Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 124 Kisah Tiga Perempuan TGR


__ADS_3

Vita Maharani pagi ini lebih sibuk dari hari-hari biasanya. Ia mempersiapkan semua kebutuhan suami dan anak-anaknya dimulai dari pagi-pagi sekali.


"Mama boleh Ndak Sovi bawa ini?" tanya Sovia sambil memperlihatkan beberapa mainannya.


"Gak usah sayang, ada banyak kok mainan di sana nanti."


"Kalau yang ini ma?" Sovia menunjukkan sebuah puzzle tentang huruf Hijaiyah.


"Mmm baiklah, bisa dibawa." Vita mengiyakan, Sovia bersorak gembira.


"Makacih mama, Yeaay, Sovi nanti main cama teman bayu. Yeaay." Sovia berjingkrak-jingkrak senang. Ini pertama kalinya ia diajak ke tempat kerja papa dan mamanya. Ia akan dititipkan di DayCare. Beberapa hari ini Gala sangat sibuk di perusahaan karena banyaknya pekerjaan terkait investor-investor asing itu. Sehingga Vita mengalah akan menemani suaminya di Perusahaan. Siapa tahu ada tenaganya yang dibutuhkan oleh papa dari anak-anaknya itu ia akan standby di sana dengan segala jiwa dan raganya.


"Mama, kakak Yama nanti ikut juga?" tanya Sovia lagi diantara kesibukannya memasukkan perlengkapannya dan Sovia ke dalam tas.


"Ia sayang, tapi nanti kalo kakak sudah pulang dari sekolah."


"Yeayyy, bica main lagi cama Kakak." Sovia semakin senang.


"Disana nanti Sovi pasti akan punya teman baru. Jadi anak yang baik ya...jangan cengeng."


"Ciap mama." Vita menciumi pipi gembul putrinya itu karena gemas. "Mmm lucu deh, "


"Iyya dong...anaknya mama cama papa sih, Hahahhaha." Sovia tergelak geli karena mamanya menciumi nya di bagian leher dan perutnya.


"Cudah mama, Sovi geli. Hahahaha."


"Gimana sayang? udah siap belum?" tanya Gala yang sudah tampak rapih dan tampan. Ia muncul dari dalam walk in Closet.


"Ciap papa!" jawab Sovia dengan senyum merekah menampakkan gigi-giginya yang rapih dan mungil.


"Yuk turun duluan sama papa." ujar Gala sembari meraih tangan mungil putrinya.


"Aku akan minta Susan untuk membawa tas-tas itu ke bawah." lanjut Gala sembari mencium pipi istrinya.


"Hem,"


"Hati-hati kalau turun tangga." ujar Gala lagi tanpa melepaskan rengkuhannya pada pinggang istrinya yang sudah tidak langsing lagi itu.


"Iyya suamiku sayang." jawab Vita dengan senyum tak lepas dari bibirnya.


"Hati-hati kalau tersenyum." Gala menatapnya dalam.


"Eh, kenapa?"


"Senyummu selalu membuatku berkedut sayang."


"Mas,"


"Mama papa lagi ngapain cih, lama amat..." suara merdu Sovia merusak suasana romantis mereka.


"Ini nih si mama manis banget sayang." kali ini pipi Sovia yang mendapat kecupan basah dari papa Gala.


"Enak dong kayak coklat hahaha." ujar Sovia dengan tawa renyahnya.

__ADS_1


"Mas, buruan gih." Vita mendorong tubuh suaminya yang menempelnya terus kayak lem.


"Okey, aku tunggu di bawah jangan lama-lama."


"Iyya mas, udah denger dari tadi." akhirnya sang papa dan putri kecilnya itupun keluar dari kamar.


Vita melanjutkan kegiatannya sambil menunggu Susan datang untuk membantunya membawa tas milik Sovia.


🍁🍁🍁🍁🍁


Risma dan suaminya kini memakai mobil sendiri ke Perusahaan sedangkan Gala diantar oleh sopir pribadi keluarga Raditya.


"Kak, aku gak usah ikut kelas ibu hamil ya?" ujar Risma sesaat setelah mobil mereka meninggalkan rumah kediaman Raditya.


"Kenapa? kan bagus tuh bisa dapat banyak ilmu." jawab Deka tanpa mengalihkan pandangannya dari kemudi.


"Kata Kak Vita, aku belajar sama dia aja sih."


"Oh gitu? emang sih belajar sama yang sudah berpengalaman melahirkan itu sama juga dengan masuk kelas Ibu hamil. Apalagi kalian juga sekarang sama-sama hamil."


"Jadi gak papa nih aku batalin pendaftarannya?" tanya Risma lagi memastikan keputusannya.


"Yah, kalau kamu udah mantap ya udah. Tapi Nyonya GM harus betul-betul kasih pelajaran yang bermanfaat."


"Eh, kak. Emangnya pernah dia kasih aku pelajaran yang gak berguna gitu?" Risma menatap suaminya tajam.


"Itu waktu dia nyuruh kamu ngidam macam-macam. bukannya itu ajaran sesat ya." jawab Deka dengan senyum di bibirnya. Ia jadi teringat sewaktu istrinya itu memintanya lari keliling halaman sambil membawa banyak buah di kepalanya seperti tukang buah yang lagi dikejar anjing. Dan itu adalah sebenarnya bukan ngidamnya Risma tetapi ngidamnya sendiri, yang sejak dulu ia ingin sekali mengerjai Deka.


