
Undangan pernikahan Sarah dan Adam sudah tersebar di seluruh Perusahaan TGR. Ada banyak ungkapan syukur ikut berbahagia akan berita baik itu tetapi ada juga yang masih menyimpan rasa sesal dan kecewa. Adi Nugroho salah satunya.
Ia benar-benar tak menyangka sahabat yang sangat ia percaya tega menikungnya dari arah yang tak disangka-sangka.
Hari ini ia menghubungi Adam untuk janji temu, ia benar-benar ingin mendengar alasan sahabatnya itu, hingga tega membuatnya kecewa dan patah hati.
"Kamu tega Dam," ujar Adi saat Adam baru saja mendudukkan bokongnya di kursi di dalam restoran tempat mereka janjian. Adam hanya tersenyum. Pria muda itu menyediakan waktunya ini untuk mendengar Adi mengeluarkan segala rasa kecewanya.
"Kamu tahu kalau aku sangat menyukai Sarah, tetapi kenapa kamu merebutnya dariku, hah?" Adi menatap Adam dengan pandangan tak bersahabat. Rasa benci menyeruak dari dalam hatinya.
"Aku sudah sering bercerita padamu siapa gadis yang aku taksir sejak aku bekerja di Perusahaan itu, aku bahkan menyebutkan namanya dan ciri-cirinya padamu tetapi kamu dengan sengaja kembali kesini dan merebutnya dariku."
"Aku tidak tahu apakah ini yang dinamakan air susu dibalas air tuba, atau kamu termasuk kacang yang lupa sama kulitnya, iyya?"
"Kamu sudah selesai Di?" tanya Adam dengan suara tenangnya. Ia rasa saatnya kini sudah ia bicara.
"Belum, aku belum selesai sampai kamu mau melepaskan Sarah untukku, saat itulah baru aku selesai dan memaafkanmu."
"Apa menurutmu kalau aku mundur dan melepaskan Sarah, gadis itu mau menerimamu? berpikirlah kalau kamu merasa cerdas." Adi terdiam. Adam meminum juice jeruk yang ia pesan.
"Apakah persahabatan ini sebegitu rapuhnya hingga itu bisa ditukar oleh seorang perempuan Di?"
"Itu bagimu Dam, karena kamu merebutnya dariku!" teriak Adi sembari menunjuk wajah Adam dengan sebuah sendok yang ia pegang.
"Kalau aku mau bilang Di, kamulah yang sebenarnya yang berniat mengambil Sarah dariku, kamu yang ingin mengambil seseorang yang sudah lama kucintai jauh sebelum kita berjumpa Di."
"Kamu mungkin ingat kalau aku ke Harvard University karena aku ingin mempersiapkan diriku untuk seseorang yang aku cintai, Sarah lah orangnya Di, gadis itu yang membuatku bertahan untuk tidak pernah pulang kampung. Karena aku ingin layak dimata papanya Gala Putra Raditya!" Adi tersentak, ia tak menyangka kalau perjuangan Adam ternyata lebih berat darinya untuk seorang gadis seperti Sarah.
"Lalu, ketika Sarah dengan setia menungguku pulang dan mengatakan aku mencintainya, apakah aku harus mundur dan menyerahkannya padamu?" Adam menarik nafas karena sudah mulai tersulut emosi.
"Bagaimana mungkin aku membiarkan Sarah menderita lagi, sedangkan hanya aku yang ditunggunya." Adam berdiri dari duduknya, kemudian melanjutkan,
"Aku tetap menganggap kamu sahabatku sampai kapanpun, jasamu banyak padaku Di, terimakasih. Akan ada waktunya engkau mendapatkan balasan dari kebaikanmu padaku, Tuhan pasti punya rencana terbaik untukmu, permisi Di," Adam pergi meninggalkan Adi Nugroho di tempat itu. Adi merenungi kata-kata Adam, sembari meraup wajahnya kasar.
Apa yang kamu pikirkan Di?
Perempuan kan bukan cuma Sarah, tetapi sahabat sejati seperti Adam tidak mungkin kamu temukan di tempat lain.
🍁
Sejak undangan pernikahan itu tersebar di Perusahaan TGR, Sarah menjadi orang yang sangat disegani. Identitasnya sebagai putri kandung dari Gala Putra Raditya menjadikan mulut-mulut beracun beberapa karyawan jadi bungkam dan tak bereaksi lagi. Mereka banyak yang malu dan takut kalau Sarah akan memberi mereka hukuman atau sanksi. "Ma, Aku kok merasa karyawan di Perusahaan ini berubah ya?"
__ADS_1
"Berubah gimana maksudmu sayang?" tanya Vita saat putrinya itu mendatanginya di kamarnya.
"Yah, mereka suka mau ngajak ngobrol dan ngajak makan-makan gitu Ma."
"Yah, bagus dong, artinya mereka sudah mau menganggapmu sebagai teman dan bagian dari mereka juga."
"Iyya sih Ma, aku turut senang, tapi kok bisa langsung berubah gitu ya? mulut mereka pada manis-manis."
"Ucapkan Alhamdulillah sayang, Allah kan maha membolak-balikkan hati. Makanya kita selalu dituntut untuk selalu berdoa agar selalu bisa Istiqomah, teguh pada kebaikan."
