Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 98 Usaha Deka Roland


__ADS_3

Pagi yang cerah di luar sana serasa ikut mempengaruhi hati Deka pagi ini. Bibirnya tak berhenti mengulas senyum bahagia. Mimpi indahnya semalam mempengaruhi perasaannya hari ini. Hingga ia tak sadar bersiul dan bersenandung saat berjalan ke arah meja makan untuk melakukan sarapan bersama keluarga besar Raditya yang sebentar lagi akan bertambah lagi anggotanya.


Semua orang menatapnya dengan heran. Setelah sekian lama baru kali ini ia bersenandung di depan semua orang.


"Hey ada apa?" tanyanya dengan ekspresi tak kalah heran melihat semua orang menatapnya. Tidak ada yang menjawab kemudian mereka semua kembali sibuk memakan makanannya. Deka melanjutkan kembali siulan kecilnya dan seketika semua orang menatapnya lagi tetapi ketika ia bertanya ada apa, Mereka semua kembali ke mode semula makan dengan tenang. Deka sampai merasa dikerjain oleh semua orang.


"Ceyamat ulang ta'un om Deka," ujar Rama dengan suara yang sangat merdu di telinga Deka setelah keadaan sunyi dan mencekam di meja makan.


"Hahahaha, terima kasih anak ganteng," jawab Deka terharu. Padahal ini bukan hari ulang tahunnya, pasti ia kena prank lagi.


"Kasih angpao dong, om Deka." ujar Rama lagi sembari menengadahkan tangannya yang mungil ke arahnya.


"Kecil-kecil kok udah tahu angpao sih," ujar Deka lagi mengernyit. Siapa yang mengajarkan ajaran sesat ini kepada putra pertamanya Tama ini.


"Aku bukan anak kicil, om. Bental lagi mau punya adek." jawab Rama lagi dengan lucu. Semua orang tertawa termasuk Gala yang paling kencang ketawanya. Deka sampai curiga pada keluarga ini yang semakin aneh saja.


"Hari ini karena kamu ulang tahun, aku kasih kamu bonus sehari tidak ke perusahaan, kamu bisa jalan atau berkencan dengan kekasihmu itu." ujar Gala disela-sela sarapannya.


"Tapi aku tidak sedang ulang tahun hari ini." jawab Deka bingung tetapi juga senang karena dikasih libur oleh Bos sekaligus sepupunya ini.


"Anggap saja kamu lagi ulang tahun." jawab Gala singkat dan padat. Deka sampai mendengus aneh. Ada orang kasih bonus dengan alasan yang dibuat-buat. Entah apa lagi rencana Gala padanya hari ini.


"Aku tidak suka jalan kalau cuma sendiri, jadi aku pilih masuk kerja aja." Deka menatap semua orang dengan keputusannya. Lagipula gadis yang mau ia ajak jalan kan lagi kerja, mending juga memantau Risma seharian di bagian HRD, lumayan bikin hati senang.


"Ya udah, bonus ini cuma terjadi setiap 10 tahun sekali jadi kalau kamu tidak ambil ya tunggu 10 tahun lagi kalau begitu." Gala berucap dengan nada datar yang menjengkelkan.


"Okey, baiklah kalau bos maksa. Aku sepertinya sedang diusir dari Perusahaan selama sehari," gumam Deka pelan yang membuat semua orang menahan senyumnya.


Subuh tadi Vita memaksa Gala suaminya menceritakan tentang Deka dan latar belakangnya kenapa bisa sesetia itu mengikuti semua perintah suaminya.

__ADS_1


"Mas, kasihan tuh Deka selalu mendampingi kita terus kayak kerja 24 jam nonstop gitu." ujar Vita memberi pendapat.


"Dan kadang menjadi obat nyamuk pula, mas tega ya sama sepupu sendiri," tambah Vita dengan gaya merajuk.


"Eh, Deka memang suka kok jarang ia mengeluh." jawab Gala enteng.


"Ish, kasihlah dia waktu untuk me time sendiri di luar weekend." Vita kali ini mulai memaksakan kehendaknya. "Tapi, by the way. Deka ada gebetan gak mas?" Gala mendengus tidak suka karena sepagi buta ini yang dibahas hanya Deka dan Deka terus, padahal ia ingin sekali menyantap istrinya ini yang semakin empuk dan berisi saja.