"Kak, itu bukan ajaran sesat tapi keinginan yang sudah lama terpendam." jawab Risma sambil menahan tawanya. Kalau ingat kejadian itu rasanya perutnya bagai digelitiki karena lucunya. Ia kasihan sebenarnya sama suaminya itu tetapi ia juga segan dengan Nyonya GM yang nota bene adalah atasannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Assalamualaikum!" sapanya saat membuka pintu Divisi tempat Hany bekerja.


"Waalaikumussalam!" jawab yang lain kompak.


"Eh, Nyonya GM!" teriak Hany dan langsung berlari ke arah Vita Maharani sang Nyonya bos.


"Ada yang bernama Hany gak?" tanya Vita pura-pura tidak kenal sama gadis yang sedang berdiri dihadapannya dengan wajah sumringah.


"Gak ada Nyonya." jawab Hany dengan tampang berubah kesal. Ia gemas dikerjain oleh sahabatnya itu.


"Oh, kalau gitu nanti aku balik lagi, sampaikan saja kalau aku mencarinya." Vita pura-pura berbalik dengan senyum tertahan.


"Eh, tunggu dulu Nyonya. Kalau anda pergi sekarang, aku pastikan semua orang akan tahu rahasia besar nyonya." ancam Hany dengan wajah dibuat seserius mungkin.


"Rahasia apa sih Han?" tanya karyawan yang lain yang ternyata memperhatikan percakapan mereka berdua.


"Rahasia tentang..." Hany mulai menggantung ucapannya, yang lain menahan nafas menunggu.


"Hany? kaukah itu?" ucap Vita kembali sadar dari hilang ingatan dadakannya.


"Iya Roma...hahahaha." tawa Hany dan Vita membahana di depan pintu.

__ADS_1


"UPS, setelah dipancing kamu baru sadar ya." Hany memeluk Vita dengan sayang. Perut Vita yang sudah membuncit membuatnya kesulitan merengkuh erat tubuh sahabatnya itu.


"Mohon Maaf ya teman-teman, Hany itu suka kurang waras kalau hari Senin, jadi maklumi saja ya." ujar Vita memberi pengumuman.


"Siap Bu Bos!" semua karyawan ikut tertawa melihat keakraban Hany dan Vita.


"Kita ngobrol di kantin Yuk." bisik Vita ditelinga Hany. Gadis itu mengangguk antusias.


"Aku izin dulu sama ibu Ira ya."


"Oke!"


Setelah mendapat izin dari ibu manager, mereka berdua pun melangkahkan kaki mereka ke arah kantin yang masih sepi karena memang ini belum waktu istirahat.


"Gimana kabar kanjeng Ratu?" tanya Hany setelah menyedot minuman dingin dihadapannya.


"Alhamdulillah, baik dan semakin baik." Jawab Vita dengan senyum merekah bahagia.


"Aku kadang cemburu sama kamu deh Vit," wajah Hany mulai berubah sendu.


"Hey, cemburu kenapa? karena aku hamil terus kamu belum?" ujar Vita berusaha bercanda tetapi ternyata Hany tidak tertawa. Hany menggelengkan kepalanya dramatis.


"Kamu bahagia sama Pak GM."


"Alhamdulillah sayang, InsyaAllah kalau kamu nikah pasti akan bahagia juga sama suami kamu."


"Aku pernah menjalin hubungan dengan seorang cowok tetapi selama sama dia tuh, aku tak pernah bahagia, Vit."


"Kenapa? bukannya kalau kamu memutuskan untuk menjalin hubungan itu karena kamu mau atau sama-sama mau?" Vita bingung dengan ucapan Hany.


"Trus aku meninggalkannya karena tidak ada kecocokan diantara kami tapi sekarang ia ingin kembali Vit, Gimana dong?"


"Ya buang aja ke tempat sampah. Ngapain dipikirin." jawab Vita santai. Ia mulai mengunyah snack yang ia pesan tadi.


"Astaga nyonya GM. Ini tuh tak semudah itu."


"Lha trus? gak usah dipersulit lah, kan sudah ada Pandu." ujar Vita sembari menarik turunkan alisnya.


"Pandu? ia tuh cuma jadikan aku pacar bayaran, Vit. Lihat nih." Hany membuka handphonenya dan memperlihatkan SMS banking yang berisi laporan transferan dari Pandu.


"Maksudnya apa ini?" tanya Vita penasaran. Ia menatap Hany dengan pandangan curiga.


"Astaga kamu juga nganggap aku begitu?" tanya Hany semakin frustasi.


"Sebentar ya, kamu bisa menjelaskannya padaku, Paduka raja lagi butuh aku sekarang nih." ujar Vita saat melihat panggilan dari Gala suaminya.


"Aku balik kesana dulu ya Han. Aku akan siap jadi pendengarmu sayang setelah aku urus bayi besarku itu. Bye" Vita bergegas meninggalkan Hany sendiri yang masih bingung dengan perasaannya sendiri.


---Bersambung---


🍁🍁🍁🍁🍁


Dukung terus karya receh ini ya gaess. Dengan cara Like, komen, dan Beri hadiah yang banyak. Okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan Happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2