"Iyya Ma, Aku ngerti." Sarah tersenyum kemudian melanjutkan curahan hatinya, kali ini ia ingin mengadukan Adam sang calon suami.
Meskipun Sarah sudah menerima lamaran Adam tetapi hatinya belum juga lapang, karena sang calon suami belum juga pernah menemuinya dan bahkan berkabar padanya.
Terakhir mereka bertemu hanya saat di dalam kamarnya waktu itu saat ia sedang dalam keadaan tidak berpakaian yang benar.
Sarah jadi sering berprasangka kalau-kalau Adam menghindarinya karena ia tidak memiliki tubuh ideal yang diinginkan pria itu. Ia yakin Adam sudah melihat semua dari dirinya, tetapi kenapa justru pria itu tak pernah menghubunginya justru ketika ia menerima lamaran pria itu.
"Menurut Mama, calon pengantin bisa berubah gak hatinya, jadi gak berselera gitu sama pasangannya dan berakhir membatalkan rencana pernikahannya?"
Vita menatap putrinya itu dengan wajah khawatir, "Maksud kamu apa sayang? kok jadi punya pertanyaan seperti itu sih?" tanyanya pada Sarah yang sedang duduk dihadapannya.
"Cuma nanya aja Ma,sapa tahu kan ada yang seperti itu." jawab Sarah sembari menggulir-gulir layar handphonenya.
"Iyya sih Ma,"
"Kamu jangan mikir yang macam-macam, Adam itu cintanya cuma sama kamu, begitupun kamu kan, perbanyak berdoa agar semuanya lancar sampai hari H."
"Iyya Ma,"
"Sana kamu kembali ke kamarmu. Rawat dirimu sebagai persiapan untuk memberikan persembahan terbaik untuk suamimu nanti."
"Ih Mama, malu ah, aku gini aja, malas sama Adam suka bikin kesel."
"Tapi kamu kok suka sih, padahal kami mau mau menjodohkan kamu dengan yang lain lho."
"Ish, Mama, udah ah, aku mau tidur aja,"
"Iyya tidur yang banyak, Besok kalau kalian udah nikah, tidurnya jadi kurang," ujar Vita yang langsung membuat Sarah menutup wajahnya yang berubah merah karena malu. Gadis itu langsung kabur ke kamarnya dengan langkah seribu.
"Hihihi," Vita cekikan sendiri di kamarnya. Kenangan-kenangan indahnya dulu bersama Gala sang suami sebelum menikah kembali terbayang di pelupuk matanya.
__ADS_1
"Oh ya ampun." Vita menutup wajahnya mengingat bagaimana mereka berdua dimabuk cinta dan kadang sering melakukan hal-hal yang berbau fanas sebelum halal.
"Ada apa sih?" tanya Gala yang baru masuk ke kamar itu setelah menyelesaikan banyak pekerjaan di ruang kerjanya.
"Mas, dulu kok kita gitu amat ya?"
"Gitu amat gimana? sampai senyum-senyum sendiri kayak gitu." ujar Gala sembari meraih tangan sang istri dan menggenggamnya lembut.
"Dulu sebelum kita menikah, mas tuh suka nyosor gitu ke aku, bikin fanas dingin tahu gak?" ujar Vita malu-malu.
"Ih kok masih segar aja ingatannya sama yang itu padahal udah punya cucu, hem." Gala menatap istrinya dengan pandangan penuh cinta. Usia dan tubuh mungkin semakin menua, tetapi rasa sayang dan cintanya pada sang istri semakin bertambah-tambah saja.
"Mas, aku berharap anak-anak kita tidak mengikuti jejakmu yang suka ambil DP terlebih dahulu."
"DP itu apa sih?" tanya Gala pura-pura tak paham.
"Mas, kamu suka ambil DP dan grep*e,- grep*e aku dulu sebelum engkau halalkan. Itu bukan contoh yang baik mas," ujar Vita dengan bibir cemberut.
"Iyya sayang, aku sudah banyak memohon ampun sama Tuhan untuk itu, dan selalu berdoa agar anak keturunanku tidak melakukan hal yang sama."
"Makanya itu aku selalu mengawasi hubungan Sovia dan Andika begitupun dengan Sarah dan Adam. Sekali mereka mencoba maka mereka akan ketagihan dan saling mencari, seperti kita dulu."
Vita mengangguk kemudian bersandar di dada suaminya yang masih sangat kuat diusianya yang sudah melebihi pertengahan abad.
"Gimana dengan Rama mas, apa ia juga menjaga Rara sebelum ia menikahinya?"
"Entahlah sayang, tapi sepertinya ia sebelas dua belas denganku, hahahaha." ujar Gala kemudian tertawa karena sang istri langsung mencubit pinggangnya.
"Mas.."
"Kenapa?"
"Mau.."
"Ayok lah, meskipun aku udah punya 4 cucu, aku masih sangat kuat sayang membuatmu berteriak minta ampun,"
Maaf ya othor tutup layarnya dulu, senior sedang ingin refreshing. Awas, jangan ngintip.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?
__ADS_1
Yang belum laku Votenya, bagi ke sini dong.
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