"Ia itu suka sama Risma Yanti HRD tapi belum diterima jadi ya sudah biar dia usaha sendiri." ujar Gala semakin kesal karena Vita berusaha menolak sentuhannya. Istrinya itu masih sibuk memikirkan nasib cintanya Deka ke depannya.


"Sekali lagi kamu memikirkan laki-laki lain, aku tidak segan-segan mengurungmu seharian di kamar, mengerti?" ujar Gala tersenyum miring dan mulai membuka pakaiannya satu-satu.


"Eh, mas mau apa?" tanya Vita melihat roti sobek sudah terpampang jelas dimatanya, ia berusaha mengalihkan pandangannya takut tergoda.


"Kita belum selesai bahas Deka mas," ujar Vita yang kemudian pada menit berikutnya sudah dibungkam dan dibuai oleh suaminya hingga nama Deka tak lagi terdengar dari bibir istrinya itu tetapi sayup-sayup nama mas Gala lah yang memenuhi kamar yang luas itu dengan penuh pemujaan dan pengharapan.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Jadi Dek, kita kemana hari ini?" tanyanya kepada dirinya sendiri.


"Mall?"


"Oh no, " Deka menggelengkan kepala cepat. Ia tak pernah jalan ke Mall untuk menghabiskan waktu dan juga uang.


"Ke toko buku saja," Ia kemudian mengambil kunci mobil dan segera keluar dari rumah itu. Tetapi belum sampai ia di pintu, suara Vita dari arah belakangnya membuatnya berhenti melangkah.


"Bisa numpang gak?" tanya Vita setelah jarak mereka sudah dekat. Rupanya Nyonya GM tidak ikut suaminya ke Perusahaan.


"Boleh, kemana?" tanya Deka sembari melangkah ke arah garasi di mana mobilnya masih adem di sana.

__ADS_1


"Hari ini aku ada kelas ibu hamil di daerah X," jawab Vita.


"Bagus, aku juga akan melewati jalan itu." ujar Deka kemudian melajukan mobilnya. Dan beberapa menit berikutnya mereka pun sampai tanpa ada yang saling mengobrol walaupun Vita sudah sangat gatal ingin bertanya banyak hal tentang Deka tetapi ultimatum suaminya yang melarangnya berkomunikasi terlalu dekat pada laki-laki lain walaupun itu sepupunya sendiri membuatnya keder juga.


"Dijemput sama siapa sebentar?" tanya Deka pada Vita yang sudah bersiap untuk turun dari mobil.


"Nanti mas Gala datang kok tenang aja, terima kasih," jawab Vita dengan senyum.


"Okey, " Deka melajukan mobilnya ke arah sebuah toko buku yang tidak jauh dari tempat Vita turun. Ia bergegas mencari buku yang ia sendiri belum jelas buku pilihnya seperti apa yang penting hari ini tidak sia-sia saja ia lewati. Didalam sana tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang ia kenal.


"Halo," sapanya pada seorang pria yang pernah mengaku sebagai kakaknya Risma. Kali ini ia akan mengambil hati pria ini.


"Oh, hai...Pak Deka ya," jawab Ridwan ramah. Tangannya sedang memegang dua buku yang berjudul tentang hal-hal yang berhubungan dengan bisnis.


"Hmm, sudah kenal namaku?" tanya Deka penasaran. Pria itu mengangguk.


"Risma yang memberitahuku pada hari itu... dan Aku, Ridwan," ia memperkenalkan dirinya sendiri sekarang dengan ramah. Ia mendengar dari Risma kalau pria ini adalah bos di Perusahaan tempatnya bekerja. Deka menarik nafas senang, berniat mendekati pria ini agar segera mendapat restu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Lanjutkan usahamu Dek, othor mendukungmu dari sini bersama para readers tersayang.


Hai semuanya, dukung terus karya ini yah gaess, klik like, ketik komentar, dan kirim hadiah yang banyak...


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


Sembari menunggu update berikutnya, kuy mampir di karya teman othor.


__ADS_1


__ADS_2