Gadis Pemimpi

Gadis Pemimpi
Part 267 Terima Kasih Dan Sampai Jumpa Lagi


__ADS_3

"Semoga Sarah dan Adam bahagia dengan kado yang aku berikan," ujar Gala saat ia mulai membaringkan tubuhnya disamping isterinya.


Tangannya bergerak memencet tombol lampu tidur yang bercahaya remang-remang menggantikan lampu utama yang sangat terang tadi.


"Mas beri kado apa tadi sama mereka?" tanya Vita sembari menarik selimut untuk menutupi setengah dari tubuhnya dan suaminya.


"Rahasia dong," ujar Gala dengan senyum samar diwajahnya.


"Ih mas bikin penasaran deh," ujar Vita sembari merapatkan tubuhnya pada sang suami.


"Pokoknya mereka pasti senang dan besok akan berterima kasih padaku," ujar Gala lagi dengan teka-teki diwajahnya.


"Aku gak bisa tidur mas, kalau gak dikasih tahu,"


"Ya gak apa-apa biar kita ikut begadang juga seperti mereka sekarang ini."


"Begadang apaan bentar juga udah ngorok, usia udah segini harusnya banyak istrirahat daripada olahraga malam,"


"Eh jangan salah, usia seperti aku ini, usia produktif loh, aku masih bisa bikin kamu punya adeknya Sarah lagi hehehehe," ujar Gala terkekeh. Vita langsung menepuk bahu sang suami.


"Ih serem mas, sekarang kita fokus mendampingi anak-anak dan juga cucu-cucu kita. Malu sama readers mas."


"Lah kenapa harus malu, aku kan sehat dan kamu juga sehat apa salahnya, iyakan?"


"Malu sama umur mas ih," ujar Vita lagi, kali ini ia mencubit perut sang suami yang masih nampak berotot diusianya yang hampir 60 tahun.


"Tidurlah," ujar Gala setelah lama terdiam. Rasa lelah dan kantuk sudah mulai menyerangnya. Ia kemudian mengecup kening istrinya lembut.


Malam itu hati mereka berdua merasa lega dan juga lapang. Tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan lagi. Anak-anak sudah menemukan pasangannya masing-masing dan juga bahkan sudah berhasil menambah keturunan keluarga Raditya.


Maka nikmat yang mana lagi yang mereka dustakan. Dengkuran halus dari keduanya menandakan mereka berdua sudah terlelap berselimutkan malam. Berharap besok pagi mereka dibangunkan oleh Tuhan dalam keadaan sehat dan segar untuk beribadah kepadaNya, melanjutkan tugas sebagai makhluk ciptaanNya.


🍁


"Alhamdulillaahillazdi Ahyaana ba'da maa amaatana wailahinnuzur Aamin," Qiya bangun dari ranjang setelah membaca doa bangun tidur. Ia langsung mengetuk pintu penghubung kamarnya dan juga papanya. Rambutnya yang kriwil ia selipkan ke belakang telinganya.


"Mama...Papa..." panggil Qiya dengan suara agak nyaring. Rama yang sedang memeluk istrinya di bawah selimut langsung meregangkan badannya.


"Mas, Qiya udah bangun tuh, bukain pintunya dulu," ujar Rara yang memperbaiki letak selimutnya agar tubuhnya yang polos tidak nampak. Ia menarik selimut itu sampai dadanya. Rama langsung meraih pakaiannya yang tercecer dilantai dan segera memakainya kembali.


"Mama...Papa..." panggil Qiya lagi sembari menggedor pintu kamar dengan tak sabar.

__ADS_1


"Papa udah sholat? kok gak segar gitu? hmmm baru bangun ya?" Rama mengacak rambut kriwil putrinya kemudian tersenyum.


"Papa sama mama udah sholat dan juga berolahraga, tetapi karena lelah kami tidur lagi deh," jawab Rama kemudian menggendong putrinya yang sudah berusia 4 tahun itu.


"Mama, bangun dong katanya kita mau berangkat ke rumah Bilqis untuk ngaji dan belajar bareng," ujar Qiya dengan tangan ingin menarik selimut yang menutupi tubuh sang mama. Untungnya tangan Rara cukup cekatan dan menarik ujung bagian atas selimut itu.


"Iya sayang, mau mandi dulu, trus kita bersiap. Kamu turun sama papa dulu ya?" Qiya mengangguk patuh.


"Ayok Pa kita turun, atau kita panggil tante Sarah dan Om Adam dulu di kamarnya supaya kita semua cepat-cepat bersiap.


"Okey! siap sayang," jawab Rama kemudian meninggalkan Rara dan juga Zydan di kamar itu. Setelah beberapa menit mereka melangkah, sampailah mereka berdua di depan kamar sang pengantin baru.


Tok


Tok


Tok


Adam yang sudah lama bangun dan melangkah ke arah pintu dan membukanya.


"Kak Rama?!" Adam tersenyum dengan sedikit penasaran, baru kali ini kakak iparnya datang berkunjung ke kamarnya.


