
Rumah kediaman Raditya pukul 22.00.
Hampir semua tamu undangan sudah meninggalkan acara yang cukup meriah itu. Sebagian besar anak yang sedang diantar orangtuanya sudah lelah bermain dan merengek minta pulang karena mengantuk. Tetapi masih ada juga yang bertahan menikmati semua permainan yang disuguhkan oleh sang tuan rumah.
Pandu ternyata salah satu yang masih betah berlama-lama di pesta itu karena ia sedang melakukan pendekatan dengan seorang gadis yang belakangan ia tahu adalah salah satu karyawan dari TGR Global Company dibawah pimpinan Gala Putra Raditya. Meskipun Zahwa sudah lama pulang ke rumah bersama mamanya, Pandu belumlah berniat meninggalkan rumah itu. Ia masih di halaman samping bersama gadis yang sedang menarik perhatiannya itu.
"Boleh aku save nomormu?" ujar Pandu dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya. Entah kenapa hari ini ia merasa beruntung mengikuti pesta ulang tahun bocah seperti ini.
Meskipun sebenarnya ia juga ingin bertemu dan memberi ucapan selamat kepada Rama yang ternyata sudah besar saja.
Hany meraih handphone yang diserahkan oleh Pandu dan mulai mengetik nomor handphonenya sendiri. Setelah itu ia berdiri dari duduknya dan berniat pamit kepada Vita sang tuan rumah.
"Hey, mau kemana?" tanya Pandu yang merasa dicuekin karena Hany langsung saja berlalu dari hadapannya.
"Mau pamit sama Nyonya GM, aku udah mau balik nih, lelah banget." ujar Hany dengan merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku dan capek. Ia yang baru pulang dari Perusahaan di sore hari dan langsing ke pesta ini membuat seluruh anggota tubuhnya merasa capek luar biasa.
"Aku juga mau pamit," Pandu segera melompat dari tempat duduknya dan menghampiri Hany yang semakin menjauh. Ia berusaha memburu langkah Hany yang sudah berjalan jauh di depannya.
Mereka berdua akhirnya kembali masuk ke rumah itu untuk bertemu sang tuan rumah yang pastinya juga kelelahan dengan acara ulang tahun untuk putra pertama mereka.
__ADS_1
"Aku mohon pamit Nyonya GM." ujar Hany sembari memeluk sayang tubuh Vita kemudian beralih mencium pucuk kepala Rama yang kebetulan ada bersama mamanya itu.
"Nginap aja deh Han. Ini sudah larut lho, rumah mu kan agak jauh juga dari sini." ujar Vita dengan rasa khawatir setelah melirik jam besar yang ada di ruangan itu.
"Gak papa, udah sering kok pulang malam seperti ini." jawab Hany menolak dengan halus.
"Aku yang akan antar, Vit." jawab Pandu yang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya.
"Syukurlah, untung Pandu belum pulang." jawab Vita lega. Ia tahu Pandu bisa diandalkan.
"Tapi, by the way...Kok kalian bisa barengan sih. Dari tadi aku tidak melihat kalian lho, hayooo lagi mojok ya?" Vita memandang dua orang dihadapannya bergantian. Pandu menggaruk tengkuknya sedikit gugup.
"Okey, deh. Aku titip Hany ya Ndu. Antar ia Sampai di depan pintu rumahnya." pesan Vita seperti ia adalah seorang ibu yang memberikan wejangan pada anak putranya.
"Sampai pintu kamarnya pun aku siap, kok." jawab Pandu dengan senyum samar.
"Ih, aku curiga nih, ada udang dibalik bakwan." sekali lagi Vita menatap kedua orang yang salah tingkah ini secara bergantian.
"Gak!"
__ADS_1
"Iyya!"
Mereka berdua menjawab secara bersamaan yang membuat Vita tertawa lucu.
"Kalian lucu hahahaha. Titip ya Ndu jangan sampai sahabat ku ini lecet."
"Siap Bu boss!" ujar Pandu kemudian menarik tangan Hany agar segera menjauh dari tuan rumah.
"Aku pulang ya," teriak Hany dari jauh. Vita hanya menggelengkan kepalanya lucu melihat bagaimana Hany selalu ingin melepaskan pegangan tangan Pandu tetapi pria selalu menolak bahkan ia mempererat tautan jari-jari mereka berdua.
"Semoga kalian berjodoh, aamiin." ujarnya pelan. ia sangat senang kalau apa yang ada dipikirannya betul-betul menjadi nyata. Dua sahabat yang benar-benar baik.
--Bersambung --
🍁🍁🍁🍁🍁
Tetap dukung karya ini dengan cara klik like, ketik komentar, dan kirim hadiah serta votenya ya gaess.
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1