Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 27 Rasa Nano Nano


__ADS_3

Hai readers tersayangnya othor, novel ini ikutan lomba ya...


jadi, mohon dengan sangat tekan like n komen nya yah...


Selamat menikmati 😍😍😍


🍁🍁🍁🍁🍁


"Dosa gak sih bikin orang jadi janda?" ucap Gala dalam hati sambil menendang udara.


"Aaaakh, kenapa istri orang malah sangat menarik" Geramnya dalam hati sambil terus melangkah menuju ruangannya sendiri.


" Ya ampun, Lama-lama aku bisa gila" Gala mengusap wajahnya kasar.


Baru saja ia mendaratkan pantat nya di kursi kebesarannya. Deka muncul bagai hantu mengagetkannya.


" Direktur dari Indo inc. baru saja menghubungi bapak" Gala mendengus kesal, ia tahu perempuan itu akan selalu memburunya ke mana pun. Walaupun mereka terlibat kerja sama bisnis tetapi ia sengaja memblokir nomor perempuan itu.


"Mau apa dia?" tanya Gala acuh tak acuh.


"Ia mengamuk karena bapak tidak bisa dihubungi" Deka menyeringai.


"Apa dia membahas tentang launching produk baru itu?"


"Salah satunya tentang itu, Sepertinya ia sangat berharap datang bersama anda pada acara sebentar malam"


"Okey, baiklah"


"Hubungi dia kembali, kita bertemu di sana" ujar Gala lagi kemudian menatap Deka sambil berpikir.


"Hmmm, Dan kamu punya tugas baru"


"Assyiap!" jawab Deka sambil menaruh tangan di dahi nya berlagak hormat.


"Cari tahu latar belakang Vita Maharani, siapa nama suaminya itu"


"Untuk apa, Pak?"


"Pisahkan mereka apa pun caranya!"


🍁🍁🍁🍁🍁


Di ruangan ibu Presdir


"Kamu ko' gak ada usaha mendekati Gala?" ujar Nyonya Mawar saat Gala dan Vita sudah keluar dari ruangan itu.


"Kalian itu sudah bertunangan, kalau kalian semakin dekat, pernikahan pun akan segera kita bicarakan"


Miska hanya bisa tersenyum kecut, ia selama ini memang kurang berusaha akan hubungan ini apalagi dari pihak Gala. hubungan mereka jalan di tempat dan tak ada kemajuan sama sekali.


Ia sebenarnya sangat tidak setuju dengan ide pertunangan ini. Hatinya belum bisa move on dari Reno Sebastian. Ia penasaran bagaimana cara menaklukkan seorang Reno.

__ADS_1


Reno yang dari zaman SMA tidak pernah memberinya harapan dan juga yang selalu menganggapnya tidak ada.


Cowok itu hanya melihat Vita Maharani di Giant sialan.


"Miska, kamu dengar Tante kan?" tanya Nyonya Mawar karena melihat Miska hanya diam dan tidak merespon nya.


"Eh, iya Tante" jawab Miska gelagapan.


"Gimana kalau kita batalkan saja pertunangan ini?" ujar Miska berusaha ingin bernegosiasi.


"Kenapa?" dahi nyonya mawar mengernyit bingung. ia memang tidak pernah melihat Miska antusias dengan rencana dua keluarga ini.


"Apa kamu tidak suka sama anak Tante?" tanya Nyonya Mawar lagi.


"Tante sangat bersedih kalau ada perempuan yang tidak menyukainya" Nyonya Mawar berucap seolah sedang sangat menderita.


"Tante lihat kan, Kak Gala tidak pernah setuju, bahkan melirik ke Miska aja dia gak minat" ujar Miska sambil menampakkan wajah menyedihkan. mereka berdua pantas mendapatkan piala Oscar ratu ngedrama terbaik.


"Tante akan paksa Gala untuk mengajakmu jalan, Kalau kalian diam-diaman mana bisa hubungan ini ada kemajuan"


"Baiklah Tante. terserah Tante saja" Miska pasrah, ada kegalauan dalam hatinya. Apa dia harus menyerah mendapatkan Reno dan membuat target baru?


" Kak Gala? Ia tampan dan cukup memikat. tapi hati mana bisa dipaksa" bisik nya dalam hati.


"Reno, plis. bawa aku keluar dari masalah ini" jerit hati Miska menyedihkan.


"Miska kembali ke ruangan dulu" pamit Miska sopan.