"Udah lama bangun Dam?" tanya Rama berbasa-basi.


"Katanya mau ke rumah mama sama papamu kan hari ini, nih Qiya udah mau berangkat, udah gak sabar ketemu Kak Bilqis katanya,"


"Iyya Om, ayok cepat mandi baru kita segera berangkat, pasti kak Bilqis udah nungguin Qiya," Adam tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah, kami bersiap dulu ya, Qiya juga belum mandi dan sarapan kan?"


"Iya Om, ayo Pa kita mandi dulu supaya pas ketemu Kak Bilqis kita semua harum," Rama setuju, ia pun kembali ke kamarnya dan Melakukan keinginan sang putri yang begitu bersemangat ingin belajar dan mengaji bersama putri bungsu Om Deka dan juga tante Risma Yanti itu.


Sedangkan Adam sendiri masuk kembali ke kamarnya dan menatap sang istri yang juga sedang menatapnya.


"Maafkan aku ya sayang, kamu sampai lelah seperti ini, perlu aku kompres gak?" tanya Adam dengan wajah khawatir. Sarah sang istri sampai jadi tak kuat Bergerak karena kelakuannya Sepanjangan malam yang tidak memberikan jeda pada istrinya itu. Ia terlalu bersemangat hanya karena kado dari papa mertuanya. Harga dirinya merasa dipertaruhkan hingga ia benar-benar membuktikannya pada istrinya kalau ia tak butuh obat kuat.


Sarah mengangguk. Ia butuh perhatian lebih dari sang suami pagi ini dan rasanya belum sanggup untuk turun dan bertemu penghuni lain di rumah besar ini. Ia merasa sangat lelah dan juga perih dibagian intinya.


Adam menarik nafas panjang dan berharap tidak tergoda untuk melakukannya lagi. Tangannya dengan cekatan memberikan perawatan pada milik sang istri yang nampak sangat indah dimatanya. Mati-matian ia berharap g


hasratnya tidak memuncak kembali.

__ADS_1


"Gimana sayang? udah enakan?" Sarah mengangguk dan tersenyum dengan sangat manis.


"Terimakasih banyak mas Adam, sampai jumpa lagi,"


"Ih, apaan sih, Aku kan jadi merasa bersalah sayang," ujar Adam lalu menutup kembali kain yang menutupi bagian bawah istrinya.


"Kamu memang cantik dan indah Sarah, aku tak pernah cukup kalau cuma sekali sayang," ujar Adam kemudian mengecup lembut bibir sang istri yang juga nampak membengkak dan terlihat lebih seksih.


"Berterimakasihlah sama author mas, karena kasih kita kesempatan indah seperti ini." Adam tersenyum kemudian melepaskan rengkuhannya pada istrinya.


"Aku baru lihat kalau Papa menyelipkan sesuatu di sini di bawah obat tak berguna itu," Adam membuka kotak semalam yang ia sempat buka bersama istrinya.


"Apa itu mas?" tanya Sarah tanpa merubah posisi berbaringnya.


"Tiket bulan madu ke Mumbai, lihat apa kata Papa di sini,


Selamat untuk kalian berdua yang telah menyempurnakan separuh agama. Ini adalah impianmu nak Sarah sejak dulu, kamu ingin menonton langsung proses syuting Artis idolamu kan, Berangkatlah berbulan madu di sana. Dan nikmati masa-masa bahagia menjadi pengantin baru.


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa bertemu dengan Hritik Roshan," ujar Sarah dengan wajah gembira.


"Tapi aku gak senang sayang, aku kan lebih tampan dari artis itu, jadi cukup idolakan aku saja."


"Iyya, suamiku sayang."


"Sekarang kita harus bersiap dan segera ke rumah mama sama papa trus kita esoknya kita berangkat bulan madu." Mereka berdua tersenyum kemudian segera bangun dan mandi.


🍁


Sehari mereka berdua menginap di rumah kedua orangtuanya Adam. Pengantin baru itu berangkat ke Mumbai untuk berbulan madu dan menonton proses syuting film Doom oleh Hrithik Roshan sang idola, mimpi Sarah sebagai Bollywood mania sejak dulu.


"Terimakasih Papa, dan sampai jumpa lagi semuanya," ujar Sarah dan Adam dengan lambaian tangan. Mereka berdua menuju terminal keberangkatan untuk penumpang internasional.


TAMAT


Dan akhirnya kisah Gadis Pemimpi benar-benar berakhir sekarang.


Terimakasih othor ucapkan untuk para readers tersayang yang masih setia hingga akhir menikmati halu dan fantasinya othor.


Sampai Berjumpa lagi di karya othor yang lain, yang masih fresh dan tak kalah menarik dari Kisah Gadis Pemimpi ini.


Ex Mafia Hot Daddy dan juga Beby Si Wonder Woman masih di lapak ini NOVELTOON, menyajikan cerita yang berbeda tetapi tak kalah menarik.

__ADS_1


Semoga kita sehat selalu...


__ADS_2