiap bab yang sudah readers baca...simpan jejak berupa kpmentar dan hadiahnya yah gaess.
Happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1