"Ingat, dekati Gala. Buat dia melirik mu" pesan Nyonya Mawar sebelum Miska sampai di ambang pintu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Vita Maharani kembali ke ruangannya dengan wajah ditekuk malas.


"Selamat ya!" ujar Hany sambil memeluknya dari belakang.


"Kamu hebat Vit, udah tanda-tangan kontrak untuk aplikasi baru itu"


"Gak nyangka aku punya teman jenius plus cantik kayak kamu" Hany mencubit gemas pipi Vita yang membuatnya berubah merah.


Vita Maharani masih diam tidak merespon, hati dan pikirannya sepertinya sedang tidak berada di tempat ini.


"Kamu kok gak senang sih?" Hany memutar tubuh Vita dan memandang wajah sahabatnya itu dengan serius.


"Eh?"


"Aku senenglah, sebentar lagi aku jadi kaya" jawab Vita sambil tertawa hambar. Hany menatap bola mata sahabatnya intens.


"Pasti Vita lagi tidak baik-baik saja" pikir Hany dalam hati.


"Ada apa sih? apa aku ketinggalan sesuatu?" tanya Hany berusaha memancing Vita untuk bicara.

__ADS_1


"Aku rindu Rama" jawab Vita pelan, hatinya gelisah.


"Bisa gak yah, aku izin pulang cepat?" Vita berujar tanpa mau memandang wajah Hany. takut mimiknya bisa terbaca kalau ia sedang resah.


Setelah Gala meninggalkannya di ruangan ibu Presdir ia tak langsung kembali ke ruangannya sendiri dan sempat mendengarkan pembicaraan Miska dan Ibu Presdir dengan sangat jelas.


Entah perasaan apa yang ia rasakan sekarang begitu ramai seperti permen nano - nano. Ia hanya ingin kembali ke rumah secepatnya, memeluk tubuh Rama. Agar lelah hatinya segera terobati.


Melihat tingkah lucu dan Mendengarkan celotehan balita gembul itu bisa membuat panas hati jadi sejuk dan damai.


"Aku izin yah, udah gak kuat nih" bayangan tampilan senyum dengan gigi kecil mungilnya Rama melambai merindu.


"Besok aku ganti dengan lembur" Ujar Vita sambil mengemasi barang-barang nya.


"Hey, beneran kamu tidak apa-apa?" Hany kelihatan cemas.


"Tenang, aku wonder woman!" jawab Vita sambil tertawa. mengangkat lengan kanannya dengan penuh semangat.


"Bye" Vita meninggalkan Hany yang masih bengong. ia mempercepat langkah nya keluar dan menuju lift dengan tujuan lantai basemen tempat motor nya berada.


Tiba di basemen, Vita segera mengeluarkan kunci motor dari dalam Sling bag nya.


"Vit!" mau kemana?" tegur seseorang dari arah lift tempat nya tadi keluar.


"Pandu?" Vita mengernyit. Ada apa Pandu ko' ada di sini.


seolah mengerti kebingungan Vita, Pandu segera mendekat.


"Aku baru dari ruangan Kak Ira"


" Kita ko' gak ketemu yah?" Pandu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Oh iya, itu.." Vita nyengir lucu.


"Aku tadi ada urusan dengan ibu Presdir, kamu ada apa menemui ibu Ira?"


"Katanya ada berkas yang terbawa pulang ke rumah dan ternyata lupa dibawa kembali ke kantor"


"Jadi, aku dimintai tolong"


"Kamu mau pulang? jam segini?" Pandu melihat waktu di pergelangan tangan nya.


"Aku kurang sehat, Ndu" jawab Vita melihat kebingungan di wajah Pandu Gemilang.


"Kalau gitu kita pulang bareng"


"Aku bisa ko' pulang sendiri" Vita menolak halus sambil memperlihatkan kunci motor yang sedang ada di tangan kanannya.


"Katanya kurang sehat, simpan aja motornya, kita pulang bareng pake mobil aku" ah Pandu selalu saja begini.


"Tapi, motor ku sudah dua hari di sini, takutnya dia juga mau pulang" Vita masih berusaha menolak. lagi pula ia ingin memakai motornya untuk jalan-jalan dengan Rama sebentar sore.

__ADS_1


"Gak papa Vit, gaji mu tak akan kurang untuk membayar ongkos parkirnya" ujar Pandu mencoba berkelakar.


"Bukan begitu, Ndu" Vita kehabisan kata untuk menolak. Akhirnya ia hanya bisa menatap sayang kuda besinya yang dengan terpaksa harus menginap lagi di sini.


__ADS_2